Sunday, 20 August 2017

MARTABAK KACANG METE

"Drop the gun Leo" adalah sebaris kalimat yang sangat saya sukai dari sebuah film yang judulnya entah apa dan pemainnya entah siapa. Mungkin begitu terseponanya dengan line tersebut membuat semua yang mengiringinya bubar jalan.

Sama dengan perintah seorang detektif kepada si Leo diatas, maka saya pun menjatuhkan senjata lalu angkat tangan untuk olahan makanan yang satu ini. Beberapa kali eksekusi belum ada yang penampakannya semirip martabak yang dijajakan di luar sana. Boro-boro nyerempet Martabak Good atau San Fransisco, martabak Mas Alvin aja gak bisa dimiripi. Ya, namanya juga usaha yess?

Martabak ini dibuat di Teflon, berisi kacang mete kakaren lebaran, meises coklat dan keju cheddar yang sudah lama menetap di kulkas. Sepertinya baking soda dan baking powdernya sudah nyaris tak aktif lagi, sehingga lubang-lubang kecil khas martabaknya hanya sedikit yang muncul.

Bahan :
125 gr terigu
1/2 sdt baking powder
37,5 gr gula pasir
1/8 sdt garam
1 kuning telur
175 ml air
1 tetes pewarna kuning telur

Tambahan :
1/8 sdt BP dan 1/8 sdt Soda kue

Taburan :
1/2 sdm margarin
1/2 sdm gula
Kacang mete bubuk, meises, keju cheddar parut dan Susu Kental Manis.

Cara membuatnya :
Campur, ayak terigu dan BP. Tambah gula, garan, kuning telur, aduk rata. Beri pewarna kuning telur ke dalam air lalu tuangkan ke adonan. Mixer kecepatan rebdah hingga lembut, diamkan 1 jam.
Panaskan cetakan (saya pakai Teflon) dengan api kecil. Sesaat sebelum adonan di tuang, beri soda kue dan BP, aduk rata. Tuang ke dalam cetakan, tunggu sampai berlubang-lubang, tutup. Angkat lalu beri taburan.



posted from Bloggeroid

Tuesday, 15 August 2017

TAHU PLETOK

Tahu pletok, kuliner asal kota Tegal ini kini mulai banyak dijumpai di kota Bandung. Rasanya yang bersahabat membuat olahan tahu yang ditempeli adonan aci ini cepat melesat popularitasnya.

Penemu tahu pletok adalah seorang juragan tahu bernama Opa Liem. Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, beliau ini awalnya memiliki sebuah pabrik tahu bernama Randualas. Nah, karena tahu yang dijualnya tak selamanya habis, maka beliau pun berinovasi. Tahu yang awalnya berbentuk kotak, dipotong menjadi dua lalu masing-masingnya dibelah namun tak sampai putus. Setelah itu sang tahu diberi adonan aci lalu digoreng kering. Akan halnya nama Tahu Pletok sendiri diambil dari suara pletok-pletok ketika tahu tersebut di goreng.

Tahu pletok ini selain rasanya enak semua bahannya mudah didapat dengan harga yang relatif murah. Cara memasaknya mudah, pun tak membutuhkan waktu yang lama. Dan rasanya emejing.

Bahan :
5 buah tahu putih atau kuning, dipotong segitiga, lalu masing-masing dibelah tanpa putus. Goreng dulu sampai kering.
100 gram tapioka
25 gram tepung terigu
80 ml air
2 buah bawang putih, haluskan
1/4 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh gula pasir
1 sendok teh kaldu ayam bubuk / garam sesuai selera
2 batang daun bawang, iris halus

Cara membuat :
Campur semua bahan kecuali daun bawang, tuangi air sedikit demi sedikit hingga adonan rata.
Masukkan daun bawang, aduk rata.
Ambil satu potong tahu, beri adonan aci secukupnya lalu goreng hingga matang dan kering.  Sajikan segera panas-panas dengan sambal kecap.

Sambal kecap, aduk rata :
3 buah cabe rawit, iris
1 buah bawang putih ukuran kecil, haluskan
3 sendok makan kecap manis



posted from Bloggeroid

Friday, 11 August 2017

SAUNG BALE : KEASRIAN DIPINGGIRAN KOTA BANDUNG







Tersembunyi bukan berarti nggak nge-hits. Itulah yang berlaku pada sebuah tempat makan yang lokasinya di dalam sebuah perumahan samping jalan tol kopo. Tempat makan yang bernama Saung Bale ini tepatnya terletak di Komplek Sadang Sari Jl. Sadang Sari Kav. VII Bandung Tengah.

Walaupun didalamnya terasa asri namun jangan kaget bila akses menuju tempat itu sangat tidak nyaman. Jalanan yang bergelombang, berpasir dan berbatu akan segera ditemui saat awal memasuki gerbang kompleknya. Belum lagi sampah yang menghiasi pinggiran jalannya yang digenapi dengan sekumpulan alang-alang yang subur membumbung tinggi.

Namun begitu sampai di depan gerbangnya, keadaan jalan yang tak menyenangkan itu terlupakan sudah. Dengan disambut alunan musik khas sunda, kita langsung disuguhi spot-spot lesehan yang nyaman.

Di tempat ini tak hanya menu masakan sunda yang disajikan namun banyak menu lainnya, dari nasi goreng sampai olahan seafood.
Rasa dari sajian olahan masakan mereka cocok dengan lidah saya. Untuk harga, standar saja sepertiw tempat makan sunda lainnya.

posted from Bloggeroid

MY FIRST BIRTHDAY CAKE

Saya sama sekali belum pernah membuat cake ulang tahun, karena dalam pikiran saya membuat cake seperti itu pasti sangat ribet. Namun kemarin seorang teman tengah merayakan hari jadinya, beberapa teman berinisiatif untuk membuatkannya sebuah cake ultah, dan saya ditunjuk sebagai eksekutorna.

Perasaan saya langsung campur aduk, antara senang karena ada ajang untuk latihan tapi juga terbersit rasa takut gagal.

Setelah mempersiapkan bahan-bahan kebutuhan dari material cake sampai aksesorisnya, saya pun mulai bergerak.

Pertama saya membuat base cake nya terlebih dahulu. Base cake yang saya gunakan adalah brownies kukus, cake yang relatif anti gagal.
Setelah cake matang, saya biarkan dingin dulu agar olesan buttercreamnya tidak leleh.

Inspirasi menghias cakenya saya dapatkan dari blognya Mbak Hesty dengan beberapa ide lain yang keluar dari kepala saya dan kepala kakak saya, haha sungguh saya kurang kreatif bila harus menghias sana sini.

Dan setelah 2 jam jadilah kue ulang tahun pertama saya, dengan hiasan buah ceri dan daun mint yang saya petik dari pot heuheu.

posted from Bloggeroid

BEEFTATOES

Kata Mashed Potatoes selalu mengingatkan saya akan sebuah lagu milik Nirvana yang berjudul Sliver. Yeaa, Grandma take me home,
Wanna be alone, jreng jreng. Mashed Potatoes atau kentang tumbuk adalah salah satu sajian pengenyang perut yang cukup familiar di kalangan pecinta kuliner. Pembuatannya yang mudah serta rasa yang lezat menjadikan olahan berbahan dasar kentang ini sebagai menu favorit bagi berbagai kalangan.

Namun pada kesempatan kali ini saya tak akan membicarakan mashed potatoes lebih lanjut, karena saya akan membicarakan tentang Beeftatoes.

Beeftatoes ini tercipta dari tertinggalnya sebuah memori akan makanan lezat bernama Chilli Pie yang di produksi oleh salah satu toko bakery di Bandung. Perpaduan kentang dan gilingan daging sapi yang diolah sedemikian rupa sungguh mencetak kenangan indah tersendiri di lidah.
Beeftatoes ini terdiri dari kentang tumbuk, tumisan daging sapi serta taburan keju yang ditata layer per layer. Di panggang sampai menebarkan aroma yang mewangi dengan permukaan yang kering sempurna.

Bahan :
300 gr kentang rebus, kuliti, tumbuk
150 gr Daging sapi giling
50 gr keju cheddar parut
1 buah bawang bombay, iris
2 siung bawang putih, iris
2 sdm margarin atau butter
1 sdt minyak wijen
1 sdt kecap inggris
Merica, pala, garam dan gula secukupnya.

Cara membuatnya :
Siapkan loyang bongkar pasang, olesin margarin tipis, sisihkan.
Campur kentang tumbuk yang masih panas dengan 1 sdm margarin/butter bubuhi garam dan merica, sisihkan.
Panaskan margarin, tumis bawang bombay, bawang putih sampai harum, masukan daging giling, beri kecap inggris, minyak wijen, merica, pala, garam dan gula. Aduk rata, angkat, sisihkan.
Siapkan loyang, masukan kentang tumbuk sebagian, timpa daging giling, timpa kentang lagi, paruti keju diatasnya.
Panggang sampai matang, kuning kecoklatan.

posted from Bloggeroid

Tuesday, 8 August 2017

PANCI PRESTO SENJATA PEMUSNAH RASA MALAS MEMASAK

Beberapa waktu lalu, negara ini banyak dihebohkan oleh keberadaan bom panci yang digunakan sebagai alat untuk meneror oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya melukai orang secara fisik, hal tersebut pun melukai hati emak-emak seperti saya. Betapa tidak, panci adalah salah satu perkakas dapur yang sangat dihormati oleh para emak karena diperuntukan sebagai pengolah makanan yang sehat dan bergizi bagi keluarga, namun malah disalahgunakan untuk melukai dan meneror banyak orang.

Dan saya lebih sakit hati lagi, ketika tahu bahwa panci yang mereka gunakan adalah panci presto alias pressured cooker, jenis panci yang sangat saya cintai melebihi apapun di dunia perdapuran.

Saya diperkenalkan kepada panci presto sejak tahun 2000-an oleh kakak ipar saya. Beliau menggunakan panci ini untuk memasak nasi. Dengan panci ini nasi dapat dimasak dengan cepat walau gak secepat laju Marc Marquez diatas RC213V tentunya. Hanya membutuhkan waktu 5 menit setelah berdesis, beras di dalamnya berubah menjadi nasi. Saya yang kala itu hanya tinggal berdua dengan kakak perempuan saya dan masing-masing dari kami bekerja, sangat terbantu dengan panci keluaran salah satu produsen alat rumah tangga yang dikenal dengan taglinenya "cintailah produk-produk Indonesia" itu.

Kini saya menggunakan panci presto untuk memasak segala jenis olahan makanan.
Memasak sop, kari, brongkos, rawon, soto, dan sayur berkuah lainnya dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Tinggal memasukan semua bahan ke dalam panci presto lalu masak sesuai petunjuk waktu.
Dengan panci ini pula, menu ayam tulang lunak, ikan mas dan bandeng presto dapat disajikan di meja makan dengan cita rasa yang kita sukai.

Daging sapi yang biasanya memakan waktu lama dalam proses perebusan biasa, Dengan panci presto tak akan terjadi lagi. Saya hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk potongan kecil dan 20-30 menit bila berbentuk bongkahan besar setelah panci berdesis tentunya.

Dulu membuat bubur, baik bubur beras, ketan, atau kacang ijo adalah hal yang paling tidak saya sukai. Malas rasanya harus mengaduk dengan telaten sampai beras hancur. Namun dengan menggunakan panci presto, membuat bubur menjadi lebih mudah dan cepat. Cukup masukan bahannya, tuang air sesuai dengan takaran, lalu masak tanpa harus berlelah ria mengaduk sana sini.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, panci presto menyandang tugas berat di dapur. Betapa tidak, satu hari menjelang hari H, rupa-rupa masakan harus tersedia di meja. Dari ketupat, opor ayam, malbi daging sapi, sampai balado jengkol. Bila tak menggunakan panci presto, memasak banyak menu seperti itu mungkin dua kali purnama baru kelar. Namun adanya senjata pemusnah rasa malas memasak emak-emak lah yang menyelamatkan dunia perkulineran rumah tangga menjelang hari raya.

Sebelum mengenal panci presto, membuat ketupat adalah hal yang paling dihindari. Karena gak mau ribet saya biasanya menitip buat ke tetangga. Tapi kini tidak lagi, karena membuat ketupat 30 buah tak memakan waktu lama. Caranya mudah, cangkang ketupat yang telah diisi beras, dimasukan ke panci presto, tuang air kedalamnya sampai terendam, lalu masak 5 menit setelah terdengar bunyi desis.

Selain sangat efisien karena dapat mereduksi waktu sampai 70% dibanding memakai panci biasa, panci presto dapat menjaga nilai gizi yang ada dalam makanan. Tekanan dan suhu yang melebihi titik didih dapat membinasakan mikroorganisme yang tak dapat hidup diatas titik didih sehingga masakan terjamin kesehatannya. Rasa yang dihasilkan dari penggunaan panci serbaguna ini pun akan lebih terjaga karena tak banyak menguap bagai panci biasa. Selain itu, panci multifungsi ini perawatannya sangat simple dan hemat energi tentunya.

Ada beberapa kasus ledakan yang membuat banyak ibu merasa horor dan enggan menggunakan panci bertekanan tinggi ini, namun sebenarnya hal tersebut dapat dihindari dengan benar-benar memperhatikan mekanisme dan cara penggunaan sesuai buku petunjuk yang terlampir.

Ada beberapa merk dan ukuran panci presto yang beredar di pasaran. Saya sendiri adalah pengguna panci presto Maxim, selain karena ketangguhannya, warna doff body-nya adalah salah satu daya tarik tersendiri bagi saya.

Sekian.
posted from Bloggeroid

TUMIS BUNCIS DAGING

Hari ini menemukan satu bungkus buncis muda di warung. Warnanya yang hijau membangkitkan gairah untuk memasaknya. Berpadu dengan gilingan daging sapi menghasilkan rasa yang lezat tiada tara.

Bahan :
100 gr buncis muda, siangi, potong
150 gr daging sapi giling
1 buah bawang bombay ukuran kecil, iris
2 siung bawang putih, iris tipis
1 buah cabai merah, iris serong
Garam, gula, merica, kaldu bubuk secukupnya.
Minyak goreng secukupnya

Cara membuatnya :
Panaskan minyak, tumis bawang bombay sampai layu, masukan bawang putih, tumis sampai harum.
Masukan cabai merah dan daging, aduk sampai berubah warna. Masukan buncis. Bubuhi garam, gula, merica dan kaldu bubuk. Aduk rata. Angkat.

posted from Bloggeroid

REBON PEDAS

Dulu bila ke Pangandaran, asin jambal roti adalah salah satu oleh-oleh yang wajib bawa. Namun kini daftar bawaan dari pantai paling hits di Jawa Barat itu bertambah dengan rebon. Yap, rebon adalah sejenis udang berbentuk kecil yang kerap dijumpai di perairan dangkal Asia Tenggara. Di dunia internasional, rebon dikenal dengan nama Terasi Shrimp.

Rebon yang kerap kita konsumsi telah mengalami pengolahan terlebih dahulu yaitu berupa pengeringan. Berdasarkan pengamatan saya, rebon terbagi menjadi dua jenis yaitu rebon yang rasanya asin dan rebon yang memiliki rasa tawar. Rebon asin biasanya berbentuk setengah lingkaran sedangkan yang tawar bentuknya cenderung agak lurus.

Rebon dapat diolah menjadi terasi, abon atau menjadi topping rempeyek. Namun selain itu rebon pun enak ditumis bersama cabai untuk teman makan nasi.

Bahan :
50 gr rebon tawar
4 siung bawang merah iris tipis
2 siung bawang putih iris tipis
10 buah cabai rawit iris serong
Garam dan gula secukupnya
Minyak goreng untuk menumis
Kaldu bubuk (optional)

Cara membuatnya :
Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih dan cabai sampai harum.
Masukan rebon, gula, dan garam. Masak hingga rebon kering. Angkat.


posted from Bloggeroid

Tuesday, 1 August 2017

Ayam Masak Malbi

Seringnya mendengar nama masakan berjudul Malbi tidak serta merta membuat saya tahu daerah asalnya. Dan baru kemarin ini saya tahu sekaligus memasak Malbi untuk pertama kalinya.

Malbi adalah masakan khas Palembang yang penampilannya nyerempet ke olahan semur. Bahan yang digunakan biasanya adalah daging sapi. Namun kali ini saya mencoba menggunakan daging ayam.

Bahan :
500 gr daging ayam, potong sesuai selera
1/2 sdt pala bubuk
2 butir cengkeh
2 cm kayu manis
4 sdm kecap manis
1/2 sdt gula
1 sdt garam
800 ml air
1 sdt kaldu bubuk (optional)
Bawang goreng untuk taburan
Minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus :
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sdt merica
2 cm jahe
5 butir kemiri sangrai
1 sdt ketumbar sangrai
1/4 sdt jinten sangrai

Cara membuatnya :
Panaskan minyak goreng secukupnya, tumis bumbu halus sampai mewangi. Masukan ayam, aduk sebentar.
Masukan air, pala, cengkeh, kayumanis, kecap manis, garam dan gula.
Masak sampai mengental.

posted from Bloggeroid

Baso Cimboel : Sensasi Makan Baso Filling Mozzarela






Cari tempat makan yang ada menu baso bakarnya itu di Bandung agak susah. Googling kesana kemari akhirnya nemu juga di daerah Cimbuleuit. Berhubung sudah ngebet setengah gila, langsung tancap gas ke arah utara.

Gak susah cari lokasi tempat ini, begitu nanjak sedikit, lempar pandangan ke arah kanan langsung terlihat warung baso ini. Menempati sebuah bangunan rumah tempo dulu, warung baso Cimboel ini terasa membawa saya ke masa lalu.

Meja dan kursi tertata rapi, dinding dipenuhi dengan tulisan-tulisan berhuruf indah. Lagu lembut era 90-an langsung terdengar begitu saya duduk di kursi sebagai backsound dalam memilih makanan yang tercetak dalam buku menu.

Banyak menu baso yang ditawarkan selain baso bakar. Saya sendiri memesan baso kuah mozzarella. Satu mangkuk berisi baso, mie, soun, dan pokcoy. Selain menu baso, terdapat pula menu nasi dan nasi goreng. Minumannya pun bermacam-macam termasuk es

durian.

Untuk rasa, sesuai lah dengan harga. Namun, baso bakarnya jauh dari yang ada diangan-angan. Bumbu sausnya dipisah, sehingga kurang menggigit sensasi rasanya.

posted from Bloggeroid

D'Jengkol : Menikmati Lezatnya Jengkol Dalam Suasana Kekeluargaan

Jengkol, makanan satu ini terkadang penuh dengan dilema.  Di satu sisi dibenci karena aromanya disisi lain dicintai karena rasanya.  Benci tapi rindu begitu kata Om Obie messakh.  Tak banyak restoran sunda yang memiliki menu jengkol di dalamnya.  Namun, sejak dua tahun lalu, berdirilah sebuah tempat makan yang mengkhususkan diri dalam menu perjengkolan bernama D'jengkol yang terletak di Jl. Banteng No. 50.

Semua menu jengkol di tempat ini bikin nagih dan selalu laris manis. Tak ayal banyak pelanggan yang tak kebagian bila datang terlalu sore. Saya sendiri sudah dua kali menyambangi tempat makan yang suasananya sangat kekeluargaan ini.  Setiap datang kesana pasti saya harus menunggu, kali pertama karena jengkolnya belum matang sedangkan kali kedua giliran nasinya yang belum matang, kesel sih.  Namun karena sambutan sang pemilik yang super ramah membuat saya betah menunggu sampai peasanan saya muncul semua.