Wednesday, 26 December 2018

Menyantap Baso Pedas di Warung Baso Oii



Hari minggu kemarin hasrat menikmati mie baso tengah merekah yang membuat saya dan keluarga biyakyakan mencari warung baso yang belum pernah disambangi. Namun lirik punya lirik, tidak ada satu pun warung baso.yang menarik.Akhirnya dengan kepasrahan tingkat perut Homer Simpson, kami pun mendamparkan diri di baso Akung yang sangat terkenal itu.

Namun begitu memasuki ruangan, suasana di dalamnya terlihat begitu semrawut dengan para pemuja yang memenuhi setiap.sudut ruangan, Dan apesnya, sudah tumplek blek eh masih ditambah pulak dengan kedatangan Ivan Gunawan yang segede gambreng bersama barisan pengiringnya yang setia.

Menyadari keadaan yang tidak kondusif akhirnya diputuskan lah untuk mencari tempat baso lainnya.

Setelah kelalang-keliling di daerah.Lodaya dan sekitarnya, mata ini bersiborok dengan sebuah warung baso yang sepi bernama Oii.
Melihat kesenyapan warung baso tersebut yang di dalamnya hanya ada sepasang pengunjung itu sungguh membuat curiga hihi. Namun kecurigaan saya terhapus juga ketika menyantap semangkuk mie baso pedas, yeaay.

Baso Oii memiliki tekstur yang lembut menandakan banyaknya muatan daging sapi yang mereka gunakan. Disamping basonya yang lezat, kuahnya pun endes sekali ditambah pangsit goreng yang gurih dan kranci.

Disamping menu mie baso, warung baso yang terletak di Jalan Banteng No. 78 ini pun memiliki beberapa varian menu seperti nasi goreng, bakmi, mie ayam, dan sum-sum.

Harga per porsinya berkisar antara 22 ribu sampai 32 ribu rupiah.

Warbas Oii ini bersih dan enak.dijadikan tempat nangkring, yeaaaa.
Tuesday, 20 November 2018

SOTO BETAWI

Dari beberapa jenis olahan soto yang tersebar di seantero nusantara raya ini, hanya Soto Betawi yang menjadi olahan favorit putra saya, Tombak. Cita rasa gurih yang berasal dari kolaborasi antara susu dan santan itulah yang membuat dia sangat menggemari masakan khas dari Jakarta itu. Bila saya memasak soto yang diperkenalkan oleh Lie Boen Po pada tahun 1977/1978 ini, Tombak bisa makan berkali-kali dalam satu hari.

Soto Betawi adalah olahan masakan yang didalamnya terdiri dari daging sapi, jeroan, dan organ lainnya itu mengalami kepopuleran justru ketika warung milik Lie Boen Po tutup pada tahun 1991 silam. Soto yang mengandung banyak rempah-rempah itu merupakan salah satu masakan.khas Betawi disamping nasi uduk, nasi ulam, ketropak, dan gado-gado.

Karena Tombak tidak terlalu menyukai daging sapi apalagi jeroannya, maka saya memakai daging ayam.

Bahan :
250 gr filet ayam, kucuri air jeruk nipis, diamkan 15 menit. Goreng lalu suwir.

1500 ml air kaldu
1 sachet susu bubuk instant atau 250 ml susu UHT plain
65 ml santan instan
3 buah kentang ukuran sedang, kupas, potong dadu, goreng
1 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk purut
1 batang serai
1 ruas jari lengkuas
2 buah bunga pekak
1 cm kayu manis
3 butir cengkeh
100 gr emping, goreng
1 buah tomat ukuran besar, potong dadu
1 batang seledri, iris
1 batang daun bawang iris
Secukupnya bawang goreng
Secukupnya garam
Secukupnya minyak goreng
Secukupnya kecap manis

Bumbu halus :
6 buah bawang merah
4 siung bawang putih
1 sdt ketumbar sangrai
1/2 sdt jinten
1/2 sdt merica
1 ruas jahe
4 butir kemiri

Cara membuat :
Larutkan santan dan susu, sisihkan.
Didihkan air kaldu.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum, masukan dedaunan dan rempah-rempah lainnya lalu masukan ke air kaldu. Tuang campuran susu, beri garam biarkan mendidih.

Penyajian :
Siapkan mangkok. Tata suwir ayam, kentang, dan tomat di.dalam mangkok. Tuang kuah soto. Bubuhi daun bawang, seledri, dan bawang goreng. Remas emping taruh diatasnya.
Kucuri kecap manis.

MENIKMATI BASO GORENG ARIEF YANG ENDEUS




Hari ini mengunjungi Taman Tengah di Jl. Wira angun-angun dengan tujuan ngebakso, yeaay. Ya, di tempat itu ada kedai baso Arief yang terkenal dengan baso gorengnya yang murmer dan mantul, murah meriah dan.mantap betul. Baso goreng memang terbilang agak mahal apabila belinya di baso malang Enggal atau di bakso Mohamad Ramdan. Range harganya berkisar antara 5.000 sampai 8.000 rupiah pergundulnya. Namun di baso Arief, satu buah baso goreng hanya dibandrol dengan harga 2.500 perbutirnya dengam ukuran yang relatif sama dengan kawan-kawannya yang mahil itu.

Dan yang menjadi keistimewaan dari baso goreng Arief adalah di dalamnya terdapat potongan keju yang menambah rasa gurih sang baso, yummy.

Di kedai baso Arief tidak hanya tersedia baso goreng semata namun ada pula mie baso, yamin, dan yahun dengan pilihan baso berupa baso urat, polos, jamur, keju, dan rica.

Menurut saya mie baksonya biasa aja, yaminnya cenderung aneh karena mie yang digunakannya bukan mie telur dengan campuran sosin dan tauge yang semestinya tak ada disitu. Untuk kuahnya sendiri sih enak terasa kaldunya.

TUMIS DAUN PEPAYA

Jangan menanam pohon pepaya di depan rumah, sial." begitu sabda Ko Agus, salah seorang teman kerja saya dulu. Ya, dalam ilmu fengshui, menanam pohon pepaya di depan rumah adalah sebuah pantangan karena kabarnya akan mendatangkan aura buruk seperti kemalasan, kebamgkrutan, bahkan perpecahan keluarga. Waduh!

Sebenarnya hal ini dapat di terawang secara logika loh. Pohon pepaya jika berbuah akan mendatangkan kampret alih alih cebong #eh hihi maksudnya mendatangkan kelelawar yang kotorannya tidak baik bagi kesehatan spesies homo sapiens layaknya insan manusia. Akarnya tunggangnya (Radik primaria) disinyalir dapat merusak bangunan yang dekat dengannya sehingga rawan roboh, begitu kira-kira. Tak hanya ilmu fengshui saja yang melarang menanam pohon pepaya di depan rumah, di daerah Purwakarta, ada sebuah mitos bahwa pohon pepaya yang bercokol di depan rumah biasanya menjadi tempat nangkringnya kuntilanak, hiiy. Ehtapi semua itu tergantung kepercayaan masing-masing individu ding. Tapi yang pasti, tanaman yang berasal dari Meksiko bagian utara dan selatan itu memiliki buah yang rasanya enak sehingga tidak hanya disukai oleh manusia namun oleh burung juga.

Selain buahnya, daun dan bunga pepaya dapat dijadikan.olahan masakan yang dapat menggoyang lidah walaupun rasanya pahit. Namun sepahit-pahitnya daun atau bunga pepaya tetap masih kalah dengan pahitnya kehidupan, cie.

Rasa pahit daun pepaya yang berasal dari zat papain yang dikandungnya dapat dihilangkan dengan cara direbus dengan tanah lempung. Tapi menurut saya, Rasa pahit itulah yang menjadi ciri khas olahan daun pepaya, jadi tidak.usah dihilangkan, diminimalisir sajalah dengan direbus bersama daun jambu atau daun ketela pohon, itu sudah cukup.

Bahan :
1 ikat daun pepaya, rebus dengan dua ikat daun ketela pohon atau 10 lembar daun jambu batu, potong-potong
6 butir bawang merah, iris
4 siung bawang putih, iris
2 buah cabai merah besar, iris serong
2 sdm teri medan
Secukupnya kaldu bubuk
Secukupnya garam dan gula
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat :
Panaskan minyak, tumis bawang merah dan putih sampai mewangi.
Masukkan teri medan, oseng hingga matang. Masukan cabai merah, aduk rata. Masukan daun pepaya rebus, aduk kembali. Taburi kaldu bubuk, garam, dan gula lalu aduk kembali. Boleh diberi air sedikit untuk melarutkan bumbu sambil diaduk. Angkat.
[image_0]
Sunday, 18 November 2018

BOLU KETAN HITAM

Zaman dulu saat Adi Bing Slamet dan Chica Koeswoyo masih menjadi pasangan duet yang mendayu, menikmati kue bolu adalah keistimewaan tersendiri bagi saya. Ya, bolu hanya dapat dinikmati bila lebaran tiba ataupun kala menghadiri hajatan para tetangga. Jenis bolu yang dikenal pun hanya satu yaitu marmer cake yang namanya belum menjadi marmer cake halah belibet. Ibu memesan bolu tersebut ke tetangga satu RT yang memiliki mixer menjelang hari lebaran Ya, saat itu mixer hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu karena harganya yang mahal, tidak seperti zaman sekarang, semua orang dapat memiliki mixer dalam berbagai merk dengan mudah. Ketiadaan mixer membuat para ibu enggan membuat bolu karena harus mengocok telur dengan menggunakan kocokan manual alias whisk, heroik!

Nah, bolu yang ibu pesan untuk lebaran biasanya datang sehari sebelum hari besar tersebut lalu disimpan di tempat yang aman dan semua orang tidak boleh menyentuhnya apalagi memakannya sampai esok tiba. Bolu yang sungguh sakral.

Namun kini kue berbahan dasar telur, mentega, dan terigu itu sudah menjadi makanan yang biasa saja. Terpampang tidak hanya di etalase-etalase toko bakery ternama namun nangkring pula di warung-warung kecil milik tetangga. Kesakralan bolu pun hilang dilibas masa.

Banyak sekali varian kue bolu yang kini dikenal di masyarakat tak terkecuali adalah bolu ketan hitam. Bila dulu masih jarang dibuat karena faktor menjadikan beras ketan ke tepungnya harus melalui jalan berliku dengan menumbuknya secara manual supported by lumpang dan alu. Kabar gembira bagi kita semua, ketan hitam kini ada tepungnya, yeay.

Bahan :
250 gr tepung ketan hitam
200 gr gula pasir
6 butir telur
1 sdt SP
1/2 sdt garam
2 sdm kental manis putih
200 gr minyak goreng

Cara membuat :
Olesi loyang dengan margarin lalu tabur terigu tipis-tipis.
Kocok telur, gula, SP sampai kental berjejak. Tuang kental manis dan garam, mixer sebentar.
Masukkan tepung ketan hitam, aduk rata. Tuang minyak goreng, aduk balik.
Tuangkan adonan ke dalam loyang, panggang sampai matang.
Saturday, 17 November 2018

POP CORN TEMPE

Saya tidak terlalu suka nonton film di bioskop karena selain harus bayar mahal, memiliki pendingin ruangan yang suhunya bagai di kutub utara (tahunya kutub magnet doang aja gaya ya? Haha) sehingga membuat bolak balik ke toilet serta membuat lensa kontak saya kering, dan tidak diperkenankan membawa makanan yang bukan dibeli di konter resmi jaringan bioskop tersebut.

Beda sekali dengan misbar, gerimis bubar. Di arena misbar, semua penontonnya suka-suka deh mau ngapain, mau sambil arisan, senam zumba, jungkir balik, main gundu, dan melakukan aksi-aksi absurd lainnya gak ada yang melarang apalagi bila bicara soal makanan yang mengiringi aksi menonton film-film milik Tante Suzana itu.

Ya, di misbar gak akan ditemui popcorn yang harganya nyaris ngalah-ngalahin harga tiket nontonnya karena memang gak ada yang jualan popcorn, adanya brondong eh sama aja ya . FYI, sepanjang karir saya menonton misbar saat zaman kegelapan dimana mata Sauron masih menyala-nyala.di Mordor, makanan yang tersedia di arena misbar itu banyak yang berat bagai rindunya Dilan kepada Milea seperti kupat tahu, bakso, sate, es campur and the gank. Yang ringan juga ada sih seperti arumanis dan balon gas.

Popcorn sendiri awalnya dilarang untuk dimakan di dalam teater karena suara yang ditimbulkannya. Kala itu popcorn hanya dijual di arena karnaval dan festival, namun seiring dengan Great Deppresion yang melanda dunia industrialisasi Negara Barat dan Amerika, penonton bioskop pun tidak lagi datang dari kalangan 'menak' saja yang membuat camilannya pun ikut bergeser. Gedung bioskop pun disusupi makanan berbahan dasar jagung ini yang dibeli dari penjaja di luar gedung karena harganya murah meriah dengan rasa yang endes. Nah, dari situlah akhirnya jaringan perusahaan bioskop pun menjual popcorn selain minuman dan meraup keuntungan yang lumayan menggairahkan sekaligus memonopolinya.

Kini popcorn tidak hanya identik dengan jagung namun dengan ayam dan tempe. Harusnya sih bukan popcorn chicken atau popcorn tempe tapi popchicken dan poptempe

secara gak ada jagung-jagungnya juga kali. Tapi ya sudahlah namanya juga julukan, semua hal jadi sah-sah saja, ya kan? Ya mirip-mirip dengan blue jeans berwana merah, ihiks.

Bahan :
1/2 papan tempe, tumbuk kasar
1/2 sdt bawang putih bubuk
125 gr tepung bumbu krispi, saya memakai kobe fried chicken.
10 sdm tepung terigu
1/2 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk
Air secukupnya
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat :
Campur tempe yang telah ditumbuk dengan bawang putih bubuk dan garam.
Campur tepung-tepungan.
Adonan basah :
4 sdm campuran tepung beri air sampai encer.
Masukan tempe ke dalam adonan basah, tuang ke adonan kering lalu aduk dan agak diremas-remas dengan lembut.
Panaskan minyak yang lumayan banyak, goreng adonan tempe sampai berwarna coklat keemasan.
Tuesday, 30 October 2018

TELUR BALADO IJO

Di zaman milenial ini telur adalah salah satu bahan makanan yang harganya sangat fluktuatif. Naik turunnya sangat cepat menyaingi gerakan Barry Allen yang tengah menjelma menjadi The Flash. Entah mengapa hal ini dapat terjadi, mungkin para ayam petelur zaman now itu bertelur berdasarkan mood sehingga tidak dapat dipastikan berapa banyak yang mereka hasilkan perharinya heuheu.

Namun semahal-mahalnya harga telur, bahan makanan yang banyak mengandung protein ini tetap saja.akan selalu dirindukan karena kepraktisan dan rasanya yang disukai banyak kalangan.

Saya sendiri kerap mengolah telur dalam berbagai gaya tapi bukan gaya punggung atau gaya katak juga sih, takutnya nanti malah bisa jadi juara olimpiade lagi hihi. Gaya memasak telur yang kerap saya terapkan sehari-hari adalah di ceplok, dadar, gulung, orak-arik, rendang, opor, gulai, bacem, dan di balado. Nah, karena bosan dengan.olahan balado dengan warna merah merona maka kali ini saya mengolah telur-telur tersebut menjadi telur balado ijo, hasilnya? Yang pasti enak dan tidak semengerikan si kolor ijo hiiyy.

Bahan :
5 butir telur, rebus, kupas, goreng sampai berkulit
10 buah cabai keriting hijau
2 buah cabai hijau besar
1 buah tomat hijau
4 butir bawang merah
2 siung bawang putih
Secukupnya kaldu bubuk (optional)
Secukupnya garam dan gula
2 sdm minyak goreng
1 lembar daun jeruk purut

Cara membuat :
Tumbuk kasar cabai, bawang, dan tomat.
Panaskan minyak, tumis bumbu yang telah ditumbuk hingga wangi, masukan daun jeruk, aduk.
Bubuhi garam dan gula, aduk rata.
Masukkan telur, aduk sampai berbalut bumbu.

Angkat dan sajikan.
Sunday, 28 October 2018

PINDANG TONGKOL SAUS SARDEN

Hampir 4 hari sekali saya membeli pindang tongkol di pasar demi rasa prikehewanan bagi dua kucing tetangga yang telah migrasi ke rumah. Si Mbak penjual pindang di pasar ini mengisi lapaknya dengan berbagai macam pindang lainnya seperti pindang deles, pindang salem, dan bandeng presto. Pindang tongkolnya sendiri ada dua jenis yaitu pindang yang benar-benar tongkol dan yang setingkat yang lebih enak yaitu pindang tongkol ikan cakalang wahaha ribet. Nah, saya biasanya membeli pindang cakalang untuk konsumsi keluarga. Untuk harganya sendiri hanya berbeda 2000 rupiah perkilonya.

Karena bosan dengan olahan-olahan pindang tongkol seperti balado, kecap, cabe gendot, maka saya pun mengolah pindang tongkol tersebut dengan bumbu sarden.

Bahan :
100 gr pindang tongkol, potong, dan goreng sebentar
2 buah cabe merah besar
4 buab cabe keriting merah
4 butir bawang merah
2 buah bawang putih
1 lembar daun salam
1 ruas jahe, geprek
1 batang serai, geprek
2 sdm saus.tomat
1 sdm.saus sambal
1/2 sdt kaldu bubuk
Secukupnya garam dan gula
2 sdm minyak goreng
50 ml air

Cara membuatnya :
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan cabe keriting.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga mewangi, masukkan daun salam, serai, dan jahe. Masukan pindang tongkol, tuang saus tomat, saus sambal dan air. Bubuhi kaldu bubuk, garam, dan gula. Masak hingga meresap lalu angkat.
Thursday, 23 August 2018
Thursday, 12 July 2018

CIRENG CRISPY

Cireng dan cuko, dua hal yang selalu mengingatkan saya kepada Mih Eru dan Ceu Emas, perak dan perunggu #eeeehh. Ya, beliau-beliau ini adalah pembuat cireng dan cuko yang handal di seantero Kaki gunung Ceremai tepatnya Desa Bandorasa Kulon. Olahan cireng Mih Eru cenderung empuk dan agak krispi sedangkan buatan Ceu Emas lebih padat karena berupa gelondongan yang kemudian di potong dan di goreng. Cireng dan cuko kerap menjadi menu sarapan yang mengenyangkan saat mudik lebaran.

Cireng sendiri telah ada sejak era pleistosen yang bersentuhan dengan kelahiran homo sapiens pertama di dunia haha ngayal, sejak era 80-an ding, era dimana Ahmad Albar banyak dikecam penggemarnya gara-gara merilis album dangdut bertajuk Zakia.

Dulu saat zaman SD, bila menyantap makanan berbahan dasar teoung tapioka, kanji atau sagu itu pasti ditemani dengan saus sambal berwarna merah membara bagai gincu para geisha, ish...ish... Saus yang entah merknya apa, dibuatnya dimana dan harganya berapa itu memang menjadi perpaduan yang cocok maricok dengan Cireng hangat. Kini Cireng disantap tak hanya dengan saus sambal tapi juga dengan sambal petis, sambal kacang, sambal oncom, sambal rujak, cuko bahkan mayonaise.

Bagai genre musik, Cireng pun memiliki turunan seperti cilok (aci dicolok), cimol (aci digemol), cimin (aci mini), cilung (aci digulung), citruk (aci diketruk), dan cilor (aci telor). Cireng sendiri memiliki beberapa varian diantaranya cireng isi (keju, cabai, sosis, baso, kornet), rujak cireng, cireng terasi serta cireng crispy.

Disamping rasanya enak, cara membuatnya terhitung sangat mudah dan cepat. Bahannya pun tak sulit dicari sehingga gak bikin pusing kepala Barbie.

Bahan biang :
50 gr tepung tapioka/sagu
150 ml air
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garan
3/4 sdt kaldu ayam bubuk
2 batang daun bawang, iris.

Bahan dasar :
200 gr tepung tapioka + 2 sdm tepung terigu, campurkan.

Cara membuat :
Panaskan air dan bahan lain kecuali tepung tapioka sampai mendidih. Masukkan teoung tapioka, aduk cepat sampai berubah menjadi lengket dan berwarna bening seperti lem.
Masukan adonan biang ke dalam campuran tepung tapioka dan terigu, uleni panas-panas dengan ujung jari saja. Tarik-tarik adonan sampai semua tepung menyatu.

Goreng dalam minyak panas dengan api sedang sampai matang.

Bahan cuko :
1 gandu gula merah
4 biji asam Jawa
3 buah cabai rawit
1 siung bawang putih
1 sdt ebi
Garam secukupnya.

Cara membuatnya :
Masak gula merah dan asam Jawa, angkat dan saring.
Masak kembali dengan dibubuhi bahan lainnya sampai matang.

posted from Bloggeroid

MAKAN DAN WEFIE DI D'DIEU LAND




Niatnya sih mau daftar ulang sekolah anak-anak doang tapi dasarnya emak-emak bawaannya langsung otewe, entah otewe kemana haha benar-benar gak jelas.

Setelah bertanya-tanya mau kemana lalu disambung dengan pertanyaan Jalan tol atau bukan dan dijawab dengan "jalan tol" membuat kepala suku sekaligus sang pemegang kemudi tancap gas bagai Mario Andretti menuju pintu tol Pasteur.

Lalu melingkar-lingkar lah kami di jalanan yang cukup ruwet yang berujung di tempat wisata kekinian bertajuk D'dieu Land.

D'dieu Land berlokasi di daerah Punclut tepatnya di Jl. Pagermaneuh. Areanya cukup luas dengan kontur tanah yang berundak-undak. Berhubung masih suasana liburan maka di dalam area wisata itu cukup lumayan tumplek blek.

Perut keroncongan membuat kami memutuskan untuk makan siang dulu. Karena sesungguhnya perut kosong itu akan membuat roman wajah kusam dan hal itu adalah musuh kamera.

Lereng Anteng adalah tempat yang kami pilih untuk operasi mengenyangkan perut. Setelah menenteng menu yang di temukan di meja kasir kami pun langsung meluncur ke meja kosong. Meja-meja kayu itu dilengkapi dengan kursi dan bean bag. Tempatnya sendiri cukup nyaman dengan pemandangan terbuka ke arah bukit yang menghijau.

Kenyamanan tempat ternyata tak diimbangi dengan pesanan makanan yang memakan waktu cukup lama.
Saya sendiri memesan Nasi Ayam Tulang Lunak seharga 35K, berisi nasi, ayam, tahu, tempe, seiris timun, seiris tomat dan seuprit sambal. Disajikan diatas piring bambu yang di lengkapi dengan sendok plastik. Bayangkan, menu ayam dengan sendok plastik sedangkan nasi goreng teman duetnya sendok dan garpu berbahan stainless steel. Apa gak ketuker tuh?

Untuk minumnya saya memilih teh oolong seharga 15K, dan sesuai dengan namanya teh ini masa penantiannya looooooong banget. Makanan sudah tandas, minumnya belum juga muncul sampai-sampai saya harus bertanya dan kasir menjawab.
Eeh sudah ditanya masih juga lama nongolnya, yaelaaah plis deh, keseretan nih. Dan apesnya si oolong tea ini disajikan panas-panas yang membuat bibir langsung kena sariawan.

Menurut saya, resto bernama Lereng Anteng ini memang sesuai dengan namanya karena anteng banget pelayanannya sampai-sampai bikin muntab yang nunggunya. Selain itu menu yang disajikannya benar-benar asal ada aja, melihat menu nasi bakar pesanan teman membuat saya megucapkan "Duh gusti" haha lebay. Lemon ice tea-nya manis asemnya kebangetan.

Setelah perut terisi dimana belum merasa kenyang juga sih hihi kami pun meneruskan penjelajahan dengan memasuki area Dago Bakery. Di tempat ini banyak spot yang instagramable banget. Ciamik. Dengan membayar tiket berupa

voucher sebesar Rp. 10,000 di hari biasa dan Rp. 15,000 di hari libur, para pengunjung dapat memesan berbagai macam menu makanan dan menikmatinya di tempat-tempat duduk yang banyak tersedia.

Karena hari sudah sore maka penjelajahan hanya sampai disini, setelah menukar voucher dengan minuman dan popcorn kami pun turun bukit alias pulang.

posted from Bloggeroid

KUE BALOK BROWNIES MAHKOTA


Baru tahu kalau kue balok itu asalnya dari Garut. Bertahun-tahun gaul dengan orang Garut tak serta merta mengetahui ragam macam kuliner daerah sana. Yang saya tahu ya dodol lagi dodol lagi, terutama dodol yang suka piknik. Dodol aja piknik, kamu kok enggak? Nah lo!

Kue Balok pertama saya dibeli di sebuah warung kopi kaki lima nan tradisionil. Si euceu, sang pemilik warung memanggang adonan kue baloknya dalam cetakan yang nangkring diatas bara arang lalu ditutup, dan diatas tutupnya disebarkan kembali bara arang. Sepertinya hal ini adalah adaptasi dari konsep api atas api bawah yang ada di oven masa kini.
Rasa kue baloknya manis dan agak getir. Entah karena kebanyakan soda kue atau jantu, pokoknya gak cocok di lidah saya. Kesan pertama itu membuat saya sedikit phobia untuk kembali menikmati kue yang bernama balok, balok...balok bambuuuuuuu.

Sampai pada suatu hari, ada yang memberi kue balok made in Lembang sekaligus meyakinkan diri ini bahwa kue balok yang ia bawa itu rasanya beda. Alhamdulillah ya sesuatu, kue balok tersebut memang beda. Adonannya plek adonan bolu gak ada rasa getir-getirnya kecuali dimakan sambil meresapi getirnya kehidupan, cieh!
Selain kue balok Lembang, saya pun kerap membeli kue balok di Dago. Yang ini topping dan rasanya lumayan banyak. Ada keju, coklat, sampai greentea.

Kabarnya di Garut sana, satu tahun kebelakang terdapat jenis kue balok yang tengah digandrungi oleh para penggila kuliner yaitu kue balok brownies q'Anom. Kue balok yang adonannya berupa adonan brownies itu memiliki filling berupa coklat yang meleleh. Yaa udah mirip-mirip choco lava cake di film Chef lah, nyaris, hampir, nyerempet.

Nah, di Bandung, jenis kue balok seperti itu dapat di temukan di Jl. Sabang No. 27 dengan nama Kue Balok Mahkota. Rasanya? Legit dan nyoklat banget. Saya sendiri hanya kuat makan satu biji karena kepekatan rasanya. Tapi bila yang tergila-gila dengan brownies kukus atau cake coklat lainnya, rasa kue balok ini akan terasa sangat pas dan mengundang nafsu angkara murka eh nafsu memakannya.




posted from Bloggeroid

Tuesday, 10 July 2018

BUBUR AYAM WORTEL

Pagi hari ketika diri ini malas pergi kemana-mana untuk mencari sarapan dan semua dagangan mamang-mamang yang lewat telah begitu membosankan maka yang dapat dilakukan adalah jelalatan mengaduk-aduk isi dapur dan sekitarnya.

Seperti biasa, isi dapur tinggal sisa-sisa kejayaan bukan kejayaan Gaj Ahmada dan I Am Wuruk namun kejayaan menu kemarin dan kemarinnya.

Buka lemari makan yang terlihat hanya sepasang potongan ayam goreng yang lagaknya sehidup semati. Buka kulkas, yang ada hanya dua buah wortel yang tak jua di elsekusi. Diantara keadaan yang sungguh membuat merana itu mendadak saya teringat-ingat kepada Mih Eru, adik dari ibu mertua saya yang kerap membuat bubur ayam untuk sarapan. Dengan bahan-bahan yang ada saya pun bertekad membuat bubur ayam sendiri kyaaa..kyaaa...

Namun semangat sempat mengendur karena melihat di pot-pot tanaman yang berada di teras dapur tak ada satupun batang daun bawang atau seledri yang menyembul. Untuk pergi ke warung, malesnya minta ampun heuheu. Beruntunglah si Mas Kupat Tahu Petis yang mangkal depan rumah datang, satu genggam irisan seledri pun akhirnya dapat menambah semarak sang bubur ayam.

Bahan :
250 gr beras, cuci bersih
2000 ml air
2 sdt kaldu bubuk rasa ayam
3 sdt garam
2 lembar daun salam
1 buah wortel iris dadu

Cara membuatnya :
Masukan semua bahan ke panci presto, masak 5 menit setelah bunyi desis muncul. Setelah matang, buka panci, aduk-aduk sebentar.

Pelengkap :
Ayam suwir
Minyak bawang (sisa membuat cuankie)
Irisan seledri
Kecap
Sambal (Sisa beli baso kemarin dulu)
Kerupuk

posted from Bloggeroid

Monday, 28 May 2018

CUMI ASIN PEDAS MANIS

Sudah lama gak nonton Squidward beraksi, sudah jarang nonton tivi juga sih. Tivi kok isinya begitu semua, jadi males nongkronginnya. Mendingan nongkrongin tukang goyobod aja di pinggir jalan, lebih menyegarkan di mata walaupun menyedihkan di mulut.

Si Squidward ini agak mahiwal juga, namanya aja cumi-cumi tapi body-nya sendiri adalah gurita. Sudah seperti kebanyakan kaum hawa aja, di bibir bilang ya, di hati bilang enggak haha. Kalau ditanya mengapa bisa begitu, menurut Stephen Hillenburg sang kreator, lebih mudah menggambar 6 kaki daripada 8 kaki yang dianggap terlalu reunceum. Squidward sendiri aslinya bernama Edward, berhubung marganya squid maka jadinya ya Squidward. Di balik sifat pemarahnya, Squidward memiliki talenta yang cetar dalam memainkan alat musik tiup berjenis klarinet.

Nah, kalau squid yang satu ini boro-boro bisa main klarinet, kecrekan aja lewat. Jadi karena gak memiliki talenta apapun ya lebih baik di masak aja.

Di pasar cumi-cumi di bagi menjadi dua kelompok, basah dan kering. Kali ini saya memakai cumi kering alias cumi asin. Karena asin maka sebelum di olah, saya rendam dulu sekitar 20 menit lalu di cuci bersih baru di goreng.

Bahan :
100 gr cumi asin ukuran kecil, rendam, cuci, goreng tapi jangan terlalu kering.
2 siung bawang putih
4 siung bawang merah
1 buah cabai merah besar, iris serong
3 buah cabai gendot warna warni, iris.
1 sdt saus tiram
1 sdm kecap manis
1 sdt kaldu bubuk (optional)
Garam dan gula secukupnya
1 buah tomat ukuran kecil potong dadu
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat :
Tumis bebawangan sampai mewangi, masukan cabai aduk rata. Masukan cumi-cumi, beri saus tiram, kecap, garam dan gula, aduk rata. Tambahkan tomat, aduk sebentar. Angkat.


posted from Bloggeroid

Wednesday, 23 May 2018

BOLU JERMAN

Bila mendengar kata Jerman, ingatan saya pasti langsung melayang kepada si Om, karena teman kuliah saya yang satu ini adalah penggemar berat Mister Klinsi alias pesepakbola Jerman nan cetar Jurgen Klinsmann. Bila ditilik-tilik sampai sekarang dia masih meletakkan mantan pelatih tim nasional Jerman dan Bayern Munchen itu di list teratas pemain sepakbola idaman bukan partai idaman yak itu mah partainya Bang Rhoma.

Nah, beberapa waktu lalu berseliweran lah sebuah resep bolu yang menggunakan kata Jerman. Saya tidak tahu apakah bolu ini memang khas Jerman atau bagaimana, belum nyari referensinya udah keburu ingin mengeksekusi saja. Bahan-bahannya sendiri sama saja dengan bolu umumnya namun agak berbeda takarannya. Bolu ini lebih moist dibanding bolu-bolu biasanya.

Bolu Jerman saya kemarin agak kempes karena telat mengeluarkannya dari loyang.

Bahan :
3 butir telur
2 butir kuning telur
50 gr mentega cair, saya pakai Simas Palmia Royal
1/4 sdt SP
30 gr terigu
50 gr gula
12,5 susu bubuk plain
17,5 maizena
Vanili

Cara membuat :
Alasi loyang dengan kertas roti. Panaskan oven.
Lelehkan mentega.
Campur bahan sisanya, mixer sampai kental mengembang.
Tuang mentega cair, aduk balik.
Masukan ke dalam loyang, oven sampai matang.


posted from Bloggeroid

Sunday, 29 April 2018

ES TABUR SEREAL

Nekat, satu kata yang mengantarkan saya kepada es absrud ini. Es yang diharapkan menjadi sebuah karya masterpiece ala es kekinian asal Negara tetangga yang berjudul es kepal Milo itu sukses membuat air mata saya keluar dengan kemriciknya karena tertawa.

Ya, es kepal Milo memang sedang happening dimana-mana. Pembuatannya yang mudah dengan bahan yang tak sulit dicari walau jatuhnya agak mahal hihi telah membuat es ini menjadi primadona, bukan primadoni apalagi primavera itu mah PSSI.

Komposisinya sendiri hanyalah terdiri dari es batu yang diserut, bubuk Milo 3 in 1, susu kental manis, biskuit Oreo dan butiran sereal.

Berhubung serutan yang saya punya hanya serutan pinsil maka dengan berat hati saya pun menggunakan blender untuk menghancurkan es batunya. Dan sepertinya blender saya yang sudah berusia 3 milenium itu mata pisaunya sudah tumpul bagai otak saya bila kekenyangan. Nah, karena kerja sang blender yang tak maksimal itulah penampakan es ini menjadi sangat berbeda, sekali di kepal gak bisa dibentuk lain hasilnya jadi amburakral bagai kaki amuba.

Untuk rasa sih lumayan lah ya sakses menghibur rasa dahaga di saat matahari tengah panas-panasnya. Dan karena bentuknya gak seperti yang seharusnya, saya pasang nama buatan sendiri aja daripada pasang togel, yaaa kaaan?

Setelah melalui proses semedi di bawah pohon cingcau, bertanya kepada Mbah Mijan KW, melihat primbon warisan simbah dan kunker ke erte sebelah, saya pun menetapkan bahwa es made in saya ini namanya adalah Es Tabur Sereal dengan surat keputusan bercap jempol kuda.

posted from Bloggeroid

Friday, 27 April 2018

NASI LEMAK DAN AYAM PERCIK

Sebagai Negara pengkonsumsi beras terbesar di dunia membuat Indonesia memiliki banyak sekali varian olahan nasi dan semuanya lezat tak terkecuali nasi basi, enak kata bebek, itik, angsa and the gank.

Nasi kuning dan nasi uduk adalah duet maut dalam kancah dunia persarapan. Hampir di setiap sudut kota atau desa ada saja yang berjualan dua varian nasi ini. Di samping murah, kedua nasi ini cocok di lidah para pemburu sarapan. Di Bandung, nasi kuning dan uduk pun ada yang jajakan pada malam hari dengan berbagai macam lauk pauknya.

Tak hanya di Indonesia, Negara tetangga satu rumpun kita pun memiliki olahan nasi yang lezat, salah satunya adalah nasi lemak.

Dari mendengar namanya, saya membayangkan bahwa olahan nasi ini penuh dengan lemak, entah jenuh atau tidak, ah terserah lah, kalo jenuh mah tinggal piknik aja.
Ternyata nasi lemak itu ya nasi uduk. Gurih-gurih enyoy eh itu mah tahu bulat, gurih-gurih sedap, lemak nian lah pokoknya.

Nasi lemak ini biasanya disandingkan dengan teri kacang, ayam goreng, balado telur dan sambal. Nah, di Malaysia, katanya, iya katanya soalnya kan belum pernah kesana. Boro-boro ke Malaysia ke Ciawitali aja belum pernah haha. Kabarnya disana nasi lemak kerap disandingkan dengan ayam percik. Wiiih nama yang cadas, ayam kok percik, air percik mah. Tapi ya sudahlah namanya juga nama, suka-suka yang bikinnya lah, ya kaaaan?

Kemarin ini saya menggunakan resepnya Mbak Endang JTT namun ayam perciknya di modif dengan menambahkan santan sisa nasi lemak.

Resepnya ada disini :

http://www.justtryandtaste.com/2013/03/ayam-percik-nasi-lemak.html?m=1

posted from Bloggeroid

Friday, 13 April 2018

SAYUR LOMPONG

Beberapa waktu lalu ada sebuah tayangan yang berkisah tentang ulat pohon jati yang dijadikan lauk teman makan di daerah Gunung Kidul. Ya, selain terkenal dengan pantainya yang indah serta gua-gua beraliran air yang memesona, wilayah kabupaten yang beribukotakan Wonosari ini pun terkenal dengan berbagai olahan makanan maha ekstrim yang membuat lidah ini merinding...ding dang keling. Sebut saja, ulat jati and their kepompong, laron, belalang, dan si kumbang-kumbang di taman atau kerap disebut puthul.

Saya ingat suatu hari simbah pernah berkata bawasannya bila orang Jawa itu (di daerah tertentu) adalah pemakan segala, pokoknya omnivora sejati deh, gak binatang gak dedaunan, selama tidak beracun, dapat dijadikan santapan yang rasanya lumayan meng-ehem-kan lidah yang tak bertulang, tak terbatas kata-kata, tinggi gunung seribu janji lain di bibir lain di hati. Ehehe maap jadi keterusan sing along with Ermi Kulit.

Saya sendiri ogah lah kalo di suruh nyicipi makanan ekstrim seperti itu, kayaknya bakal sampe keimpi-impi deh ngebayangin ulat yang bercorak belang-belang itu keleleran di wajan, aih. Saya lebih bisa mentolerir olahan makanan dari tumbuhan yang tidak umum.

Salah satu olahan tumbuhan yang agak-agak aneh yang pernah diolah simbah adalah batang talas a.k.a lompong. Ya, talas merupakan tumbuhan yang multiguna. Umbi, batang serta daunnya dapat dijadikan olahan makanan yang lezat. Yang malesinnya, kadang pertalasan ini dapat membuat gatal-gatal yang digaruk salah gak digaruk juga salah, mati gayak. Namun, don't worry be happy, karena setiap masalah pasti ada solusinya.

Sayur lompong atau batang talas ini kerap disebut dengan sayur kere hore wkwkw karena mereka ini biasanya dibuang setelah umbinya yang segede betis dan daunnya yang selebar kuping gajah itu diambil. Nah hanya orang-orang kere hore dan kere aktif - lah yang menjadikan batang talas itu sebagai sayur teman makan nasi yang ciamik, begitu menurut catatan sejarohnya.

Di pasar saya kerap menjumpai batang talas ini, di jual perikat seharga 5 ribu rupiah. Ah ternyata dia telah naik pangkat, horeee!

Kali ini, bukan saya yang memasak olahan ini namun kakak saya, karena dialah yang hobi sekali dengan masakan ini. Awalnya saya curiga dengan masakan ini, namun setelah dicoba, ambooii rasanya menghajar lidah dengan segala kelembutan dan kelezatannya.

Bahan :
1 ikat batang talas, kuliti, potong-potong.
2 cm jahe geprek
1 batang serai geprek
1 lembar daun salam
2 cm lengkuas geprek
50 gr teri medan
Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya
1000 ml santan
Minyak goreng untuk menumis
Air untuk merebus batang talas

Bumbu halus :
6 butir bawang merah
4siung bawang putih
4 butir kemiri
2 buah cabe merah besar (dapat dikombinasikan dengan cabe rawit bila suka pedas)
5 cm kunyit

Cara membuat :
Didihkan air dengan api besar, masukan batang talas, rebus sampai empuk. Angkat dan tiriskan.

Tumis bumbu halus dan bumbu lainnya sampai harum, masukan teri medan, aduk rata. Masukan batang talas, tuang santan, aduk-aduk. Tambahkan bumbu lainnya. Masak sampai matang.



posted from Bloggeroid

Thursday, 12 April 2018

BUBUR SUMSUM

Salah satu warna favorit saya adalah hitam, black, layaknya lagu milik Kang Eddie and his friends serta album Metallica yang sakses secara komersil itu. Black yak bukan blek itu mah tempat kurupuk apalagi blekedet yang mana artinya adalah kucing hitam mokat.

Kesukaan akan warna hitam itu kemudian merembes kemana-mana. Tak hanya pakaian atau benda-benda lainnya, bahan makanan pun kena imbasnya salah satunya adalah gula jawa atau yang kerap disebut brown sugar. Bukan Chris Brown apalagi Charlie Brown, itu mah juragannya Snoop Dog eheheh Snoopy the dog maksudnya.

Ya, untuk urusan gula jawa saya lebih menyukai yang warnanya hitam pekat sepekat mendung yang menggantung di gunung Galunggung. Mengapa? Karena warna gula jawa yang hitam sangat cantik hasilnya bila dijadikan cuko atau pun juruh alias kuah kinca yang manisnya bagai senyum Chris Pine dicampur senyum Jack Gyllenhaal dan diaduk bersama senyum Zac Efron, perfecto!

Nah, juruh biasanya disandingkan dengan olahan bubur, salah satunya adalah bubur sumsum. Bubur yang berasal dari tepung beras ini memiliki tekstur yang sangat lembur. Rasanya yang gurih sangat cocok disandingkan dengan manisnya juruh. Bila bubur sumsum asalnya dari Yogyakarta maka di daerah Solo, bubur ini disebut dengan bubur lemu.

Biasanya bila membuat bubur ini saya hanya menggunakan santan instan namun kali ini karena memiliki santan dari kelapa asli sisa membuat nasi lemak maka rasa bubur yang dihasilkannya lebih gurih dengan aroma kelapa yang tebal.

Setiap membuat olahan ini saya tidak pernah memakai ukuran alias hanya mengandalkan feeling saja. Namun kira-kira ukuran resepnya seperti di bawah ini.

Bahan :
500 ml santan
3 sdm tepung beras dilarutkan dengan sedikit santan
1/2 sdt garam
2 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan juruh :
2 gandu gula jawa ukuran sedang
1 lembar daun pandan, simpulkan
1 sdm gula pasir
300 ml air

Cara membuatnya :

Bubur :
Didihkan santan, daun pandan, dan garam. Tuang larutan tepung beras, aduk terus sampai meletup-letup. Angkat.

Juruh :
Campur semua bahan, didihkan lalu saring.

Sajikan bubur sumsum dengan juruhnya.




posted from Bloggeroid

Monday, 2 April 2018

PEDA MERAH SAMBAL MATAH


Terkadang saya kerap nyengir sendiri bila mengingat peristiwa berpuluh abad lampau bertajuk tragedi bibir kering versus ikan asin yang bikin perasaan menjadi mlintir. Ya, ikan asin itu gak cocok bila disandingkan dengan bibir kering, karena rasanya pedih jendral. Kala itu entah ikan asin jenis apa yang di goreng oleh kru dapur umum, tapi yang pasti rasanya sangat asin (yaeyalah namanya juga ikan asin, kalo ikan manis itu mah putrinya mister krab).

Ikan asin kerap menjadi kambing hitam tanggal tua dimana banyak yang berseloroh bahwa di kala keuangan menipis, ikan asinlah sang penyelamat di bagian seksi konsumsi. Namun ikan asin apa dulu secara bila jambal roti sih bukannya penyelamat tapi perusak tatanan tanggal tua. Jambal roti adalah pemegang tampuk kasta tertinggi di dunia perikanasinan. Di pasar harga 1 kilogram ikan asin jambal roti di patok seharga 220 ribu rupiah jauh lebih mahal dari harga daging sapi. Di bawah jambal roti ada asin cumi, teri medan, teri jengki dan peda merah.

Ngomongin peda merah tak akan lepas dengan sambal. Mereka v
berdua ini adalah teman sejati, sehidup semati. Tanpa sambal, ikan asin yang berasal dari jenis ikan kembung ini terasa hambar, kurang menggigit.

Peda merah dengan sambal terasi, sudah terlalu mainstream oleh karena itu saya mencoba menyandingkan peda merah dengan sambal matah ala-ala saya.

Bahan :
1 ekor peda merah, cuci, goreng kering

Bahan sambal :
10 cabai rawit, iris
4 buah bawang merah, iris
2 siung bawang putih, iris
1/2 buah tomat, potong dadu
Garam dan gula secukupnya
Beberapa tetes air jeruk nipis

Cara membuat :
Campur semua bahan sambal, aduk rata. Tuang ke atas ikan peda goreng.

posted from Bloggeroid

Saturday, 24 March 2018

TERI PETAI PEDAS

Bila melihat segantung petai, saya selalu teringat kepada mantan boss saya dulu. Dia adalah penggemar petai mentah garis keras. Setiap pulang dari Cianjur, dia pasti membawa beberapa gantung petai yang setiap papannya berbiji padat berdesak-desakan, sedaap. Nah, kalau sudah begitu, ketika pintu rumahnya terbuka, aroma petai langsung menguar menyergap hidung dengan masifnya mengalahkan harum pewangi ruangan bertajuk Lampe Berger yang harganya amboi marimboi itu.

Di pasar dekat rumah, bila tidak sedang musimnya, hanya satu lapak yang biasanya menjual petai. Satu papannya di jual antara 4 sampai 5 ribu rupiah. Namun bila musim petai tiba, bermunculan lah mamang-mamang yang menjajakannya baik di dalam maupun luar pasar.

Selain di makan mentah, dikukus, dibakar dan digoreng, petai biasanya di jadikan campuran berbagai macam olahan seperti yang kali ini saya buat yaitu petai teri pedas.

Bahan :
1 papan petai, kuliti.
100 gr teri jengki, rendam, cuci bersih, goreng kering
10 butir bawang merah, kupas, belah dua

Bumbu yang ditumbuk kasar :
4 buah cabai merah
4 buah cabai rawit
2 siung bawang putih
1 buah tomat ukuran kecil

Garam dan gula (optional) secukupnya.

Cara membuatnya :
Tumis bumbu yang di tumbuk kasar sampai harum, masukan bawang merah dan petai, aduk rata. Masukan teri, aduk rata. Angkat.

posted from Bloggeroid

Monday, 19 March 2018

KUE GABIN

Bila musim hajatan, laci kontainer di dapur niscaya akan penuh bagaikan bendungan Katulampa saat musim penghujan tiba. Penuh dengan barisan mie instan, kecap dua ribuan, teh celup, minyak goreng bantal dan biskuit malkist. Ya, di negara saya yang indah, permai, damai, sentosa, gemah ripah lohjinawi berhias hijaunya polutan kuda yang tercipta bagaikan hamparan sabana itu, hajatan, baik pernikahan atau khitanan biasanya diadakan dalam dua sesi, mentahan yang disambung esok harinya dengan prasmanan. Para undangan dapat memilih kapan hari dan weton yang cocok untuk menghadiri acara tersebut, bila perlu konsultasi dulu dengan Mbah Mijan atau membaca primbon sebelum berangkat kondangan.

Selain mie instan, hasil kondangan mentahan yang awet alias lama habisnya adalah biskuit malkist. Merana sekali nasib malkist ini, mati segan hidup ogah. Di buka iya dimakan kagak membuat beliau-beliaunya yang bertabur gula-gula nan manis semanis senyuman yang tak digubris itu sekonyong-konyong menjadi melempem.

Namun kemelempeman itulah yang membuat otak saya berputar bagai putaran Wheel of Fortune asuhan Pat Sajak dan Vanna White. Apa ya kira-kira yang harus saya lakukan agar kemelempeman sang malkist itu ada artinya?
Setelah melalui serangkaian tapa brata, puasa mutih tanpa bayclin dan lirikan maut ke gluntungan tape singkong yang ngadem di kulkas dicapailah sebuah pencerahan yang sungguh melegakan hati yang sumpek terkait dengan permasalahan ini. Apakah itu? Itu adalah olahan biskuit Gabin atau kerap disebut kue gabin. Gabin ya, bukan Djaffin, kalo itu lagunya Om Ebiet, bukan pula Gavin yang belakangnya Rossdale...Bonedriveeeeeeennn...... #ambilmic.

Nah, kue gabin ini entah darimana asal usulnya, kabarnya sih kue yang berbahan dasar biskuit gabin yang terkenal di masanya itu banyak ditemukan di daerah Samarinda-Kalimantan Timur bahkan menjadi oleh-oleh wajib bagi yang pergi melancong kesana. Biskuit gabin ini katanya mirip sekali dengan malkist namun ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih rapuh.

Di pasar saya kerap menemukan olahan kue gabin ini di lapak kue gtosiran, namun belum pernah mencicipinya karena sekilas pandang kok gak bikin ngiler, ya karena sesungguhnya ngiler itu enaknya cuma di atas bantal karena bisa menjelma menjadi atlas dunia.

Kue gabin dapat diisi dengan berbagai filling seperti vla dan tape singkong. Kali ini karena bahan yang ada tape singkong, kue gabin yang saya buat ya isinya tape singkong.

Bahan :
250 gr tape singkong, lumatkan.
1 sdm tepung terigu
1 sdm susu kental manis
Sejumput garam
8 keping boskuit malkist
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
Campur tape, terigu, susu dan garam, aduk rata. Ambil satu lembar biskuit malkist olesi isian tape, ratakan, beri satu lembar biskuit malkist di atsnya, ratakan pinggirnya.

Panaskan minyak, goreng sampai kecoklatan.


posted from Bloggeroid

Friday, 16 March 2018

SARDEN GORENG TEPUNG

Bila di umpamakan dewa atau dewi ikan sarden kalengan dapat dikatakan sebagai dewi Athena. Mengapa demikian? Dalam mitologi Yunani Athena merupakan dewi kebijaksanaan, perang, seni dan kerajinan tangan. Dan ternyata dalam sekaleng ikan sarden terdapat sebuah kebijaksanaan "gak usah masak yang ribet-ribet kalau sedang tak berkenan", selain itu barisan ikan sarden dapat memerangi rasa lapar tanpa harus menggunakan banyak senjata perang seperti presto, serta segenap jajaran panci yang bergelantungan ala Tarzan, dan lebih asyiknya lagi bahwa kaleng bekas pakainya dapat digunakan sebagai kerajinan tangan yang bernilai seni walaupun gak setinggi seni dari lukisan karya Leonardo Da Vinci. See?

Satu hal yang rada malesin dari sekaleng ikan sarden adalah ritual membuka kalengnya karena membutuhkan perjuangan yang maha tinggi. Pernah terbesit dalam hati mau pinjem Mjolnir milik kakanda Thor tapi masih dipakai buat memerangi Hela yang bukan rotane rotane tifa jawa
Jawae bebunyi. Mau minta tolong tim Expendables-nya Opa Sly tapi keburu munek sama Antonio Banderas yang ceriwisnya ngalah-ngalahin host-nya Brownies. Akhirnya ya harus maju sendiri, dengan mengkloning kekuatan Ade Rai yaitu mendayagunakan otot bisep dan trisep sedemikian rupa sampai kaleng ikan sarden menganga.

Namun berbahagialah saya karena kini ada beberapa merk ikan sarden kalengan yang telah memiliki desain ramah emak-emak yang dengan sekali cabut, sang kaleng pun terbuka lebar bagai mulut kuda nil yang sedang kepanasan di kebun binatang.

Ikan sarden kalengan sebenarnya telah matang dan terbalut bumbu dari sononya, namun saya selalu menambahkan bumbu-bumbu lain ketika memasaknya kembali agar cita rasanya sesuai dengan keinginan.

Nah untuk kali ini saya mengolah ikan sarden kalengan tidak seperti biasanya. Ibarat motor, ikan sarden kalengan pun dapat dipareasi dan rasanya bisa dipertanggungjawabkan.

Bahan :
1 kaleng ikan sarden ukuran besar, pisahkan ikan dengan sausnya
1 butir telur kocok lepas
100 gr tepung terigu
2 buah kentang potong, goreng
Minyak goreng

Bumbu :
4 buah cabai hijau keriting/besar, iris
4 buah cabai merah keriting/besar, iris
1 batang daun bawang, iris
1 batang serai
1 buah bawang Bombay, iris
2 siung bawang putih, iris
Garam, gula, merica secukupnya

Cara membuat :
Gulingkan ikan sarden di kocokan telur lalu ke tepung terogu. Goreng hingga kering, sisihkan.
Tumis bebawangan hingga harum, masukam cecabaian, daun bawang, dan serai. Tuang saus sarden, masukan tomat, beri garam, gula dan merica. Aduk rata hingga harum.
Sajikan ikan sarden dengan saus.



posted from Bloggeroid

Sunday, 28 January 2018

PROL DURIAN


Masih terekam dalam ingatan saat pertama kali saya makan durian. Mata ngantuk langsung melek seketika. Buah yang wanginya aduhai dan kerap disebut buah syurga itu tadinya tidak pernah masuk dalam list buah-buahan yang saya konsumsi. Saat itu bawaannya curiga aja dengan buah yang cangkangnya full duri ini. Curiga antara aroma dan rasanya gak bakalan sepadan. Pokoknya gak percaya deh dengan kesaksian orang. Namun, berkat Ko Agus, teman kerja saya tempo dulu yang dengan sukarela menyodorkan buah durian yang tinggal di makan sesaat setelah jadwal makan siang usai, membuat semua kecurigaan ngacir tanpa permisi. Pepatah tak kenal maka tak sayang pun menohok dan mengoyak-ngoyak sebuah kepercayaan sesat yang saya anut sebelumnya.

Kemarin ini saya sempat melirik satu glundung buah durian yang tergolek santai di sebuah supermarket. Ternyata harga yang tertera dibatangnya tidak sesantai posisinya haha 350 ribu perak cyin, setara dengan satu karung beras asli soreang.

Harga durian memang fantastis terutama durian monthong asal Thailand. Durian super ini teryata plasma nuftahnya dari Jawa Tengah dengan nama durian sukun. Thailand berhasil mengembangkan bibit durian ini menjadi varietas unggul yang akhirnya dikenal dengan durian monthong. Indonesia sendiri memiliki 20 jenis durian dari 27 species yang tersebar didunia, sayangnya kita kalah serius dengan Malaysia dan Thailand dalam mengembangkan buah yang satu ini.

Maka tidaklah heran bila kita pun sebenarnya memiliki varian durian yang harganya sebelas duabelas dengan durian monthong itu, bahkan diklaim lebih mahal. Nama duriannya agak jijay markijay yaitu durian tai babi atau kerap disebut juga dengan durian cumasi. Durian ini berasal dari pulau Bangka. Bila durian jenis biasa dijual seharga 25 ribu perbutirnya maka durian tai babi di jual dengan harga 300 ribu dengan ukuran yang nyaris sama. Kalau sudah begini jadi rindu Ncop yang punya kampung halaman di Bangka.

Eits tapi ada durian yang lebih muaahil lagi, namanya musang king. Kalau tak salah ingat saya pernah melihat salah satu episode film Upin dan Ipin yang didalamnya terdapat kisah tentang durian varietas ini. Ya, musang king memang banyak dibudidayakan di Malaysia, padahal Indonesia adalah tempat nenek moyang durian ini berasal. Saya gak bisa membayangkan rasa buah yang harganya dapat tembus sampai 2,6 juta perkilogramnya ini. Masih berasa durian atau berasa apa ya kira-kira heuheu.

Selain dimakan begitu saja, durian pun kerap diolah menjadi berbagai penganan, misalnya bolen, dodol, cake, nastar, klappertart, kue soes dan tentu saja prol durian.

Nah, karena di pinggir jalan sedang banyak yang berjualan durian lokal dengan harga yang terjangkau maka saatnya untuk membuat prol durian.

Resepnya saya ambil dari blognya Mbak Annevijaya.

Bahan :
250 gr daging buah durian
25 ml susu cair, saya menggunakan susu bubuk yang dilarutkan dengan air.
175 gr tepung terigu
25 gr tepung maizena
½ sdt baking powder
250 gr mentega, tawar. Saya pakai margarin.
200 gr gula pasir
8 kuning telur
4 putih telur

Cara membuat :
Panaskan oven. Olesi loyang persegi dengan margarin. Alasi dasar loyang dengan kertas roti yang sudah dioles margarin.

Lumatkan daging durian, campur dengan susu, aduk, sisihkan.
Campur tepung terigu, tepung maizena, dan baking powder menjadi satu, ayak, sisihkan.

Kocok margarin dan gula dengan menggunakan mixer berkecepatan tinggi hingga adonan lembut dan mengembang. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok terus hingga rata.

Masukkan tepung secara bertahap sambil diaduk dengan spatula. Setelah rata, masukkan bahan durian, aduk.

Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Masukkan ke dalam oven, panggang selama ± 45 menit atau sampai kue matang, angkat. Diamkan sebentar sampai agak dingin, keluarkan dari loyang. Potong-potong. Sajikan.

posted from Bloggeroid

Wednesday, 17 January 2018

SAYUR BRONGKOS

Ribet, begitulah yang dulu terbayangkan ketika melihat mendiang simbah atau ibu memasak olahan ini. Bahan dan bumbunya bejibun ditambah waktu pengolahan yang lama membuat saya angkat tangan sebelum pak detektip LAPD ngomong "Drop the gun, Leo". Hihh siapaaa juga yang namanya Leo, kalo Waldi iya.

Brongkos adalah sahabat karib rawon, mereka berasal dari daerah yang sama yaitu Jawa. Bila rawon berasal dari Jawa Timur maka brongkos berasal dari Jawa Tengah. Satu lagi yang menyamakan pasangan lain bapak lain ibu ini terletak pada kuah hitamnya yang berasal dari kluwek. Nama lain kluwek adalah kepayang, mengapa disebut begitu? Karena tak hanya cinta, kluwek pun dapat membuat orang mabuk kepayang bila bijinya dimakan mentah. Kluwek mentah mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi oleh karena itu kluwek harus direndam atau direbus dulu untuk menghilangkan racunnya. Kluwek yang dipakai untuk brongkos, rawon ataupun sop konro adalah kluwek yang telah direbus lalu dipendam di dalam tanah untuk beberapa hari lamanya, sudah seperti harta karun saja.

Layaknya badak bercula dua, keberadaan kluwek sedikit langka di pasar. Di pasar dekat rumah misalnya, hanya ada 3 lapak yang menyediakan bumbu dapur ini, terkadang itu pun stoknya kosong. See? Saatnya membuat suaka marga kluwek.

Sekarang membuat brongkos begitu mudahnya berkat senjata dapur yang harkat martabatnya sejajar dengan senjata RPG yang dipakai pasukan perang sejak tahun 60-an, yaitu panci presto. Dua senjata ini sangat efektif dan efisien, tidak berat dan berbelit-belit layaknya gaitling.
Ya, dengan panci presto, membuat brongkos menjadi semudah mencuci baju, gak percaya? Samaaaa.

Bahan :
100 gr kacang merah atau kacang tolo.
4 buah labu siam, potong kotak
100 gr buncis, potong pendek
6 buah tahu, potong-potong
50 gr cabai rawit
250 gr daging sapi, potong dadu
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 batang serai, geprek
3 cm lengkuas, geprek
7 buah kluwek, buka, ambil bijinya
Gula merah secukupnya
Garam secukupnya
2 liter santan (saya menggunakan 130 ml santan instan dicampur air)
Kaldu sapi bubuk (optional)

Bumbu halus :
6 buah kemiri
4 siung bawang putih
6 butir bawang merah
1 buah cabe merah besar
3 cm kunyir
2 cm kencur
3 cm Jahe
1 sdm ketumbar

Cara membuatnya :
Siapkan panci presto.
Blender bumbu halus dan kluwek sampai lembut.
Panaskan minyak.
Tumis bumbu halus beserta daun salam, serai, lengkuas, daun jeruk sampai mewangi.
Masukan sayuran, tahu, cabai.rawit dan daging sapi yang telah dipotong-potong bersama bumbu halus, santan dan bumbu lainnya. Tutup presto, masak selama 10 menit setelah bunyi desis.





posted from Bloggeroid

Monday, 8 January 2018

UDANG CABE GENDOT


Setengah abad lalu, di saat zaman kegelapan, saya pernah melakukan skin prick test untuk mengetahui seberapa alergi kulit ini terhadap zat alergen tertentu mengingat saat itu saya mengalami gatal-gatal yang sangat menganggu.

Dari hasil skin prick test tersebut diketahui bahwa saya alergi terhadap beberapa alergen seperti bulu, debu, coklat, kuning telur, tungau dan of course, udang.

Namun seiring dengan semakin menanjaknya usia, saya merasa kealergian akan udang sedikit demi sedikit sirna, kecuali alergi terhadap tetangga yang membangun rumahnya diatas selokan warga heuheu.Ya, tidak menghilang begitu saja sih, terkadang masih terasa gatal bila mengkonsumsi udangnya terlalu membabi buta ijo kolor #eh. Tak hanya memakan namun ketika mencuci udang pun terkadang tangan saya mendadak gatal-gatal ingin melambai ala para alay.

Terlepas dari itu semua, udang adalah salah satu hasil laut yang rasanya sangat lezat apalagi jika di bumbui saus padang atau saus tiram.
Namun, tanpa diolah dengan bumbu macam-macam, rasa gurih udang tetap dahsyat bagai motto salah satu perusahaan MLM milik Pak Tanu, IFA Dahsyaaaaaaatt!!!!

Nah, olahan udang satu ini sangat sederhana namun tak kalah lezatnya dengan olahan udang yang njlimet.
Rasa pedas cabe gendot berbaur dengan citarasa gurih manis dari daging udang memberi sensasi lain dalam bersantap. Alhasil nasi sebakul milik tetangga pun ludes dalam hitungan menit.

Bahan :
250 gr udang, buang kepalanya, cuci, beri air jeruk nipis, sisihkan
3 siung bawang putih, iris tipis
4 siung bawang merah, iris tipis
4 buah cabe gendot, lebih dahsyat yang berwarna merah, iris
1 buah tomat hijau atau merah ukuran kecil, potong dadu.
Garam dan gula secukupnya
Minyak goreng untuk menumis

Cara membuatnya :
Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukan cabe gendot, masak hingga layu. Masukan.udang, beri garam dan gula, aduk rata. Masukan tomat, aduk sebentar. Angkat.

posted from Bloggeroid