Sunday, 29 April 2018

ES TABUR SEREAL

Nekat, satu kata yang mengantarkan saya kepada es absrud ini. Es yang diharapkan menjadi sebuah karya masterpiece ala es kekinian asal Negara tetangga yang berjudul es kepal Milo itu sukses membuat air mata saya keluar dengan kemriciknya karena tertawa.

Ya, es kepal Milo memang sedang happening dimana-mana. Pembuatannya yang mudah dengan bahan yang tak sulit dicari walau jatuhnya agak mahal hihi telah membuat es ini menjadi primadona, bukan primadoni apalagi primavera itu mah PSSI.

Komposisinya sendiri hanyalah terdiri dari es batu yang diserut, bubuk Milo 3 in 1, susu kental manis, biskuit Oreo dan butiran sereal.

Berhubung serutan yang saya punya hanya serutan pinsil maka dengan berat hati saya pun menggunakan blender untuk menghancurkan es batunya. Dan sepertinya blender saya yang sudah berusia 3 milenium itu mata pisaunya sudah tumpul bagai otak saya bila kekenyangan. Nah, karena kerja sang blender yang tak maksimal itulah penampakan es ini menjadi sangat berbeda, sekali di kepal gak bisa dibentuk lain hasilnya jadi amburakral bagai kaki amuba.

Untuk rasa sih lumayan lah ya sakses menghibur rasa dahaga di saat matahari tengah panas-panasnya. Dan karena bentuknya gak seperti yang seharusnya, saya pasang nama buatan sendiri aja daripada pasang togel, yaaa kaaan?

Setelah melalui proses semedi di bawah pohon cingcau, bertanya kepada Mbah Mijan KW, melihat primbon warisan simbah dan kunker ke erte sebelah, saya pun menetapkan bahwa es made in saya ini namanya adalah Es Tabur Sereal dengan surat keputusan bercap jempol kuda.

posted from Bloggeroid

Friday, 27 April 2018

NASI LEMAK DAN AYAM PERCIK

Sebagai Negara pengkonsumsi beras terbesar di dunia membuat Indonesia memiliki banyak sekali varian olahan nasi dan semuanya lezat tak terkecuali nasi basi, enak kata bebek, itik, angsa and the gank.

Nasi kuning dan nasi uduk adalah duet maut dalam kancah dunia persarapan. Hampir di setiap sudut kota atau desa ada saja yang berjualan dua varian nasi ini. Di samping murah, kedua nasi ini cocok di lidah para pemburu sarapan. Di Bandung, nasi kuning dan uduk pun ada yang jajakan pada malam hari dengan berbagai macam lauk pauknya.

Tak hanya di Indonesia, Negara tetangga satu rumpun kita pun memiliki olahan nasi yang lezat, salah satunya adalah nasi lemak.

Dari mendengar namanya, saya membayangkan bahwa olahan nasi ini penuh dengan lemak, entah jenuh atau tidak, ah terserah lah, kalo jenuh mah tinggal piknik aja.
Ternyata nasi lemak itu ya nasi uduk. Gurih-gurih enyoy eh itu mah tahu bulat, gurih-gurih sedap, lemak nian lah pokoknya.

Nasi lemak ini biasanya disandingkan dengan teri kacang, ayam goreng, balado telur dan sambal. Nah, di Malaysia, katanya, iya katanya soalnya kan belum pernah kesana. Boro-boro ke Malaysia ke Ciawitali aja belum pernah haha. Kabarnya disana nasi lemak kerap disandingkan dengan ayam percik. Wiiih nama yang cadas, ayam kok percik, air percik mah. Tapi ya sudahlah namanya juga nama, suka-suka yang bikinnya lah, ya kaaaan?

Kemarin ini saya menggunakan resepnya Mbak Endang JTT namun ayam perciknya di modif dengan menambahkan santan sisa nasi lemak.

Resepnya ada disini :

http://www.justtryandtaste.com/2013/03/ayam-percik-nasi-lemak.html?m=1

posted from Bloggeroid

Friday, 13 April 2018

SAYUR LOMPONG

Beberapa waktu lalu ada sebuah tayangan yang berkisah tentang ulat pohon jati yang dijadikan lauk teman makan di daerah Gunung Kidul. Ya, selain terkenal dengan pantainya yang indah serta gua-gua beraliran air yang memesona, wilayah kabupaten yang beribukotakan Wonosari ini pun terkenal dengan berbagai olahan makanan maha ekstrim yang membuat lidah ini merinding...ding dang keling. Sebut saja, ulat jati and their kepompong, laron, belalang, dan si kumbang-kumbang di taman atau kerap disebut puthul.

Saya ingat suatu hari simbah pernah berkata bawasannya bila orang Jawa itu (di daerah tertentu) adalah pemakan segala, pokoknya omnivora sejati deh, gak binatang gak dedaunan, selama tidak beracun, dapat dijadikan santapan yang rasanya lumayan meng-ehem-kan lidah yang tak bertulang, tak terbatas kata-kata, tinggi gunung seribu janji lain di bibir lain di hati. Ehehe maap jadi keterusan sing along with Ermi Kulit.

Saya sendiri ogah lah kalo di suruh nyicipi makanan ekstrim seperti itu, kayaknya bakal sampe keimpi-impi deh ngebayangin ulat yang bercorak belang-belang itu keleleran di wajan, aih. Saya lebih bisa mentolerir olahan makanan dari tumbuhan yang tidak umum.

Salah satu olahan tumbuhan yang agak-agak aneh yang pernah diolah simbah adalah batang talas a.k.a lompong. Ya, talas merupakan tumbuhan yang multiguna. Umbi, batang serta daunnya dapat dijadikan olahan makanan yang lezat. Yang malesinnya, kadang pertalasan ini dapat membuat gatal-gatal yang digaruk salah gak digaruk juga salah, mati gayak. Namun, don't worry be happy, karena setiap masalah pasti ada solusinya.

Sayur lompong atau batang talas ini kerap disebut dengan sayur kere hore wkwkw karena mereka ini biasanya dibuang setelah umbinya yang segede betis dan daunnya yang selebar kuping gajah itu diambil. Nah hanya orang-orang kere hore dan kere aktif - lah yang menjadikan batang talas itu sebagai sayur teman makan nasi yang ciamik, begitu menurut catatan sejarohnya.

Di pasar saya kerap menjumpai batang talas ini, di jual perikat seharga 5 ribu rupiah. Ah ternyata dia telah naik pangkat, horeee!

Kali ini, bukan saya yang memasak olahan ini namun kakak saya, karena dialah yang hobi sekali dengan masakan ini. Awalnya saya curiga dengan masakan ini, namun setelah dicoba, ambooii rasanya menghajar lidah dengan segala kelembutan dan kelezatannya.

Bahan :
1 ikat batang talas, kuliti, potong-potong.
2 cm jahe geprek
1 batang serai geprek
1 lembar daun salam
2 cm lengkuas geprek
50 gr teri medan
Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya
1000 ml santan
Minyak goreng untuk menumis
Air untuk merebus batang talas

Bumbu halus :
6 butir bawang merah
4siung bawang putih
4 butir kemiri
2 buah cabe merah besar (dapat dikombinasikan dengan cabe rawit bila suka pedas)
5 cm kunyit

Cara membuat :
Didihkan air dengan api besar, masukan batang talas, rebus sampai empuk. Angkat dan tiriskan.

Tumis bumbu halus dan bumbu lainnya sampai harum, masukan teri medan, aduk rata. Masukan batang talas, tuang santan, aduk-aduk. Tambahkan bumbu lainnya. Masak sampai matang.



posted from Bloggeroid

Thursday, 12 April 2018

BUBUR SUMSUM

Salah satu warna favorit saya adalah hitam, black, layaknya lagu milik Kang Eddie and his friends serta album Metallica yang sakses secara komersil itu. Black yak bukan blek itu mah tempat kurupuk apalagi blekedet yang mana artinya adalah kucing hitam mokat.

Kesukaan akan warna hitam itu kemudian merembes kemana-mana. Tak hanya pakaian atau benda-benda lainnya, bahan makanan pun kena imbasnya salah satunya adalah gula jawa atau yang kerap disebut brown sugar. Bukan Chris Brown apalagi Charlie Brown, itu mah juragannya Snoop Dog eheheh Snoopy the dog maksudnya.

Ya, untuk urusan gula jawa saya lebih menyukai yang warnanya hitam pekat sepekat mendung yang menggantung di gunung Galunggung. Mengapa? Karena warna gula jawa yang hitam sangat cantik hasilnya bila dijadikan cuko atau pun juruh alias kuah kinca yang manisnya bagai senyum Chris Pine dicampur senyum Jack Gyllenhaal dan diaduk bersama senyum Zac Efron, perfecto!

Nah, juruh biasanya disandingkan dengan olahan bubur, salah satunya adalah bubur sumsum. Bubur yang berasal dari tepung beras ini memiliki tekstur yang sangat lembur. Rasanya yang gurih sangat cocok disandingkan dengan manisnya juruh. Bila bubur sumsum asalnya dari Yogyakarta maka di daerah Solo, bubur ini disebut dengan bubur lemu.

Biasanya bila membuat bubur ini saya hanya menggunakan santan instan namun kali ini karena memiliki santan dari kelapa asli sisa membuat nasi lemak maka rasa bubur yang dihasilkannya lebih gurih dengan aroma kelapa yang tebal.

Setiap membuat olahan ini saya tidak pernah memakai ukuran alias hanya mengandalkan feeling saja. Namun kira-kira ukuran resepnya seperti di bawah ini.

Bahan :
500 ml santan
3 sdm tepung beras dilarutkan dengan sedikit santan
1/2 sdt garam
2 lembar daun pandan, simpulkan

Bahan juruh :
2 gandu gula jawa ukuran sedang
1 lembar daun pandan, simpulkan
1 sdm gula pasir
300 ml air

Cara membuatnya :

Bubur :
Didihkan santan, daun pandan, dan garam. Tuang larutan tepung beras, aduk terus sampai meletup-letup. Angkat.

Juruh :
Campur semua bahan, didihkan lalu saring.

Sajikan bubur sumsum dengan juruhnya.




posted from Bloggeroid

Monday, 2 April 2018

PEDA MERAH SAMBAL MATAH


Terkadang saya kerap nyengir sendiri bila mengingat peristiwa berpuluh abad lampau bertajuk tragedi bibir kering versus ikan asin yang bikin perasaan menjadi mlintir. Ya, ikan asin itu gak cocok bila disandingkan dengan bibir kering, karena rasanya pedih jendral. Kala itu entah ikan asin jenis apa yang di goreng oleh kru dapur umum, tapi yang pasti rasanya sangat asin (yaeyalah namanya juga ikan asin, kalo ikan manis itu mah putrinya mister krab).

Ikan asin kerap menjadi kambing hitam tanggal tua dimana banyak yang berseloroh bahwa di kala keuangan menipis, ikan asinlah sang penyelamat di bagian seksi konsumsi. Namun ikan asin apa dulu secara bila jambal roti sih bukannya penyelamat tapi perusak tatanan tanggal tua. Jambal roti adalah pemegang tampuk kasta tertinggi di dunia perikanasinan. Di pasar harga 1 kilogram ikan asin jambal roti di patok seharga 220 ribu rupiah jauh lebih mahal dari harga daging sapi. Di bawah jambal roti ada asin cumi, teri medan, teri jengki dan peda merah.

Ngomongin peda merah tak akan lepas dengan sambal. Mereka v
berdua ini adalah teman sejati, sehidup semati. Tanpa sambal, ikan asin yang berasal dari jenis ikan kembung ini terasa hambar, kurang menggigit.

Peda merah dengan sambal terasi, sudah terlalu mainstream oleh karena itu saya mencoba menyandingkan peda merah dengan sambal matah ala-ala saya.

Bahan :
1 ekor peda merah, cuci, goreng kering

Bahan sambal :
10 cabai rawit, iris
4 buah bawang merah, iris
2 siung bawang putih, iris
1/2 buah tomat, potong dadu
Garam dan gula secukupnya
Beberapa tetes air jeruk nipis

Cara membuat :
Campur semua bahan sambal, aduk rata. Tuang ke atas ikan peda goreng.

posted from Bloggeroid