Saturday, 27 February 2016

ES CINGCAU


Dulu waktu kecil saya suka dibohongin sama simbah saya, katanya jangan beli cingcau di si mamang itu, bikin nya pake celana. Yaeyalah make celana, kalo gak pake celana baru bahaya :p. Maksudnya nyaring cingcau nya beralaskan celana haha. Jaman dulu, simbah sudah memperkenalkan berita hoax.

Cingcau adalah tumbuhan yang mudah di tanam. Pohon cingcau di Rumah saya berasal dari area pekuburan dimana simbah saya di makamkan. Yang punya inisiatif sih si uwak, tapi tertinggal di rumah. Walhasil di tanam saja di halaman. Pohon cingcau ini berdaun lebat yang membuat si mamang tukang cingcau mantengin keberadaannya. Teu kaop daun na ngarempuyuk, si mamang langsung minta. Dasar tukang jualan, cap nuhun wungkul tanpa ada timbal balik segelas dua gelas mah. Teu ketang Mang, rido sayah mah, Rido Rhoma hihiw.

Sekarang mah tiada kesempatan buat si mamang untuk minta. Soalnya bisa bikin sendiri. Hampir tiap hari ngarambet daun cingcau yang penuh manfaat itu. Disamping sebagai obat panas dalam, cingcau juga di kenal sebagai obat penyakit yang berkaitan dengan pencernaan.

Cara membuatnya sangat mudah, daun cingcau di cuci bersih, lalu di sobek sobek. Setelah itu tuang air matang suam suam kuku, di kira kira aja. Lalu remas remas sampai mengeluarkan lendir, saring. Inget pake celana ya haha. Diamkan di lemari es sampai membeku. Nikmati dengan simple sirup atau sirup tjampolay pisang susu ditambah santan dan es batu.

Biarkan si mamang tukang cingcau gandeng dengan kliningannya. Cingcau bikinan sendiri lebih enak.di telen nya, tanpa ada praduga yang tidak tidak.

posted from Bloggeroid

Thursday, 25 February 2016

MARTABAK BLACK SWEET

Beberapa hari lalu si uwak datang kerumah dan bercerita tentang makanan yang lagi happening di Soreang, yaitu martabak black sweet alias hitam manis yang mana bukan hideung leustreung kayak lutung kasarung #eh.

Martabak ini sebenarnya sudah lama malang melintang di dunia perkulineran kota Bandung. Dulu sempat mencicipi ramuannya martabak Mr. Black yang fenomenal itu, dan rasanya enak walau gak bikin ketagihan karena saya bukanlah penikmat martabak sejati.

Pagi ini si hitam manis jadi menu sarapan pagi. Makan satu potong saja sudah kenyang alang kepalang, entah berapa kalori yang tertimbun di dalamnya.

Bahan :
65 gr tepung terigu protein tinggi
65 gr tepung ketan hitam
5 gr ragi instan
75 gr gula pasir
200 ml santan hangat (saya memakai santan instan 65 ml ditambah air sampai 200 ml)
2 butir telur ayam
1/4 sdt soda kue

Cara membuatnya :
Masukan ragi instan ke dalam santan hangat, diamkan hingga berbuih.
Campur kedua tepung dan gula, buat lubang di tengahnya lalu masukan telur, aduk hingga rata. Masukan santan yang telah bercampur ragi tadi, aduk sampai rata. tambahkan soda kue, aduk rata lagi. Istirahatkan 50 menit.

Panaskan Teflon, tuang adonan dengan mengaduknya terlebih dahulu. Tunggu sampai berlubang lubang, beri taburan gula pasir. Tutup hingga matang. Angkat, beri toping sesuai selera.


posted from Bloggeroid

Wednesday, 24 February 2016

AYAM KENTANG PEDAS

Bila pergi ke warung si abah, saya sering bingung karena melihat bahan bahan masakan yang itu itu saja. Apalagi jenis bahan masakan hewani. Seputar daging ayam dan daging sapi. Ikan ikanan aja yang mainstream gak ada, apalagi daging badak, pasti langsung kena tilang wwf.

Tapi gapapa, bahannya itu itu aja asal mengolah nya beda beda, pasti gak bakalan bosen menyantapnya (mungkin hihi).

Nah, kali ini saya akan mengolah daging ayam menjadi olahan masakan yang berasa pedas. Membuatnya mudah sekali dan tidak memakan waktu yang banyak. Biasanya saya membuat olahan ini, daging yang dipergunakan adalah daging sapi. Tapi menggunakan daging ayam pun gak kalah enaknya kok.

Bahan :
Setengah bagian fillet dada ayam giling, sangrai hingga agak kering.
1 buah kentang ukuran besar, iris tipis, goreng.
1 buah bawang Bombay ukuran kecil, iris tipis.
1 sdm minyak wijen
1 sdm saus tiram
Kecap sesuai selera
1 sdm margarin untuk menumis

Bumbu halus :
3 siung bawang putih
10 buah cabai rawit domba
1/2 sdt merica bubuk
1/4 sdt pala bubuk
Garam secukupnya

Penyedap bila suka.

Cara membuatnya :
Panaskan margarin, tumis bawang Bombay hingga layu, masukan bumbu halus, masak hingga harum.

Masukan ayam dan kentang. Tuang saus tiram, minyak wijen dan kecap. Aduk sampai.bercampur rata. Angkat.

posted from Bloggeroid

Thursday, 18 February 2016

IKAN GORENG THAI CURRY


Baru beberapa minggu ini, lapak penjual ikan langganan saya menyediakan Ikan tenggiri dalam daftar jualannya. Biasanya bila saya membutuhkan ikan Tenggiri, saya harus mengunjungi pasar yang lokasinya agak jauh dari rumah atau pun ke supermarket. Harga ikan Tenggiri di supermarket dengan di Pasar selisih harganya lumayan kenceng yaitu, 14 ribu rupiah. Jadi waktu tau si mamang yang berjualan dengan ibu mertuanya itu menyediakan ikan tenggiri, saya pun langsung tancap gas, belok kiri jalan terus.

Buka buka buku resep jadul, saya tertarik dengan sebuah olahan yang berasal dari Thailand. Masakan Thailand identik dengan daun ketumbar. Tapi walau yang ada cuma daun pintu sama daun telinga, tidak membuat saya gentar.

Bahan :
500 gr Ikan Tenggiri, potong potong, lumuri jeruk nipis, diamkan 10 menit, cuci kembali, lalu goreng kering.
1 sdm minyak goreng, disarankan yang tak jenuh.
1 sdt kunyit parut
1/2 sdt terasi
1 sdt ketumbar halus
1/4 sdt jinten halus
1 sdt bawang putih halus
2 lembar daun jeruk purut
Garam, merica, air jeruk nipis secukupnya
2 pohon daun ketumbar di cincang, saya tidak pakai
Cabai rawit utuh sesuai selera
50 ml air

Cara membuatnya :
Panaskan minyak, tumis semua bumbu sampai harum.
Masukan merica, garam, air jeruk nipis, cabai rawit, daun ketumbar. Beri air. Masukan ikan goreng. Tidak hanya di goreng, ikan yang di panggang juga enak di bumbui Thai curry ini.

posted from Bloggeroid

Friday, 5 February 2016

PERKEDEL PINDANG TONGKOL

Suatu kali saya pernah melewati tempat dimana perkedel bondon yang termasyur se Bandung Raya beroperasi. Saya terkagum kagum dengan tumpukan kentang yang membuncit di atas drum yang berukuran super besar. Terlihat beberapa orang tengah mengupas kentang kentang itu yang entah kapan selesainya. Gak kepikiran aja gimana ngebuatnya. Kayaknya orang yang mengadoni perkedelnya punya otot setebal Hercules, anak tirinya Hera.

Perkedel adalah lauk makan yang relatif mudah di buatnya. Walau terkadang ada hal hal yang bisa menggagal kan hasil akhirnya. Bisa karena telurnya, kentangnya, bumbunya bahkan campuran isinya.
Perkedel kentang paling enak bila di santap hangat. Di samping yang original, perkedel kentang dapat di variasikan dengan berbagai macam campuran. Ibu mertua saya kadang mencampur perkedel kentang dengan kornet, daging giling atau pun suwiran daging rendang sisa masak hari hari sebelumnya.

Kali ini saya mencoba untuk mencampur perkedel kentang dengan suwiran pindang tongkol yang di sangrai sebentar. Dan hasilnya enak juga.

Bahan :
3 buah kentang ukuran sedang, kupas, cuci, potong dan goreng.
2 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1/2 sdt merica bubuk
Kaldu bubuk secukupnya
Garam secukupnya
1 batang seledri di iris tipis
3 iris pindang tongkol, suwir, sangrai sebentar, lebih enak di bubuhi air jeruk purut terlebih dahulu.
1 butir telur ayam, pisah kuning dan putihnya.
Minyak goreng

Cara membuat :
Haluskan bawang putih, bawang merah, merica, dan garam. Tumbuk kentang di atasnya, bubuhi kaldu bubuk dan irisan seledri, aduk rata. Beri kuning telur, aduk rata. Bentuk bulat pipih, celupkan di putih telur Goreng di minyak panas sampai kuning kecoklatan.

posted from Bloggeroid