Tuesday, 20 December 2016

TUMIS BUNGA PEPAYA

Bunga-bungaan ternyata bukan saja indah dilihat tapi juga lezat untuk disantap. Ada beberapa jenis bunga yang dapat diolah menjadi teman makan nasi, diantaranya bunga sedap malam, bunga honje atau kecombrang, bunga sosin, bunga turi, dan bunga pepaya.

Di pasar, jarang sekali dijual jenis bunga-bungaan tersebut diatas, mungkin karena kurang peminatnya. Namun, tadi pagi saya menemukan bunga pepaya di salah satu lapak langganan. Tanpa pikir panjang, dua ikat bunga pepaya seharga enam ribu rupiah masuk tas belanja. Harganya memang agak mahal

dari jenis sayuran lainnya yang dijual perikat, tapi daripada nunggu dua abad pohon pepaya di depan rumah berbunga, ya mending beli aja.

Bunga pepaya ini rasanya pahit bagai daunnya. Ada beberapa cara untuk meminimalisir kepahitannya diantaranya adalah dengan peremasan memakai garam atau direbus dengan campuran asam jawa. Nah, cara terakhir inilah yang saya gunakan. Hasilnya memang masih agak sedikit pahit namun terkamuflse ketika telah bercampur dengan bumbu terutama bila memakai cabai yang banyak.
Selain enak, bunga pepaya pun mengandung khasiat untuk mengatasi sakit maag dan masalah pencernaan lainnya.

Bahan :
2 ikat bunga pepaya, potong dari batang, rebus dalam air yang bercampur asan jawa sampai empuk
50 gr teri medan goreng
3 siung bawang putih iris
5 siung bawang merah iris
10 buah cabai rawit domba iris tipis
1 buah cabe merah iris
1/2 sdt terasi bakar bubuk
2 lembar daun jeruk purut
Gula, garam, kaldu bubuk bila suka
Minyak untuk menumis.

Cara membuatnya :
Tumis bumbu, masukan bunga pepaya, beri gula, garam, kaldu bubuk dan terasi, beri sedikit air, aduk. Masukan teri medan goreng, aduk rata. Angkat.

posted from Bloggeroid

Thursday, 24 November 2016

BEEF YAKINIKU DAN POPCORN CHICKEN


Dari Uesugi Kenshin sampai Kenshin Himura, dari kimono sampai hakama, dari tabi sampai geta, dari bunga sakura sampai gunung fujiyama dan dari teriyaki sampai yakiniku. Itulah beberapa hal yang sering nyangkut di pikiran ini bila membaca deretan huruf membentuk kata Jepang. Haik.

Teriyaki dan yakiniku, dua masakan terkenal dari negara matahari terbit itulah kini dengan leluasa telah masuk ke dapur-dapur rumah tangga Indonesia dengan penyesuaian bahan dan bumbu tentu saja. Namun baru kali ini saya membuat Beef Yakiniku, ini pun yang ala-ala, karena dagingnya boro-boro dibakar tapi cuma di tumis, semirip bulgogi jadinya. Di buat karena terinspirasi dari salah satu menu resto Jepang yang semakin hari harganya semakin mengkhawatirkan. Dengan memasak sendiri modalnya bisa semepet mungkin. Mengandalkan daging sapi 20 ribu, bawang bombay 2 ribu, serta paprika 8 ribu, dan bumbu lainnya, dapat menghasilkan beef yakiniku untuk di konsumsi oleh 5 orang. Selain beef yakiniku, chicken teriyakinya pun tak ketinggalan. Saya lebih menyukai bumbu teriyaki karena bercitarasa manis. Menu ini paling yahud bila ditemani salad wortel dan kubis, lengkap dengan mayones dan sambal botolnya.

Nah, sebagai pemdampingnya, saya membuat popcorn chicken ala bapak colonel Sanders. Tapi ala-ala juga karena potongan ayamnya kurang kecil. Memasak dua menu ini cukup mudah namun perlu persiapan yang agak lama, mengingat daging sapi dan ayamnya harus di marinade dulu.

posted from Bloggeroid

Monday, 21 November 2016

NASI JINGGO DAN SATE LEMBAT

Bila berhadapan dengan masakan Bali terkadang jadi ingat kepada seorang teman yang berasal dari Bali dengan nama yang khas sekali yaitu Made gak pake in Bali heuheu. Walaupun badannya tinggi badag, wajah menyeramkan, tapi dia ini mau aja di kerjain sama kita-kita yang imut-imut bin amit-amit. Rambutnya yang panjang, hitam, legam, lurus bagaikan model iklan shampo anti ketombe, kutu, dan kecoa itu pernah menjadi bulan-bulanan kapster gagal ujian. Dulu gak kepikiran aja buat ngewawancarai dia tentang kuliner khas negaranya. Tapi lebih baik enggak sih, soalnya kata favoritnya adalah "bangke" niiitt sensor. Kan berabe kalo nanya makanan dijawab dengan kata keramatnya itu. Ah ya sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, aih.

Kemarin ini menyempatkan diri masuk ke sebuah tempat makan yang katanya salah satu ownernya adalah mantan Istri nya vokalis Noah, siapa eta namanyah, yah eta weh lah. Tempatnya enak, makanannya yummy, minumannya yahud, toiletnya bersih dan free WiFi nya kenceng.
Ada beberapa menu masakan Bali yang tersedia disana salah satunya adalah sate lilit. Satu porsi sate lilit berisi 7 tusuk. Gak kenyang? So pasti. Nah, pucuk dicinta nasi ulam tiba. Obral gramedia kemarin beli buku masakan Bali. So, hari ini saatnya menikmati masakan Bali.

Kali ini Nasi Jinggo adalah sasarannya. Nasi Jinggo adalah nasi khas Bali yang biasanya di bungkus dengan daun pisang. Di dalamnya berisi nasi putih, ayam sisit, kering tempe, serundeng dan sambal sero. Namun, kali ini saya sedikit mbalelo, nasi putih saya ganti dengan nasi merah, serundengnya dijadikan topping jukut urab, sambalnya ditambah dengan sambal matah sedangkan sate lembat dijadikan lauk pilihan lainnya. Sate lembat adalah sate yang dibuat dari daging yang ditumbuk halus lalu dicampur dengan kelapa parut dan bumbu. Saya menggunakan daging ayam, namun sebenarnya dapat diolah dari daging apa saja. Biasanya sate ini digunakan untuk upacara keagamaan dan adat. Namun olahan sate ini kini dapat ditemukan di tempat-tempat makan khas Bali.

Sedangkan ayam sisit adalah olahan ayam yang bikinnya agak remong karena harus di panggang dulu. Setelah ayam di panggang lalu disuwir. Bumbu yang digunakan adalah bawang merah, bawang putih, cabe merah, kunyit, kemiri, kencur, terasi, gula merah dan garam. Bumbu tadi ditumis, setelah mewangi baru masukan ayamnya, masak hingga matang. Setelah diangkat, beri perasan air jeruk limau dan irisan cabe merah.

Sebagai penambah citarasa pedas, nasi Jinggo harus di dampingi dengan sambal sero. Sambal ini simpel sekali cara membuatnya, bahannya hanya cabe keriting merah, cabe rawit merah, terasi, di tumis sebentar, lalu dihaluskan dengan menambahkan garam dan gula dan di tumis lagi sebentar. Bahan dan cara memasak bolehlah sederhana, namun rasanya tak terkira endesnya.


posted from Bloggeroid

Saturday, 19 November 2016

ROTI COKLAT

Sedang kumat bikin roti, walaupun ada sedikit rasa iba kepada mixer yang harus kerja rodi. Resep yang digunakan ini terasa cocok di banding yang dulu pernah di eksekusi.
Kali ini filling coklat lah yang mendominasi.

Bahan :
200 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr tepung terigu protein sedang
1 sdm susu bubuk
1 sdt ragi instan
1/4 sdt bread improver
60 gr gula pasir
2 buah kuning telur
1/4 sdt garam halus
37,5 gr margarin
150 ml air hangat

1 buah kuning telur dan sedikit susu evavorated untuk olesan.
Karena gak punya susu evavorated saya menggunakan sedikit susu bubuk plain ditambah sedikit air.

Cara membuat :
Siapkan 75 ml air hangat, beri ragi instan dan gula pasir sedikit, aduk, biarkan 15 menit.

Dalam wadah campur terigu, gula, bread improver, susu bubuk, aduk. Masukan kuning telur, aduk. Tuang sisa air dan air ragi, mixer hingga tercampur. Masukan garam dan margarin, mix sampai kalis elastis. Tutup wadah dengan lap lembab, taruh di tempat yang hangat, istirahatkan 30 menit atau sampai mengembang 2 kali lipatnya. Kempiskan, bagi adonan, beri isian, istirahatkan lagi 45 menit. Olesi dengan bahan olesan, panggang sampai matang.



posted from Bloggeroid

Wednesday, 9 November 2016

SAYUR BENING OYONG MISOA

Sayur bening adalah salah satu sayur favorit saya. Rasanya ringan dan menyegarkan. Sayur bening biasanya di olah dari dedaunan, seperti daun bayam, ginseng, pucuk labu, kangkung atau sawi. Bila bosan dengan bermacam dedaunan, mungkin sayur bening yang satu ini dapat menghilangkan kejenuhan.
Sayur bening oyong misoa. Misoa adalah mie yang teksturnya lembut terbuat dari tepung terigu. Di jual dalam keadaan kering. Bila akan dipakai cukup di rendam sebentar dengan air panas.

Sayur bening oyong misoa ini sangat segar apalagi dengan tambahan irisan wortel.

Bumbu yang dipakai hanya bawang merah, bawang putih, garam dan gula. Helaian daun seledri menambah segar sayur bening ini.

posted from Bloggeroid

KUE LAPIS BERAS PANDAN

Di pekarangan terdapat pohon suji bercabang dua yang terlihat agak galau merana. Cabang yang rendah daunnya lumayan banyak sedangkan cabang yang tinggi daunnya terlihat kekuningan. Entah mengapa daun-daun yang seharusnya hijau itu menjadi kuning. Apakah karena sudah tua, terkena banyak sinar matahari atau terpapar asap tukang serabi, atau hanya perlu sedikit di reiki. Yap, tanaman pun perlu di reiki, begitu sabda dari ibu dari seorang teman.

Saya jarang sekali menggunakan daun suji, karena saya jarang membuat kue-kue tradisional berwarna hijau. Namun, hari ini adalah hari dimana daun-daun hijau berdebu itu diberdayakan sebesar-besarnya demi seloyang kue lapis.
Yoi, kue lapis tepung beras yang dulu kerap di buat oleh almarhum simbah. Dulu, kue lapis yang sering dibuat simbah hanya terdiri dari dua lapisan, merah putih atau hijau putih. Kini demi keindahan, saya mencoba membuat dengan beberapa lapisan, walau tidak terlalu banyak juga sih. Yah, segini juga sudah uyuhan lah ya, 6 x 10 menit dengan tambahan waktu 20 menit di akhir cerita.

Bahan :
100 gr tepung sagu, saya pakai tapioka
275 gr tepung beras
250 gr gula pasir
1 sdt garam
1500 ml santan
3 lbr daun pandan
6 lbr daun jeruk purut

Untuk pewarna hijau :
30 lembar daun suji + 5 lembar daun pandan + air sedikit, di blender lalu saring.

Cara membuat :
Olesi loyang ukuran 18 dengan minyak sayur tipis saja, lalu alasi dengan plstik tahan panas. Sisihkan.
Panaskan kukusan, lapisi tutupnya dengan kain.

Masak santan, daun pandan, daun jeruk purut sampai mendidih, dinginkan.

Dalam wadah campur tepung beras, tapioka, gula, dan garam. Tuang santan sedikit demi sedikit sampai tercampur rata. Bagi dua bagian, satu bagian beri pewarna hijau dari daun suji tadi.
Tuang beberapa bagian adonan putih, kukus 10 menit, tuang adonan hijau, kukus sepuluh menit begitu seterusnya. Bila adonan habis, kukus kue 20 menit lagi.

posted from Bloggeroid

Tuesday, 8 November 2016

TAHU TAUCO

Suatu hari pernah di oleh-olehi sebotol tauco oleh seorang kawan yang baru saja mudik dari Sukabumi. Hatur lumayan lah, bisa buat masak ini itu, yang ternyata hanya itu doang sih akhirnya, gak pake ini, karena sang tauco asin pisan. Pake seciprit aja, asin nya sudah menohok lidah yang dominan manis ini. Akhirnya tanpa mengurangi rasa hormat terhadap sang kawan, tauco yang tutup botolnya susah di buka itu berakhir sebagai hiasan kulkas nan kosong glondangan.

Setelah beberapa lama tak sua, akhirnya rindu jua. Di pasar terpampanglah tauco yang di bungkus per-sachet yang dengan sengaja bermain-main di depan mata, ngabibita. Untuk meredam rasa persotoyan, dilayangkanlah pertanyaan kepada Bu Haji Ai sang pemilik lapak tentang tingkat keasinannya. Dan sesuai dengan perkataan Bu Haji, tauco yang saya beli ini asinnya masih bisa di toleransi oleh lidah ini.

Tauco itu pasnya diolah bersama tahu yang berkulit. Entah tahu sumedang, tahu pong, atau tahu-tahu goreng berkulit lainnya yang namanya tidak bisa di sebutkan satu-persatu karena memang gak tahu. Tahu tauco ini paling sip bila berasa pedas. Tak peduli mahalnya harga cengek domba, karena yang dibanyakinnya cabe gendot. Cengek domba mah untuk hiasan sajah lah, sebagai tanda mata dan peringatan bahwa harganya masih ada di 70 ribu rupiah perkilonya.

Memasak tahu tauco itu gak usah banyak mikir, hanya mengiris dan menumis. Menumis bawang merah, bawang putih, cabe gendot yang telah diiris, lalu masukan tauco dan tahu, beri garam, gula dan kaldu bubuk bila suka, di oseng-oseng. Beri irisan tomat dan cengek domba utuhan, angkat. Selesai.

posted from Bloggeroid

Monday, 7 November 2016

CAKE KENTANG KEJU

Harga kentang sampai saat ini masih berada di kisaran 14 sampai 16 ribu perkilo nya, rupanya dia masih betah berlama-lama menyandang harga sedemikian itu. Ya apa boleh dikata, semahal apapun harganya tetap saja dibeli karena kentang memang enak di olah untuk segala jenis makanan.

Selain di pakai dalam pembuatan berbagai macam olahan masakan, kentang dapat pula dipakai sebagai bahan pembuatan roti, donat, ataupun cake. Kentang memberi tekstur lembut pada berbagai macam kue.

Kebetulan di kulkas masih ada satu bar keju cheddar yang masa kadaluarsanya sebentar lagi. Maka saya pun memutuskan untuk membuat cake yang ada unsur keju-kejuan nya. Dan jadilah cake kentang keju yang rasanya gurih, manis, asin campur jadi satu.

Bahan :
160 gr kentang kupas, kukus, haluskan selagi panas
120 gr terigu
110 ml minyak sayur
4 butir telur
100 gr gula pasir
80 gr keju cheddar parut
1 sdt vanili

Cara membuatnya :
Panaskan oven. Olesin loyang dengan margarin dan taburi terigu tiis-tipis.
Kocok telur dan gula hingga pucat. Turunkan kecepatan mixer, masukan vanili dan terigu. Kocok rata. Masukan minyak sayur aduk dengan spatula. Masukan kentang dan keju parut, aduk dengan mixer kecepatan rendah. Tuang ke loyang, taburi keju parut,

oven sampai matang. Bila telah matang, keluarkan dari oven, biarkan agak hangat baru di keluarkan dari loyang.

Selamat mencoba.

posted from Bloggeroid

Thursday, 29 September 2016

SAYUR BENING PUCUK LABU


Di beberapa resto masakan sunda, saya kerap menemukan menu yang berbahan dasar pucuk daun labu. Dulu sih agak curiga aja dengan rasanya, secara yang ada dipikiran daun labu itu kan permukaannya agak landep atau kasar jadi apa enak di lidah yang tak bertulang ini. Tapi setelah kenal lebih dekat, kecurigaan saya sebelumnya lansung gugur seketika.

Di pasar, pucuk labu ini tidak selalu ada, jadi gak bisa selalu diandalkan. Namun giliran muncul, bejibunlah mereka. Satu ikat pucuk labu dihargai seribu rupiah. Murah meriah. Selain di tumis, pucuk labu juga enak dimasak bening. Biasanya pasangannya kalau tidak dengan jagung atau wortel ya dengan soulmatenya sendiri yaitu buah labu.

posted from Bloggeroid

Friday, 16 September 2016

KOLAK CAMPUR

Si mamang gula dan parutan kelapa di pasar saking risau hatinya takut gak akan dibeli gulanya, melancarkan sebuah pengakuan.
"Neng, sok aja puterin pasar, pasti gak bakalan nemuin gula yang gak item, percaya sama mamang. Sok atuh mau berapa kilo?"
"Yee, pitnah, siapa juga yang mau muterin pasar, muterin tiang aja udah cukup biar kayak serokan."
"Ah si eneng mah meni kitu."

Saya bukanlah penyuka gula merah atau gula jawa yang berwarna coklat muda, jadi si mamang sebenarnya tidak perlu risau. Bagi saya gula merah yang pas itu adalah yang berwarna coklat kehitaman. Karena hitam adalah warna favorit saya. Sungguh tak nyambung, tapi biarlah, karena bila sambung menyambung jadi satu, itu Indonesia bukan gula merah.

Naah, mumpung stok gula merah si hitam manis masih lumayan banyak dan menemukan pisang nangka yang sudah buladig, maka saatnya membuat kolak. Bulan ramadhan kemarin, saya sama sekali tidak pernah membuat kolak karena too mainstream uhuk padahal males aja.
Dengan berbekal pisang nangka, ubi jalar putih dan merah serta kacang hijau, di mulailah acara olah mengolah kolak.
Mudah, murah dan gak pake lama. Pisang dan ubi di kupas lalu di potong, masukan ke panci bersama gula merah, daun pandan, garam dan air. Rebus sampai empuk. Kacang hijau yang telah di rendam selama kurang lebih satu jam, d

aun pandan, gula merah, garam dan air, presto 5 menit.

Sajikan dalam mangkok saji lalu bubuhi susu UHT atau susu murni sebagai pengganti santan.

posted from Bloggeroid

Tuesday, 13 September 2016

BANDENG KUAH ASAM

Bau tanah pada ikan bandeng itu kadang kala membuat ilfil berbeda dengan petrichor. Bau tanah atau bau lumpur pada ikan bandeng adalah hal yang paling dihindari oleh para penikmat olahan ikan air tawar yang satu ini. Untuk menghilangkan bau tak sedap itu, kita dapat menggunakan larutan cuka, garam, kunyit atau rempah-rempah beraroma kuat lainnya.

Ikan bandeng adalah ikan yang mempunyai duri-duri yang sedikit menjengkelkan, oleh karena itu bandeng kerap di presto sehingga duri dan tulangnya menjadi lunak. Namun bila yang tak bermasalah dengan dedurian, bandeng dapat diolah menjadi berbagai macam masakan misalnya di bumbu kuning, pindang, mangut atau pun di acar.
Salah satu olahan yang layak di coba adalah di kuah asam. Rasa asamnya berasal dari air asam jawa.
Bumbunya sendiri cukup sederhana yaitu berupa bawang merah dan kunyit bakar yang di haluskan, merica, garam, gula, air asam jawa, dan daun kemangi bila suka. Dapat pula ditambahkan cabai bila suka pedas.

Sunday, 14 August 2016

ONTBIJKOEK

Ontbijkoek adalah kue sarapan pagi, begitu katanya. Kata siapa? Kata orang Walanda. Ciri khas kue ini terletak pada citarasa rempahnya seperti kayu manis, jahe, pala, cengkeh dan adas manis. Ciri khas lain nya adalah penggunaan gandum hitam. Gandum hitam banyak terdapat di belahan dunia eropa. Biasanya digunakan untuk campuran roti, pembuatan whiski atau vodka, dan makanan ternak.

Nah, berhubung tidak ingin merasa terjajah oleh bangsa Walanda lagi apalagi menjadi korban devide et impera atau di gusur jadi pekerja rodi lalu kandas di tangan VOC maka si kue sarapan pagi kali ini penuh dengan modifikasi. Bagaikan Film yang diadaptasi dari novel, kadang di kurangi tapi kadang di lebihi, begitulah sifat Ontbjikoek yang saya buat ini.

Demi mendapatkan kue yang berwarna buram eh gelap, maka digunakan lah gula palem atau palm suiker, mengingat, makanan ternak di sini adalah rumput bukan gandum hitam. Cita rasa rempahnya di dapat dari bumbu spekuk. Bumbu spekuk ini adalah campuran dari kapulaga, pala, bunga pekak, kayumanis dan cengkeh yang ditumbuk menjadi satu. Saat ini sudah banyak tersedia bumbu spekuk instan, jadi gak usah repot repot numbuk walaupun rasa dan aromanya tidak sekuat bila menumbuk sendiri.
Sebagai pemanis, taburi dengan sukade warna warni atau kacang almond asal jangan di taburi kembang tujuh rupa apalagi ditaburi kebencian, itu mah gaswat.

Bahan :
5 butir telur
55 gr gula
60 gr gula palem
75 gr margarin, lelehkan
100 gr tepung terigu
25 gr tepung maizena
20 gr susu bubuk, saya pakai 1 sachet aka 27 gr
1/2 sdt bubuk jahe, saya tidak pakai
1 1/2 sdt bumbu spekuk, saya pakai 2 sdt sebagai pengganti bubuk jahe.


Cara membuat :
Panaskan oven, olesi loyang degan margarin dan taburi tepung terigu.

Kocok telur, gula, gula palem, bumbu spekuk sampai mengembang, kira kira 10 menit. Masukkan tepung secara bertahap, kocok dengan speed yang paling rendah. Tuang margarin leleh, aduk balik.
Tuang dalam loyang.
Panggang sampai matang.
Monday, 20 June 2016

TERONG TEPUNG PEDAS

Kemarin ini ada yang buka bersama di Pandan Wangi. Nah, di sana ada menu yang dinamai dengan terong crispy. Waktu di suruh nyoba bikin, yang terlintas di kepala sih malah wajahnya Christian Sugiono, alias malesbanget.com. Lha wong gak tahu rasanya, cuma liat fotonya doang. Tidak sedikit pun terendus wanginya apalagi mencecap rasanya. Kheki? Ah enggak, maklum bulan puasa harus bisa menahan napsu angkara murka yang merajalela. Whooshaaah, kalo kata anggota bad boys Martin Lawrence mah.

Tapi menarik juga sih, terong ungu yang katanya masih sepupuan dengan leunca itu kan biasanya di masak balado atau semur, ya pait pait nya jadi tempura lah. Nah menu ini rada beda juga sih, patut di coba.

Menggoreng terongnya sedikit dilema. Apakah ala Jamur crispy atau ala ubi goreng. Bila di lihat dari penampakannya sih semirip dengan ubi goreng mamang mamang gorengan yang parkir deket pasar. Namun, karena Christian Sugiono masih bercokol di pikiran, maka dari itu baluran tepung terongnya dibuat suka suka. Mau jadi crispy mangga, mau jadi melempem silahkan, asal jangan jadi Christian Sugiono sajah, gak tega lah makan nya. Terlalu keceh buat di makan.

Karena motto malesbanget masih menempel bagai kerak di pantat wajan, maka saya menimbang, mengingat, memutuskan, bahwa tersangka terong unyu di vonis dengan satu kali balutan tepung jamur crispy sisa jualan kemarin yang telah di encerkan dengan air secukupnya.

Hasilnya?
Crispy sih, tapi setelah di satukan dengan bumbu pedasnya, sang terong melempem dengan sakses.

Bumbu pedas nya sendiri di adaptasi dari bumbu kering tempe.
Friday, 13 May 2016

CAKWE KEJU


Tersebutlah seorang pedagang odading dengan tagline "Jalma Eling dahar na Odading". Saya sering bertemu dengan si mamang ini yang selalu membuat orang lain tersenyum karena humor humor nya.
Pasangan odading adalah cakwe. Bila odading berbentuk kotak dan rasanya manis, maka cakwe adalah kebalikannya. Dulu saya sering terbalik balik dengan dua makanan ini, cakwe di sangka odading dan sebaliknya.

Cakwe ini ukurannya bervariasi. Ada yang jumbo sekali seperti cakwe medan yang kerap saya beli di sumber sari, dan ada juga yang mini mini seksi seperti yang dijajakan mamang mamang di sekolahan SD.

Nah, hari ini iseng iseng bikin cakwe KW 10. Adonan cakwe biasanya membutuhkan amonia sebagai salah satu bahan yang dibutuhkan. Karena gak ada dan rada rada getek gitu denger amonia, maka dicarilah resep yang non amonia. Banyak resep cakwe membutuhkan terigu protein tinggi, sedangkan resep yang saya buat ini memakai tepung protein sedang. Sebagai tambahan iseng, saya masukan parutan keju di dalamnya. Jaman sekarang kan segala gala di cemplungin keju, susu aja ada yang rasanya keju, hidup keju.

Proofing nya lamaa banget, 2 jam. Bisa di sambi setrika dan bobo manis sebentar.
Dan hasil akhirnya hahah gak berbentuk cakwe sama sekali, gak empuk, tapi enak lah buat camilan sore hari di temani dengan saus pedas yang juga KW an.

Bahan :
Biang kerok :
1 sdm terigu
1 sdm ragi instant
1 sdt gula
4 sdm air hangat
Aduk rata diamkan 10 menit.

Adonan :
250 gr terigu
2 sdt bawang putih bubuk
25 gr keju parut
1/2 sdt soda kue
1/4 sdt baking powder
1 sdt kaldu bubuk (optional)
1 sdt garam
1 sdm minyak sayur
Air secukupnya

Cara membuat :
Campur terigu, bawang putih, kaldu bubuk, garam, keju parut, soda kue, baking powder, aduk rata. Tuang si biang kerok plus minyak, beli air sedikit demi sedikit lalu uleni sampai kalis elastis. Istirahatkan 2 jam. Goreng di minyak panas nan banyak sampai kuning kecoklatan.
Sunday, 8 May 2016

PUDING KULIT ROTI TAWAR

Kulit roti tawar selalu mengingatkan saya akan simbah. Dulu simbah kakung saya kerap membawa kulit roti tawar yang katanya di dapat dari sebuah pabrik roti yang lokasinya berdekatan dengan tempat kerjanya. Kulit kulit roti tawar itu lalu oleh simbah putri saya di jadikan sebuah makanan kecil berjudul podeng. Saya tidak tahu pasti bahan bahan apa yang digunakannya. Bentuknya seperti puding roti tawar tapi teksturnya padat, sepertinya tepung hunkue lah yang digunakannya.

Kulit roti adalah bagian roti yang sangat saya gandrungi. Rasa nya yang pahit akan selalu mengingatkan akan pahitnya kehidupan haha. Kulit roti tawar favorit saya adalah produk Sidodadi karena tebal, coklat tua dan agak pahit.

Nah, hari ini kebetulan ada kulit roti tawar menumpuk, jadi dibuatlah puding coklat dengan aksesoris kulit roti tawar. Rasanya lumayan juga, walaupun gak mengingatkan kepada podeng nya simbah.

Bahan :
1 bungkus agar agar plain
1 sdt bubuk jelly coklat
80 gr susu kental manis putih ditambah air sampai menjadi 800 ml
2 sdt gula pasir (sesuai selera)
2 sdm susu bubuk coklat
Kulit roti tawar secukupnya

Cara membuat :
Campur semua bahan kecuali kulit roti. Masak hingga mendidih. Tata kulit roti tawar dalam cetakan, tuang agar agarnya. Dinginkan.
Saturday, 7 May 2016

BOLU KUKUS PUTIH TELUR


Putih telur adalah bagian telur yang berwarna putih haha sungguh tidak bermutu tulisan ini. Ya jadi begitulah, banyak olahan makanan yang menggunakan salah satu bagian dari telur, bila tidak kuning ya putihnya.

Karena beberapa hari yang lalu saya membuat olahan makanan yang hanya menggunakan kuning telur saja maka menggunduklah putih telur yang tersimpan di kulkas.

Galau mau di bikin apa sampai gak enak makan gak enak tidur. Meriang gara gara si putih telur. Sampai akhirnya bertemulah dengan resep bolkus zebra di blog Ida's homemade.

Gak yakin juga sih sama hasilnya, mengingat saya belum pernah membuat bolu kukus dari putih telur sebelumnya. Tapi keraguan itu akhirnya terjawab sudah karena hasilnya ternyata lumayan juga.

Bahan :
300 gr putih telur
1/2 sdm garam
1 sdt emulsifier
130 gr gula
150 gr tepung terigu protein rendah
20 gr susu bubuk
1/2 sdt vanilli
50 ml santan kental
30 ml butter lelehkan lalu di campur dengan santan (saya pakai margarin)
Pasta coklat

Cara membuatnya :
Panaskan kukusan, bungkus tutup dengan lap. Siapkan loyang, alasi dengan kertas roti.
Kocok putel, garam, emulsifier hingga setengah menggembang.
Tambahkan gula sedikit demi sedikit hingga putih kental.
Tambahkan campuran tepung, susu bubuk dan vanilla sedikit demi sedikit sambil terus di aduk.
Tambahkan campuran butter dan santan, gunakan tehnik aduk balik.
Bagi menjadi 3 adonan, coklat tua, putih dan coklat muda. Masukan adonan ke loyang, kukus hingga matang.
Friday, 29 April 2016

DONAT PASIR

Tepung terigu protein tinggi itu kadang suka bikin gatel. Bukan gatel kayak kena ulet bulu, itu mah merang. Tapi gatel ingin dijadiin sesuatu yang bisa di makan banyak orang bukan banyak kuda, da kuda mah makan nya rumput. Membuat donat adalah pilihan yang tepat. Disamping di sukai anak anak, donat ini tergolong berbiaya rendah dalam pembuatannya walaupun dalam pembuatannya termasuk heavy duty.

Proofingnya yang luamaaa itulah kadang membuat kadar kerajinan jatuh ke titik yang terendah.

Berhubung gula donat sudah tak berbekas di wadahnya. Coklat blok tinggal remeh temehnya, akhirnya sang toping menggunakan bahan yang ada saja yaitu Palm Suiker aka gula palem.

Resep yang saya gunakan kali ini adalah resep donat nya milik Om Johny Andrean, yaitu J.co tapi dibuat secara ekonomis.

Bahan :

Bahan A :
225 tepung terigu protein tinggi, di sarankan nya sih tepung komachi made in Japan.
7 gr ragi instan
1/8 sdt garam
150 ml air

Bahan B :
50 gr tepung terigu protein tinggi
30 gr gula
15 gr susu bubuk fullcream
35 gr mentega putih, saya memakai margarin biasa
1/2 bagian telur yang dikocok lepas

Cara membuatnya :
Campur rata bahan A dalam wadah, tutup dengan serbet. Istirahatkan 90 menit.

Campur bahan B, lalu satukan dengan bahan A, uleni sampai kalis elastis. Istirahatkan 15 menit. Cetak donat, istirahat kan lagi 10 menit. Goreng di minyak panas sampai kekuningan. Disarankan minyak untuk menggorengnya adalah minyak padat yang tujuannya agar gak banyak di serap oleh si donat. Tapi apa boleh di kata, minyak padat tinggal kenangan, yang ada minyak biasa, gapapa lah ya, biar hasilnya lebih glossy kayak lip gloss :D

Panas panas gulingkan di Palm suiker.




posted from Bloggeroid

Saturday, 23 April 2016

MONKEY BAR


Terkadang kalau beli pisang suka nafsu, sampai tau tau kulitnya sudah menghitam bak pantat wajan. Kalau sudah begitu biasanya para pisang ini terlihat memelas untuk di eksekusi. Dan monkey bar adalah pilihannya.

Monkey bar adalah nama produk cake milik Lizzy. Rasa nya enaaaak banget, sebanding dengan harganya yang aduhai.

Nah, kalau monkey bar saya mah ala ala aja deh. Bikinnya juga semau nya, asal cemplung dengan bahan yang ada di dapur.

Pisang ambon putih pas di timbang cuma ada 200 gr, ya sudah langsung aja di remas remas dengan lembut eh tangan sampai lumat, sisihkan.

Tangkringin otang di kompor, nyalain apinya. Kalau gak nyala, berarti gas nya habis, cepet ke warung beli yang baru.

Olesi loyang loaf dengan margarin sampai rata, alasi kertas roti, oles margarin lagi.

Lumerkan 50 gr margarin. Karena gak mau rugi, saya masukan saja ke magic com. Setelah lumer, singkirin dulu.

Campur 120 gram terigu, 10 gram maizena dan 1/2 sendok teh baking powder. Aduk rata, sisihkan maning.

Telur yang tersedia hanya tinggal 4 butir. Pecahin terus pisahin dua kuning nya dari yang putih. Let's say jadinya 2 telur ditambah 2 kuning telur, masukin ke baskom bareng 75 gr gula pasir. Kocok sampai kental berjejak. Masukan pisang dan terigu bergantian sampai habis, gunakan mixer dengan kecepatan paling rendah sampai rata. Masukan 1 sendok makan susu kental manis putih, aduk rata. Baru deh masukan margarin, gunakan tehnik aduk balik.

Tuang adonan ke dalam loyang, panggang sampai matang.

Semestinya di atas cake ini di bubuhi aksesoris berupa pisang yang di iris memanjang. Tapi berhubung cau nya habis maka aksesorisnya lupakan sajah.

posted from Bloggeroid

Tuesday, 19 April 2016

BRONKETEM (BROWNIES KUKUS KETAN ITEM)


Punya tepung ketan item sisa bikin martabak black sweet. Bingung mau di apain. Blogwalking sebentar, eh nemu resep bronketem nya Teh Ricke. Kebetulan semua bahan yang di perlukan ada semua. Ya sudah saatnya mengeluarkan peralatan perang, kyaaaaa kyaaa.

Bronketem ini teksturnya sama persis dengan bronkus biasa, cuma rasanya lebih eksotis. Ada sensasi krenyes krenyes nya. Cocok banget sebagai teman minum teh di kala hujan guludug melanda.


Bahan:
6 butir telur
200 gram gula pasir
1 sdt emulsifier
1/4 sdt garam
2 sdm susu kental manis putih

250 gram tepung ketan hitam
20 gram coklat bubuk, campur lalu ayak. (Saya mah boro boro diayak, maklum adanya ayakan pasir)
Vanili

100 gram dark cooking chocolate, cincang, lelehkan.
200 gram minyak goreng atau mentega dilelehkan, dua bahan ini dicampurkan.

Coklat meisyes secukupnya untuk filling.

Cara membuatnya :
Panaskan kukusan. Oles loyang dengan mentega alasi kertas roti, oles lagi mentega.

Kocok telur, gula, garam, dan emulsifier sampai kental berjejak. Tambahkan SKM. Masukan duo tepung dan coklat sedikit demi sedikit, kocok dengan mixer kecepatan paling rendah.
Tuang campuran dcc dan minyak, aduk balik. Bagi adonan jadi dua.
Masukan loyang satu bagian, kukus 15 menit, taburi meiyses, tuang adonan terakhit. Kukus hingga matang, tes tusuk.

posted from Bloggeroid

Thursday, 14 April 2016

TIMLO SOLO

Timlo Solo aslinya adalah sebuah olahan yang sangat ribet membuatnya karena banyak sub kategorinya. Yap, dalam semangkok timlo kita akan menemui telur bacem, sosis solo kering, sosis solo basah, jamur kuping, ati ampela, soun dan sayuran berupa wortel.

Timlo yang saya buat ini benar benar jauh dari aslinya. Telur bacem nya gak sesuai dengan seharusnya karena gak punya daun jati. Sudah seharusnya kita menanam pohon jati sebiji aja di depan rumah, karena manfaatnya banyak sekali. Lalu sosis solo nya hanya membuat yang kering saja. Gak pake jamur kuping, ati ampela dan wortel. Yang sesuai mungkin hanya kuahnya saja ahahaha.

Ah ya sudahlah.

Bahan kuah (mbak diah didi) :

1000 ml air kaldu ayam
4 siung bawang putih, diiris tipis
6 butir bawang merah, diiris tipis
1 cm jahe, geprek
1 batang daun bawang, dipotong 1 cm
Garam / bumbu kaldu bubuk rasa ayam jika
suka sesuai selera
1 sendok teh merica bubuk
2 sendok teh gula pasir
1 sendok makan minyak untuk menumis
4 sendok makan bawang merah goreng untuk
taburan

posted from Bloggeroid

Tuesday, 12 April 2016

NASI TUTUG ONCOM

Kadang hati ku galau ketika menclok di warung. Menengok bawang brebes yang masih tegar di angka empat puluh. Melihat sawi, kol, wortel, buncis, toge, yang melambai lambai ingin di gapai. Cengek domba mencibir kepada cabai tanjung yang berdiam di ruangan pendingin. Berteman dengan apel Washington, anggur dan pir.

Sereret mataku melirik oncom.
Bahan isian comro dan celupan kerupuk ojay nan asoy.

Ku tatap oncom dengan menggebu, lalu dibeli lah sepotong. Sebagai pemeran utama dalam nasi tutug oncom.

Sekian

posted from Bloggeroid

Wednesday, 6 April 2016

CAKE TAPE KETAN HITAM

Bagai cinta bertepuk sebelah tangan, pesan peuyeum ketan hideung tak tau juntrungnya. Akhirnya sebagai pelipur lara, ngacir lah ke Cimohai beli PKI.

PKI itu derajatnya lebih tinggi dari tape singkong tapi setara dengan batagor Yunus. Mengkonsumsi PKI paling enak dengan es puter plus durian montong.

Selain di tambul begitu saja, PKI ini dapat di olah menjadi puding dan cake. Hmm kebayang kan wangi fermentasi ketan hitam di dalam sebuah cake. Dulu, membuat cake dengan menambahkan cairan semisal sari buah sangat lah meng horor kan, karena biasanya si cake yang dihasilkannya lempes aka bantat. Tapi seiring bertambahnya ilmu perbakingan yang banyak di share oleh para ahli baking dan akibat mendengarkan lagu bondan prakoso and fade to black di tambah pengamalan ilmu ikhlas akhirnya itu semua dapat di lewati.

Resep saya ambil dari cookpad nya mbak Rahma Ovekitch.

Bahan :
200 gr tepung terigu protein sedang (saya pakai 180 gr)
1/2 sdt baking powder
200 gr margarin
125 gr gula pasir (saya pakai 120 gr)
150 gr tape ketan hitam
50 ml air tape (bisa di ambil dari memeras tape yang 150 gr tadi) saya memakai 40 ml saja

Cara membuatnya :
Panaskan oven, olesi loyang dengan margarin, alasi kertas roti.
Campur terigu dan baking powder, aduk rata.
Kocok margarin dan gula sampai pucat, masukan telur selang seling dengan terigu. Kocok rata. Masukan air tape selang seling dengan tapenya, aduk rata. Masukan dalam loyang, panggang. Sarannya, pertama memanggang pakai api bawah lalu memakai api atas. Karena oven saya tidak canggih alias otang, maka ya sudah lah kata.



posted from Bloggeroid

Friday, 1 April 2016

JAMUR CRISPY


Jamur tiram adalah jenis jamur satu satunya yang kerap tersedia di warung si abah. Hal ini mungkin dikarenakan harganya yang relatif murah dengan rasa yang dapat terima oleh lidah masyarakat sekitaran.

Jamur yang berbentuk seperti payung dan berwarna putih ini dapat di olah sedemikian rupa menjadi masakan yang sangat nikmat. Salah satunya adalah menjadi olahan Jamur Crispy dengan sensasi kriuk kriuknya.

Membuat olahan Jamur Crispy sangat mudah.
Bahan pelapisnya hanya berupa telur yang baru keluar dari kulkas, tepung terigu, tepung maizena, baking powder, garam dan kaldu bubuk (optional).

Cara membuatnya pun mudah juga. Jamur tiram yang telah dicuci, diperas lalu di suwir. Setelah itu celupkan ke dalam kocokan telur lalu gulingkan kedalam bahan pelapis
Gorenglah di minyak panas yang banyak sanpai kuning kecoklatan.

posted from Bloggeroid

PAMPIS IKAN TONGKOL

Melihat foto olahan pampis di blog nya mbak Endang itu membuat ngiler. Pampis adalah olahan

makanan yang berasal dari Manado. Biasanya ikan yang digunakan adalah ikan cakalang. Tapi ikan ikan yang lain juga enak bila di olah seperti ini, seperti ikan tongkol, tuna, kembung atau tenggiri.

Kali ini saya menggunakan ikan tongkol yang berdaging tebal dan bercitarasa gurih.

Di dalam resep mbak Endang, ikan tongkolnya di kukus dahulu, sedangkan saya digoreng lalu di suwir.

Bahan :
1 Ekor ikan tongkol ukuran sedang, siangi, cuci, potong, lumuri dengan air jeruk nipis lalu goreng. Setelah itu suwir.
1 lembar daun pandang, iris halus
1 lembar daun kunyit, iris halus
3 lembar daun jeruk, iris halus
1 batang daun bawang, iris halus

Bumbu halus :
10 buah cabai rawit keriting
5 buah cabai rawit
3 siung bawang putih
5 siung bawang merah
1 batang serai ambil bagian putihnya
2 cm Jahe
3 cm kunyit

Bahan lainnya :
Garam
Gula
Kaldu bubuk (optional)
Minyak goreng

Cara membuatnya :
Tumis bumbu halus sampai wangi, masukan daun pandan, daun jeruk dan daun kunyit. Masukan ikan tongkol suwir aduk rata. Lalu masukan daun bawang, garam dan gula. Aduk rata lalu angkat dan sajikan.

posted from Bloggeroid

Friday, 25 March 2016

KUE PUKIS

Kue pukis adalah kue yang cocok bila disandingkan dengan teh pahit hangat, di waktu pagi atau sore hari menjelang. Kue yang sangat legendaris itu kabarnya berasal dari Banyumas. Berhubung simbah hanya mewariskan cetakan kue carabikang dan apem, maka dengan sesadar sadarnya tanpa paksaan dari pihak manapun, akhirnya saya pun harus membeli si dia ini.

Bila celana jeans baru gak usah dicuci dulu ketika akan dipakai, lain halnya dengan cetakan kue pukis. Dia nya ini harus di cuci bersih dulu dengan sabun. Tapi jangan juga terlalu terbuai dengan kekuatan air dan sabun, karena cetakan ini ternyata masih harus dibersihkan dari noda noda hitam yang dapat merusak penampakan kue.

Cara membersihkannya mudah saja yaitu dengan mengolesi semua permukaan cetakan dengan minyak goreng lalu dipanaskan sampai berasap. Setelah itu di lap dengan tisue atau kain bersih. Lakukan hal ini beberapa kali sampai cetakan benar benar bersih. Setelah itu olesi kembali dengan minyak goreng, baru bisa digunakan.

Cetakan ini bila tidak dibersihkan secara rodi seperti diatas akan berakibat fatal kepada kue yang di panggang didalamnya. Kue yang dihasilkannya akan penuh dengan mehong bagaikan Cinderella yang sedang membersihkan cerobong asap emak tirinya.

Resep kue pukis kali ini saya adaptasi dari resepnya mbak Nina yang di posting di blognya yang kwereen itu. Seperti biasa, saya membuat setengah resep saja untuk trial bisi error. Setengah resep ini menghasilkan dua lusin setengah kue pukis.

Bahan :
250 gr tepung terigu protein sedang
1/4 sdt baking powder
1 sdt ragi instan
3 kuning telur
1 putih telur
150 gr gula pasir
200 ml santan kental beri garam sejumput
25 ml air kelapa
25 gr butter leleh
Vanili

Untuk topping, saya menggunakan coklat Cadbury yang di lelehkan.

Cara membuatnya :
Ayak campuran terigu, baking powder dan ragi insant, sisihkan.
Kocok telur dan gula sampai mengembang kental, masukan campuran terigu selang seling dengan air kelapa dan santan, beri vanili. Masukan butter leleh, aduk balik. Tutup dengan kain bersih, istirahatkan selama 30 - 60 menit.
Panaskan cetakan, tuang adonan setengah tinggi cetakan. Setelah berpori beri topping, lalu tutup hingga matang.




posted from Bloggeroid

Thursday, 24 March 2016

BATANG TALAS KUAH SANTAN

Ini adalah salah satu masakan kegemaran kakak saya, masakan kere hore katanya. Dulu almarhumah simbah saya kerap memasak olahan batang talas ini sementara daun nya di pergunakan untuk membuat buntil. Beberapa tahun yang lalu, halaman samping rumah di tanami tanaman ini dengan tujuan apabila membuat buntil tidak usah repot repot minta daun nya ke orang. Tapi tanaman ini beranak pinaknya cepat sekali membuat kami kuwalahan, sehingga akhirnya diberangus sampai ke akar akarnya. Ciaat... Kya... Kya.

Kemarin saya menemukan batang talas ini di si mamang antimainstream tea. Satu ikat di bandrol dengan harga 5 ribu rupiah. Ternyata ini masakan udah gak cocok di sebut masakan kere hore lagi. Karena harganya lumayan mahal juga. Kecuali kalo ngerambet di kebun tetangga, lain cerita itu mah.

Almarhum bapak saya juga suka

memasak si batang talas ini. Masih terbayang di ingatan saya ketika beliau memasak sambil menyanyikan lagunya Om Caca Handika, masak masak sendiri, makan makan sendiri. Ah si bapak ti Elvis Presley ke Caca Handika, aih.

Batang talas ini memang enaknya di kuahi santan pedas. Tapi kali ini, cukup di kunclungkan cabai rawit utuhan ke dalamnya agar tidak terlalu megap megap.

Bahan :
Batang talas, siangi, potong kecil, cuci
Bawang merah
Bawang putih
Cabai merah
Cabai rawit
Kunyit
Kemiri
Garam
Gula
Santan

Cara membuatnya :
Tumis bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri) sampai wangi. Masukan batang talas, masukan santan. Beri garam dan gula, serta penyedap bila suka. Masukan cabai merah yang telah di iris serong serta cabai rawit. Masak hingga matang.

posted from Bloggeroid

Saturday, 19 March 2016

TUMIS JANTUNG PISANG


Di Pasar ada seorang mamang yang menjual bahan masakan yang gak biasa, seperti batang talas, pepaya muda, bunga honje, kucai, daun pepaya sampai jantung pisang. Jantung pisang ini adalah salah satu yang menarik hati. Saya belum pernah makan olahan jantung pisang ini sekalipun. Oleh sebab itu agak penasaran juga sih. Gosipnya pisang dengan jantung pisang rasanya berbanding terbalik. Makin gak enak rasa pisangnya, maka makin enak jantung pisangnya. Yang di jual di pasar biasanya adalah jantung pisang klutuk.

Mengolah jantung pisang ternyata mudah saja. Yang harus di lakukan adalah merebus dahulu jantung pisangnya sampai lunak baru di bumbui. Jantung pisang ini dapat di olah menjadi gudeg, gulai, pecak, pepes, atau hanya di tumis saja.
Setelah di easa rasa, lumayan juga. Rasanya mirip dengan jamur tiram.

Kali ini, saya mengolahnya dengan ditumis sederhana dengan bumbu bawang merah, bawang putih, cabai keriting hijau, cabai rawit, salam, serta lengkuas. Di taburi dengan Teri medan goreng. Sekian.

posted from Bloggeroid

JENGKOL BALADO


Panci presto hari ini bekerja dalam frekuensi heavy duty. Tiga kali balikan kayak dosis minum obat agar sesuatu yang di rebus di dalamnya menjadi super duper lunak dengan bau yang gak terlalu super duper kuat lagi.

Memasak jengkol adalah petualangan yang mengasikan bagi saya. Bagian yang paling saya sukai adalah kala mengeprek kepingannya di atas cobek batu dengan sedikit melibatkan perasaan. Karena geprek jengkol itu kadang tak pakai logika ahaak yeaaaah. #tepokpanci, pasang bling bling.

Ya sudah lah pokoknya masak jengkol itu memang butuh waktu, tenaga dan pikiran. Jadi harus ikhlas aja bikin nya.

Bahan :
250 gr jengkol, cuci, rebus. Pakai metode apa saja yang penting pas di hati.

Bumbu halus :
50 gr cabai keriting
5 buah cabai rawit domba
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih

Bumbu lain :
1 lembar daun jeruk
1 lembar daun salam
1 cm jahe geprek
1 batang serai geprek
1 cm lengkuas geprek
1 sdm minyak wijen
Garam, gula, kecap secukupnya.
Air sedikit.
Minyak goreng untuk menumis

Cara membuat :
Tumis bumbu halus, masukan bumbu lainnya, aduk sampai harum, beri air. Masukan jengkol, masak hingga bumbu meresap.

posted from Bloggeroid

Thursday, 17 March 2016

URAP KENIKIR

Memandangi satu satu nya pohon kenikir yang setengah tumbang di pekarangan rumah itu sungguh membuat mbrebes mili. Belum juga berbunga, pohon kenikir yang dalam bahasa sunda nya di sebut Randa Midang itu telah lunglai dengan selamat karena angin gelebug.

Saya mengenal kenikir sejak dulu walau pun bukan dari jaman nabi Nuh lagi lalayaran. Dulu almarhumah Ibu saya kerap menjadikan tumbuhan yang berasal dari Amerika Latin itu sebagai urapan atau lalapan. Rasa dan aroma nya yang khas adalah salah satu daya tarik yang selalu membuat kenikir di rindukan.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tumbuhan yang bernama Latin Cosmos Caudatus itu mempunyai banyak khasiat bagi tubuh kita. Selain sebagai pelancar sirkulasi darah dan anti infeksi, kenikir terbukti mempunyai zat antioksidan tinggi yang dapat menangkal penyakit kanker.

Biasanya saya menjadikan kenikir sebagai lalapan rebus bersanding dengan sambal. Tapi kali ini, urap adalah olahan yang saya pilih. Cara membuatnya sangat mudah, yang malesin nya cuma proses memarut kelapanya haha. Satu hal, saya suka

gak habis pikir dengan orang yang membubuhi urap dengan penyedap/vetsin. Mereka seakan kurang percaya dengan kegurihan kelapa parut dan terasi dari bumbu urap tersebut. Hasilnya bukannya enak malah jadi enek ora karuan.

Bahan :
Kenikir, siangi, cuci bersih, rebus sebentar.
Tauge, cuci, rebus.
Kelapa parut
Air jeruk purut atau irisan daun jeruk buat intermezzo hihi

Bumbu :
Cabai merah
Cabai rawit domba
Bawang putih
Kencur
Terasi
Asam jawa
Garam
Gula merah

Cara membuat :
Haluskan bumbu, campur dengan parutan kelapa. Kukus sebentar agar tidak cepat basi. Campurkan dengan sayuran.

posted from Bloggeroid

Monday, 14 March 2016

RENDANG

Rendang. Lauk makan yang satu ini adalah salah satu mahakarya kuliner yang berasal dari Sumatera Barat dengan rasa paling banyak diterima oleh lidah suku suku lainnya. Beberapa kali mencoba membuat olahan eksotis ini hanya berakhir dengan memakai bumbu instan. Rasanya kurang emejing karena sebanding dengan bahan dan waktu pembuatannya. Sampai hari kemarin rendang masih menjadi sebuah misteri kuali. Tapi kemisteriusannya ternyata bisa berakhir juga.

Internet adalah salah satu wahana yang sangat baik hati dan tidak sombong kepada orang tuna masak memasak seperti saya. Saya sangat beruntung sekali bisa mengenal banyak hal dari internet. Saya juga sangat berterima kasih kepada orang orang yang mau berbagi resep di blog, grup, medsos ataupun forum. Merekalah yang telah menumbuhkan semangat masak memasak saya dengan caranya sendiri.

Rendang yang saya buat ini nyontek di blog dapur solia yang memakai resep milik uni Dewi Anwar. Rasanya pas banget. Waktu pembuatannya yang lama dengan bahan berkualitas dan segar sangat mempengaruhi rasa dari masakan ini.

Kebetulan tanaman kunyit, serai, dan jeruk purut yang tumbuh di pekarangan tengah subur suburnya, alhasil deun daun nya nyemplung semua di kuali.

Membuat rendang itu cangkeul, apalagi bila semuanya dimasak secara konvensional. Dari ngejar ngejar sapinya yang lari tunggang langgang, ngambil kelapa tua di pohon kelapa tanpa bantuan monyet, memarut kelapa yang merupakan pekerjaan paling malesin sedunia, membuat serundeng tanpa gosong, menjaga santan tidak pecah, merendos cabai keriting yang alotnya bukan kepalang belum di tambah bumbu lainnya. Ihihi lebaaay. Terakhir adalah mengeringkan rendangnya sampai mengeluarkan minyak yang memakan waktu berjam jam. Tapi apa yang dikatakan banyak abegeh benar adanya bahwa semua akan.Indah pada waktunya. Sing suuuiiitt.

Hayuk siapa yang mau nyoba bikin randang nan lemak nian. Jangan patah arang dulu ya, lebaran masih lama, masih ada waktu buat praktek bikin rendang sendiri untuk jamuan lebaran nanti.

Seperti biasa, 1/2 resep cukuplah untuk trial bisi error.


Bahan :
500 kg Daging sapi tanpa lemak, potong sesuai selera. Kalo saya mah suka tipis tipis aja, biar bumbu meresap lebih heboh.
1 1/2 butir kelapa tua di parut. sisihin sedikit untuk membuat serundeng. Peras dengan air hangat untuk dibuat santan kental sebanyak 900 cc.

Bumbu A :
10 siung bawang merah
6 siung bawang putih
3 cm jahe
50 gr cabai keriting merah, bila suka pedas tambahkan cabai rawit domba.
1/2 sdt merica

Bumbu B :
2 cm lengkuas geprek
1 batang serai
2 buah bunga pekak
3 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
1 lembar daun kunyit sobek sobek

Bumbu C :
1 sdm serundeng kelapa yang di giling halus
1/2 sdm Hati sapi rebus, giling halus
1 sdt air asam
Garam dan gula secukupnya

Cara membuat :
Ungkep daging dengan bumbu A, beri air sedikit. Masak hingga air kering, gunakan api kecil.

Tuang santan, masukan bumbu B, aduk dengan gerakan menimba hingga memdidih, jaga supaya santan jangan pecah.

Kecilkan api, masak hingga santan mengeluarkan minyak yang berwarna kuning bagai mentega leleh.

Masukan bumbu C termasuk garam dan gula, cicipi.

Masak terus sambil diaduk sekali kali. Kira kira 30 menitan.

Rendang yang saya buat ini minus panci presto andalan. Jadi agak lama, sekitar 3 jam an memasaknya.


posted from Bloggeroid

Friday, 11 March 2016

AYAM RAWIT COBEK


Dulu kalo lewat Cihampelas, suka mampir ke ayam cobek Langganan. Ayam cobek nya enak, tahu goreng tepungnya juga. Beberapa tahun belakangan ayam cobek memang sedang ramai di suguhkan oleh beberapa tempat makan. Ayam cobek adalah ayam yang di bakar atau di goreng disajikan di atas cobek tanah liat bersama sambal dan ikan asin yang di goreng kering.

Sambal yang disajikan bersama ayam ini biasanya adalah sambal terasi. Ayam cobek versi.saya, sambalnya adalah sambal cabai rawit hijau yang dihaluskan bersama bawang putih, bawang merah dan garam. Lalu di banjur minyak panas. Mirip mirip.sambal goang gitulah. Sedangkan ayamnya diungkep lalu di goreng dulu. Sajikan di atas cobek batu atau pun tanah liat. Jangan disajikan di cobek tetangga, Walaupun cobek tetangga lebih hitam dari cobek milik kita hihi.

posted from Bloggeroid

Sunday, 6 March 2016

NASI UDUK


Hari minggu gak kemana mana, hanya meratapi gundukan baju yang setara dengan gunung Tangkuban Perahu. Staring at the sun, panas ngagebret di luar. Jemuran kering bersamaan, membuat gunung Tangkuban berubah jadi Gunung Ceremai.

Sebelum menjadi Iron Lady dan berbattle ria dengan pasukan Ceremai. Masak heula, yang gampang gampang aja. Nasi Uduk... Kya... Kya...

Nasi Uduk adalah nasi yang berasa gurih karena diolah bersama santan kelapa. Nasi Uduk yang endang mah punyanya Ceu Empat, di Kalipah Apo. Berharap bisa jadi Ceu Lima, saya pun akhirnya membuat nasi uduk untuk menu makan siang hari ini.

Bersama orek tempe, telur dadar, mie goreng baso, sambal, lalap dan emping, nasi uduk menjadi satu kesatuan yang utuh, Bhineka Tunggal Sayah hahah. Oh iya abon nya ketinggalan, taburan abon akan menambah rasa gurih nasi ini.

Yuuk Mari.

posted from Bloggeroid

Saturday, 5 March 2016

ROTI SISIR

Sisir alias bedog cinta adalah barang keramat bagi sebagian orang. Karena dengan sisir, rambut yang tadinya acak acakan menjadi lebih Indah untuk di pandang. Di dunia kuliner kita mengenal roti sisir yaitu roti yang bentuknya menyerupai sisir, tapi bukan serupa sisir kerep ya.

Roti sisir yang saya buat terinspirasi dari roti sisir Kartika Sari yang kemarin di beli. Dengan bahan

seadanya, roti sisir saya boro boro mirip punyanya Kartika Sari. Bentuknya gak beraturan. Mungkin bisa dikatakan bahwa roti ini adalah roti sisir versi Pablo Picasso.

Ya sudahlah, inilah resepnya.

Bahan :
250 gr terigu protein tinggi
7 gr ragi Instan
40 gr gula pasir
25 gr susu bubuk
2 buah kuning telur
125 ml air dingin
45 gr mentega (saya pakai margarin)
1/2 sdt garam
Susu Evavorated untuk olesan (saya pakai susu UHT)

Bahan filling :
25 gr margarin
25 gr butter
25 gr gula
15 ml Susu Kental Manis putih

Campur semua bahan, kocok hingga ringan.

Cara membuat roti :
Campur bahan kering, aduk. Masukan telur dan air, uleni. Masukan mentega dan garam, uleni sampai kalis elastis. Istirahatkan 30 menit dengan di tutup lap sampai mengembang. Kempiskan, timbang 50 gr an, bulatkan, taruh di loyang. Istirahatkan 10 menit. Pipihkan adonan, bentuk oval panjang, olesi dengan filling, tumpuk atau tempelkan dengan adonan lainnya sampai loyang penuh. Diamkan 60 sampai 90 menit sampai mengembang. Olesi permukaan dengan susu, panggang hingga matang.

posted from Bloggeroid

Tuesday, 1 March 2016

SIRUP MARKISA

Dapet hasil panenan markisa lagi dari kebun si uwak. FYI markisa adalah buah yang dapat menurunkan berat badan karena salah satu manfaatnya adalah memperlancar metabolisme tubuh. Selain itu banyak juga manfaat lainnya dari buah yang rasanya sangat asam itu seperti obat asma, mengandung antioksidan yang tinggi sehingga dapat menghantam zat radikal bebas, menyehatkan mata, pencernaan, memperlancar sirkulasi darah dan memperkuat daya tahan tubuh.

Biasanya saya kerap membeli sirup markisa yang judulnya black label, rasanya manis. Kebayang kan gula nya berapa ton haha. Kali ini bikin sirup markisa sendiri aja deh, mudah kok.

Bahan :
1/2 kg markisa, potong dua bagian, Ambil isinya.
1/2 kg gula pasir
2 gelas air

Cara membuatnya :
Dudihkan air Satu gelas dengan gula. Blender markisa dengan tambahan satu gelas air, saring. Masukan jus markisa ke dalam air gula. Masak sampai mengental. Dinginkan, masukan dalam botol.
Dapat digunakan dengan tambahan air dingin dan es batu sesuai selera.

posted from Bloggeroid

KUE SUS

Sudah berapa tahun ya gak makan Soes Merdeka? Ah entahlah, karena memang gak terlalu hobi juga sih sama makanan yang dalam bahasa perancis nya di sebut choux ini.

Nah, kemarin ini kebetulan beli kue sus di lapak jajan pasar depan salah satu swalayan. Dari situ jadi tertarik membuat kue sus sendiri.

Resep yang saya pakai adalah resep kue sus jepang nya mbak Hesty. Hasilnya memuaskan banget, mengembang dengan sempurna. Saya membuat setengah resep, yang menghasilkan satu lusin kue sus ukuran sedang.

Bahan :
125 ml air
75 gr margarin
75 gr tepung terigu protein sedang
1/4 sdt garam
2 butir telur

Filling :
300 ml susu cair (100 ml skm ditambah air sampai menghasilkan 300 ml)
1 kuning telur
15 gr maizena
10 gr terigu
2 sdt gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt vanili
1/2 sdm butter

Cara membuatnya :
Masak air, margarin dan garam sampai mendidih, masukan terigu sambil di aduk sampai kalis, biarkan agak dingin. Masukan telur, kocok sampai tercampur rata. Masukan ke piping bag, semprotkan di loyang yang telah di oles margarin tipis. Panggang sampai kecoklatan. Jangan membuka oven sebelum matang benar karena adonan akan kempes.

Untuk filling, masak semua bahan kecuali butter. Aduk sampai meletup letup, masukan butter, aduk rata. Angkat.

Setelah kue sus matang, robek bagian tengahnya memakai pisau. Semprotkan filling yang telah di masukan k

e plastik segitiga ke dalamnya.

posted from Bloggeroid

Saturday, 27 February 2016

ES CINGCAU


Dulu waktu kecil saya suka dibohongin sama simbah saya, katanya jangan beli cingcau di si mamang itu, bikin nya pake celana. Yaeyalah make celana, kalo gak pake celana baru bahaya :p. Maksudnya nyaring cingcau nya beralaskan celana haha. Jaman dulu, simbah sudah memperkenalkan berita hoax.

Cingcau adalah tumbuhan yang mudah di tanam. Pohon cingcau di Rumah saya berasal dari area pekuburan dimana simbah saya di makamkan. Yang punya inisiatif sih si uwak, tapi tertinggal di rumah. Walhasil di tanam saja di halaman. Pohon cingcau ini berdaun lebat yang membuat si mamang tukang cingcau mantengin keberadaannya. Teu kaop daun na ngarempuyuk, si mamang langsung minta. Dasar tukang jualan, cap nuhun wungkul tanpa ada timbal balik segelas dua gelas mah. Teu ketang Mang, rido sayah mah, Rido Rhoma hihiw.

Sekarang mah tiada kesempatan buat si mamang untuk minta. Soalnya bisa bikin sendiri. Hampir tiap hari ngarambet daun cingcau yang penuh manfaat itu. Disamping sebagai obat panas dalam, cingcau juga di kenal sebagai obat penyakit yang berkaitan dengan pencernaan.

Cara membuatnya sangat mudah, daun cingcau di cuci bersih, lalu di sobek sobek. Setelah itu tuang air matang suam suam kuku, di kira kira aja. Lalu remas remas sampai mengeluarkan lendir, saring. Inget pake celana ya haha. Diamkan di lemari es sampai membeku. Nikmati dengan simple sirup atau sirup tjampolay pisang susu ditambah santan dan es batu.

Biarkan si mamang tukang cingcau gandeng dengan kliningannya. Cingcau bikinan sendiri lebih enak.di telen nya, tanpa ada praduga yang tidak tidak.

posted from Bloggeroid

Thursday, 25 February 2016

MARTABAK BLACK SWEET

Beberapa hari lalu si uwak datang kerumah dan bercerita tentang makanan yang lagi happening di Soreang, yaitu martabak black sweet alias hitam manis yang mana bukan hideung leustreung kayak lutung kasarung #eh.

Martabak ini sebenarnya sudah lama malang melintang di dunia perkulineran kota Bandung. Dulu sempat mencicipi ramuannya martabak Mr. Black yang fenomenal itu, dan rasanya enak walau gak bikin ketagihan karena saya bukanlah penikmat martabak sejati.

Pagi ini si hitam manis jadi menu sarapan pagi. Makan satu potong saja sudah kenyang alang kepalang, entah berapa kalori yang tertimbun di dalamnya.

Bahan :
65 gr tepung terigu protein tinggi
65 gr tepung ketan hitam
5 gr ragi instan
75 gr gula pasir
200 ml santan hangat (saya memakai santan instan 65 ml ditambah air sampai 200 ml)
2 butir telur ayam
1/4 sdt soda kue

Cara membuatnya :
Masukan ragi instan ke dalam santan hangat, diamkan hingga berbuih.
Campur kedua tepung dan gula, buat lubang di tengahnya lalu masukan telur, aduk hingga rata. Masukan santan yang telah bercampur ragi tadi, aduk sampai rata. tambahkan soda kue, aduk rata lagi. Istirahatkan 50 menit.

Panaskan Teflon, tuang adonan dengan mengaduknya terlebih dahulu. Tunggu sampai berlubang lubang, beri taburan gula pasir. Tutup hingga matang. Angkat, beri toping sesuai selera.


posted from Bloggeroid

Wednesday, 24 February 2016

AYAM KENTANG PEDAS

Bila pergi ke warung si abah, saya sering bingung karena melihat bahan bahan masakan yang itu itu saja. Apalagi jenis bahan masakan hewani. Seputar daging ayam dan daging sapi. Ikan ikanan aja yang mainstream gak ada, apalagi daging badak, pasti langsung kena tilang wwf.

Tapi gapapa, bahannya itu itu aja asal mengolah nya beda beda, pasti gak bakalan bosen menyantapnya (mungkin hihi).

Nah, kali ini saya akan mengolah daging ayam menjadi olahan masakan yang berasa pedas. Membuatnya mudah sekali dan tidak memakan waktu yang banyak. Biasanya saya membuat olahan ini, daging yang dipergunakan adalah daging sapi. Tapi menggunakan daging ayam pun gak kalah enaknya kok.

Bahan :
Setengah bagian fillet dada ayam giling, sangrai hingga agak kering.
1 buah kentang ukuran besar, iris tipis, goreng.
1 buah bawang Bombay ukuran kecil, iris tipis.
1 sdm minyak wijen
1 sdm saus tiram
Kecap sesuai selera
1 sdm margarin untuk menumis

Bumbu halus :
3 siung bawang putih
10 buah cabai rawit domba
1/2 sdt merica bubuk
1/4 sdt pala bubuk
Garam secukupnya

Penyedap bila suka.

Cara membuatnya :
Panaskan margarin, tumis bawang Bombay hingga layu, masukan bumbu halus, masak hingga harum.

Masukan ayam dan kentang. Tuang saus tiram, minyak wijen dan kecap. Aduk sampai.bercampur rata. Angkat.

posted from Bloggeroid

Thursday, 18 February 2016

IKAN GORENG THAI CURRY


Baru beberapa minggu ini, lapak penjual ikan langganan saya menyediakan Ikan tenggiri dalam daftar jualannya. Biasanya bila saya membutuhkan ikan Tenggiri, saya harus mengunjungi pasar yang lokasinya agak jauh dari rumah atau pun ke supermarket. Harga ikan Tenggiri di supermarket dengan di Pasar selisih harganya lumayan kenceng yaitu, 14 ribu rupiah. Jadi waktu tau si mamang yang berjualan dengan ibu mertuanya itu menyediakan ikan tenggiri, saya pun langsung tancap gas, belok kiri jalan terus.

Buka buka buku resep jadul, saya tertarik dengan sebuah olahan yang berasal dari Thailand. Masakan Thailand identik dengan daun ketumbar. Tapi walau yang ada cuma daun pintu sama daun telinga, tidak membuat saya gentar.

Bahan :
500 gr Ikan Tenggiri, potong potong, lumuri jeruk nipis, diamkan 10 menit, cuci kembali, lalu goreng kering.
1 sdm minyak goreng, disarankan yang tak jenuh.
1 sdt kunyit parut
1/2 sdt terasi
1 sdt ketumbar halus
1/4 sdt jinten halus
1 sdt bawang putih halus
2 lembar daun jeruk purut
Garam, merica, air jeruk nipis secukupnya
2 pohon daun ketumbar di cincang, saya tidak pakai
Cabai rawit utuh sesuai selera
50 ml air

Cara membuatnya :
Panaskan minyak, tumis semua bumbu sampai harum.
Masukan merica, garam, air jeruk nipis, cabai rawit, daun ketumbar. Beri air. Masukan ikan goreng. Tidak hanya di goreng, ikan yang di panggang juga enak di bumbui Thai curry ini.

posted from Bloggeroid

Friday, 5 February 2016

PERKEDEL PINDANG TONGKOL

Suatu kali saya pernah melewati tempat dimana perkedel bondon yang termasyur se Bandung Raya beroperasi. Saya terkagum kagum dengan tumpukan kentang yang membuncit di atas drum yang berukuran super besar. Terlihat beberapa orang tengah mengupas kentang kentang itu yang entah kapan selesainya. Gak kepikiran aja gimana ngebuatnya. Kayaknya orang yang mengadoni perkedelnya punya otot setebal Hercules, anak tirinya Hera.

Perkedel adalah lauk makan yang relatif mudah di buatnya. Walau terkadang ada hal hal yang bisa menggagal kan hasil akhirnya. Bisa karena telurnya, kentangnya, bumbunya bahkan campuran isinya.
Perkedel kentang paling enak bila di santap hangat. Di samping yang original, perkedel kentang dapat di variasikan dengan berbagai macam campuran. Ibu mertua saya kadang mencampur perkedel kentang dengan kornet, daging giling atau pun suwiran daging rendang sisa masak hari hari sebelumnya.

Kali ini saya mencoba untuk mencampur perkedel kentang dengan suwiran pindang tongkol yang di sangrai sebentar. Dan hasilnya enak juga.

Bahan :
3 buah kentang ukuran sedang, kupas, cuci, potong dan goreng.
2 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1/2 sdt merica bubuk
Kaldu bubuk secukupnya
Garam secukupnya
1 batang seledri di iris tipis
3 iris pindang tongkol, suwir, sangrai sebentar, lebih enak di bubuhi air jeruk purut terlebih dahulu.
1 butir telur ayam, pisah kuning dan putihnya.
Minyak goreng

Cara membuat :
Haluskan bawang putih, bawang merah, merica, dan garam. Tumbuk kentang di atasnya, bubuhi kaldu bubuk dan irisan seledri, aduk rata. Beri kuning telur, aduk rata. Bentuk bulat pipih, celupkan di putih telur Goreng di minyak panas sampai kuning kecoklatan.

posted from Bloggeroid

Saturday, 30 January 2016

MANGUT IKAN TENGGIRI

Sepuluh tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Ibu kota Jawa Tengah, Semarang. Kala itu dengan hati riang saya tapaki jalanan yang masih lengang untuk kemudian merinding disko di tempat yang agak horor yaitu Lawang Sewu, diteruskan dengan makan es campur di Pasar Johar, lalu berkeliling di kota tua, untuk kemudian nongkrong sejenak di Stasiun KA dan diakhiri dengan membeli oleh oleh yang entah dimana. Semua itu diselingi dengan kepala pusing tujuh keliling karena misorientasi puter puter di tempat yang sama dengan heroiknya.

Semarang kaya akan kuliner khasnya, diantaranya adalah lumpia, wingko babat, tahu gimbal, tahu baso, bandeng presto, sampai roti yang namanya aneh yaitu roti ganjel rel. Selain makanan yang saya sebutkan diatas, Semarang juga terkenal dengan sebuah olahan teman makan nasi yaitu Mangut Ndas Manyung alias Kepala ikan Manyung yang di bumbu mangut. Ikan Manyung yang digunakan adalah ikan Manyung yang telah di asap dahulu. Seperti yang kita ketahui bahwa ikan Manyung adalah ikan yang biasanya di olah menjadi Asin Jambal Roti. Saya sendiri belum pernah mencicipi mangut ikan Manyung ini. Kemarin tertarik membuatnya karena request pak suami yang belum lama ini melihat proses pengolahannya di acara Jejak si Gundul. Penampakannya yang menggairahkan dengan menggunakan cabai rawit satu ton haha membuat keinginan untuk menyantap mangut semakin berkobar kobar.

Nah, berhubung di Pasar gak ada ikan Manyung, digantilah dengan ikan Tenggiri. Saya pilih tenggiri karena mempunyai daging yang lembut dengan rasa yang menurut saya paling enak lah diantara ikan laut lainnya.

Bumbu mangut sangatlah sederhana, gak perlu banyak usaha untuk membuat sebuah menu mangut. Mangut lainnya yang terkemal adalah mangut lele.

Bahan :
500 gr ikan Tenggiri, bersihkan, beri air jeruk nipis, diamkan 10 menit, cuci kembali lalu goreng kering
1500 ml santan
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 cm lengkuas, geprek
1 buah tomat merah/hijau
2 buah cabe hijau, iris serong
Garam secukupnya
Penyedap (optional)

Bumbu halus :
50 gr cabe rawit atau.sesuai selera
5 siung bawang merah
5 siung bawang putih
3 butir kemiri
1 cm kunyit
1 cm kencur

Cara membuatnya :
Tumis bumbu halus, daun salam, lemgkuas dan daun jeruk sampai wangi, masukan ikan, aduk rata, masukan santan, beri garam, tes rasa. Masukan tomat dan cabe hijau, adu rata sampai mendidih. Angkat.

posted from Bloggeroid

Friday, 29 January 2016

TUMIS KEMBANG BAWANG TAHU

Waktu makan ke Rumah makan Bugel, ada satu menu yang sangat familiar yaitu tumis kembang bawang tahu. Biasanya saya memperlakukan tahunya dengan di potong potong. Tapi di Bugel, tahunya di remuk remuk asal, dan hal itu sukses membuat liur ini meleleh dengan sempurna.

Bahan :
1 ikat kembang bawang, potong kecil
3 buah tahu ukuran besar, di remas asal
3 siung bawang putih, iris
4 siung bawang merah, iris
2 buah cabe merah besar, iris serong.
Garam dan gula secukupnya
Penyedap bila suka
Minyak goreng untuk menumis

Cara membuatnya :
Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah sampai harum. Masukan tahu dan kembang bawang, garam, gula, penyedap, aduk rata. Angkat dan sajikan.

posted from Bloggeroid

KUE APEM

Sebentuk kue apem selalu mengingatkan saya kepada almarhumah simbah. Karena dulu simbah selalu membuat kue ini bersama kolak, dan ketan, saat sepuluh hari menjelang bulan ramadhan yang kerap di sebut dengan ruwahan. Ruwah merupakan bulan ke 8 dalam kalender Jawa, yang bebarengan dengan bulan sya'ban di tahun Hijriah. Ruwahan adalah tradisi mengenang para leluhur yang telah dilakukan secara turun temurun. Simbah adalah seorang pribadi jawa yang masih memegang teguh tradisi tersebut dengan melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan ruwahan.
Ruwahan sendiri sebenarnya adalah tradisi Hindu yang masih di pertahankan oleh para wali penyebar agama Islam di daerah jawa, karena kandungan nilai nilai luhurnya, hanya saja dibedakan niatnya.

Mengenga adalah salah satu hal yang simbah lakukan ketika ruwahan tiba. Mengenga adalah mengantar makanan untuk sanak keluarga dalam rangka saling mendoakan, mempererat silahturahmi dan saling memafkan. Makanan yang di hantar biasanya adalah kolak, ketan dan kue apem. Ketiga makanan itu di buat karena ada makna yang tersembunyi di dalamnya. Ketan yang lengket menandakan bahwa ada keinginan untuk mempererat tali silahturahmi. Kolak yang bersantan dan terasa manis, simbol dari keinginan untuk hubungan persaudaraan yang lebih manis, kental dan dewasa menuju sebuah keberkahan. Sedangkan kue apem adalah simbol untuk saling memaafkan.

Apem yang simbah buat adalah apem yang terenak seantero jagat raya. Dibakar diatas arang dengan cetakan klasik yang memiliki kaki. Apem yang bagian bawahnya gosong adalah favorit saya, karena rasa pahitnya selalu mengingatkan akan pahitnya kehidupan, cieh.

Bahan :
138 gr Tepung beras
50 gr tape singkong, haluskan
1/2 sdt ragi instan
50 gr gula merah halus
1 sdm gula pasir
75 ml air kelapa, saya pakai air biasa
125 ml santan kental
1/8 sdt garam

Cara membuat :
Campur tape dengan gula dan ragi, remas remas sampai gula larut.
Tambahkan tepung beras, aduk. Tuang air sedikit demi sedikit, uleni dengan tangan selama 15 menit. Masukan garam dan santan sambil di uleni. Diamkan adonan selama 1 jam hingga mengembang.
Panaskan cetakan, oleskan minyak, tuang adonan, tunggu hingga berlubang, tutup. Balikan kue, bakar sebentar, lalu angkat.




posted from Bloggeroid