Wednesday, 27 December 2017

BALCAK

Seabad yang lalu ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, ada beberapa jajanan favorit yang kerap saya nikmati ketika jam istirahat berlangsung, salah satunya adalah balcak. Ya, balcak adalah salah satu olahan makanan kreasi dari Bik Iju, yang kabarnya menjadi pedagang yang paling lama bercokol di lingkungan sekolah saat itu.

Camilan ini dirangkai dari dua komponen dasar yaitu adonan bala-bala serta cakwe. Kala itu satu batang cakwe dapat dibagi menjadi beberapa potong sesuai permintaan. Saya biasanya membeli balcak seharga 10 rupiah, bila tak salah ingat dengan uang 10 perak itu saya mendapatkan balcak dari 1/4 potong cakwe. Nah, cakwe yang telah dipotong tadi dicelup kedalam adonan bala-bala lalu digoreng dalam wajan berminyak banyak. Setelah matang, balcak ditiriskan sebentar lalu di pindahkan ke tangan pembeli dengan dialasi potongan kecil kertas dari lembaran buku tulis bekas. Wangi adonan bala-bala yang masih panas itu langsung merangsek ke dalam lorong-loring sempit hidung menuju ke dalam susunan sel-sel kelabu dalam kepala yang langsung memberi kabar pada jemari agar langsung mencubit sedikit demi sedikit camilan tersebut dan mengantarkannya ke mulut yang telah mengangga tanpa harus mengucapkan kata kunci "open sesame".

Balcak paling nikmat bilaq dinikmati dengan kondisi setengah matang dengan topping saus sambal yang sedikit encer.

Bahan :
Cakwe
Adonan bala-bala atau bakwan
Minyak goreng

Cara membuat :
Potong cakwe, celup ke dalam adonan bala-bala. Goreng dalam minyak panas.

posted from Bloggeroid

Monday, 25 December 2017

BUBUR AYAM

Tidak hanya barang bekas yang dapat di daur ulang menjadi barang baru namun makanan pun bisa asalkan masih layak makan.

Salah satu bahan makanan yang paling sering didaur ulang adalah nasi. Selain dapat diolah kembali menjadi nasi goreng, nasi sisa kemarin dapat pula diolah menjadi mpek-mpek, gendar, lontong maupun bubur.

Sarapan pagi ini, saya membuat bubur ayam. Nasi sisa kemarin yang lumayan masih banyak dimasukan ke dalam panci presto, ditambah air secukupnya, daun salam dan garam. Proses selama 5 menit setelah bunyi desis.

Selain buburnya, toppingnya pun sisa-sisa kejayaan. Ayamnya dari olahan ayam suwir, kacang kedelainya sisa membuat soto bandung, cakuenya dari sisa camilan malam tadi dan bintang tamunya adalah emping oleh-oleh seorang teman yang baru pulang dari Serang. Penggunaan emping ini terinspirasi dari bubur Pak Zaenal Simpang yang beberapa waktu lalu saya sambangi.

Semua bahan makanan tersebut bersatu dalam mangkok ditemani dengan kerupuk sumber sari, daun bawang, seledri, bawang goren

g, kecap manis, kecap asin, merica dan sambal. Berhubung tadi saya memasak sayur sop maka saya tambahkan kuahnya ke dalam mangkuk saji demi cita rasa yang berbeda.

posted from Bloggeroid

Thursday, 21 December 2017

TUMIS TRUBUK


Pangandaran adalah tempat dimana saya mencicipi masakan berbahan dasar trubuk. Jauh sekali ya dengan daerah asalnya yaitu sekitaran Parung, Bogor. Ya, semua itu karena Teh Lia. Kakak dari salah satu kolega yang saya tebengi berlibur ke Pangandaran ini memiliki teman yang bekerja di Perhutani. Nah, setiap teman Perhutani ini bertugas masuk hutan, keluar-keluar pasti menenteng tumbuhan perdu yang bernama trubuk ini.

Trubuk atau kerap disebut bunga tebu ini memiliki penampakan luar seperti tebu, sedangkan bagian dalam seperti puntren atau jagung muda. Memiliki rasa plain dengan tekstur lembut. Trubuk yang memiliki nama latin Saccharum edule Hasskarl ini adalah olahan wajib lamaran di daerah betawi. Masakan trubuk bersantan itu kerap disebut sayur besan.

Trubuk memiliki kulit luar atau kelobot yang berlapis-lapis. Satu mangkuk kecil trubuk memiliki residu sebanyak satu tampah kelobot, emejing.

Selain dijadikan sayur besan, trubuk dapat diolah menjadi sayur lodeh, ditumis bahkan dijadikan lalapan.

Kali ini saya mengolah trubuk dengan ditumis saja. Walaupun pengolahannya simple namun rasanya tetap menggelegar.

Bahan :
2 ikat Trubuk, kuliti, potong serong
4 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
6 buah cabe rawit, iris serong
Gula dan garam
Air secukupnya


Cara membuat :
Tumis bumbu, masak sampai harum. Masukan trubuk, aduk. Beri gula dan garam, aduk. Tuang air, aduk-aduk rata. Angkat.

posted from Bloggeroid

Thursday, 7 December 2017

CHOCOLADE MELK CAKE

Di dalam dunia percintaan tersebutlah sebuah pepatah jawa yang berbunyi "Witing tresno jalaran soko kulino" yang kira-kira artinya adalah bahwa rasa sayang dapat muncul karena terbiasa bersama.

Bila dalam dunia kuliner, apakah pepatah itu berlaku? Bisa ya, bisa juga tidak, tergantung sudut

pandang masing-masing orang. Apakah akan teguh di sebelah kanan atau memilih setia dengan kerevolusienarannya di sebelah kiri, yang pasti jangan berpegang teguh pada standar ganda. Karena sesungguhnya standar gandar itu adalah monopoli kendaraan beroda dua.

Berabad lamanya Belanda berada di Indonesia membuat beberapa olahan makanannya dikenal dan sedikit demi sedikit melebur dalam dunia kuliner kita, begitu pun sebaliknya. Nastar, kastangels, salad, sup krim, dan makaroni panggang adalah beberapa contoh makanan Belanda yang begitu jamak diolah oleh para penggiat kuliner hingga kini.

Selain beberapa olahan makanan diatas, ada satu cake asal Belanda yang layak dicoba. Judul cake ini adalah Chocolade Melk Cake. Bahannya seperti cake-cake pada umumnya demikian pula pengolahannya. Yang menjadi sedikit berbeda adalah parutan DCC yang dimasukan langsung kedalam adonan tanpa dilelehkan terlebih dahulu. Tekstur cake ini sangat lembut dan ringan, dengan rasa susu dan aroma butter yang kuat. Cocok untuk teman minum teh di sore hari atau teman sarapan nasi kuning dan lontong kari di pagi hari eheheh.

Bahan :
150 gr tepung terigu
150 gr mentega
150 gr gula halus
3 butir telur
75 gr DCC, di parut
1/2 sdt baking powder
2 sdm susu kental manis putih

Cara membuatnya :
Campur tepung terigu dan baking powder, ayak, sisihkan.
Kocok mentega dan gula halus sampai lembut dan pucat. Masukan telur satu persatu sambil terus dikocok hingga mengembang dan lembut.
Tuang susu kental manis bergantian dengan DCC hingga adonan tercampur rata. Masukan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan dengan spatula.
Tuang adonan kedalam loyang bulat yang telah diolesi mentega dan ditabur terigu. Panggang hingga matang dengan ditandai pinggiran kue yang kering dan lepas dari loyang. Keluarkan dari oven dan biarkan dingin dalam loyang.




Temukan resep saya lainnya di cookpad : ikasepti
Sedangkan untuk artikel musik, gaya hidup, dan fiksi ada di : www.Kompasiana/Ika Septi



posted from Bloggeroid