Monday, 20 November 2017

OMELET SPANYOL ATAU TORTILLA DE PATATAS


Telur adalah salah satu bahan makanan yang wajib ada di dapur. Betapa tidak, telur dapat menyelamatkan perut kosong keroncongan tanpa harus mengeluarkan banyak usaha. Cukup dengan menceplok atau mendadar telur, nasi hangat satu bakul dengan sukarela akan menemani perjalanannya dari mulut sampai ke lambung.

Telur dadar adalah olahan telur yang mudah sekali dibuat. Rasanya yang gurih berpadu dengan filling atau topping dari bahan lainnya memberikan sensasi berbeda dibanding hanya diceplok saja.

Telur dadar dikenal juga dengan sebutan omelet. Kabarnya kepopuleran omelet dipicu oleh Napoleon Bonaparte. Dikisahkan, sang panglima perang tengah melakukan perjalanan bersama pasukannya melintas di sebuah daerah bernama Bessieres, Perancis Selatan. Ketika perutnya keroncongan, sang jendral pun memesan makanan kepada koki setempat yang ternyata adalah omelet. Olahan omelet sang koki ternyata sangat disukai Bonaparte, lalu esoknya ia memesan omelet untuk pasukannya. Dari situlah olahan omelet berkembang sedemikian rupa hingga kini. Omelet asal Perancis diketahui sebagai omelet yang agak sulit dibuat karena semua bahan harus diperhitungkan dengan sempurna. Wajan yang digunakannya pun harus wajan khusus. Penggunaan clarified butter yang lebih banyak dari telurnya membuat adonan omelet tidak lengket dan cepat matang. Selain dibumbui dengan garam dan lada, omelet Perancis kerap dibubuhi banyak rempah-rempah.seperti
tarragon, chervil, seledri, kucai serta bawang bombay.

Tak hanya Perancis yang mengenal omelet namun banyak negara di dunia memiliki olahan omelet dengan ciri khas masing-masing.

Di Philipina, omelet dikenal dengan sebutan Torta. Omelet ini biasanya berisi sayur, daging, kismis hingga makanan sisa kemarin. Sedangkan di China, omelet dikenal dengan nama Fuyunghai yang biasanya berisi sayuran, suwiran ayam, udang atau kepiting. Lain lagi dengan di Korea, omelet negerinya Jang Geun Suk itu bernama Pajeon. Di dalam sebuah Pajeon terdapat tepung beras, tepung terigu,.daging sapi dan kimchi.

Tamagoyaki adalah omelet asal negeri sakura, Jepang. Tamagoyaki biasanya berisi potongan wortel dan daging ayam. Akan halnya di India, olahan telur dadar ini disebut masala, ya karena di dalamnya menggunakan bumbu yang bernama garam masala.

Di Austria dan Jerman, omelet yang mereka punya disebut Bauernomelette. Sedangkan di Negara Menara Miring Pisa, Itali, olahan telur yang berisi pasta, keju dan sayuran itu disebut Frittata. Bagaimana dengan Inggris? Negerinya Ratu Elizabeth itu memiliki olahan telur dadar yang tenar bernama Omelet Arnold Bennet. Omelet ini terdiri dari telur yang diampur dengan ikan haddock asap, keju gruyere dan saus hollandaise.

Nah, di Spanyol terdapat pula olahan omelet yang dinamai dengan Tortilla de Patatas. Ya, patatas, karena didalam omelet Spanyol ini terdapat irisan kentang yang digoreng. Biasanya, omelet spanyol ini dibubuhi daging asap namun kali ini saya tak menggunakannya.

Bahan :
5 butir telur ayam
1-2 buah kentang ukuran sedang, iris bulat atau dadu lalu goreng
1 batang daun bawang, iris. Atau paprika bila suka.
1 buah bawang bombay, iris tipis
2 sdm krim atau susu full cream
Garam dan merica secukupnya.
1 sdm margarin.

Cara membuatnya :
Panaskan margarin, tumis bawang bombay sampai harum, masukan kentang goreng dan daun bawang, aduk sebentar, angkat. Campurkan tumisan dengan telur yang telah dikocok dan susu full cream bubuhi garam dan merica. Dadar di wajan teflon sampai matang.

posted from Bloggeroid

Friday, 10 November 2017

SATE JAMUR

Dulu saya sempat berburuk sangka kepada jamur. Jamur yang bisa dikonsumsi ya, bukan jamur yang kerap gelar tikar pasang tenda di kulit orang. Jamur seperti itu mah gak cukup diburuk sangkakan namun harus segera dibasmi dengan senjata pemusnah masal salep kulit berangka cantik, bila perlu memakai rudal tomhawk.

Mengapa saya berburuk sangka, karena saat itu berbaik sangka sedang tidak musim heuheu. Ya gak gitu juga sih, dulu yang ada dalam pikiran saya, jamur itu rasanya aneh. Mungkin karena tidak familiar saja. Namun setelah usia bertambah, dan mulut dapat menerima bermacam jenis bahan makanan, maka saya pun mulai berteman dengan jejamuran.

Dari sekitar 70 ribu jenis jamur yang ada di dunia, ada beberapa yang layak dikonsumsi. Jamur-jamur ini telah lama malang melintang di kancah perkulineran dunia. Ada yang statusnya langka tapi ada juga yang dapat ditemui dengan mudah karena telah dibudidayakan.

Maitake dan Matsutake adalah dua contoh jamur langka yang hanya dapat dijumpai di Jepang. Dua jamur ini belum dapat dibudidayakan secara masal, oleh karena itu harganya pun sungguh aduhai. Harga jamur Maitake dapat disejajarkan dengan harga perak murni. Jamur yang kerap disebut dengan jamur menari ini memiliki khasiat sebagai obat kanker dan obat alternatif bagi penderita HIV/AIDS.

Sedangkan jamur-jamur yang mudah ditemui di pasar tradisional adalah jamur merang, jamur kancing, jamur shitake, jamur kuping, jamur enokitake dan jamur tiram.

Jamur tiram adalah jamur yang paling mudah dibudidayakan, oleh karena itu mudah pula ditemui dimana-mana. Harganya cukup terjangkau hanya 12 - 16 ribu per kilogramnya.
Jamur yang memiliki beberapa manfaat diantaranya mencegah anemia, meningkatkan sistem imunitas, melawan kolesterol, mencegah bakteri jahat tumbuh dalam tubuh dan mencegah terjadinta tumor dan kanker ini bila dimasak memiliki tekstur yang mirip dengan daging ayam. Oleh karena itu jamur yang tergabung dalam kelas homobasidiomycetes ini disukai banyak orang.

Jamur tiram dapat diolah menjadi berbagai macam makanan lezat seperti jamur krispi, rolade, capcay, pepes, topping pizza, dan sate. Yap, sate jamur memiliki citarasa yang tak kalah dengan sate ayam. Berbalut saus kacang, sate jamur cocok dihidangkan sebagai teman nasi atau dikudap begitu saja.

Bahan :
250 gr jamur tiram, cuci, peras, suwir, tusukan di tusuk sate.
50 gram kacang tanah, goreng
100 ml air
1 buah cabai merah goreng
1 siung bawang putih goreng
1 buah kemiri sangrai
1/2 sendok teh gula merah
Kecap sesuai selera
Garam secukupnya

Atau bila ingin praktis dapat memakai :
1/2 bungkus bumbu pecel instan, larutkan dalam air.

Cara membuatnya :
Saus kacang : haluskan semua bahan.

Jamur yang telah ditusukkan ke tusuk sate dikukus sebentar sampai layu.
Siapkan alat pembakaran. Celupkan sate jamur ke dalam saus kacang, bakar. Sesekali olesi dengan kecap.

Sate jamur dapat langsung disajikan atau disiram kembali dengan saus kacang dan irisan cabai.

posted from Bloggeroid

Sunday, 5 November 2017

TAHU WALIK

Bandung adalah gudangnya tahu, disetiap pojokannya kita dapat menemukan berbagai jenis varian tahu. Baik tahu kuning, putih, sutera, sampai tahu kulit. Rasa tahu Bandung yang gurih terkenal sampai ke daerah lain. Tak heran bila di beberapa daerah, nama "Bandung" disematkan kepada olahan tahu mereka, walaupun ketika dirasakan masih jauh dengan rasa tahu asli Bandung heuheu.

Di jawa barat, ada sentra pembuatan tahu yang juga sangat terkenal yaitu Sumedang. Di daerah ini tahu yang diproduksi adalah tahu yang memiliki kulit. Setiap saya pulang mudik, pasti menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu toko tahu terkemuka yaitu tahu Palasari.

Sebenarnya saya tak terlalu suka dengan tahu berkulit ala tahu Sumedang ini, paling hanya 4 biji lah lambung saya dapat menampung tahu jenis ini. Namun lain cerita bila sang tahu diolah menjadi tahu kekinian ala Banyuwangi.

Ya, kabarnya di Banyuwangi kini tengah di serang demam tahu walik. Tahu yang ditempeli adonan baso ayam lalu digoreng dengan cara terbalik ini sedang booming di daerah yang berada di provinsi Jawa Timur itu. Tahu walik memiliki sensasi krenyes-krenyes karena digoreng garing. Ada banyak resep yang bisa digunakan dalam membuat olahan yang.endes ini, namun kali ini saya menggunakan resep ala saya dengan rujukan dari resep milik Mbak Diah Didi. Bila resep asli hanya memakai daging ayam maka untuk percobaan kali inj saya menambahkan udang.

Bahan :
20 buah tahu sumedang, dibalik, kumpulkan isinya
100 gram fillet ayam, potong kasar
50 gr udang, potong kasar
3 siung bawang putih, iris
1 butir putih telur
1 batang daun bawang, iris lembut
1 sdt minyak wijen
1/2 sdt merica bubuk
Garam dan gula secukupnya
Kaldu bubuk (optional)
50 gr tepung sagu/tapioka

Cara membuatnya :
Masukan daging ayam, udang, bawang putih, putih telur, garam, gula, merica dan minyak wijen ke dalam chopper. Proses sampai lumat. Masukan adonan ke dalam wadah berisi tepung sagu atau tapioka dan bawang daun, aduk rata.
Panaskan minyak yang banyak dalam wajan. Ambil tahu sumedang, beri adonan di kulit luarnya, ratakan lalu goreng sampai kuning kecoklatan.

Tahu walik enak dimakan dengan saus, sambal kecap ataupun sambal petis. Kali ini saya sandingkan tahu walik dengan sambal kecap pedas.

posted from Bloggeroid