Wednesday, 27 December 2017

BALCAK

Seabad yang lalu ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, ada beberapa jajanan favorit yang kerap saya nikmati ketika jam istirahat berlangsung, salah satunya adalah balcak. Ya, balcak adalah salah satu olahan makanan kreasi dari Bik Iju, yang kabarnya menjadi pedagang yang paling lama bercokol di lingkungan sekolah saat itu.

Camilan ini dirangkai dari dua komponen dasar yaitu adonan bala-bala serta cakwe. Kala itu satu batang cakwe dapat dibagi menjadi beberapa potong sesuai permintaan. Saya biasanya membeli balcak seharga 10 rupiah, bila tak salah ingat dengan uang 10 perak itu saya mendapatkan balcak dari 1/4 potong cakwe. Nah, cakwe yang telah dipotong tadi dicelup kedalam adonan bala-bala lalu digoreng dalam wajan berminyak banyak. Setelah matang, balcak ditiriskan sebentar lalu di pindahkan ke tangan pembeli dengan dialasi potongan kecil kertas dari lembaran buku tulis bekas. Wangi adonan bala-bala yang masih panas itu langsung merangsek ke dalam lorong-loring sempit hidung menuju ke dalam susunan sel-sel kelabu dalam kepala yang langsung memberi kabar pada jemari agar langsung mencubit sedikit demi sedikit camilan tersebut dan mengantarkannya ke mulut yang telah mengangga tanpa harus mengucapkan kata kunci "open sesame".

Balcak paling nikmat bilaq dinikmati dengan kondisi setengah matang dengan topping saus sambal yang sedikit encer.

Bahan :
Cakwe
Adonan bala-bala atau bakwan
Minyak goreng

Cara membuat :
Potong cakwe, celup ke dalam adonan bala-bala. Goreng dalam minyak panas.

posted from Bloggeroid

Monday, 25 December 2017

BUBUR AYAM

Tidak hanya barang bekas yang dapat di daur ulang menjadi barang baru namun makanan pun bisa asalkan masih layak makan.

Salah satu bahan makanan yang paling sering didaur ulang adalah nasi. Selain dapat diolah kembali menjadi nasi goreng, nasi sisa kemarin dapat pula diolah menjadi mpek-mpek, gendar, lontong maupun bubur.

Sarapan pagi ini, saya membuat bubur ayam. Nasi sisa kemarin yang lumayan masih banyak dimasukan ke dalam panci presto, ditambah air secukupnya, daun salam dan garam. Proses selama 5 menit setelah bunyi desis.

Selain buburnya, toppingnya pun sisa-sisa kejayaan. Ayamnya dari olahan ayam suwir, kacang kedelainya sisa membuat soto bandung, cakuenya dari sisa camilan malam tadi dan bintang tamunya adalah emping oleh-oleh seorang teman yang baru pulang dari Serang. Penggunaan emping ini terinspirasi dari bubur Pak Zaenal Simpang yang beberapa waktu lalu saya sambangi.

Semua bahan makanan tersebut bersatu dalam mangkok ditemani dengan kerupuk sumber sari, daun bawang, seledri, bawang goren

g, kecap manis, kecap asin, merica dan sambal. Berhubung tadi saya memasak sayur sop maka saya tambahkan kuahnya ke dalam mangkuk saji demi cita rasa yang berbeda.

posted from Bloggeroid

Thursday, 21 December 2017

TUMIS TRUBUK


Pangandaran adalah tempat dimana saya mencicipi masakan berbahan dasar trubuk. Jauh sekali ya dengan daerah asalnya yaitu sekitaran Parung, Bogor. Ya, semua itu karena Teh Lia. Kakak dari salah satu kolega yang saya tebengi berlibur ke Pangandaran ini memiliki teman yang bekerja di Perhutani. Nah, setiap teman Perhutani ini bertugas masuk hutan, keluar-keluar pasti menenteng tumbuhan perdu yang bernama trubuk ini.

Trubuk atau kerap disebut bunga tebu ini memiliki penampakan luar seperti tebu, sedangkan bagian dalam seperti puntren atau jagung muda. Memiliki rasa plain dengan tekstur lembut. Trubuk yang memiliki nama latin Saccharum edule Hasskarl ini adalah olahan wajib lamaran di daerah betawi. Masakan trubuk bersantan itu kerap disebut sayur besan.

Trubuk memiliki kulit luar atau kelobot yang berlapis-lapis. Satu mangkuk kecil trubuk memiliki residu sebanyak satu tampah kelobot, emejing.

Selain dijadikan sayur besan, trubuk dapat diolah menjadi sayur lodeh, ditumis bahkan dijadikan lalapan.

Kali ini saya mengolah trubuk dengan ditumis saja. Walaupun pengolahannya simple namun rasanya tetap menggelegar.

Bahan :
2 ikat Trubuk, kuliti, potong serong
4 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
6 buah cabe rawit, iris serong
Gula dan garam
Air secukupnya


Cara membuat :
Tumis bumbu, masak sampai harum. Masukan trubuk, aduk. Beri gula dan garam, aduk. Tuang air, aduk-aduk rata. Angkat.

posted from Bloggeroid

Thursday, 7 December 2017

CHOCOLADE MELK CAKE

Di dalam dunia percintaan tersebutlah sebuah pepatah jawa yang berbunyi "Witing tresno jalaran soko kulino" yang kira-kira artinya adalah bahwa rasa sayang dapat muncul karena terbiasa bersama.

Bila dalam dunia kuliner, apakah pepatah itu berlaku? Bisa ya, bisa juga tidak, tergantung sudut

pandang masing-masing orang. Apakah akan teguh di sebelah kanan atau memilih setia dengan kerevolusienarannya di sebelah kiri, yang pasti jangan berpegang teguh pada standar ganda. Karena sesungguhnya standar gandar itu adalah monopoli kendaraan beroda dua.

Berabad lamanya Belanda berada di Indonesia membuat beberapa olahan makanannya dikenal dan sedikit demi sedikit melebur dalam dunia kuliner kita, begitu pun sebaliknya. Nastar, kastangels, salad, sup krim, dan makaroni panggang adalah beberapa contoh makanan Belanda yang begitu jamak diolah oleh para penggiat kuliner hingga kini.

Selain beberapa olahan makanan diatas, ada satu cake asal Belanda yang layak dicoba. Judul cake ini adalah Chocolade Melk Cake. Bahannya seperti cake-cake pada umumnya demikian pula pengolahannya. Yang menjadi sedikit berbeda adalah parutan DCC yang dimasukan langsung kedalam adonan tanpa dilelehkan terlebih dahulu. Tekstur cake ini sangat lembut dan ringan, dengan rasa susu dan aroma butter yang kuat. Cocok untuk teman minum teh di sore hari atau teman sarapan nasi kuning dan lontong kari di pagi hari eheheh.

Bahan :
150 gr tepung terigu
150 gr mentega
150 gr gula halus
3 butir telur
75 gr DCC, di parut
1/2 sdt baking powder
2 sdm susu kental manis putih

Cara membuatnya :
Campur tepung terigu dan baking powder, ayak, sisihkan.
Kocok mentega dan gula halus sampai lembut dan pucat. Masukan telur satu persatu sambil terus dikocok hingga mengembang dan lembut.
Tuang susu kental manis bergantian dengan DCC hingga adonan tercampur rata. Masukan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan dengan spatula.
Tuang adonan kedalam loyang bulat yang telah diolesi mentega dan ditabur terigu. Panggang hingga matang dengan ditandai pinggiran kue yang kering dan lepas dari loyang. Keluarkan dari oven dan biarkan dingin dalam loyang.




Temukan resep saya lainnya di cookpad : ikasepti
Sedangkan untuk artikel musik, gaya hidup, dan fiksi ada di : www.Kompasiana/Ika Septi



posted from Bloggeroid

Monday, 20 November 2017

OMELET SPANYOL ATAU TORTILLA DE PATATAS


Telur adalah salah satu bahan makanan yang wajib ada di dapur. Betapa tidak, telur dapat menyelamatkan perut kosong keroncongan tanpa harus mengeluarkan banyak usaha. Cukup dengan menceplok atau mendadar telur, nasi hangat satu bakul dengan sukarela akan menemani perjalanannya dari mulut sampai ke lambung.

Telur dadar adalah olahan telur yang mudah sekali dibuat. Rasanya yang gurih berpadu dengan filling atau topping dari bahan lainnya memberikan sensasi berbeda dibanding hanya diceplok saja.

Telur dadar dikenal juga dengan sebutan omelet. Kabarnya kepopuleran omelet dipicu oleh Napoleon Bonaparte. Dikisahkan, sang panglima perang tengah melakukan perjalanan bersama pasukannya melintas di sebuah daerah bernama Bessieres, Perancis Selatan. Ketika perutnya keroncongan, sang jendral pun memesan makanan kepada koki setempat yang ternyata adalah omelet. Olahan omelet sang koki ternyata sangat disukai Bonaparte, lalu esoknya ia memesan omelet untuk pasukannya. Dari situlah olahan omelet berkembang sedemikian rupa hingga kini. Omelet asal Perancis diketahui sebagai omelet yang agak sulit dibuat karena semua bahan harus diperhitungkan dengan sempurna. Wajan yang digunakannya pun harus wajan khusus. Penggunaan clarified butter yang lebih banyak dari telurnya membuat adonan omelet tidak lengket dan cepat matang. Selain dibumbui dengan garam dan lada, omelet Perancis kerap dibubuhi banyak rempah-rempah.seperti
tarragon, chervil, seledri, kucai serta bawang bombay.

Tak hanya Perancis yang mengenal omelet namun banyak negara di dunia memiliki olahan omelet dengan ciri khas masing-masing.

Di Philipina, omelet dikenal dengan sebutan Torta. Omelet ini biasanya berisi sayur, daging, kismis hingga makanan sisa kemarin. Sedangkan di China, omelet dikenal dengan nama Fuyunghai yang biasanya berisi sayuran, suwiran ayam, udang atau kepiting. Lain lagi dengan di Korea, omelet negerinya Jang Geun Suk itu bernama Pajeon. Di dalam sebuah Pajeon terdapat tepung beras, tepung terigu,.daging sapi dan kimchi.

Tamagoyaki adalah omelet asal negeri sakura, Jepang. Tamagoyaki biasanya berisi potongan wortel dan daging ayam. Akan halnya di India, olahan telur dadar ini disebut masala, ya karena di dalamnya menggunakan bumbu yang bernama garam masala.

Di Austria dan Jerman, omelet yang mereka punya disebut Bauernomelette. Sedangkan di Negara Menara Miring Pisa, Itali, olahan telur yang berisi pasta, keju dan sayuran itu disebut Frittata. Bagaimana dengan Inggris? Negerinya Ratu Elizabeth itu memiliki olahan telur dadar yang tenar bernama Omelet Arnold Bennet. Omelet ini terdiri dari telur yang diampur dengan ikan haddock asap, keju gruyere dan saus hollandaise.

Nah, di Spanyol terdapat pula olahan omelet yang dinamai dengan Tortilla de Patatas. Ya, patatas, karena didalam omelet Spanyol ini terdapat irisan kentang yang digoreng. Biasanya, omelet spanyol ini dibubuhi daging asap namun kali ini saya tak menggunakannya.

Bahan :
5 butir telur ayam
1-2 buah kentang ukuran sedang, iris bulat atau dadu lalu goreng
1 batang daun bawang, iris. Atau paprika bila suka.
1 buah bawang bombay, iris tipis
2 sdm krim atau susu full cream
Garam dan merica secukupnya.
1 sdm margarin.

Cara membuatnya :
Panaskan margarin, tumis bawang bombay sampai harum, masukan kentang goreng dan daun bawang, aduk sebentar, angkat. Campurkan tumisan dengan telur yang telah dikocok dan susu full cream bubuhi garam dan merica. Dadar di wajan teflon sampai matang.

posted from Bloggeroid

Friday, 10 November 2017

SATE JAMUR

Dulu saya sempat berburuk sangka kepada jamur. Jamur yang bisa dikonsumsi ya, bukan jamur yang kerap gelar tikar pasang tenda di kulit orang. Jamur seperti itu mah gak cukup diburuk sangkakan namun harus segera dibasmi dengan senjata pemusnah masal salep kulit berangka cantik, bila perlu memakai rudal tomhawk.

Mengapa saya berburuk sangka, karena saat itu berbaik sangka sedang tidak musim heuheu. Ya gak gitu juga sih, dulu yang ada dalam pikiran saya, jamur itu rasanya aneh. Mungkin karena tidak familiar saja. Namun setelah usia bertambah, dan mulut dapat menerima bermacam jenis bahan makanan, maka saya pun mulai berteman dengan jejamuran.

Dari sekitar 70 ribu jenis jamur yang ada di dunia, ada beberapa yang layak dikonsumsi. Jamur-jamur ini telah lama malang melintang di kancah perkulineran dunia. Ada yang statusnya langka tapi ada juga yang dapat ditemui dengan mudah karena telah dibudidayakan.

Maitake dan Matsutake adalah dua contoh jamur langka yang hanya dapat dijumpai di Jepang. Dua jamur ini belum dapat dibudidayakan secara masal, oleh karena itu harganya pun sungguh aduhai. Harga jamur Maitake dapat disejajarkan dengan harga perak murni. Jamur yang kerap disebut dengan jamur menari ini memiliki khasiat sebagai obat kanker dan obat alternatif bagi penderita HIV/AIDS.

Sedangkan jamur-jamur yang mudah ditemui di pasar tradisional adalah jamur merang, jamur kancing, jamur shitake, jamur kuping, jamur enokitake dan jamur tiram.

Jamur tiram adalah jamur yang paling mudah dibudidayakan, oleh karena itu mudah pula ditemui dimana-mana. Harganya cukup terjangkau hanya 12 - 16 ribu per kilogramnya.
Jamur yang memiliki beberapa manfaat diantaranya mencegah anemia, meningkatkan sistem imunitas, melawan kolesterol, mencegah bakteri jahat tumbuh dalam tubuh dan mencegah terjadinta tumor dan kanker ini bila dimasak memiliki tekstur yang mirip dengan daging ayam. Oleh karena itu jamur yang tergabung dalam kelas homobasidiomycetes ini disukai banyak orang.

Jamur tiram dapat diolah menjadi berbagai macam makanan lezat seperti jamur krispi, rolade, capcay, pepes, topping pizza, dan sate. Yap, sate jamur memiliki citarasa yang tak kalah dengan sate ayam. Berbalut saus kacang, sate jamur cocok dihidangkan sebagai teman nasi atau dikudap begitu saja.

Bahan :
250 gr jamur tiram, cuci, peras, suwir, tusukan di tusuk sate.
50 gram kacang tanah, goreng
100 ml air
1 buah cabai merah goreng
1 siung bawang putih goreng
1 buah kemiri sangrai
1/2 sendok teh gula merah
Kecap sesuai selera
Garam secukupnya

Atau bila ingin praktis dapat memakai :
1/2 bungkus bumbu pecel instan, larutkan dalam air.

Cara membuatnya :
Saus kacang : haluskan semua bahan.

Jamur yang telah ditusukkan ke tusuk sate dikukus sebentar sampai layu.
Siapkan alat pembakaran. Celupkan sate jamur ke dalam saus kacang, bakar. Sesekali olesi dengan kecap.

Sate jamur dapat langsung disajikan atau disiram kembali dengan saus kacang dan irisan cabai.

posted from Bloggeroid

Sunday, 5 November 2017

TAHU WALIK

Bandung adalah gudangnya tahu, disetiap pojokannya kita dapat menemukan berbagai jenis varian tahu. Baik tahu kuning, putih, sutera, sampai tahu kulit. Rasa tahu Bandung yang gurih terkenal sampai ke daerah lain. Tak heran bila di beberapa daerah, nama "Bandung" disematkan kepada olahan tahu mereka, walaupun ketika dirasakan masih jauh dengan rasa tahu asli Bandung heuheu.

Di jawa barat, ada sentra pembuatan tahu yang juga sangat terkenal yaitu Sumedang. Di daerah ini tahu yang diproduksi adalah tahu yang memiliki kulit. Setiap saya pulang mudik, pasti menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu toko tahu terkemuka yaitu tahu Palasari.

Sebenarnya saya tak terlalu suka dengan tahu berkulit ala tahu Sumedang ini, paling hanya 4 biji lah lambung saya dapat menampung tahu jenis ini. Namun lain cerita bila sang tahu diolah menjadi tahu kekinian ala Banyuwangi.

Ya, kabarnya di Banyuwangi kini tengah di serang demam tahu walik. Tahu yang ditempeli adonan baso ayam lalu digoreng dengan cara terbalik ini sedang booming di daerah yang berada di provinsi Jawa Timur itu. Tahu walik memiliki sensasi krenyes-krenyes karena digoreng garing. Ada banyak resep yang bisa digunakan dalam membuat olahan yang.endes ini, namun kali ini saya menggunakan resep ala saya dengan rujukan dari resep milik Mbak Diah Didi. Bila resep asli hanya memakai daging ayam maka untuk percobaan kali inj saya menambahkan udang.

Bahan :
20 buah tahu sumedang, dibalik, kumpulkan isinya
100 gram fillet ayam, potong kasar
50 gr udang, potong kasar
3 siung bawang putih, iris
1 butir putih telur
1 batang daun bawang, iris lembut
1 sdt minyak wijen
1/2 sdt merica bubuk
Garam dan gula secukupnya
Kaldu bubuk (optional)
50 gr tepung sagu/tapioka

Cara membuatnya :
Masukan daging ayam, udang, bawang putih, putih telur, garam, gula, merica dan minyak wijen ke dalam chopper. Proses sampai lumat. Masukan adonan ke dalam wadah berisi tepung sagu atau tapioka dan bawang daun, aduk rata.
Panaskan minyak yang banyak dalam wajan. Ambil tahu sumedang, beri adonan di kulit luarnya, ratakan lalu goreng sampai kuning kecoklatan.

Tahu walik enak dimakan dengan saus, sambal kecap ataupun sambal petis. Kali ini saya sandingkan tahu walik dengan sambal kecap pedas.

posted from Bloggeroid

Friday, 27 October 2017
Tuesday, 3 October 2017

GEMBLONG KETAN HITAM


Beberapa hari kebelakang, kerinduan akan makanan bernama gemblong semakin meraja. Biasanya saya kerap menemukan camilan ini di warung-warung dekat rumah, namun sudah beberapa hari ini sang gemblong tiada menampakkan batang hidungnya. Pastinya, karena gemblong manaaaa yang punya hidung apalagi berbatang heuheu.

Nah, untuk mengobati rasa rindu yang mendayu akan makanan berbahan dasar tepung ketan berbalut gula itu, akhirnya saya pun memutuskan untuk membuat sendiri.

Biasanya gemblong yang saya temukan di pasaran berasal dari tepung ketan putih, namun kali ini saya menggunakan tepung ketan hitam. Saya sangat menyukai aroma khas ketan hitam serta rasa pahit yang mengikutinya. Untuk percobaan kali ini saya tak menggunkan tepung tapioka sehingga tak ada sensasi alot ketika gemblong digigit dan dikunyah.

Camilan tradisional terkadang membuat rindu. Disamping bahan-bahannya mudah didapat, rasa yang menyertainya pun sangat eksotis.

Bahan :
200 gr tepung ketan (putih atau hitam, tergantung selera)
100 gr kelapa yang agak muda, parut kasar.
125 ml santan hangat
Garam secupnya
Minyak untuk menggoreng

Bahan pelapis/ besta :
100 gr gula pasir
100 gr gula jawa, serut
150 ml air
2 lembat daun pandan, simpulkan.

Cara membuat :
Campur tepung ketan, kelapa parut dan garam. Tuang santan, uleni sampai kalis. Bentuk bulat oval (kalau saya lebih suka gepeng karena mengingatkan kepada salah satu nama pelawak srimulat selain Timbul, Basuki dan Jujuk #eh.
Goreng diminyak panas api api sedang sampai matang. Angkat dan sisihkan.

Besta:
Campur semua bahan, aduk sampai berbusa dan kental. Masukan gemblong, aduk sampai terbalut besta.

posted from Bloggeroid

Thursday, 28 September 2017

TOFU KATSU

Di pasar ada sebuah lapak tahu cibuntu yang tak pernah sepi. Setiap hari bertong-tong tahu habis tanpa sisa termasuk yang hancur tanpa rupa. Semua itu dikarenakan rasa tahu yang enak dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen ada di tingkat memuaskan. Emak-emak yang hobi nyerobot antrian dibuat bertekuk lutut oleh A Yadi sang pemilik lapak. Mau teriak sampai suara serak ala Ikang Fawzi minta didulukan tak akan digubris oleh si Aa ini, kecuali telah ada kesepakatan dengan pembeli yang lain sebelumnya.

Hampir setiap hari saya membeli tahu, karena makanan yang berasal dari biji kedelai ini dapat diolah dengan mudah menjadi berbagai makanan ketika tengah desperado.
Gak ada lauk larinya ke opor tahu, perkedel tahu, rolade tahu, tahu goreng sambel kecap, tahu penyet dan lain sebagainya. Gak ada camilan larinya ke tahu krispi, tahu tepung, tahu pletok, tahu aci dan tahu katsu atau bahasa kerennya tofu katsu. Ya, varian olahan tahu yang saya sebut paling terakhir itu adalah adaptasi dari olahan chicken katsu atau tori katsu, sebuah olahan makanan dari negerinya Ken Watanabe yang super duper ganteng itu #eh.

Katsu adalah olahan makanan yang terbuat dari fillet daging berbumbu yang diselimuti oleh tepung panko. Chicken Katsu merupakan salah satu variasi dari Katsurestu yang awalnya berbahan daging sapi.

Katsu sendiri termasuk ke dalam salah satu hidangan Yoshoku yang terinspirasi dari masakan Eropa disaat era restorasi Meiji tengah berlangsung di Jepang.

Ada beberapa jenis katsu yan g dikenal sampai sekarang, diantaranya adalah :
1. Tonkatsu yang berbahan dasar daging babi.
2. Menchi-katsu yang terbuat dari daging cacah.
3. Gyu-katsu yang terbuat dari daging sapi.

Nah, tidak mau ketinggalan dengan pengolah makanan anak-anak yang berinovasi membuat aci-katsu, maka saya pun bertekad membuat tahu katsu aka tofu katsu. Tofu katsu ini walau mudah dan cepat dalam proses pembuatannya, namun menghasilkan rasa yang akbar #Jodha kali akbar. Tekstur tahu yang lembut berkolaborasi dengan renyahnya tepung panko yang digoreng garing. Makanan ini paling enak disajikan hangat dengan cocolan saus sambal dan mayones.

Bahan :

5 buah tahu kuning
30 gr tepung bumbu serba guna
1 butir telur kocok lepas
50 gr tepung panko/breadcrumbs
Minyak goreng

Cara Membuat:
Sediakan tiga jenis mangkok.
Mangkok pertama diisi dengan tepung bumbu serbaguna.
Mangkok kedua diisi dengan telur kocok dan mangkok ketiga diisi dengan tepung panko.
Potong tahu secara horizontal dengan ketebalan sesuai selera. Celupkan mulai dari mangkok pertama hingga ketiga.
Goreng tahu dalam minyak panas hingga coklat keemasan.

posted from Bloggeroid

Sunday, 20 August 2017

MARTABAK KACANG METE

"Drop the gun Leo" adalah sebaris kalimat yang sangat saya sukai dari sebuah film yang judulnya entah apa dan pemainnya entah siapa. Mungkin begitu terseponanya dengan line tersebut membuat semua yang mengiringinya bubar jalan.

Sama dengan perintah seorang detektif kepada si Leo diatas, maka saya pun menjatuhkan senjata lalu angkat tangan untuk olahan makanan yang satu ini. Beberapa kali eksekusi belum ada yang penampakannya semirip martabak yang dijajakan di luar sana. Boro-boro nyerempet Martabak Good atau San Fransisco, martabak Mas Alvin aja gak bisa dimiripi. Ya, namanya juga usaha yess?

Martabak ini dibuat di Teflon, berisi kacang mete kakaren lebaran, meises coklat dan keju cheddar yang sudah lama menetap di kulkas. Sepertinya baking soda dan baking powdernya sudah nyaris tak aktif lagi, sehingga lubang-lubang kecil khas martabaknya hanya sedikit yang muncul.

Bahan :
125 gr terigu
1/2 sdt baking powder
37,5 gr gula pasir
1/8 sdt garam
1 kuning telur
175 ml air
1 tetes pewarna kuning telur

Tambahan :
1/8 sdt BP dan 1/8 sdt Soda kue

Taburan :
1/2 sdm margarin
1/2 sdm gula
Kacang mete bubuk, meises, keju cheddar parut dan Susu Kental Manis.

Cara membuatnya :
Campur, ayak terigu dan BP. Tambah gula, garan, kuning telur, aduk rata. Beri pewarna kuning telur ke dalam air lalu tuangkan ke adonan. Mixer kecepatan rebdah hingga lembut, diamkan 1 jam.
Panaskan cetakan (saya pakai Teflon) dengan api kecil. Sesaat sebelum adonan di tuang, beri soda kue dan BP, aduk rata. Tuang ke dalam cetakan, tunggu sampai berlubang-lubang, tutup. Angkat lalu beri taburan.



posted from Bloggeroid

Tuesday, 15 August 2017

TAHU PLETOK

Tahu pletok, kuliner asal kota Tegal ini kini mulai banyak dijumpai di kota Bandung. Rasanya yang bersahabat membuat olahan tahu yang ditempeli adonan aci ini cepat melesat popularitasnya.

Penemu tahu pletok adalah seorang juragan tahu bernama Opa Liem. Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, beliau ini awalnya memiliki sebuah pabrik tahu bernama Randualas. Nah, karena tahu yang dijualnya tak selamanya habis, maka beliau pun berinovasi. Tahu yang awalnya berbentuk kotak, dipotong menjadi dua lalu masing-masingnya dibelah namun tak sampai putus. Setelah itu sang tahu diberi adonan aci lalu digoreng kering. Akan halnya nama Tahu Pletok sendiri diambil dari suara pletok-pletok ketika tahu tersebut di goreng.

Tahu pletok ini selain rasanya enak semua bahannya mudah didapat dengan harga yang relatif murah. Cara memasaknya mudah, pun tak membutuhkan waktu yang lama. Dan rasanya emejing.

Bahan :
5 buah tahu putih atau kuning, dipotong segitiga, lalu masing-masing dibelah tanpa putus. Goreng dulu sampai kering.
100 gram tapioka
25 gram tepung terigu
80 ml air
2 buah bawang putih, haluskan
1/4 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh gula pasir
1 sendok teh kaldu ayam bubuk / garam sesuai selera
2 batang daun bawang, iris halus

Cara membuat :
Campur semua bahan kecuali daun bawang, tuangi air sedikit demi sedikit hingga adonan rata.
Masukkan daun bawang, aduk rata.
Ambil satu potong tahu, beri adonan aci secukupnya lalu goreng hingga matang dan kering.  Sajikan segera panas-panas dengan sambal kecap.

Sambal kecap, aduk rata :
3 buah cabe rawit, iris
1 buah bawang putih ukuran kecil, haluskan
3 sendok makan kecap manis



posted from Bloggeroid

Friday, 11 August 2017

SAUNG BALE : KEASRIAN DIPINGGIRAN KOTA BANDUNG







Tersembunyi bukan berarti nggak nge-hits. Itulah yang berlaku pada sebuah tempat makan yang lokasinya di dalam sebuah perumahan samping jalan tol kopo. Tempat makan yang bernama Saung Bale ini tepatnya terletak di Komplek Sadang Sari Jl. Sadang Sari Kav. VII Bandung Tengah.

Walaupun didalamnya terasa asri namun jangan kaget bila akses menuju tempat itu sangat tidak nyaman. Jalanan yang bergelombang, berpasir dan berbatu akan segera ditemui saat awal memasuki gerbang kompleknya. Belum lagi sampah yang menghiasi pinggiran jalannya yang digenapi dengan sekumpulan alang-alang yang subur membumbung tinggi.

Namun begitu sampai di depan gerbangnya, keadaan jalan yang tak menyenangkan itu terlupakan sudah. Dengan disambut alunan musik khas sunda, kita langsung disuguhi spot-spot lesehan yang nyaman.

Di tempat ini tak hanya menu masakan sunda yang disajikan namun banyak menu lainnya, dari nasi goreng sampai olahan seafood.
Rasa dari sajian olahan masakan mereka cocok dengan lidah saya. Untuk harga, standar saja sepertiw tempat makan sunda lainnya.

posted from Bloggeroid

MY FIRST BIRTHDAY CAKE

Saya sama sekali belum pernah membuat cake ulang tahun, karena dalam pikiran saya membuat cake seperti itu pasti sangat ribet. Namun kemarin seorang teman tengah merayakan hari jadinya, beberapa teman berinisiatif untuk membuatkannya sebuah cake ultah, dan saya ditunjuk sebagai eksekutorna.

Perasaan saya langsung campur aduk, antara senang karena ada ajang untuk latihan tapi juga terbersit rasa takut gagal.

Setelah mempersiapkan bahan-bahan kebutuhan dari material cake sampai aksesorisnya, saya pun mulai bergerak.

Pertama saya membuat base cake nya terlebih dahulu. Base cake yang saya gunakan adalah brownies kukus, cake yang relatif anti gagal.
Setelah cake matang, saya biarkan dingin dulu agar olesan buttercreamnya tidak leleh.

Inspirasi menghias cakenya saya dapatkan dari blognya Mbak Hesty dengan beberapa ide lain yang keluar dari kepala saya dan kepala kakak saya, haha sungguh saya kurang kreatif bila harus menghias sana sini.

Dan setelah 2 jam jadilah kue ulang tahun pertama saya, dengan hiasan buah ceri dan daun mint yang saya petik dari pot heuheu.

posted from Bloggeroid

BEEFTATOES

Kata Mashed Potatoes selalu mengingatkan saya akan sebuah lagu milik Nirvana yang berjudul Sliver. Yeaa, Grandma take me home,
Wanna be alone, jreng jreng. Mashed Potatoes atau kentang tumbuk adalah salah satu sajian pengenyang perut yang cukup familiar di kalangan pecinta kuliner. Pembuatannya yang mudah serta rasa yang lezat menjadikan olahan berbahan dasar kentang ini sebagai menu favorit bagi berbagai kalangan.

Namun pada kesempatan kali ini saya tak akan membicarakan mashed potatoes lebih lanjut, karena saya akan membicarakan tentang Beeftatoes.

Beeftatoes ini tercipta dari tertinggalnya sebuah memori akan makanan lezat bernama Chilli Pie yang di produksi oleh salah satu toko bakery di Bandung. Perpaduan kentang dan gilingan daging sapi yang diolah sedemikian rupa sungguh mencetak kenangan indah tersendiri di lidah.
Beeftatoes ini terdiri dari kentang tumbuk, tumisan daging sapi serta taburan keju yang ditata layer per layer. Di panggang sampai menebarkan aroma yang mewangi dengan permukaan yang kering sempurna.

Bahan :
300 gr kentang rebus, kuliti, tumbuk
150 gr Daging sapi giling
50 gr keju cheddar parut
1 buah bawang bombay, iris
2 siung bawang putih, iris
2 sdm margarin atau butter
1 sdt minyak wijen
1 sdt kecap inggris
Merica, pala, garam dan gula secukupnya.

Cara membuatnya :
Siapkan loyang bongkar pasang, olesin margarin tipis, sisihkan.
Campur kentang tumbuk yang masih panas dengan 1 sdm margarin/butter bubuhi garam dan merica, sisihkan.
Panaskan margarin, tumis bawang bombay, bawang putih sampai harum, masukan daging giling, beri kecap inggris, minyak wijen, merica, pala, garam dan gula. Aduk rata, angkat, sisihkan.
Siapkan loyang, masukan kentang tumbuk sebagian, timpa daging giling, timpa kentang lagi, paruti keju diatasnya.
Panggang sampai matang, kuning kecoklatan.

posted from Bloggeroid

Tuesday, 8 August 2017

PANCI PRESTO SENJATA PEMUSNAH RASA MALAS MEMASAK

Beberapa waktu lalu, negara ini banyak dihebohkan oleh keberadaan bom panci yang digunakan sebagai alat untuk meneror oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya melukai orang secara fisik, hal tersebut pun melukai hati emak-emak seperti saya. Betapa tidak, panci adalah salah satu perkakas dapur yang sangat dihormati oleh para emak karena diperuntukan sebagai pengolah makanan yang sehat dan bergizi bagi keluarga, namun malah disalahgunakan untuk melukai dan meneror banyak orang.

Dan saya lebih sakit hati lagi, ketika tahu bahwa panci yang mereka gunakan adalah panci presto alias pressured cooker, jenis panci yang sangat saya cintai melebihi apapun di dunia perdapuran.

Saya diperkenalkan kepada panci presto sejak tahun 2000-an oleh kakak ipar saya. Beliau menggunakan panci ini untuk memasak nasi. Dengan panci ini nasi dapat dimasak dengan cepat walau gak secepat laju Marc Marquez diatas RC213V tentunya. Hanya membutuhkan waktu 5 menit setelah berdesis, beras di dalamnya berubah menjadi nasi. Saya yang kala itu hanya tinggal berdua dengan kakak perempuan saya dan masing-masing dari kami bekerja, sangat terbantu dengan panci keluaran salah satu produsen alat rumah tangga yang dikenal dengan taglinenya "cintailah produk-produk Indonesia" itu.

Kini saya menggunakan panci presto untuk memasak segala jenis olahan makanan.
Memasak sop, kari, brongkos, rawon, soto, dan sayur berkuah lainnya dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Tinggal memasukan semua bahan ke dalam panci presto lalu masak sesuai petunjuk waktu.
Dengan panci ini pula, menu ayam tulang lunak, ikan mas dan bandeng presto dapat disajikan di meja makan dengan cita rasa yang kita sukai.

Daging sapi yang biasanya memakan waktu lama dalam proses perebusan biasa, Dengan panci presto tak akan terjadi lagi. Saya hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk potongan kecil dan 20-30 menit bila berbentuk bongkahan besar setelah panci berdesis tentunya.

Dulu membuat bubur, baik bubur beras, ketan, atau kacang ijo adalah hal yang paling tidak saya sukai. Malas rasanya harus mengaduk dengan telaten sampai beras hancur. Namun dengan menggunakan panci presto, membuat bubur menjadi lebih mudah dan cepat. Cukup masukan bahannya, tuang air sesuai dengan takaran, lalu masak tanpa harus berlelah ria mengaduk sana sini.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, panci presto menyandang tugas berat di dapur. Betapa tidak, satu hari menjelang hari H, rupa-rupa masakan harus tersedia di meja. Dari ketupat, opor ayam, malbi daging sapi, sampai balado jengkol. Bila tak menggunakan panci presto, memasak banyak menu seperti itu mungkin dua kali purnama baru kelar. Namun adanya senjata pemusnah rasa malas memasak emak-emak lah yang menyelamatkan dunia perkulineran rumah tangga menjelang hari raya.

Sebelum mengenal panci presto, membuat ketupat adalah hal yang paling dihindari. Karena gak mau ribet saya biasanya menitip buat ke tetangga. Tapi kini tidak lagi, karena membuat ketupat 30 buah tak memakan waktu lama. Caranya mudah, cangkang ketupat yang telah diisi beras, dimasukan ke panci presto, tuang air kedalamnya sampai terendam, lalu masak 5 menit setelah terdengar bunyi desis.

Selain sangat efisien karena dapat mereduksi waktu sampai 70% dibanding memakai panci biasa, panci presto dapat menjaga nilai gizi yang ada dalam makanan. Tekanan dan suhu yang melebihi titik didih dapat membinasakan mikroorganisme yang tak dapat hidup diatas titik didih sehingga masakan terjamin kesehatannya. Rasa yang dihasilkan dari penggunaan panci serbaguna ini pun akan lebih terjaga karena tak banyak menguap bagai panci biasa. Selain itu, panci multifungsi ini perawatannya sangat simple dan hemat energi tentunya.

Ada beberapa kasus ledakan yang membuat banyak ibu merasa horor dan enggan menggunakan panci bertekanan tinggi ini, namun sebenarnya hal tersebut dapat dihindari dengan benar-benar memperhatikan mekanisme dan cara penggunaan sesuai buku petunjuk yang terlampir.

Ada beberapa merk dan ukuran panci presto yang beredar di pasaran. Saya sendiri adalah pengguna panci presto Maxim, selain karena ketangguhannya, warna doff body-nya adalah salah satu daya tarik tersendiri bagi saya.

Sekian.
posted from Bloggeroid

TUMIS BUNCIS DAGING

Hari ini menemukan satu bungkus buncis muda di warung. Warnanya yang hijau membangkitkan gairah untuk memasaknya. Berpadu dengan gilingan daging sapi menghasilkan rasa yang lezat tiada tara.

Bahan :
100 gr buncis muda, siangi, potong
150 gr daging sapi giling
1 buah bawang bombay ukuran kecil, iris
2 siung bawang putih, iris tipis
1 buah cabai merah, iris serong
Garam, gula, merica, kaldu bubuk secukupnya.
Minyak goreng secukupnya

Cara membuatnya :
Panaskan minyak, tumis bawang bombay sampai layu, masukan bawang putih, tumis sampai harum.
Masukan cabai merah dan daging, aduk sampai berubah warna. Masukan buncis. Bubuhi garam, gula, merica dan kaldu bubuk. Aduk rata. Angkat.

posted from Bloggeroid

REBON PEDAS

Dulu bila ke Pangandaran, asin jambal roti adalah salah satu oleh-oleh yang wajib bawa. Namun kini daftar bawaan dari pantai paling hits di Jawa Barat itu bertambah dengan rebon. Yap, rebon adalah sejenis udang berbentuk kecil yang kerap dijumpai di perairan dangkal Asia Tenggara. Di dunia internasional, rebon dikenal dengan nama Terasi Shrimp.

Rebon yang kerap kita konsumsi telah mengalami pengolahan terlebih dahulu yaitu berupa pengeringan. Berdasarkan pengamatan saya, rebon terbagi menjadi dua jenis yaitu rebon yang rasanya asin dan rebon yang memiliki rasa tawar. Rebon asin biasanya berbentuk setengah lingkaran sedangkan yang tawar bentuknya cenderung agak lurus.

Rebon dapat diolah menjadi terasi, abon atau menjadi topping rempeyek. Namun selain itu rebon pun enak ditumis bersama cabai untuk teman makan nasi.

Bahan :
50 gr rebon tawar
4 siung bawang merah iris tipis
2 siung bawang putih iris tipis
10 buah cabai rawit iris serong
Garam dan gula secukupnya
Minyak goreng untuk menumis
Kaldu bubuk (optional)

Cara membuatnya :
Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih dan cabai sampai harum.
Masukan rebon, gula, dan garam. Masak hingga rebon kering. Angkat.


posted from Bloggeroid

Tuesday, 1 August 2017

Ayam Masak Malbi

Seringnya mendengar nama masakan berjudul Malbi tidak serta merta membuat saya tahu daerah asalnya. Dan baru kemarin ini saya tahu sekaligus memasak Malbi untuk pertama kalinya.

Malbi adalah masakan khas Palembang yang penampilannya nyerempet ke olahan semur. Bahan yang digunakan biasanya adalah daging sapi. Namun kali ini saya mencoba menggunakan daging ayam.

Bahan :
500 gr daging ayam, potong sesuai selera
1/2 sdt pala bubuk
2 butir cengkeh
2 cm kayu manis
4 sdm kecap manis
1/2 sdt gula
1 sdt garam
800 ml air
1 sdt kaldu bubuk (optional)
Bawang goreng untuk taburan
Minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus :
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sdt merica
2 cm jahe
5 butir kemiri sangrai
1 sdt ketumbar sangrai
1/4 sdt jinten sangrai

Cara membuatnya :
Panaskan minyak goreng secukupnya, tumis bumbu halus sampai mewangi. Masukan ayam, aduk sebentar.
Masukan air, pala, cengkeh, kayumanis, kecap manis, garam dan gula.
Masak sampai mengental.

posted from Bloggeroid

Baso Cimboel : Sensasi Makan Baso Filling Mozzarela






Cari tempat makan yang ada menu baso bakarnya itu di Bandung agak susah. Googling kesana kemari akhirnya nemu juga di daerah Cimbuleuit. Berhubung sudah ngebet setengah gila, langsung tancap gas ke arah utara.

Gak susah cari lokasi tempat ini, begitu nanjak sedikit, lempar pandangan ke arah kanan langsung terlihat warung baso ini. Menempati sebuah bangunan rumah tempo dulu, warung baso Cimboel ini terasa membawa saya ke masa lalu.

Meja dan kursi tertata rapi, dinding dipenuhi dengan tulisan-tulisan berhuruf indah. Lagu lembut era 90-an langsung terdengar begitu saya duduk di kursi sebagai backsound dalam memilih makanan yang tercetak dalam buku menu.

Banyak menu baso yang ditawarkan selain baso bakar. Saya sendiri memesan baso kuah mozzarella. Satu mangkuk berisi baso, mie, soun, dan pokcoy. Selain menu baso, terdapat pula menu nasi dan nasi goreng. Minumannya pun bermacam-macam termasuk es

durian.

Untuk rasa, sesuai lah dengan harga. Namun, baso bakarnya jauh dari yang ada diangan-angan. Bumbu sausnya dipisah, sehingga kurang menggigit sensasi rasanya.

posted from Bloggeroid

D'Jengkol : Menikmati Lezatnya Jengkol Dalam Suasana Kekeluargaan

Jengkol, makanan satu ini terkadang penuh dengan dilema.  Di satu sisi dibenci karena aromanya disisi lain dicintai karena rasanya.  Benci tapi rindu begitu kata Om Obie messakh.  Tak banyak restoran sunda yang memiliki menu jengkol di dalamnya.  Namun, sejak dua tahun lalu, berdirilah sebuah tempat makan yang mengkhususkan diri dalam menu perjengkolan bernama D'jengkol yang terletak di Jl. Banteng No. 50.

Semua menu jengkol di tempat ini bikin nagih dan selalu laris manis. Tak ayal banyak pelanggan yang tak kebagian bila datang terlalu sore. Saya sendiri sudah dua kali menyambangi tempat makan yang suasananya sangat kekeluargaan ini.  Setiap datang kesana pasti saya harus menunggu, kali pertama karena jengkolnya belum matang sedangkan kali kedua giliran nasinya yang belum matang, kesel sih.  Namun karena sambutan sang pemilik yang super ramah membuat saya betah menunggu sampai peasanan saya muncul semua.








Sunday, 30 April 2017

TULANG JAMBAL

Selain di jaman prehistorix ternyata tulang belulang pun menjadi idola di jaman milenium ini. Tak hanya berakhir di tangan para pengrajin namun tulang-belulang itu pun dengan manis singgah di kuali. Banyak olahan makanan yang pemeran utamanya adalah tulang sapi, kambing atau ayam. Sebut saja sop kaki sapi atau kambing, seblak tulang, bakso tulang, tulang iga bakar, dan lain sebagainya.

Nah ternyata tak hanya hewan darat saja yang dapat unjuk tulang dalam memeriahkan dunia perkulineran tanah air. Hewan laut pun tak mau ketinggalan.

Tersebutlah ikan asin jambal roti. Ikan asin yang dikala segar bugar bernama ikan manyung itu memiliki citarasa yang derajatnya paling tinggi diantara ikan-ikan asin lainnya. Tak heran kiranya, ikan yang memiliki daging tebal ini memiliki harga yang fantastis. Di salah satu tempat asalnya, Pangandaran, Ikan asin ini dibandrol dengan harga 95-100 ribu per kilonya, sedangkan di pasar harganya sudah menyentuh 220 ribu per kilo. Lain hal dengan tulangnya, harga nya hanya 32 ribu perkilonya. Ya namanya juga tulang apa yang kau harapkan laaa yaaw.

Tapi tulang belulang ini ternyata rasanya tak kalah dengan bagian dagingnya, apalagi bila di olah dengan tepat. Selain itu, para tulang ini memiliki seni tersendiri saat disantap yaitu seni menggerogoti.

Bahan :
250 gram tulang jambal roti potong sesuai selera
100 gr cabe gendot, iris
1 buah cabe hijau, iris
5 buah bawang merah
3 siung bawang putih

1 buah tomat merah kecil, iris dadu
1 ruas jahe
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 batang sereh, geprek
1 sdm air jeruk nipis
Gula dan garam secukupnya
Kaldu bubuk (optional)
Daun kemangi secukupnya
Minyak goreng untuk menumis

Cara membuatnya :
Lumuri tulang jambal dengan air perasan jeruk nipis. Goreng sebentar.
Tumis bawang merah, bawang putih sampai harum, masukan cabe gendot dan cabe hijau, salam, sereh, jahe, daun jeruk dan tomat. Bubuhi garam dan gula. Tuang air, masak hingga bumbu meresap. Angkat, bubuhi daun kemangi.

posted from Bloggeroid

Thursday, 6 April 2017

BURRACHO BEAN

Machete, Chicilo, Navajas, dan Razor, membaca deretan kata itu akan selalu membawa ingatan saya tertuju kepada aktor bertampang dingin dan penuh bopeng, Danny Trejo. Trejo merupakan salah satu aktor Hollywood yang telah membukukan lebih kurang 250 buah judul film di belantara perfilman dunia. Trejo adalah aktor berdarah Meksiko yang karena ke-Meksiko-Meksiko-an nya itu ia kerap bermain di film yang beraroma Meksiko, sebelas duabelas dengan Antonio Banderas dan Salma Hayek.

Berbicara tentang Meksiko, negara yang ibu kotanya tercatat sebagai salah satu yang terpadat di dunia itu ternyata memiliki olahan makanan khas yang telah mendunia. Sebut saja, Burritos, Nachos, Tacos, Enchilada dan saus alpukat nan tenar, Guacamole.

Nah, salah satu olahan asal Meksiko yang juga kerap sliweran di dunia perkulineran mancanegara adalah Burracho Bean. Olahan sejenis sup ini pun kerap di temui di salah satu Negara bagian Amerika Serikat, Texas. Tak salah kiranya bila Burracho Bean ini kerap di sebut dengan olahan masakan Tex-Mex.
Dan tak salah juga kiranya bila hidangan ini dapat kita temui di salah satu restoran siap saji lisensian Amrik sana, Texas Chicken, yang tentu saja rasa dan bahannya disesuaikan dengan lidah orang indonesia.


Dalam resep aslinya banyak sekali bahan yang digunakan, salah satunya adalah cabai khas Meksiko, Jalapeno. Selain air kaldu, mereka pun membubuhkan anggur hitam kedalamnya.

Untuk olahan Burracho Bean kali ini, bahan-bahan yang digunakan sederhana saja.

Bahan :
250 gr kacang merah, rebus. (presto)
150 gr ayam fillet, potong dadu
1 buah paprika hijau, potong dadu
1 buah bawang bombay, potong dadu
2 siung bawang putih, geprek, cacah
1 batang seledri, iris
2 sdm tepung maizena, larutan dalam satu gelas air
1300 ml air kaldu, bisa diganti dengan air ditambah kaldu blok/bubuk
Garam, Gula, dan Merica secukupnya.
1 sdm margarin atau butter.
1 buah tomat, potong dadu (optional)

Cara membuatnya:
Panaskan margarin atau butter. Masukan bawang Bombay, tumis hingga layu, masukan bawang putih, tumis hingga wangi. Masukan dagung ayam, aduk rata, Masukan kacang merah dan paprika, aduk lagi. Tuang air kaldu, beri garam, gula dan merica. Masak sampai mendidih. Tuang larutan maizena, aduk rata, taburi irisan seledri. Masak hingga matang. Angkat dan sajikan hangat.

posted from Bloggeroid

Wednesday, 29 March 2017

JENGKOL RAWIT

Dua kali ke D'jengkol, dua kali pula nyaris di usir haha maapkan teteh bahasanya brutal "diusir" pan teteh sendiri yang ngomong begindang.

Yap, kali pertama kehabisan jengkol alias masih di presto yang terdengar kemana-mana takeces nya. Sedangkan kali kedua kehabisan sangu, aih. Tapi Dewi Fortuna rupanya ogah hengkang dari saya, hasilnya, setengah jam lebih lebih sedikit gitu lah duduk manis sambil wifi-an menunggu, akhirnya orderan sampai juga ke meja. Dan penantian panjang itu rupanya tak mengecewakan, karena semua masakan yang di olah oleh dapur D'jengkol itu rasanya endes banget, orisinil, mengharukan dan mantap jiwa pokoknya lah.

Salah satu olahan jengkol andalan mereka adalah jengkol rawit jabrod. Sensasi makan jengkol dengan begron ledakan begitu katanya. Dan memang benar adanya, ulekan rawitnya memang membuat ledakan-ledakan yang indah dan mengharukan di mulut ini.

Setelah melakukan semedi di gua bersama si buta dan monyet kesayangannya demi merumuskan

formula yang tepat untuk mendapatkan rasa yang nyerempet sama, akhirnya didapatkan lah sebuah rumus persamaan resep rawit jabrod yang tobat gusti melelahkan eta ngulek-nya. Soalnya teu kaci kalo di blender mah, gak ada seni bersusah-payah nya.

Jadi begitulah kira-kira, resep dapat dilihat di cookpad sayah.

posted from Bloggeroid

Thursday, 16 March 2017

OLAHAN SAYAP AYAM

Bila sayap sayap patah adalah buah karyanya Kahlil Gibran, maka sayap sayap ayam adalah tema masakan saya beberapa hari lalu. Sayap ayam adalah bagian tubuh ayam yang langsing minim gumpalan daging yang menyebabkan beberapa orang tidak terlalu suka untuk mengkonsumsinya. Selain mendapatkan kenyataan bahwa di bagian itulah ayam broiler biasanya mendapat injeksi hormon.

Terlepas dari itu, sayap ayam ternyata dapat di olah menjadi sebentuk lauk yang berbentuk menarik. Salah duanya adalah Tori No Teba dan Chicken Drumstick. Tori No Teba alias TNT (udah kayak dinamit aja) adalah olahan sayap ayam yang berasal dari negaranya Takeru Sato nan ganteng badai tornado halilintar itu. Di salah satu resto cepat saji masakan Jepang, TNT ini biasanya bersanding dengan teman-temannya seperti ekkado, kani roll, shrimp roll, chicken roll, ebi furai atau pun ebi fried.

Akan halnya Chicken Drumstick adalah olahan sayap ayam yang bentuknya menyerupai alat penabuh dram.
Dua varian olahan sayap ini dihasilkan dari satu sayap ayam utuh. Bagian atasnya digunakan untuk chicken drumstick, sedangkan bagian tengah ke bawah diolah menjadi TNT, win win solution ceritanya. Sedangkan untuk pembuatannya sama sama agak lama dan membutuhkan kesabaran tingkat dewa.

Resep yang saya gunakan kali ini untuk TNT nya adalah resep milik Mbak Endang JTT, sebagai berikut :

Tori No Teba

Bahan:
300 gram sayap ayam, kira-kira 8 buah
150 gram daging ayam cincang
3 sendok makan tepung panir (tepung roti)
1 butir telur ayam
1 batang daun bawang cincang
50 ml air

Bumbu:
1/2 sendok teh bawang putih bubuk
1/4 sendok teh kaldu bubuk
1/2 sendok teh kecap asin
1 sendok teh minyak wijen
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh gula pasir
1/4 sendok teh jahe parut
1/2 sendok teh garam

Cara membuat:
Siapkan sayap ayam, bagian yang kita pakai adalah bagian ujung hingga ke tengah sayap saja. Cuci bersih dan tiriskan. Dengan menggunakan tissue dapur, keringkan permukaannya dengan cara ditepuk-tepuk.

Patahkan tulang diantara bagian ujung sayap dengan bagian di tengah. Secara hati-hati, dengan menggunakan pisau dapur yang kecil tusukan ujung pisau ke dalam sayap melalui bagian daging yang terbuka hingga tulang terpisah dari daging.

Tarik tulang keluar. Sebisa mungkin kita juga mengeluarkan daging yang masih tersisa di dalamnya tetapi jika terlalu sulit maka biarkan saja. Lakukan pada semua sayap. Bersihkan daging yang menempel di tulang, buang tulangnya.

Di dalam mangkuk, masukkan kumpulan daging ayam yang diperoleh dari tulang, tambahkan dengan 150 gram daging ayam cincang. Kemudian masukkan semua bumbu ke dalamnya, aduk rata. Masukkan adonan ke dalam blender, tambahkan telur dan air dan proses hingga halus.

Keluarkan adonan dari dalam blender tambahkan daun bawang cincang dan tepung panir. Aduk rata dan cicipi rasanya. Masukkan adonan ayam ke dalam sayap yang telah kosong, dengan menggunakan ujung jari, dorong adonan sehingga memenuhi seluruh sayap. Lakukan hingga adonan habis.

Siapkan kukusan, alasi saringan kukusan dengan lembaran sawi putih agar tidak lengket. Masukkan sayap ayam ke dalam kukusan, kukus selama 25 menit. Usahakan ketika mengukus tidak berhimpitan. Angkat.

Panaskan wajan, beri minyak dan goreng sayap ayam hingga coklat keemasan.

Chicken Drumstick, resep di ambil dari Sedap Sekejap, sebagai berikut :

Bahan :
500 gr sayap ayam bagian bawah
Minyak untuk menggoreng
Bumbu Rendaman :
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt minyak wijen
1/2 sdt bubuk kaldu

Pelapis :
2 putih telur
150 gr tepung panir kasar warna orange

Cara Memasak :
Kerat urat ujung sayap, kumpulkan daging ayam pada bonggol sendinya sehingga bentuknya menjadi seperti paha ayam.

Rendam ayam dalam bumbu perendam selama 30 menit dalam lemari es.

Celupkan ayam ke dalam kocokan putih telur, dan gulingkan di tepung roti sambil di kepal – kepal agar tepung menempel.

Simpan dalam lemari es selama 30 menit.

Panaskan minyak, goreng ayam dengan api sedang hingga berwarna kuning kecokelatan.

posted from Bloggeroid

Friday, 24 February 2017

AYAM PANDAN

Ribut-ribut tentang barisan huruf yang membentuk kata Indochina yang membuat kebakaran hati bagi beberapa orang yang tidak mau mencari tahu apalagi tempe itu membuat saya teringat akan olahan masakan bertajuk Ayam Pandan yang belum sempat dimunculkan di blog yang mulai lumutan. Yap, ayam pandan.adalah olahan masakan yang berasal dari salah satu negara yang masuk dalam jajaran negara Indochina atau Asia Tenggara daratan dalam arti luas bersama Vietnam, Kamboja, Laos dan Myanmar yaitu Thailand.

Di daerah asalnya, olahan ayam yang dikenal dengan nama Gai Hor Bai Toei ini dapat di olah dalam tiga cara yaitu di goreng, di panggang atau di bakar.

Ayam pandan ini dapat menjadi alternatif lain dari pengolahan daging ayam yang terkadang membosankan. Pengolahannya yang agak ribet sebanding dengan rasa gurih daging ayam yang bumbunya menyerap secara sempurna berbaur dengan aroma pandan nan mewangi. Ayam pandan biasanya disajikan bersama dengan saus Thailand. Namun demi terjadinya pembauran rasa yang rukun,damai, adil dan sentosa, ayam pandan ini saya sandingkan dengan sambal terasi saja.

Bahan :
1 ekor ayam, potong dengan

tulangnya.
200 ml santan.
1 sendok makan bawang merah putih cincang
1 sendok teh jahe parut.
2 sendok makan irisan serai.
1 sendok makan saus cabai.
2 sendok makan kecap ikan.
2 sendok makan kecap asin.
3 sendok makan gula merah.
Garam, merica secukupnya.
1 sendok teh ketubar halus.
Daun pandan untuk membungkus.
Minyak.

Cara Membuat:
Ayam, santan dan semua bahan dimasak sampai matang dan santan mengering.
Bungkus ayam dengan daun pandan. Goreng.

posted from Bloggeroid

Saturday, 18 February 2017

RONDHO ROYAL

Tersebutlah si mamang tukang peuyeum, berpangsi dan bertopi koboy hitam. Sekali di beli, besok-besoknya rajin mondar mandir di depan rumah. Sambil mesam mesem berteriak peuyeum peuyeum dengan suaranya yang khas. Ah ya sudahlah, satu kilo peuyeum singkong mentega pun berpindah tangan.

Peuyeum si mamang ini berasal dari singkong mentega yang berwarna kuning keemasan, tidak berair dan memiliki rasa yang manis, jadi gak mengecewakan lah pokoknya. Satu kilo dibandrol dengan harga 10 ribu rupiah saja.

Peuyeum singkong dapat di jadikan bermacam camilan yang endes seperti bluder tape, cake tape, colenak, atau rondho royal. Dulu simbah kerap membuat makanan kecil yang berasal dari Jepara ini. Pembuatannya sangat sederhana sekali. Banyak versi resep.yang beredar untuk kue kecil ini, namun kali ini saya memakai resep milik simbah. Peuyeum di haluskan, ditambah gula pasir sesuai selera, bubuhi garam. Bentuk bulat bulat lalu goreng di minyak panas api sedang sampai kuning kecoklatan. Bila suka taburi dengan gula donat.

posted from Bloggeroid

Friday, 17 February 2017

TEMPAT MAKAN ALA SUNDA : ALAM DESA




style='display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;'/>



Di Bandung, banyak ditemukan rumah makan sunda. Baik di daerah kota maupun di pinggiran. Alam Desa adalah salah satunya. Tempat makan yang berada di sekitaran daerah Holis ini menyajikan menu masakan sunda dengan balutan suasana adem di tengah keramaian kota.

Tempat ini sedikit tersembunyi dengan nama yang hanya terbuat dari selembar banner yang ditempelkan di samping gerbang masuknya. Saya sendiri sebenarnya sering melewati tempat itu, namun tidak pernah menyangka bahwa di dalamnya terdapat sebuah pemandangan yang sedap dipandang mata dan nyaman.

Dikelilingi dengan tembok yang tinggi membuat tempat makan ini seakan terpisah dengan dunia luar. Memasuki gerbangnya, ada lapangan parkir yang lumayan besar. Lalu tak jauh dari situ, sebuah ruangan terbuka diisi dengan banyak meja dan kursi. Bila ingin merasakan semilir angin sambil memandangi kecipakan ikan di kolam, kita bisa menggunakan saung-saung yang diberi nama dengan nama buah-buahan. Jumlah saungnya lumayan banyak, ada yang diatas kolam dan ada pula yang di daratan.

Mata kita pun tak hanya disuguhi dengan riak-riak kecil kolam yang dihuni oleh berbagai macam ikan itu namun juga dimanjakan dengan berbagai macam bunga dan pepohonan yang ditata dengan.indahnya di sekeliling taman.

Bagaimana dengan menu yang mereka sediakan?
Kebetulan hari ini saya memilih menu gurame bakar, udang goreng tepung, tumis kangkung belacan alias terasi, dan tempe goreng. Sedangkan minumnya adalah es teh manis dan kelapa muda susu.

Untuk gurame bakarnya enak, bumbunya meresap, sehingga gerakan penggerogotan durinya maksimal haha. Harga gurame ini di hitung per ons yaitu 12 k/ons. Sedikit tercengang dengan harga yang di bandrol untuk udang goreng tepungnya yaitu 40 k /porsi yang isinya hanya sekitar 10 bijian udang kecil. Memang sih udang yang dipakainya masih segar terbukti dari rasanya, namun tetap saja membuat saya melongo haha. Tumis-tumisannya rata-rata di bandrol dengan harga 17 k/ porsinya yang isinya hanya beberapa suap saja. Tempe goreng di hargai 8 k/ porsinya. Sayang sekali bumbu tempenya kurang meresap. Lalapan dan sambal dadaknya harus kita beli. Untuk es kelapa mudanya, satu porsi semangkok kecil dengan harga yang amazing.

Namun, ada satu hal yang sedikit membuat saya nyengir yaitu peralatan makan dan hidangannya di dominasi dengan plastik dan melamin. Saya tidak menjumpai unsur-unsur tradisional sedikit pun dalam perlengkapan hidangannya. Tak ada boboko untuk tempat nasi yang biasa ditemukan di resto-resto masakan sunda lainnya,

yang ada hanya baskom plastik besar berwarna cerah yang bahkan tidak sesuai dengan jumlah nasi di dalamnya. Gelas minumnya pun menggunkan plastik kemasan sekali pakai. Hal-hal seperti ini walau kecil namun sangat mengganggu.

Satu lagi, di dalam saung-saung itu tidak ada bel atau kentongan untuk memanggil pelayan bila sekiranya kita ada tambahan pesanan.

posted from Bloggeroid