Thursday, 24 November 2016

BEEF YAKINIKU DAN POPCORN CHICKEN


Dari Uesugi Kenshin sampai Kenshin Himura, dari kimono sampai hakama, dari tabi sampai geta, dari bunga sakura sampai gunung fujiyama dan dari teriyaki sampai yakiniku. Itulah beberapa hal yang sering nyangkut di pikiran ini bila membaca deretan huruf membentuk kata Jepang. Haik.

Teriyaki dan yakiniku, dua masakan terkenal dari negara matahari terbit itulah kini dengan leluasa telah masuk ke dapur-dapur rumah tangga Indonesia dengan penyesuaian bahan dan bumbu tentu saja. Namun baru kali ini saya membuat Beef Yakiniku, ini pun yang ala-ala, karena dagingnya boro-boro dibakar tapi cuma di tumis, semirip bulgogi jadinya. Di buat karena terinspirasi dari salah satu menu resto Jepang yang semakin hari harganya semakin mengkhawatirkan. Dengan memasak sendiri modalnya bisa semepet mungkin. Mengandalkan daging sapi 20 ribu, bawang bombay 2 ribu, serta paprika 8 ribu, dan bumbu lainnya, dapat menghasilkan beef yakiniku untuk di konsumsi oleh 5 orang. Selain beef yakiniku, chicken teriyakinya pun tak ketinggalan. Saya lebih menyukai bumbu teriyaki karena bercitarasa manis. Menu ini paling yahud bila ditemani salad wortel dan kubis, lengkap dengan mayones dan sambal botolnya.

Nah, sebagai pemdampingnya, saya membuat popcorn chicken ala bapak colonel Sanders. Tapi ala-ala juga karena potongan ayamnya kurang kecil. Memasak dua menu ini cukup mudah namun perlu persiapan yang agak lama, mengingat daging sapi dan ayamnya harus di marinade dulu.

posted from Bloggeroid

Monday, 21 November 2016

NASI JINGGO DAN SATE LEMBAT

Bila berhadapan dengan masakan Bali terkadang jadi ingat kepada seorang teman yang berasal dari Bali dengan nama yang khas sekali yaitu Made gak pake in Bali heuheu. Walaupun badannya tinggi badag, wajah menyeramkan, tapi dia ini mau aja di kerjain sama kita-kita yang imut-imut bin amit-amit. Rambutnya yang panjang, hitam, legam, lurus bagaikan model iklan shampo anti ketombe, kutu, dan kecoa itu pernah menjadi bulan-bulanan kapster gagal ujian. Dulu gak kepikiran aja buat ngewawancarai dia tentang kuliner khas negaranya. Tapi lebih baik enggak sih, soalnya kata favoritnya adalah "bangke" niiitt sensor. Kan berabe kalo nanya makanan dijawab dengan kata keramatnya itu. Ah ya sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, aih.

Kemarin ini menyempatkan diri masuk ke sebuah tempat makan yang katanya salah satu ownernya adalah mantan Istri nya vokalis Noah, siapa eta namanyah, yah eta weh lah. Tempatnya enak, makanannya yummy, minumannya yahud, toiletnya bersih dan free WiFi nya kenceng.
Ada beberapa menu masakan Bali yang tersedia disana salah satunya adalah sate lilit. Satu porsi sate lilit berisi 7 tusuk. Gak kenyang? So pasti. Nah, pucuk dicinta nasi ulam tiba. Obral gramedia kemarin beli buku masakan Bali. So, hari ini saatnya menikmati masakan Bali.

Kali ini Nasi Jinggo adalah sasarannya. Nasi Jinggo adalah nasi khas Bali yang biasanya di bungkus dengan daun pisang. Di dalamnya berisi nasi putih, ayam sisit, kering tempe, serundeng dan sambal sero. Namun, kali ini saya sedikit mbalelo, nasi putih saya ganti dengan nasi merah, serundengnya dijadikan topping jukut urab, sambalnya ditambah dengan sambal matah sedangkan sate lembat dijadikan lauk pilihan lainnya. Sate lembat adalah sate yang dibuat dari daging yang ditumbuk halus lalu dicampur dengan kelapa parut dan bumbu. Saya menggunakan daging ayam, namun sebenarnya dapat diolah dari daging apa saja. Biasanya sate ini digunakan untuk upacara keagamaan dan adat. Namun olahan sate ini kini dapat ditemukan di tempat-tempat makan khas Bali.

Sedangkan ayam sisit adalah olahan ayam yang bikinnya agak remong karena harus di panggang dulu. Setelah ayam di panggang lalu disuwir. Bumbu yang digunakan adalah bawang merah, bawang putih, cabe merah, kunyit, kemiri, kencur, terasi, gula merah dan garam. Bumbu tadi ditumis, setelah mewangi baru masukan ayamnya, masak hingga matang. Setelah diangkat, beri perasan air jeruk limau dan irisan cabe merah.

Sebagai penambah citarasa pedas, nasi Jinggo harus di dampingi dengan sambal sero. Sambal ini simpel sekali cara membuatnya, bahannya hanya cabe keriting merah, cabe rawit merah, terasi, di tumis sebentar, lalu dihaluskan dengan menambahkan garam dan gula dan di tumis lagi sebentar. Bahan dan cara memasak bolehlah sederhana, namun rasanya tak terkira endesnya.


posted from Bloggeroid

Saturday, 19 November 2016

ROTI COKLAT

Sedang kumat bikin roti, walaupun ada sedikit rasa iba kepada mixer yang harus kerja rodi. Resep yang digunakan ini terasa cocok di banding yang dulu pernah di eksekusi.
Kali ini filling coklat lah yang mendominasi.

Bahan :
200 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr tepung terigu protein sedang
1 sdm susu bubuk
1 sdt ragi instan
1/4 sdt bread improver
60 gr gula pasir
2 buah kuning telur
1/4 sdt garam halus
37,5 gr margarin
150 ml air hangat

1 buah kuning telur dan sedikit susu evavorated untuk olesan.
Karena gak punya susu evavorated saya menggunakan sedikit susu bubuk plain ditambah sedikit air.

Cara membuat :
Siapkan 75 ml air hangat, beri ragi instan dan gula pasir sedikit, aduk, biarkan 15 menit.

Dalam wadah campur terigu, gula, bread improver, susu bubuk, aduk. Masukan kuning telur, aduk. Tuang sisa air dan air ragi, mixer hingga tercampur. Masukan garam dan margarin, mix sampai kalis elastis. Tutup wadah dengan lap lembab, taruh di tempat yang hangat, istirahatkan 30 menit atau sampai mengembang 2 kali lipatnya. Kempiskan, bagi adonan, beri isian, istirahatkan lagi 45 menit. Olesi dengan bahan olesan, panggang sampai matang.



posted from Bloggeroid

Wednesday, 9 November 2016

SAYUR BENING OYONG MISOA

Sayur bening adalah salah satu sayur favorit saya. Rasanya ringan dan menyegarkan. Sayur bening biasanya di olah dari dedaunan, seperti daun bayam, ginseng, pucuk labu, kangkung atau sawi. Bila bosan dengan bermacam dedaunan, mungkin sayur bening yang satu ini dapat menghilangkan kejenuhan.
Sayur bening oyong misoa. Misoa adalah mie yang teksturnya lembut terbuat dari tepung terigu. Di jual dalam keadaan kering. Bila akan dipakai cukup di rendam sebentar dengan air panas.

Sayur bening oyong misoa ini sangat segar apalagi dengan tambahan irisan wortel.

Bumbu yang dipakai hanya bawang merah, bawang putih, garam dan gula. Helaian daun seledri menambah segar sayur bening ini.

posted from Bloggeroid

KUE LAPIS BERAS PANDAN

Di pekarangan terdapat pohon suji bercabang dua yang terlihat agak galau merana. Cabang yang rendah daunnya lumayan banyak sedangkan cabang yang tinggi daunnya terlihat kekuningan. Entah mengapa daun-daun yang seharusnya hijau itu menjadi kuning. Apakah karena sudah tua, terkena banyak sinar matahari atau terpapar asap tukang serabi, atau hanya perlu sedikit di reiki. Yap, tanaman pun perlu di reiki, begitu sabda dari ibu dari seorang teman.

Saya jarang sekali menggunakan daun suji, karena saya jarang membuat kue-kue tradisional berwarna hijau. Namun, hari ini adalah hari dimana daun-daun hijau berdebu itu diberdayakan sebesar-besarnya demi seloyang kue lapis.
Yoi, kue lapis tepung beras yang dulu kerap di buat oleh almarhum simbah. Dulu, kue lapis yang sering dibuat simbah hanya terdiri dari dua lapisan, merah putih atau hijau putih. Kini demi keindahan, saya mencoba membuat dengan beberapa lapisan, walau tidak terlalu banyak juga sih. Yah, segini juga sudah uyuhan lah ya, 6 x 10 menit dengan tambahan waktu 20 menit di akhir cerita.

Bahan :
100 gr tepung sagu, saya pakai tapioka
275 gr tepung beras
250 gr gula pasir
1 sdt garam
1500 ml santan
3 lbr daun pandan
6 lbr daun jeruk purut

Untuk pewarna hijau :
30 lembar daun suji + 5 lembar daun pandan + air sedikit, di blender lalu saring.

Cara membuat :
Olesi loyang ukuran 18 dengan minyak sayur tipis saja, lalu alasi dengan plstik tahan panas. Sisihkan.
Panaskan kukusan, lapisi tutupnya dengan kain.

Masak santan, daun pandan, daun jeruk purut sampai mendidih, dinginkan.

Dalam wadah campur tepung beras, tapioka, gula, dan garam. Tuang santan sedikit demi sedikit sampai tercampur rata. Bagi dua bagian, satu bagian beri pewarna hijau dari daun suji tadi.
Tuang beberapa bagian adonan putih, kukus 10 menit, tuang adonan hijau, kukus sepuluh menit begitu seterusnya. Bila adonan habis, kukus kue 20 menit lagi.

posted from Bloggeroid

Tuesday, 8 November 2016

TAHU TAUCO

Suatu hari pernah di oleh-olehi sebotol tauco oleh seorang kawan yang baru saja mudik dari Sukabumi. Hatur lumayan lah, bisa buat masak ini itu, yang ternyata hanya itu doang sih akhirnya, gak pake ini, karena sang tauco asin pisan. Pake seciprit aja, asin nya sudah menohok lidah yang dominan manis ini. Akhirnya tanpa mengurangi rasa hormat terhadap sang kawan, tauco yang tutup botolnya susah di buka itu berakhir sebagai hiasan kulkas nan kosong glondangan.

Setelah beberapa lama tak sua, akhirnya rindu jua. Di pasar terpampanglah tauco yang di bungkus per-sachet yang dengan sengaja bermain-main di depan mata, ngabibita. Untuk meredam rasa persotoyan, dilayangkanlah pertanyaan kepada Bu Haji Ai sang pemilik lapak tentang tingkat keasinannya. Dan sesuai dengan perkataan Bu Haji, tauco yang saya beli ini asinnya masih bisa di toleransi oleh lidah ini.

Tauco itu pasnya diolah bersama tahu yang berkulit. Entah tahu sumedang, tahu pong, atau tahu-tahu goreng berkulit lainnya yang namanya tidak bisa di sebutkan satu-persatu karena memang gak tahu. Tahu tauco ini paling sip bila berasa pedas. Tak peduli mahalnya harga cengek domba, karena yang dibanyakinnya cabe gendot. Cengek domba mah untuk hiasan sajah lah, sebagai tanda mata dan peringatan bahwa harganya masih ada di 70 ribu rupiah perkilonya.

Memasak tahu tauco itu gak usah banyak mikir, hanya mengiris dan menumis. Menumis bawang merah, bawang putih, cabe gendot yang telah diiris, lalu masukan tauco dan tahu, beri garam, gula dan kaldu bubuk bila suka, di oseng-oseng. Beri irisan tomat dan cengek domba utuhan, angkat. Selesai.

posted from Bloggeroid

Monday, 7 November 2016

CAKE KENTANG KEJU

Harga kentang sampai saat ini masih berada di kisaran 14 sampai 16 ribu perkilo nya, rupanya dia masih betah berlama-lama menyandang harga sedemikian itu. Ya apa boleh dikata, semahal apapun harganya tetap saja dibeli karena kentang memang enak di olah untuk segala jenis makanan.

Selain di pakai dalam pembuatan berbagai macam olahan masakan, kentang dapat pula dipakai sebagai bahan pembuatan roti, donat, ataupun cake. Kentang memberi tekstur lembut pada berbagai macam kue.

Kebetulan di kulkas masih ada satu bar keju cheddar yang masa kadaluarsanya sebentar lagi. Maka saya pun memutuskan untuk membuat cake yang ada unsur keju-kejuan nya. Dan jadilah cake kentang keju yang rasanya gurih, manis, asin campur jadi satu.

Bahan :
160 gr kentang kupas, kukus, haluskan selagi panas
120 gr terigu
110 ml minyak sayur
4 butir telur
100 gr gula pasir
80 gr keju cheddar parut
1 sdt vanili

Cara membuatnya :
Panaskan oven. Olesin loyang dengan margarin dan taburi terigu tiis-tipis.
Kocok telur dan gula hingga pucat. Turunkan kecepatan mixer, masukan vanili dan terigu. Kocok rata. Masukan minyak sayur aduk dengan spatula. Masukan kentang dan keju parut, aduk dengan mixer kecepatan rendah. Tuang ke loyang, taburi keju parut,

oven sampai matang. Bila telah matang, keluarkan dari oven, biarkan agak hangat baru di keluarkan dari loyang.

Selamat mencoba.

posted from Bloggeroid