Tuesday, 5 March 2019

PENTOL ACI GORENG

SD saya dulu berada di kawasan zona militer TNI Angkatan Udara, oleh karena itu judul sekolahnya adalah Angkasa. Nyambung kan, Udara dan Angkasa? Yang gak.nyambung mah hanya hatimu dan hatinya aja kalik.

Nah, enaknya bersekolah yang lokasinya berada di dalam kawasan militer itu adalah ketika ada acara kemping langsung bisa gelar tikar pasang tenda dengan haratis. Lha wong lapangannya ada dimana-mana tinggal pilih yang cucok meong aja. Tenda? Itu mah urusan Kakak pembina pramuka buat pinjem ke Pak Komandan, betul? aaahhsiyaaaappp!!!

Gak kayak sekarang, judulnya aja kemping eh tidurnya di villa. Kalau pun di tenda, eh tendanya udah dipasangin sama panitia, anak-anak tinggal masuk aja. Dimana letak ke-kemping-annya coba? Bayar? Yaeyalah, orang lokasinya jauh banget, perjalanannya aja setara dengan perjalanan si Starman dan Tesla Roadster-nya Elon Musk waktu ngibrit ke planet Mars. Bila duo-nya Musk tadi diluncurkan dengan roket Falcon Heavy milik Space X, maka pramuka-pramuki ini diluncurkan dengan truk sewaan milik TNI-AU yang jumlahnya gak sesuai dengan jumlah orangnya. Iya kalo nasi, nambah jadi kenyang, kalo angkutan mah nambah ya jadi lama nunggunya. Ehehe, maapken, curcol!

Selain tentang perkempingan, kawasan militer pun identik dengan catam alias calon tamtama. Dan yang menggelikan dari para catam adalah kalo ada cewek lewat, kepala-kepala plontos mereka pun langsung bertonjolan dari balik jendela asramanya sambil bersorak-sorai gembira dan ber-ctak-ctak ria.
Nah, karena kepala plontosnya inilah para catam kerap disebut dengan pentul, mengapa? Ya mungkin karena mirip dengan pentul korek api tjap tiga duren yang terkenal itu. Pentul atau dalam logar jawanya pentol ternyata terpuja dan terpuji juga di ranah makanan. Di daerah jawa pentol adalah sebutan untuk bakso tusuk yang berbahan dasar tepung tapioka dengan kandungan daging sapi yang minimalis. Selain disajikan dengan direbus begitu saja, pentol pun ada yang dibakar dan di goreng.

Karena saya pecinta aci-acian kelas wahid maka kali ini saya membuat pentol yang haqiqi keacianya.

Bahan:
150 gr tepung tapioka
3 sdm tepung terigu
2 siung bawang putih
2 batang daun bawang, iris tipis
1 batang seledri, cincang
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
kaldu bubuk secukupnya
air panas secukupnya

Cara membuat:
Aduk rata tepung tapioka dan terigu.
Rebus air hingga mendidih, haluskan bawang putih, masukkan ke dalam air mendidih. Masukkan pula merica bubuk, garam dan kaldu bubuk secukupnya.

Campurkan daun bawang dan seledri ke dalam tepung. Tuang sedikit demi sedikit air ke dalam tepung, aduk rata hingga adonan kalis dan tidak terlalu lembek maupun padat.
Ambil sedikit minyak di tangan, bentuk bulatan-bulatan dan masukkan ke dalam minyak dingin di penggorengan.

Setelah cukup banyak, nyalakan api dan goreng bakso hingga kecokelatan.
Tujuan mencelupkan bakso ke dalam minyak dingin agar bakso tidak meletus seperti balon hijau, eaaaa.

posted from Bloggeroid

Wednesday, 27 February 2019

TUMIS PEPAYA MUDA

Beberapa waktu lalu seorang teman memberi pengumuman bahwasannya ia akan menguninstall pohon pepayanya yang telah lama bertengger di kebunnya. Bunyi pengumumannya bukan didendangkan seperti di kisah Cinderella "Pengumuman penting dengar hay dengar" namun berupa barisan kalimat yang menyataken bahwa yang mana dia punya pohon pepaya buahnya masih bergerandulan dengan kondisi masih mentah.
Saya pun langsung mengkomeni pengumumannya, dengan secepat kibasan katana Kenshin Himura, 4 buah pepaya mentah pun langsung mendarat di meja dapur.

Buah pepaya mentah selain dapat mengobati perpecahan kaki pun dapat mengobati busung eh perut lapar. Biasanya pepaya muda belia itu diolah berupa kari atau gulai. Saat lebaran, hidangan ini kerap menghiasi meja makan ditemani dengan opor ayam dan rendang.

Namun kali ini saya tidak mengolah pepaya yang masih unyu-unyu ini dengan menggunakan santan, namun cukup ditumis saja mengingat sedang ada dalam pemalesan tingkat dewaw.

Bahan :
1 buah pepaya mengkal, kupas, potong korek api atau memakai serutan.
Secukupnya tempe, poton dadu, goreng
50 gr teri medan
6 butur bawang merah iris tipis
3 siung bawang putuh, iris tipis
5 buah cabai rawit domba, iris
5 buah cabai rawit hijau, iris
2 buah cabai keriting, iris
Secukupnya garam dan kaldu bubuk
Secukupnya gula merah (bila ingin lebih berwarna coklat ditambah dengan kecap)
Secukupnya air
Secukupnya minyak

Cara membuat :
Panaskan minyak, tumis bebawangan.hingga mewangi, masukan cabe-cabean tanpa terong-terongan yak ahaha. Masukkan teri medan, gongseng dengan jurus kucing kebelet makan. Masukkan tempe dan pepaya, beri bumbu lainnya dan tuangi air, tutup. Mask.hingga bumbu meresap dan air surut, banjir kalik surut. Sesekali buka tutupnya dan aduk-aduk. Angkat dan sajikan.

posted from Bloggeroid