Tuesday, 29 December 2015

RUMAH MAKAN BUGEL PANGALENGAN

Booth jus yang membahana.
Tumis Keciwisnya krenyes krenyes.
Setelah beberapa waktu lalu menjajah daerah banjaran, kini tibalah saya menyusuri jalanan di daerah Pangalengan. Pangalengan adalah sebuah kawasan yang terkenal dengan produk susu sapi segarnya.  Disana terdapat koperasi susu yang sangat terkenal yaitu KPBS. Dari produk susu sapi segarnya ini lah tercipta berbagai olahan makanan kecil, diantaranya permen susu karamel. Permen susu karamel ini di peroleh dengan cara memasak susu dan gula selama berjam jam sampai mengkaramel. Selain itu terdapat pula produk kerupuk susu yang rasanya gurih sekali. Tidak hanya dua camilan itu yang wajib kita cicipi tapi ada juga produk camilan lainnya seperti dodol durian, gadung, keripik kentang, sistik kentang, sistik ubi ungu, dan pia Kawitan. Pia yang satu ini murah banget, satu dus nya yang berisi 20 biji di bandrol dengan harga 10 ribu rupiah saja. Untuk jenis keripik keripikan di bandrol dengan harga 15 sampai 20 ribu rupiah saja.

Sekarang mari kita melirik ke tempat makan yang ada di sepanjang jalan Raya menuju ke kota Pangalengan.
Di sekitar Pangalengan ini ada beberapa tempat makan yang cukup terkenal diantaranya adalah Bugel, Tangek, dan Punthil. Nah, kearena kemarin perut sudah keroncongan dulu ketika baru saja

mengawali perjalanan, maka rumah makan Bugel lah yang menjadi sasaran untuk dinikmati sajiannya.

Bugel berada tidak jauh dari pertigaan Jl. Banjaran Pangalengan, tepatnya di Jl. Raya Pangalengan no. 368, Kamasan. Rumah makan ini bila dilihat dari luar biasa saja, tapi begitu memasuki kedalamannya, kita akan menemukan suasana yang bikin betah untuk berlama lama. Dengan interior yang serba kayu kayuan dan lantai yang selalu bersih membuat kami enggan pergi setelah perut kami kenyang.

Menu yang di sediakan dengan cara prasmanan, makan dulu baru bayar kemudian.Nasi yang di sediakan berupa nasi merah yang di bentuk timbel dan nasi putih hangat yang siap sedia di termos besar. Sedangkan lauknya banyak sekali macamnya diantaranya adalah :
Gepuk, Rendang, Sate babat, ati, ayam goreng serundeng, yam kalasan, yam bakar, ayam asem manis, ayam pepes, telor gulung, telor pindang, telor semur, ikan mas goreng/pindang, sayur asem, gule, soto, tumis tumisan, pencok kacang panjang, karedok leunca dan sambal dadak yang cukup membuat lidah kepanasan ketika menyantapnya. Rasa masakannya saya banget, soalnya agak manis heuheu.

Untuk minumannya tersedia aneka jus dan es teh. Booth jus buahnya keren banget, bergaya


bar yang dibuat dari kayu jati nan kokoh. Buah nya terlihat segar segar dan tempatnya kinclong.

Untuk harga standar saja, kami mengeluarkan 110ribu untuk makan bertiga, sudah termasuk minumannya.
posted from Bloggeroid
Sunday, 27 December 2015

RAJA SUNDA

Sebenarnya sudah agak lama juga sih berkunjung ke tempat makan ini, cuma baru sekarang sempat ngepost in nya di sini.  Kemarin ini Raja Sunda yang saya kunjungi adalah yang terletak di Jl. Trunojoyo.  kami adalah tamu mereka yang pertama, masih sepi.  Di sini kita bisa memilih dimana kita akan menikmati santapan lezat khas Parahyangan itu.  Ada yang berupa meja kursi dan juga ada yang berupa lesehan.  kala itu kami memilih untuk menempati salah satu room lesehan.  Meja besar yang dilengkapi dengan bantal bantal empuk telah menanti kami.  Akuarium besar dengan isi ikan hias warna warni menemani santap siang kami kala itu.  Menu yang di sediakan Raja Sunda sangat beraneka ragam. 



tersedia paket paket dengan menu yang menarik

harganya lumayaaaaan ....

macam macam sambal yang tersedia, saya paling suka sambal dadaknya

gak ada burung, lampu aja yang di kurungin hihi

tahu krispy ini enak banget, krenyes krenyes

dan ini adalah pintu koboynya toilet haha

tempat nasinya kurang gede hahaah
gurame khas tasik

Thursday, 24 December 2015

RISOLES ISI NASI

Ibu dari teman saya gape banget bikin risoles, tapi risoles yang beliau bikin gak diselimutin dengan tepung panir. Rasanya enak banget, apalagi dimakan selagi hangat dengan beberapa buah cabai rawit hijau.
Agak jarang menemukan risoles tanpa selimut tepung panir di pedagang makanan kecil. Padahal risoles gaya begitu gak kalah enaknya dengan yang berpanir.

Untuk sarapan pagi ini, saya

membuat risoles tanpa selimut panir dengan bahan seadanya. Kebetulan ada dua orang teman keponakan yang menginap di rumah. Lumayan bisa dijadiin korban icip icip hihi.
Risoles saya ini dihasilkan dari bahan bahan sisa. Terigu, sisa membuat tepung udang krispy. Tumisan ayam sisa membuat roti isi ayam, dan nasi nya adalah nasi sisa kemarin. Risoles daur ulang.

Untuk kulitnya saya menggunakan 1 butir telur, terigu protein tinggi 2 sdm, terigu protein sedang 4 sdm, garam sejumput, margarin leleh 1 sdm dan air yang di kira kira sehingga menghasilkan adonan yang pas konsistensinya untuk membuat kulit risoles. Panaskan pan anti lengket, tuang 1 sendok sayur adonan, ratakan.

Bahan isinya digunakan percampuran dari nasi, tumisan ayam, dengan dibubuhi minyak wijen, saus teriyaki, saus tiram, kecap inggris, kecap ikan, merica dan garam.

Cara membuatnya yaitu dengan mengambil satu lembar kulit risoles, isi dengan bahan isian, gulung, lalu goreng di minyak panas sampai kecoklatan. Nikmati dengan cabai rawit.

posted from Bloggeroid

Tuesday, 22 December 2015

AYAM KARMILA SABANG


Berawal dari melihat foto foto menu di instagramnya yang membuat liur meleleh kesana kemari, akhirnya kami pun melesat juga ke tempat makan yang terletak di Jl. Sabang ini. Namanya ayam Karmila, yang katanya di olah dengan menggunakan rempah rempah sebanyak lebih dari 35 macam. Sambil mulut kelametan, terbayang lah rasa khas rempah di dalam kepala.

Tempat makan yang di dominasi dengan warna merah itu terdiri dari dua lantai. Lantai dua adalah non smoking area dan ruangan private. Kursi dan meja nya panjang panjang, yang bisa di tempati kira kira 16 orang berhadap hadapan. Susahnya bangku gini tuh, kalo pengen maju mundurin musti banyak kata maaf sama yang lain. Mbak Karmila yang di iklannya sanggup mengerjakan 1000 nasi dus dalam dua jam itu mempunyai menu yang lumayan banyak.

Ayamnya terdiri dari ayam goreng lengkuas, ayam cabai rawit, dan ayam bakar manis di sajikan dengan pilihan nasi putih/merah/pedas atau hainan. Sambelnya banyak macamnya, dari sambal hejo yang berwarna hijau, sambal bawang sampai sambal geledek. Tapi kok ya gak ada yang pedes. Ada pula perkedel jagung Djatiwangi yang dapat di pesan dalam keadaan di goreng atau di bakar. Usus gorengnya terlihat kranci banget, tapi berhubung saya gak suka perususan jadi gak nyoba deh. Ada pula resep nenek Mbak Karmila berupa jengkol. Untuk melengkapi menu makan ayam itu paling enak adalah kol goreng.

Untuk minuman ada es teh manis seharga 5 ribu rupiah dengan isi yang banyak dan masih banyak lagi. Kalo ditanya menu paling memuaskan

dari Ayam Karmila ini tak lain dan tak bukan adalah Es Duren nya. Walaupun duren nya terasa ada yang belum matang tapi gak mempengaruhi rasa es duren itu secara keseluruhan. Worth it lah untuk harga 22,5K.

posted from Bloggeroid

Monday, 21 December 2015

NASI CIKUR

Dulu, ketika pulang dari menghadiri pernikahan Eyie dan Hasan di Tasik, mata saya menangkap beberapa kumpulan huruf di depan sebuah etalase makanan yang nongkrong di pinggir jalan membentuk sebuah kata yang berbunyi Nasi Tutug Oncom. Kala itu saya bertanya tanya dalam hati, bagaimana kah gerangan bentuk nasi tutug Oncom itu? Tapi pertanyaan saya belum juga mendapatkan jawabannya, karena memang gak ada kunci jawaban yang tersedia secara cuma cuma hihi.

Dan baru di tahun 2000 an lah saya akhirnya mencicipi nasi tutug oncom di sebuah tempat makan di kawasan Jl. Cemara Bandung. Nasi yang dimasak bersama sangraian oncom dan bumbu lainnya itu rasanya sangat eksotis. Ditambah dengan beberapa gelintir asin jambal roti yang gurih membuat nasi khas Tasikmalaya ini layak di ganjar dengan bintang 5, da kalau bintang 7 mah puyer sakit kepala heuheu.

Bila tak salah ingat, dulu juga pernah nyicip nasi tutug oncom di Sanggurih, sebuah tempat makan yang berdekatan dengan Pasar Cikurubuk, tapi entah dari piring siapa, yang pasti mah bukan dari piring yang punya restonya hihi.

Selain nasi tutug oncom, ada juga olahan nasi khas Tasik lainnya yaitu nasi cikur. Kalau yang ini mah asli baru tahun ini ngerasainnya, karena kebetulan ada yang jual di komplek sebelah. Ternyata cikur itu gak cuma enak dibikin jamu beras kencur atau campuran bumbu dalam lotek, karedok dan pencok, tapi juga memberikan sensasi wangi dan rasa yang membahana bila dicampur dengan nasi.

Nasi cikur bisa di kombinasikan dengan lauk apa saja. Kali ini saya menyandingkannya dengan ayam bakar rempah. Tapi rempah yang saya gunakan gak seheboh olahan ayamnya mbak Karmila yang katanya lebih dari 35 jenis rempah itu. Saya mah minimalis aja lah rempahnya seputar jintan, merica, cengkeh, bawang putih, kemiri, ketumbar, jahe, kunyit dan serai.

Untuk nasi cikurnya saya menggunakan resep di bawah ini.

Bahan :
2 piring nasi putih
1 ruas jari kencur/cikur
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1/2 ruas jari terasi bakar
6 buah cabai rawit, iris tipis
Garam secukupnya
1 sdm minyak, saya menggunakan minyak samin.

Cara membuatnya :
Haluskan bawang merah, bawang putih, kencur, terasi dan garam.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga wangi, masukan nasi dan irisan cabai rawit, aduk. Angkat dan sajikan.

posted from Bloggeroid

ASEP STRAWBERRY NAGREK

Sebenernya gak niat sih makan disini, tapi berhubung habis mengunjungi kakak yang rumahnya di Rancaekek, maka gak ada salahnya buat nyobain makan di tempat ini.  Dapat rekomendasi dari teman, katanya menu di tempat makan ini lumayan enak.  Dan ternyata yang lebih enak mah suasananya.  Tempatnya bersih, rapih, dan cozy banget. Kalau makanannya sih standar aja, yaa cukup lah gitu.









Dan yang penting mah bisa di poto gaya begini hihi.

SAUNG SAWAH CIWIDEY

Beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi sebuah tempat makan yang bernama Saung Sawah yang berlokasi di Ciwidey.  Saung Sawah adalah sebuah resto boleh dikatakan begitu yang berkonsep alam dan di bawah bimbingan penginapan dan resto Sindang Reret.

Begitu memasuki tempat ini, saya langsung di sambut dengan bunyi musik kecapi suling yang sangat menyejukan hati.  Diantara angin sepoi sepoi, bau tanah basah, dan pemandangan yang sangat indah, saya menikmati menu khas sunda yang terasa syahdu di lidah.



Tumis Teri Pete nya wajib di coba.  Hanya saja sambalnya kurang pedas, jadi kayak ada yang kurang aja gitu.  Tapi bila bukan penyuka pedas sih gak masalah.  Overall, masakannya enak, pokoknya sesuai lah dengan harganya yang cukup menguras kantong tetangga, eh salah.






Sunday, 20 December 2015

SEBLAK MIE BASO

Seblak adalah makanan yang sedang ngehits di Bandung beberapa tahun belakangan ini. Seblak awalnya terbuat dari kerupuk aci yang di rendam air panas atau di rebus dulu sebelum di bumbui. Kini Varian seblak sangat banyak diantaranya adalah seblak mie, ceker, batagor, tulang, siomay, kwetiau, dan lain sebagainya.

Salah satu favorit saya adalah seblak mie. Seblak mie dapat dibuat dari mie basah ataupun kering. Biasanya seblak mie di buat dari mie glosor. Mie glosor adalah varian mie yang tekstur nya seperti kerupuk mie. Warnanya kuning agak bening dan agak langsing. Tapi kali ini saya membuat seblak mie dari mie kering cap dua telor. Rasanya gak kalah dengan mie glosor.

Bahan :
1 bungkus kecil mie cap dua telor, rebus di air mendidih yang di beri sedikit minyak.
4 butir baso kecil iris tipis
2 lembar kol di iris
1 batang daun bawang, iris
5 buah cabai rawit gading atau sesuai selera
2 siung bawang putih
1 ruas jari kencur
Garam secukupnya
Kaldu bubuk (optional)
Minyak goreng

Cara membuatnya :
Haluskan bawang putih, kencur, cabai rawit, garam lalu di tumis sampai harum.
Masukan baso, kol dan daun bawang. Lalu masukan mie nya, aduk rata. Angkat.

posted from Bloggeroid

Wednesday, 16 December 2015

CHICKEN CORDON BLEU

Tiga tahun bolak balik Suis Butcher, ya cuma bolak balik doang, di depan nya hihi. Maklum mahasiwa, mana kuat makan di tempat begituan. Walau mondar mandir 6 hari seminggu, pagi dan sore, tetep aja cuma bisa memandangi sambil bertanya tanya ada apa di dalamnya. Ada sih seorang teman yang katanya sempet makan disana, eh gak mau rugi, pulang pulang dibawalah asbaknya, katanya lumayan buat kenang kenangan. Hei hei siapa diaaaaa hahaha.

Olahan makanan bernama steak memang selalu bikin ngacay. Irisan daging sapi, ayam atau kambing yang di grill secara rare, medium atau welldone itu di bubuhi brown sauce atau mushroom sauce sungguh membuat liur merajalela. Irisan kentang goreng, rebusan buncis dan wortel menyempurnakan semua kenikmatan menyantap masakan khas western ini.

Dulu saya lumayan sering makan steak yang murah meriah di Road Cafe. Tempat itu jarang banget sepinya. Bila makan di sana saya seringnya memesan Chicken Cordon Bleu, salah satu varian steak ayam favorit saya. Chicken Cordon Bleu adalah sebuah olahan makanan yang terbuat dari fillet dada ayam yang di isi dengan lembaran daging asap, keju mozarella atau keju mudah leleh yang di balur tepung panir lalu di goreng dalam minyak panas atau dapat pula di panggang.

Sebagai seorang yang lahir dan tumbuh di Negara bagian ke lima, lidah saya gak terlalu cocok dengan berbagai olahan steak yang berbahan dasar daging sapi. Terakhir makan steaknya Karnivor, gak semangat walaupun gratisan, apalagi kalo di suruh bayar, sudi markudi. Tapi gak tau ya kalo steaknya dari sapi wagyu Jepang, kayaknya sih gak nolak juga kalo dipaksa melahap daging bermotif marmer yang sangat elegan itu. Tapi siapa juga yang mau maksa, Oshin? Hihi.

Naaaah, karena kemarin si mamang tukang ayam dengan enaknya mencemplungkan fillet dada ayam sampai setengah kiloan lebih ke dalam kantong padahal butuhnya cuma sedikit, maka demi menyelamatkan si fillet, dengan sesadar sadarnya akhirnya dibikinlah Chicken Cordon Bleu heuheu. Berhubung gak punya Mozarella dan keju leleh, di pakailah keju lembaran dan potongan keju cheddar. Daging asap saya ganti dengan daging burger.

Bahan :
Fillet dada ayam, iris menjadi dua bagian berbentuk kupu kupu, lumuri jeruk lemon, kecap asin, sejumput garam, bawang putih bubuk, jahe bubuk dan merica. Ukurannya di kira kira aja. Diamkan selama 15 menit.
Adonan pencelup :
1 butir telur Kocok lepas + 1 sdm terigu.

Ambil fillet dada ayam berbentuk kupu kupu, letakkan di talenan. Isi dengan setengah bagian keju lembaran, daging asap/burger, dan irisan keju leleh/mozarella/cheddar, lipat, celupkan ke dalam adonan pencelup, gulingkan di tepung panir, goreng hingga kekuningan.

Saus :
1 buah bawang bombay, iris
4 siung bawang putih, iris
1 sdm saus tiram
6 sdm saus BBQ (saya pakai delmonte)
1 sdm margarin
1 sdt merica bubuk


Cara membuat :
Panaskan margarin, tumis bawang, masukan saus BBQ, saus tiram, dan merica. Masak hingga matang.
Dapat juga ditambahkan saus tomat dan saus sambal botolan, sesuai selera.

Pelengkap :
Kentang goreng.
Buncis dan wortel rebus.

posted from Bloggeroid

Tuesday, 15 December 2015

AYAM GORENG KREMES

Ayam goreng kremes adalah salah satu varian olahan ayam yang di gemari banyak orang. Kremesan renyah yang bersanding dengan ayam goreng nan gurih adalah menu yang pantang untuk di lewatkan.

Membuat kremesan yang enak itu mudah saja, kuncinya terletak pada konsistensi adonan dan cara menggorengnya.
Bahan nya sendiri hanya terdiri dari sisa bumbu ungkepan ayam, kuning telur, tepung tapioka dan air. Adonan yang dihasilkan harus encer. Di goreng dalam minyak panas yang banyak dengan cara mengawurkannya haha apa ya bahasa Indonesia mengawurkan dengan jemari dari jarak kira kira 30 cm an dari wajan. Diamkan sebentar, lalu lipat, setelah kering, angkat.

posted from Bloggeroid

Thursday, 10 December 2015

TOLLO' TUTUK UTAN DUA'KAYU

Toraja mempunyai pola dekoratif yang gak kalah indahnya dengan pola dekoratif yang ada pada batik Jawa. Bila di Jawa ada pola dekoratif banji, parang, kawung, lasem dan lain sebagainya, maka di Toraja pola dekoratif yang paling terkenal adalah Motif Paqsualan sangbua, Paqkollong buqkuq, Paqpollog songkang, dan Paqtangko pattung. Empat pola dekoratif Toraja itu saya ketahui dari buku tema nya Tombak yang termasuk dalam pengajaran kurtilas di sekolahnya :D

Selain pola dekoratifnya yang Indah, olahan makanan dari Toraja juga menarik untuk di coba. Salah satunya adalah Tollo' tutuk utan kayu' dua. Nama yang panjang untuk sebuah olahan makanan. Arti dari judul makanan tadi adalah masakan daun singkong yang ditumbuk. Masakan Toraja itu namanya panjang panjang, dan di dominasi dengan awalan "Tollo" (baca: tollok) yang berarti masakan. Tollo tutuk utan dua kayu ini, rasanya agak mirip botok jawa, karena bumbu yang digunakan nyaris sama. Resep ini saya modifikasi sedikit dengan menambahkan cabai rawit hijau, karena makan tanpa rasa pedas itu bagaikan aku tanpa dirimu, tsaaah.

Bahan :
2 ikat daun singkong, siangi, gunakan pucuk nya saja. Dalam resep daun singkong ini dI tumbuk mentah mentah, tapi versi saya mah di rebus dulu sebentar dengan baking soda agar warna hijaunya terlihat cantik baru di tumbuk.
4 potong pindang tongkol, goreng kering, suwir.
1/4 butir kelapa muda di parut.
Air secukupnya.

Bumbu :
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 cm jahe
1 lembar daun salam
1 cm lengkuas
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
Garam secukupnya
15 buah cabai rawit hijau (optional)

Aslinya bumbu diatas di iris iris tapi versi saya di tumbuk kasar.

Cara membuatnya :
Masukan semua bahan dalam panci, beri air sedikit, rebus hingga matang. Nah, berhubung daun singkong nya sudah di rebus duluan, maka belakangan aja nyemplunginya.

posted from Bloggeroid

Wednesday, 9 December 2015

KENALI JENIS SUSU

Dalam pembuatan kue, kukis atau cake, seringkali kita menemukan susu sebagai salah satu bahannya.

Nah, ada beberapa jenis susu yang beredar di pasaran saat ini. Apa saja kah itu, mari kita telusuri.
1. Susu Bubuk. Susu bubuk adalah Susu yang telah dihilangkan airnya melalui proses dehidrasi. Susu bubuk ada yang sifatnya instan yaitu mudah larut dalam air, Fullcream, dan non fat. Susu bubuk sering kita temukan dalam resep resep kue kering.

2. Susu Kental. Susu jenis ini bila akan diminum, harus dilarutkan dahulu di dalam air. Ada dua jenis susu kental yang Kita kenal yaitu Susu Kental Manis atau yang sering di singkat dengan SKM. Dan Susu Kental Tawar atau Evaporated. Susu Evavorated biasanya ditemukan pada resep roti dan chicken nugget.

3. Susu UHT. Susu ini adalah susu yang telah di sterilkan hingga langsung dapat di minum. Dikemas dalam karton dengan melalui teknologi Ultra Heat Treatment alias UHT, sehingga bisa tahan lama dan bebas dari organisme.

4. Susu Segar. Susu ini sifatnya tidak tahan lama, kerap di sebut demgan julukan susu murni. Demi keamanan, dianjurkan untuk memperhatikan tanggal kadaluarsanya.

5. Susu Kedelai. Susu jenis ini berasal dari biji kedelai. Salah satu resep yang menggunakan susu nabati ini adalah silk pudding.

posted from Bloggeroid

CHOUX CHEESE STICK

Rencananya mau memperbudak pasta engine dengan membuat cheese stick, tapi begitu melihat resep ini dari blognya mba Hesty, saya langsung tertarik untuk mencobanya. Baca bahan dan caranya sih pertamanya oke, tapi begitu liat waktu pemanggangan akhirnya yang sampe 2 jam pake mode warm, langsung bikin kaki kram heuheu. Mode warm dari Hongkong? Orang oven nya oven tangkring, dimana si mode mode an itu ga ada. Yang ada hanya mode perasaan, dan itu perlu banyak latihan.

Tapi gak papa, namanya juga usaha, untuk mendapatkan camilan yang lumayan tahan lama.
Pernah makan model soes kering kayak ginian kalo ga salah produk Kartika Sari atau Prima Rasa ya, lupa. Enak banget pokoknya, krenyes krenyes dengan rasa keju yang tebal, gak kayak punya saya ini yang agak keras kayak batu belah batu bertangkuab haha. Tapi lebih keras lebih baik, soalnya jadi lebih lama ngabisinnya hihi. Selain keras, Choux saya ini juga agak kempes kayak ban motor ketojos paku, gak tau kenapa, entah karena suhunya yang gak cocok atau sering di buka tutup oven nya, gak tau lah ya, males mikirin nya juga.

Bahan :
150 gr margarin
150 gr terigu
5 butir telur
250 ml air
1/2 sdt garam
100 gr keju cheddar

Cara membuatnya :
Masak air, margarin dan garam sampai mendidih. Masukan tepung sekaligus, aduk hingga kalis. Masukan keju parut, aduk rata, biarkan dingin.

Masukan telur satu persatu sambil di kocok pakai mixer sampai rata. Lihat konsistensinya, apabila dirasa telah cukup kekentalannya, dan telurnya masih ada, jangan diteruskan memasukan telurnya. Adonan yang baik adalah apabila di sendok dan di jatuhkan, adonan jatuhnya bergumpal.
Masukan ke kantong setiga, semprot memanjang di loyang yang telah di oles margarin. Panggang sampai kekuningan, selesaikan dulu memanggang semua adonan. Setelah semua terpanggang, masukan kembali ke dalam loyang yang besar, panggang sampai kering banget yang kira kira dua jam itu.



posted from Bloggeroid

Monday, 7 December 2015

OTAK OTAK BANGKA

Teman teman bimbel saya dulu adalah sekumpulan teman yang datang dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Sofia atau kerap kami panggil dengan sebutan Ncop. Ncop ini berasal dari Bangka. Suatu saat ia pernah berkata bahwa pantai di Bangka adalah salah satu pantai dengan pemandangan yang sangat Indah dan wajib di kunjungi.
Tapi sayang sekali, 21 tahun telah berlalu, dan bau garam beserta debur ombak pantai Bangka belum juga menyapa hidung dan telinga saya.
Tapi gak papa, segala sesuatu itu sudah ada waktunya, jadi jangan terlalu merasa merana lah ya, haha.

Selain pantainya, Bangka juga terkenal dengan makanan khasnya. Seorang teman pernah berkata bahwa kemplang Bangka itu lebih enak cocolannya daripada kemplang Palembang, gak tahu juga ya, mungkin itu hanya tentang selera aja. Ngomongin tentang cocolan, Bangka mempunyai salah satu cocolan yang berbeda untuk olahan otak otaknya. Cocolan itu salah satu bahan dasarnya adalah tauco. Tauco adalah hasil dari fermentasi kedelai yang dicampur dengan terigu. Tauco mempunyai bau yang sangat khas dan terasa asin karena proses fermentasinya dilakukan dengan cara direndam di larutan garam. Tauco banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia dengan rasa yang sedikit berbeda. Untuk cocolan otak otak khas Bangka, tauco yang digunakan adalah tauco yang berasa manis.

Bertekad untuk mendapatkan rasa yang berbeda dari olahan otak otak dan cocolannya, saya pun tertarik untuk membuat cocolan khas Bangka ini. Untuk otak otaknya, saya lebih memilih untuk di goreng agar praktis, karena gak enak sama pak Haji kalo minta daun pisang terus. Bahan otak otaknya juga seadanya, ikan tenggiri di campur dengan daging ayam giling, di uleni dengan es batu, santan, putih telur, bawang merah, bawang putih, daun bawang, merica, garam dan gula. Baru di campur tepung tapioka. Bentuk lalu rebus, diamkan sampai mengapung. Angkat lalu goreng.

Nah, untuk cocolannya, begini :

4 buah cabai merah
4 buah cabai rawit
3 siung bawang putih
2 sendok makan
2 sendok makan gula merah
2 sendok makan tauco
1 sendok teh garam
1cangkir air
1 buah jeuk nipis

Cara membuatnya :
Rebus cabai dan bawang putih. Blender dengan bahan lainnya kecuali jeruk nipis. Rebus sampai mengental, angkat. Bubuhi air jeruk nipis.




posted from Bloggeroid

Friday, 4 December 2015

BAKPIA UBI UNGU

Kota Jogja memang selalu membuat rindu. Berjalan diantara hiruk pikuk orang di Malioboro, menikmati Pasar Beringharjo yang bersih dan teratur, nangkring di kantor pos besar, makan nasi kucing di depan kantor gubernuran, menyusuri jalan tepian sungai di Sayidan Gondoman, dan gak lupa ngubek ngubek mirota Batik kepunyaan Om Hamzah yang di fotonya saya kira Tante Titi Dj heuheu.

Bila waktunya kembali ke realita kehidupan tiba, itulah saatnya berburu oleh oleh untuk dibawa serta. Gudeg Wijilan, Gula merah batok, Salak pondoh, Yangko dan Bakpia adalah salah banyak makanan yang dengan susah payah di jejalkan ke dalam tas.

Jaman dulu seringnya beli bakpia pathuk yang bernomer nomer itu, tetapi semenjak ada bakpia Raminten nya Om Hamzah yang booth nya nangkring di depan Mirota, saya jadi lupa dengan si pathuk yang melegenda. Saya menyukai bakpia Raminten karena salah satu isiannya adalah berupa ubi jalar ungu. Selain itu, bakpia ini mempunyai edisi bakpia mini, yang bisa dimakan dalam sekali hap. Cooocoook.

Bila sedang kangen dengan bakpia, di Bandung ada bakpia kering yang enak yaitu Pia 170 yang beralamat di Jalan Pasirkaliki. Namanya beda ya, bakpia dan pia, perbedaannya terletak di cara membuat kulitnya. Bila Bakpia kulitnya empuk, maka pia kulitnya agak kering, renyah dan berlapis lapis seperti kulit pastry, mengapa bisa begitu? Karena pia mengalami tiga kali proses lipat pipih sedangkan bakpia hanya satu kali saja. Tapi untuk isiannya sih sama aja, seputar kacang ijo, coklat, keju. Oh iya, di Pia 170 tersedia rasa roombutter juga, salah satu rasa favorit saya.

Bikin bakpia itu kayaknya ribet banget ya, tapi sebenernya gak juga sih, cuma butuh niat yang teguh aja.
Kali ini saya nyontek resepnya dari blognya mbak Diah Didi. Selamat mencoba.

Bahan :

Kulit Pertama :
125 gr tepung terigu protein sedang
65 gr tepung terigu protein tinggi
2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
100 ml air
200 ml minyak sayur (50 ml untuk adonan, 150 ml untuk merendam)

Kulit kedua :
65 gr tepung terigu protein sedang
25 ml minyak sayur
1/2 sdm margarin

Bahan isian :
200 gr ubi ungu
3 sdm gula halus
2 sdm susu bubuk
2 sdm margarin

Cara membuat isian :
Campur semua bahan, masak di pan anti lengket sampai kering, sisihkan.

Kulit Pertama :
Panaskan air, masukan gula, aduk rata biarkan dingin, sisihkan.
Campur terigu dan garam, tuangi larutan gula dan minyak sayur, adoni sampai kalis.

Kulit kedua :
Campur semua bahan, aduk rata, sisihkan.

Ambil adonan 5 gr kulit pertama, tipiskan. Ambil sedikit adonan kulit kedua, ratakan pada permukaan kulit pertama. Lipat seperti amplop, satukan ujungnya, bulatkan. Rendam dalam minyak 15 menit saja.
Pipihkan adonan sampai agak tipis, isilah dengan bahan isian, bentuk bulat pipih, panggang di oven atau di atas teflon. Bila satu permukaan sudah kering, balikan.

posted from Bloggeroid

Thursday, 3 December 2015

SAYUR GORI aka SAYUR NANGKA MUDA

Almarhumah simbah saya adalah seorang juru masak yang mumpuni. Semua masakan yang beliau buat rasanya selalu enak. Gak hanya masakan untuk makan sehari hari, beliau juga kerap membuat kue kue seperti cara bikang, apem, nagasari, podeng dan lain sebagainya. Waktu saya kecil, Bila simbah sedang membuat kue cara bikang, saya sering meminta adonan mentahnya untuk di makan begitu saja. Rasa tepung beras yang kasap, manisnya gula dan gurihnya santan kental dari kelapa tua meninggalkan sensasi rasa yang kerap saya rindukan hingga kini.

Untuk masakan daily menu, olahan yang menjadi kojo simbah selain buntil daun talas adalah "Jangan Gori" alias sayur nangka muda yang sering dianggap simbah sebagai gudeg. Dulu simbah sempat berjualan menu sayur yang semarga dengan gudeg ini, dan selalu habis tak bersisa.

Sebagai orang jawa, gudeg adalah salah satu jenis sayur yang lumayan saya sukai. Makan gudeg itu paling enak di Negara asalnya. Dulu bila main ke Jogja dan menginap di Rumah Bude di sekitar daerah Tegalrejo, saya tidak pernah melewatkan makan bubur gudeg bu Parto yang terletak di seberang hotel Istana. Kalo di Bandung mah gudeg Banda lah jagoannya, kayaknya belum ada yang nyaingin dari rasa dan penampakannya.

Bikin gudeg itu serasa bikin Mahakarya, begitu kata mbak Diah Didi. Bagaimana tidak, gudeg harus di masak dengan api kecil di dalam kuali tanah selama berjam jam. Atau memakai alat modern yang bernama slow cooker yang selow selow asal kelakon. Penambahan daun jati akan mempercantik warna gudeg yang kita masak.

Kabar buruknya, kuali tanah yang bagus ada di Negara Klaten, daun jati ada di sekitaran rumah pak Haji beristri empat yang dipagar tinggi, Sedangkan slow cooker belum kebeli. Jadi kesimpulannya lebih baik bikin Jangan Gori. Sama sama dari nangka muda tapi bikinnya gak seribet gudeg si mahakarya.

Jangan Gori aka Sayur Gori Ini paling enak dimakan dengan sambal bawang, baik mentah ataupun yang digoreng. Di dampingi dengan sambal goreng kentang udang dan kerupuk. Karena saya orangnya pemalesan, saya masukan aja telur gelundungan ke dalamnya, jadi gak ribet untuk membuat lauk yang lainnya.

Bila membuat sayur ini, saya asal cemplung saja gak pake standarisasi untuk bumbunya, suka suka pokoknya.

Bahan :
500 gr nangka muda di potong kecil kecil.
500 gr jando atau daging sapi
Santan
Bawang merah
Bawang putih
Kemiri
Ketumbar
Garam
Gula merah
Penyedap (optional)
Daun salam dan lengkuas.

Cara membuat :
Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar dan garam.
Tumis bumbu halus, daun salam, dan potongan lengkuas sampai harum. Masukan tumisan ke dalam panci presto yang telah di isi dengan potongan nangka dan jando/daging sapi yang telah di beri santan, masukan gula merah. Presto 15 menit. Bisa di tambahkan telur rebus atau tahu.






posted from Bloggeroid