Friday, 24 February 2017

AYAM PANDAN

Ribut-ribut tentang barisan huruf yang membentuk kata Indochina yang membuat kebakaran hati bagi beberapa orang yang tidak mau mencari tahu apalagi tempe itu membuat saya teringat akan olahan masakan bertajuk Ayam Pandan yang belum sempat dimunculkan di blog yang mulai lumutan. Yap, ayam pandan.adalah olahan masakan yang berasal dari salah satu negara yang masuk dalam jajaran negara Indochina atau Asia Tenggara daratan dalam arti luas bersama Vietnam, Kamboja, Laos dan Myanmar yaitu Thailand.

Di daerah asalnya, olahan ayam yang dikenal dengan nama Gai Hor Bai Toei ini dapat di olah dalam tiga cara yaitu di goreng, di panggang atau di bakar.

Ayam pandan ini dapat menjadi alternatif lain dari pengolahan daging ayam yang terkadang membosankan. Pengolahannya yang agak ribet sebanding dengan rasa gurih daging ayam yang bumbunya menyerap secara sempurna berbaur dengan aroma pandan nan mewangi. Ayam pandan biasanya disajikan bersama dengan saus Thailand. Namun demi terjadinya pembauran rasa yang rukun,damai, adil dan sentosa, ayam pandan ini saya sandingkan dengan sambal terasi saja.

Bahan :
1 ekor ayam, potong dengan

tulangnya.
200 ml santan.
1 sendok makan bawang merah putih cincang
1 sendok teh jahe parut.
2 sendok makan irisan serai.
1 sendok makan saus cabai.
2 sendok makan kecap ikan.
2 sendok makan kecap asin.
3 sendok makan gula merah.
Garam, merica secukupnya.
1 sendok teh ketubar halus.
Daun pandan untuk membungkus.
Minyak.

Cara Membuat:
Ayam, santan dan semua bahan dimasak sampai matang dan santan mengering.
Bungkus ayam dengan daun pandan. Goreng.

posted from Bloggeroid

Saturday, 18 February 2017

RONDHO ROYAL

Tersebutlah si mamang tukang peuyeum, berpangsi dan bertopi koboy hitam. Sekali di beli, besok-besoknya rajin mondar mandir di depan rumah. Sambil mesam mesem berteriak peuyeum peuyeum dengan suaranya yang khas. Ah ya sudahlah, satu kilo peuyeum singkong mentega pun berpindah tangan.

Peuyeum si mamang ini berasal dari singkong mentega yang berwarna kuning keemasan, tidak berair dan memiliki rasa yang manis, jadi gak mengecewakan lah pokoknya. Satu kilo dibandrol dengan harga 10 ribu rupiah saja.

Peuyeum singkong dapat di jadikan bermacam camilan yang endes seperti bluder tape, cake tape, colenak, atau rondho royal. Dulu simbah kerap membuat makanan kecil yang berasal dari Jepara ini. Pembuatannya sangat sederhana sekali. Banyak versi resep.yang beredar untuk kue kecil ini, namun kali ini saya memakai resep milik simbah. Peuyeum di haluskan, ditambah gula pasir sesuai selera, bubuhi garam. Bentuk bulat bulat lalu goreng di minyak panas api sedang sampai kuning kecoklatan. Bila suka taburi dengan gula donat.

posted from Bloggeroid

Friday, 17 February 2017

TEMPAT MAKAN ALA SUNDA : ALAM DESA




style='display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;'/>



Di Bandung, banyak ditemukan rumah makan sunda. Baik di daerah kota maupun di pinggiran. Alam Desa adalah salah satunya. Tempat makan yang berada di sekitaran daerah Holis ini menyajikan menu masakan sunda dengan balutan suasana adem di tengah keramaian kota.

Tempat ini sedikit tersembunyi dengan nama yang hanya terbuat dari selembar banner yang ditempelkan di samping gerbang masuknya. Saya sendiri sebenarnya sering melewati tempat itu, namun tidak pernah menyangka bahwa di dalamnya terdapat sebuah pemandangan yang sedap dipandang mata dan nyaman.

Dikelilingi dengan tembok yang tinggi membuat tempat makan ini seakan terpisah dengan dunia luar. Memasuki gerbangnya, ada lapangan parkir yang lumayan besar. Lalu tak jauh dari situ, sebuah ruangan terbuka diisi dengan banyak meja dan kursi. Bila ingin merasakan semilir angin sambil memandangi kecipakan ikan di kolam, kita bisa menggunakan saung-saung yang diberi nama dengan nama buah-buahan. Jumlah saungnya lumayan banyak, ada yang diatas kolam dan ada pula yang di daratan.

Mata kita pun tak hanya disuguhi dengan riak-riak kecil kolam yang dihuni oleh berbagai macam ikan itu namun juga dimanjakan dengan berbagai macam bunga dan pepohonan yang ditata dengan.indahnya di sekeliling taman.

Bagaimana dengan menu yang mereka sediakan?
Kebetulan hari ini saya memilih menu gurame bakar, udang goreng tepung, tumis kangkung belacan alias terasi, dan tempe goreng. Sedangkan minumnya adalah es teh manis dan kelapa muda susu.

Untuk gurame bakarnya enak, bumbunya meresap, sehingga gerakan penggerogotan durinya maksimal haha. Harga gurame ini di hitung per ons yaitu 12 k/ons. Sedikit tercengang dengan harga yang di bandrol untuk udang goreng tepungnya yaitu 40 k /porsi yang isinya hanya sekitar 10 bijian udang kecil. Memang sih udang yang dipakainya masih segar terbukti dari rasanya, namun tetap saja membuat saya melongo haha. Tumis-tumisannya rata-rata di bandrol dengan harga 17 k/ porsinya yang isinya hanya beberapa suap saja. Tempe goreng di hargai 8 k/ porsinya. Sayang sekali bumbu tempenya kurang meresap. Lalapan dan sambal dadaknya harus kita beli. Untuk es kelapa mudanya, satu porsi semangkok kecil dengan harga yang amazing.

Namun, ada satu hal yang sedikit membuat saya nyengir yaitu peralatan makan dan hidangannya di dominasi dengan plastik dan melamin. Saya tidak menjumpai unsur-unsur tradisional sedikit pun dalam perlengkapan hidangannya. Tak ada boboko untuk tempat nasi yang biasa ditemukan di resto-resto masakan sunda lainnya,

yang ada hanya baskom plastik besar berwarna cerah yang bahkan tidak sesuai dengan jumlah nasi di dalamnya. Gelas minumnya pun menggunkan plastik kemasan sekali pakai. Hal-hal seperti ini walau kecil namun sangat mengganggu.

Satu lagi, di dalam saung-saung itu tidak ada bel atau kentongan untuk memanggil pelayan bila sekiranya kita ada tambahan pesanan.

posted from Bloggeroid

URAP SINGKONG

Beberapa cemilan tradisional melibatkan parutan kelapa di dalamnya. Salah satunya adalah urap singkong ini. Di kampung saya, masih ada beberapa penjual urap singkong keliling. Namun biasanya singkong atau ketela pohon yang digunakan jarang sekali yang pulen sehingga mengurangi rasa.

Nah untuk mengetahui tingkat kepulenan dari selonjor singkong, kita dapat melihat dari kulit dalam sang singkong yang bersangkutan. Singkong yang pulen, kulit dalamnya berwarna pink sampai kemerahan.

Kembali ke urap singkong. Pembuatan camilan ini sangar mudah sekali. Singkong yang telah dibersihkan dan dipotong-potong dikukus atau di rebus sampai empuk. Begitu pula dengan parutan kelapanya ikut dikukus pula bersama daun pandan. Jangan lupa bubuhi kelapa parut dengan garam. Setelah semuanya matang, campurkan menjadi satu antara singkong dan parutan kelapanya. Hidangkan hangat. Urap singkong ini dapat pula dibubuhi parutan keju.

posted from Bloggeroid

Wednesday, 8 February 2017

SUP JAGUNG


Beberapa hari ini hujan turun tak menentu, membuat perasaan jadi tak menentu pula. Mau ini salah, mau itu salah, yang benar semua ya dapet nilai seratus. Ketidak menentuan suasana hati, cuaca, dan semua turunannya ini mungkin hanya dapat di enyahkan oleh sebuah aktivitas yaitu mengunyah. Mengunyah makanan ya, bukan rumput yang bergoyang apalagi sarupaning beling, itu mah kerjaannya kuda lumping.

Nah, salah satu olahan yang dapat menenangkan suasana hati adalah cream soup. Cream soup sendiri adalah salah satu jenis sup yang termasuk kedalam golongan sup kental bersama bisque, chowder dan puree soup. Selain sup kental ada juga yang dinamakan clear soup yaitu sup yang kuahnya bening, national soup dan special soup.

Olahan sup sudah ada sejak jaman neolitikum, lalu berkembang sedemikian rupa hingga kini.

Nah, cream soup jagung yang saya buat ini dapat dijadikan pula sebagai isian zupa-zupa atau disantap bersama roti kering.

Bahan :
1 buah jagung manis di pipil
3 buah jagung manis, parut
500 ml air
150 gr fillet ayam, potong dadu, rebus sampai matang
300 ml susu cair
1/2 sdt tepung maizena, larutkan dalam 2 sdm air
1 sdm margarin

Bumbu :
50 gr bawang bombay, cincang kasar
3 siung bawang putih, memarkan
1 batang seledri, simpulkan
1 batang daun bawang, iris
1 sdt seledri cincang
Merica dan garam secukupnya

Cara membuat :
Panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum. Tambahkab air, seledri, garam, dan merica, masak hingga mendidih.
Masukan ayam, jagung, masak hingga matang. Tuang susu cair dan larutan maizena, aduk rata. Masak hingga kental dan mendidih. Angkat.
Tambahkan daun bawang dan seledri cincang. Sajikan hangat.

posted from Bloggeroid