Saturday, 28 November 2015

ROTI MINI

Beberapa waktu yang silam, seorang teman membawakan oleh oleh roti unyil yang sangat terkenal dari Bogor berjudul Roti Venus. Satu dus isinya rupa rupa, membuat saya ingin mencicipi setiap rasanya. Roti Venus yang telah berdiri sejak tahun 1992 itu telah memberi inspirasi ke banyak bakery untuk mengadaptasi bentuk dan ukuran rotinya. Salah satu nya mungkin adalah toko bakery "Disini". Walaupun roti nya imut imut tapi harganya lumayan rada amit amit hihi.

Ngomongin roti mah gak bakalan ada habisnya, salah satu tempat yang ingin segera di kunjungi adalah Rotiselai. Ah tapi gak tahu kapan. Sekarang mah jalani saja yang pasti pasti, yaitu membuat roti sendiri.

Selama ini saya tahunya tepung terigu untuk membuat roti adalah yang protein tinggi. Tetapi ternyata tepung terigu protein sedang pun bisa dibikin roti yang rasanya nendang.
Berbekal resep roti sobek yang saya dapat dari salah satu grup masak. Roti mini yang empuk akhirnya bisa membuat mulut bersorak.

Bahan :
250 gr tepung terigu protein sedang
4 sdm gula pasir
2 sdm susu bubuk
1 sdm fermipan
130 ml air hangat
2 butir kuning telur

2 sdm margarin atau butter

Cara membuatnya :
Dalam wadah campur air hangat, gula, dan susu bubuk, aduk hingga rata. Masukan sisa bahan lainnya, uleni hingga kalis elastis. Adonan yang di dapat agak lembek. Diamkan 1 jam. Bentuk dan isi sesuai selera, diamkan lagi 1 jam. Panggang 15 menit dengan api besar, atas dan bawah. Karena saya memakai otang maka, saya taruh loyang di rak paling atas. Setelah matang, olesi dengan margarin atau butter.

posted from Bloggeroid

Friday, 27 November 2015

KATIRI MANDI

Musim hujan telah tiba, harus benar benar mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Jalanan becek, banjir, rembesan air, jemuran gak kering, adalah hal hal yang musti di siasati agar hari hari di musim penghujan sama menyenangkannya dengan musim tanpa hujan. Kesehatan tubuh jangan di abaikan, minum vitamin, makan dan istirahat yang teratur adalah kuncinya.

Hujan di sore hari adalah sebuah keadaan yang sering kali membuat perut kita merindukan makanan yang hangat, sambil menikmati gemericik air yang terdengar syahdu di telinga. Itulah yang membuat saya memutuskan untuk mengolah ubi ungu yang baru saja di beli di warung si abah dengan harga 6 ribu perkilonya.

Saya ngefans banget sama ubi ungu karena warnanya cantik sekali ketika di olah menjadi berbagai makanan.
Dulu Ibu saya sering menyebut ubi ungu ini dengan nama gandula. Tapi warnanya gak sepekat yang saya beli sekarang. Seperti biasa, blog nya Mba Hesty lah yang selalu memberi inspirasi. Disana saya menemukan resep camilan khas Sulawesi yang bernama Katiri Mandi. Katiri Mandi

ini sejenis bubur yang mirip mirip dengan bubur candil atau biji salak. Hanya rasanya di balik, bila biji salak terasa manis bijinya, katiri mandi yang manis adalah kuahnya.

Bahan :
150 tepung ketan putih
100 gr ubi ungu kukus haluskan
1/4 sdt garam
100 - 125 ml air

Kuah :
750 ml santan
2 sdm tepung beras, larutkan dengan santan sedikit
100 gr gula pasir
2 lembar daun.pandan
1/2 sdt garam

Cara membuat :
Aduk rata tepung ketan dan garam, tambahkan ubi aduk dengan tangan. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai bisa di pulung. Bentuk bulat dengan bagian ujung meruncing. Rebus di air mendidih sampai mengapung.

Kuah :
Masak santan, larutan tepung beras, garam, gula, dan pandan sampai mendidih.
Masukan biji ketan ke dalam kuah. Sajikan hangat

posted from Bloggeroid

Thursday, 26 November 2015

NASI KEBULI

Suatu hari saya pernah melihat banner iklan susu kambing Etawa. Karena rabun, jadi salah baca, saya kira susu kambing ketawa. Kebayang pas di perah susunya, kambingnya ketawa ketiwi kayak sedang lihat stand up comedy. Ternyata kambing yang berasal dari India itu memiliki susu dengan berjuta manfaat dengan kualitas satu tingkat di bawah ASI.
Saya tidak tahu bagaimana keadaan daging kambing etawa apakah sama prengusnya dengan daging kambing lokal.

Daging kambing paling enak di olah menjadi sate atau gulai. Saya kerap memakan beberapa tusuk sate kambing ketika mengalami hipotensi. Tak berapa lama Setelah makan sate kambing, kepala yang tadinya berasa di pukul pukul dengan palunya mamang Thor, terasa lebih ringan.

Selain sate dan gulai, daging kambing enak pula di olah menjadi nasi kebuli. Nasi kebuli adalah olahan nasi yang terkenal di masyarakat betawi keturunan Arab. Untuk membuat nasi kebuli di butuhkan sebuah bahan yang bernama garam masala. Garam masala yang banyak terdapat di masakan India itu adalah bumbu yang terbuat dari berbagai macam rempah. Agak susah mendapatkan.garam masala, tapi jangan berkecil hati karena kita bisa membuatnya sendiri, yaitu dengan menumbuk jadi satu kayu manis, lada hitam, jintan, cengkeh, ketumbar, kapulaga dan biji pala. Dapat pula di tambahkan adas dan jintan hitam.

Disarankan memakai daging kambing muda, karena akan cepat empuknya. Tapi da saya mah pengguna panci presto garis keras, jadi mau daging tua, muda, miskin, kaya, semua masuk ke presto.
Daging kambing yang membuat saya terpesona karena harganya ini, saya potong kecil kecil lalu direndam sebentar dengan parutan nanas, baru di presto selama 10 menit.

Bahan :
500 gr daging kambing yang telah di potong di rebus dengan bumbu halus yang terdiri dari 1 sdm Bawang merah, 1/2 sdm bawang putih, 1/2 sdm ketumbar dan garam.

Bahan yang di iris :
2 buah bawang bombay
7 siung bawang merah
4 siung bawang putih

Bahan utuhan:
1 batang kayu manis
7 buah cengkeh
5 buah kapulaga
2 buah bunga pekak

Bumbu halus :
3 ruas jari jahe
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdm Merica
3 sdm garam masala
1 sdm bumbu kari
Susu cair, santan kental, kaldu kambing
Garam
Penyedap (optional)
2 sdm Minyak samin
1 sdm Margarin
1 kg beras, cuci bersih.
Kacang mede dan kismis (optional)

Cara membuatnya :
Panaskan Minyak samin dan margarin, tumis bumbu iris, bumbu utuhan, bumbu halus sampai wangi.
Masukan tumisan bumbu ke dalam panci yang ada berasnya, beri santan, susu cair dan kaldu kambing.
Ukur tinggi air sampai satu ruas jari dari permukaan beras, masak. Setelah hampir kering masukan daging kambing. Angkat, diamkan 15 menit. Kukus di dandang hingga matang.

Acar :
Selada (saya gak pake)
Tomat
Timun
Nanas
Cabai rawit
Bawang putih di haluskan
Jahe geprek
Cuka, garam, gula


posted from Bloggeroid

Tuesday, 24 November 2015

NASU PALEKKO

Di depan rumah saya ada yang jualan bebek goreng. Tapi seumur umur saya belum pernah makan bebek yang diolah sedemikian rupa hingga warnanya menjadi kecoklatan dan berminyak itu, karena saya bukanlah penggemar masakan yang terbuat dari bebek, itik atau entog. Lagi pula saya sempat termakan gosip bahwa unggas unggas yang saya sebutkan di atas mempunyai bau amis yang sangat menyengat ketika di santap.

Sebenarnya bau amis dapat di hilangkan bila kita mengolah nya dengan baik dan benar. Bebek Goreng Haji Slamet adalah salah satu tempat makan bebek yang racikannya bebas amis, begitu pula dengan bebek kaleyo.

Nah, kalo di Kuningan, bebek olahan adik ibu mertua saya adalah jawaranya. Kalo gak salah namanya erwe bukan erte apalagi kelurahan, bukan pisan hihi. Bebek olahan adik ibu mertua itu, rada mirip mirip lah sama masakan yang saya buat ini, terutama rasa pedasnya yang sedikit menyengat.

Tersebutlah sebuah olahan bebek atau itik yang berasal dari daerah Sidrap (Sidenreng Rappang), yaitu sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan. Masakan khas Bugis ini mempunyai bumbu minimalis dengan rasa maksimalis. Namanya Nasu Palekko yang artinya masak di periuk atau kuali tanah. Jadi ingin dansa empat kali sebelum bebek masuk kuali, sorong ke kanan sorong ke kiri hihi.

Membuat Nasu Palekko ini sebenarnya mudah, cuma agak lama dalam hal memperlakukan bebeknya. Saya membeli bebek dalam keadaan bersih dari sebuah supermarket. Walau sudah bersih tetap saja masih ada kulit ari dan bulu bulu yang tertinggal. Untuk mendapatkan daging bebek siap olah dan bebas amis, saya harus menggosok dagingnya dengan garam kasar dan jeruk nipis/ lemon dengan giat. Kata Mba Endang, gunakan juga kulit jeruknya agar daging bebek cepat kesat dan kinclong. Setelah selesai menggosok semua bagian termasuk rongga badannya, cuci bersih. Lalu lap bebek dengan tissu dapur sampai kering dan bakar sebentar di atas kompor dengan api langsung untuk menghilangkan bulu bulu yang membandel. Cara membakarnya masukan spatula ke dalam rongga perut, tangan satunya lagi memegang kepalanya.
Setelah bersih dan kesat hihi kayak ngomongin gigi ini mah, saya taruh bebek di atas talenan untuk di kuliti. Pisahkan kulit dengan dagingnya, lalu iris tipis kulit dan potong daging bebek sebesar ibu jari alias kecil kecil. Buang juga brutu nya, karena brutu adalah pangkal bau amis daging bebek. Nah, setelah kita melakukan hal hal diatas, bebek pun siap di olah.

Bahan :
1 Ekor bebek atau itik
Segenggam asam jawa rendam di 200 ml air. Resep asli memakai asam mangga.
1 sdt kunyit bubuk
1/2 sdt merica (optional)
Garam
Kaldu bubuk (optional)
1 batang serai geprek (optional)


Bumbu halus :
10 siung Bawang merah
50 gr cabai rawit hijau
4 siung bawang putih (resep aslinya gak pake)

Cara membuat :
Lumuri dan rendam bebek dengan air asam jawa, garam, dan kaldu bubuk, sisihkan.

Panaskan wajan dengan api besar, masukan kulit bebek, ngongseng sampai minyaknya keluar. Bila minyaknya masih kurang, tambahkan minyak sayur secukupnya. Tuang potongan bebek beserta bumbu rendamannya, masukan bumbu yang telah di haluskan. Masukan pula, kunyit bubuk, garam, kaldu bubuk, serai dan merica. Masak hingga daging bebek empuk dan air habis alias agak mengering. Kalo saya mah biasa lah pakai panci presto biar cepet empuk. Bila gak suka pakai panci presto, pilihlah bebek muda yang sedang kumincir, karena dagingnya mudah.empuk wek.. wek..






posted from Bloggeroid

Monday, 23 November 2015

BOLU KARAMEL RASA BIKA AMBON

Bila mendengar kata karamel, saya langsung teringat saat saya mengikuti latsardis di Pangalengan 20 tahun yang lalu. Saat itu, seorang teman memberi sebiji permen karamel susu khas Pangalengan yang rasanya enaaaak banget. Maklum lah, makanan lain nya kan tahu sendiri gimana rasanya.

Permen karamel susu khas Pangalengan sendiri telah ada sejak tahun 80 an. Permen berwarna coklat itu di olah dengan menghabiskan waktu sekitar 10 jam an. Sungguh waktu yang sangat panjang dan lama.

Selain permen karamel, ada juga olahan kue yang menggunakan karamel sebagai bahan dasarnya, yaitu bolu karamel. Kemarin ini menemukan resep bolu karamel rasa bika Ambon yang membuat penasaran. Bagi saya yang amatiran, membuat karamel adalah pekerjaan yang sangat berat. Karena membuat karamel itu rasanya sama dengan ngerjain soal UAS pake acara SKS alias sistim kebut semalam. Kalo berhasil alhamdulillah, kalo jeblok ya alhamdulillah juga lah, yang penting udah usaha hihi.
Karamel pertama saya, hasilnya hitam karena gosong dengan rasa pahit yang menyengat. Saat itu juga langsung down, rasanya kayak cinta bertepuk sebelah sendal pokoknya. Tapi sebuah iklan menyadarkan saya bahwa pada dasarnya tak ada perjuangan yang sia sia, maka saya pun kembali menyingsingkan lengan baju untuk membersihkan selokan, eh salah untuk membuat karamel ronde ke dua, teng teng!

Akhirnya karamel di dapat, lalu mulailah mempersiapkan peralatan perang lainnya.
Setelah pak pik puk hampir dua jam, akhirnya si bolu karamel pun jadi. Bolu nya gak tinggi karena loyangnya kebesaran. Dan setelah di belah, teksturnya gak terlalu nyarang (sarang) semut, mungkin lebih dekat ke sarang penyamun, eh itu mah roman nya STA ya, Anak perawan di sarang penyamun hihi.

Bahan :
200 gr gula pasir
200 ml air panas
75 gr tepung terigu
25 gr tepung tapioka
1 sdt soda kue
1/4 sdt garam
1/2 sdt Baking powder
3 butir telur Kocok lepas
50 gr margarin leleh
75 ml SKM putih
4 lembar daun jeruk buang tengahnya
1 batang serai memarkan

Cara membuatnya :
Panaskan gula, daun jeruk dan serai dengan api kecil sampai cair kecoklatan.
Tuang air panas, rebus sampai karamel larut, dinginkan, saring, ukur 250 ml.
Siapkan loyang, oles margarin tabur terigu, sisihkan.
Ayak terigu, tapioka, soda kue, baking powder, dan garam.
Kocok lepas telur dan masukan campuran tepung sedikit demi sedikit bergantian dengan karamel, aduk. Masukan margarin leleh dan SKM, aduk rata lalu saring. Tuang adonan ke loyang, diamkan 30 menit. Panggang 45 sampai 60 menit.





posted from Bloggeroid

Wednesday, 18 November 2015

PALLU KONRO aka SOP KONRO

Dari kemarin ada yang ngoceh ingin makan sop konro, dan baru hari ini bisa terlaksana. Tadi sehabis nganter sekolah Tombak, ngelencer ke pasar nyari tulang iga di tempat pak haji. Setelah tulang iga masuk kantong, giliran pilah pilih kluwek. Beberapa minggu lalu, saya sempat membeli kluwek di sebuah swalayan. Hasilnya isi buah yang punya nama lain kepayang itu kering semua. Yaa, daripada gak ada sama sekali, si kluwek yang mengering itu terpaksa ikut masuk kuali. Lumayan lah bisa memberi efek hitam yang samar samar di sayur brongkos saya. Nah, kalo kluwek yang sekarang mah, top semua. Ketika di genggam oleh tangan terasa berbobot, itu tandanya sang kluwek isinya mantep. Pake 4 biji aja udah cukup menghitamkan kuah pallu konro saya.

Pallu konro atau yang lebih dikenal dengan sop konro adalah hidangan dari Makasar. Dulu, lumayan sering ngobrol sama orang Makasar, bukan ngomongin pallu konro tapi ngomongin orderan dan tagihan. Si koko ini bila memanggil nama saya, mendadak saya langsung berasa ingin nyanyi paksipakpak preman preman, da nyebutnya ikang hihi.

Kembali ke pallu konro, olahan ini rasanya mirip mirip dengan rawon, hanya saja minus daun jeruk. Dan bila rawon menggunakan daging sapi, pallu konro menggunakan tulang iganya sapi, karena arti dari konro sendiri adalah tulang.

Bahan :
1/2 kg tulang iga, rebus pakai presto, saring kaldunya.
1 lembar daun salam
1 cm lengkuas, memarkan
1 batang serai, memarkan
2 butir cengkeh
1 cm kayu manis
1 liter air atau di kira kira saja sesuai selera
Minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus :
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1/4 sdt pala
1/2 ruas jari jahe
1 ruas jari lengkuas
1 batang sereh ambil putihnya
4 butir keluwak
1 sdt ketumbar
1 sdt kunyit bubuk atau 1 ruas jari kunyit biasa
1/4 sdt merica
1/8 sdt jintan
1 sdt air asam jawa
Garam dan gula

Bahan pelengkap :
Bawang goreng
Daun Bawang
Seledri
Jeruk nipis
Sambal rebus

Cara membuat :
Presto tulang iga, 30 menit, saring kaldunya. Tumis bumbu halus, masukan ke dalam rebusan tulang iga, masak hingga matang.


posted from Bloggeroid

Monday, 16 November 2015

FIRE WINGS ALA RICHEESE

Wings, banyak hal berkaitan dengan kata ini. Sebut saja sabun colek, begitu menempelnya kata wings pada sabun colek, maka ketika mereka mengeluarkan produk mie instan, jadi berasa seperti makan sa.. eh hihi. Ada lagi Wings yang berupa band dari negeri tetangga, dengan lagu nya yang lumayan tenar berjudul "Sejati". Wings yang ini, dulu sempat mengharu biru dunia permusikan Indonesia bersanding dengan konco lainnya seperti Search dan Iklim.

Wings juga merupakan sebuah judul serial sitkom yang dulu pernah di putar di salah satu televisi swasta kita. Di bintangi oleh teman duet nya Peter Cetera, yaitu Chrystal Bernard. Lain lagi dengan para peserta didik AAU, sebuah Wing akan di sematkan bila telah melakukan 4 kali terjun siang, 1 kali terjun malam dan 2 kali terjun tempur dengan gemilang. Belum lama ini, ada siswa yang naas, landing di atas pohon di lokasi sekolahan Tombak. Sudah nyangkut eh pake di carekan juga, ckckck, karunya.

Kalo di makanan, apa kabar nya Wings? Baik baik saja kan hihi. Dalam dunia kuliner, kata wings melekat erat dengan olahan ayam, di mana sayap di punyai oleh para ayam hihi. Salah satu nya adalah olahan sayap ayam ala resto Richesse yang kondang itu, yaitu Fire Wings. Kenapa ada fire nya? Karena kepedasannya menimbulkan rasa panas bak menelan api, kata nya itu juga, da saya mah belum pernah nyobain, takut bertransformasi jadi Naga kalo makan itu. Resep Fire Wings sendiri sudah malang melintang di dunia perdapuran.dengan berbagai varian bumbu. Ada yang memakai dedaunan seperti basil, oregano dan rosemary, ada juga yang hanya memakai saus barbeque. Tapi pada dasarnya tujuannya sama, yaitu menghasilkan rasa yang pedas, asam, manis dan gurih.

Fire Wings saya mah memakai resep yang ini.

Bahan :
500 gr sayap ayam, potong dua. Saya hanya menggunakan bagian atas nya saja, karena Kabarnya bagian sayap ayam sisanya itu adalah tempat di mana ayam di injeksi hormon biar cepet gede.
2 sdm air jeruk lemon

Bahan pencelup :
2 putih telur kocok lepas
1 sdm air

Bahan perendam :
1/2 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1/2 sdt chicken powder
2 sdm olive oil atau minyak sayur biasa

Tepung pelapis :
250 gr terigu protein sedang
50 gr maizena
1 sdt garam
1/2 sdt merica
1/2 sdt chicken powder
1/2 sdt cabe bubuk atau paprika bubuk, bila ingin lebih pedas, bisa di tambah lagi.

Saus :
1/2 butir Bawang bombay
6 sdm saus tomat
2 sdm saus sambal
1 sdm kecap
3 sdm saus barbeque
1 sdt gula
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk

Cara membuatnya :
Baluri ayam dengan air jeruk lemon, diamkan 15 menit, bilas.

Campur bumbu perendam, masukan ayam, aduk rata sambil di remas remas. Masukan kulkas selama 1 jam atau bila ingin lebih meresap seharian.

Campur tepung pelapis. Gulingkan ayam ke dalam tepung lalu celupkan ke bahan pencelup, gulingkan ke tepung lagi, tepuk tepuk.
Goreng dalam minyak panas yang banyak sampai kecoklatan.

Saus :
Tumis bawang bombay sampai harum, masukan saus tomat, saus sambal, saus barbeque dan kecap. Angkat dinginkan lalu di blender. Panaskan kembali saus di pan anti lengket, tambahkan gula, garam, dan merica. Angkat. Masukan ayam ke dalam saus, aduk dan sajikan.


posted from Bloggeroid

Sunday, 15 November 2015

MACAM MACAM GULA

Dalam pembuatan kue kering, gula yang digunakan biasanya adalah gula tepung karena gula jenis ini cepat larut sehingga mempermudah proses pengadonan.

Selain gula tepung, ada beberapa jenis gula lainnya yang beredar di pasaran, seperti dapat di lihat di list berikut ini :

1. Gula pasir, gula yang berbentuk butiran bagaikan pasir ini di peroleh dari kritalisasi sari tebu. Gula pasir ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna kekuningan. Gula pasir dapat digunakan untuk berbagai macam olahan, dari masakan, minuman hingga kue kue.

2. Gula Kastor. Gula kastor adalah sejenis gula yang butiran nya lebih halus beberapa tingkat dari gula pasir. Gula kastor biasanya muncul di beberapa resep kue atau cake. Kita dapat membuat gula kastor sendiri dengan cara memblender gula pasir menggunakan blender dry mill.

3. Gula Batu. Gula jenis ini biasanya di gunakan untuk sajian teh poci. Gula yang bentuknya seperti bebatuan ini akan meleleh perlahan ketika di masukan ke dalam air teh panas. Gula batu di peroleh dari kristalisasi gula pasir.

4. Gula palem atau di kenal dengan palem suiker. Gula ini berwarna coklat dan berbutir halus. Terbuat dari cairan nira yang terdapat di bunga sejenis pohon palem paleman. Gula palem kerap di gunakan untuk membuat kue atau di campur dengan minuman.

5. Gula tepung atau gula bubuk. Gula jenis ini berbentuk seperti tepung. Biasa nya digunakan dalam pembuatan kue kering dan sebagai icing. Seperti gula kastor, gula bubuk dapat kita buat sendiri dengan cara memblender gula pasir sampai halus menggunakan blender dry mill.

6. Gula Donat. Gula donat adalah sejenis gula bubuk yang di beri tambahan rasa mint agar terjadi efek semriwing ketika di makan.

7. Gula Merah atau kerap di sebut gula jawa adalah gula yang dihasilkan dari sari bunga kelapa. Biasanya di cetak berbentuk tabung atau di cetak menggunakan batok kelapa.

8. Gula Jagung. Gula yang terbuat dari modifikasi sari pati jagung dan di proses dengan reaksi kimia ini merupakan gula yang berkalori rendah. Gula ini adalah gula yang banyak di konsumsi oleh pelaku diet rendah kalori.



posted from Bloggeroid

Saturday, 14 November 2015

DADAR GULUNG MAWAR

Beberapa waktu lalu liat acara gosip di tipi, ish jadi ketauan biang gosip euy haha. Berita nya tentang Dewi Gita yang suka nyamil bunga, bukan bunga bank yah soalnya eta mah bukan untuk di camil tapi untuk di kagumi dan di siasati agar tidak di sangka mengandrungi riribaan. Namun saya lupa lagi, bunga yang di makan teh bunga mawar atau melati, tapi pada dasarnya mah yang wangi wangi gitu lah. Katanya semenjak mengkonsumsi bubungaan itu, bau badan sang artis jadi sewangi bunga yang di makannya. Kebayang kalo makan bunga raplesia arnoldi hihi eh gak boleh ya, kan bunga yang di lindungi.

Nah, beberapa bulan yang lalu ada yang nawarin bibit bunga mawar rainbow. Cantik banget kayak kupluk nya Bob Marley, eh salah kayak rainbow cake. Kabita juga sih tapi sayang harganya mahil, tak sanggup rasanya merogoh kocek sedalam itu demi mawar rainbow yang belum tentu hidup subur di cicukang soil #ngiiik.

Bunga mawar selain semerbak wanginya, body nya juga Indah. Gak heran kalo Jack sangat tergila gila kepada Rose, my heart will go on, sambil gugupayan di atas kapal titanic.

Nah, karena keindahan nya itulah, bunga mawar seringkali di jadikan ikon hiasan di beberapa sajian makanan. Ada beberapa penganan yang bentuknya di adaptasi dari bunga mawar. Salah satunya adalah kue tradisional yang saya buat ini, yaitu dadar gulung. Dadar gulung bentuk jamak nya ya di gulung kayak tikar tapi bukan gulung tikar, eta mah bangkrut. Tapi dadar gulung yang Satu ini mah, di gulung juga sih namun gulungan nya di indah indahin semirip dengan kelopak bunga mawar. Darlung jenis ini, udah lama sih hebohnya, saya ngintip resep dasar nya dari blog nya mbak Ricke di kombinasi dengan blog nya catatan Nina.

Bahan :
250 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
2 butir telur kocok lepas
600 ml santan
1 sdm minyak goreng
Pasta pandan
Pasta strawberry

Bahan isi :
100 gr kelapa parut
100 gr gula merah sisir
1/8 sdt garam
1 lembar pandan
50 ml air

Cara membuat :
Campur terigu dan garan, buat lubang di tengah, tuang telur, aduk dengan whisker. Tuang santan sedikit demi sedikit, aduk rata. Saring adonan, beri minyak goreng.
Bagi dua adonan, beri pasta pandan dan pasta strawberry.
Dadar di teflon, untuk mendapatkan kulit darlung yang bopeng, pan nya harus panas dulu, baru tuang adonan nya satu sendok sayur. Bila ada bunyi cess maka tandanya bopeng bopeng akan sukses.

Isi : masak semua Bahan jadi satu sampai kering.

Penyelesaian :
Ambil satu lembar kulit darlung, iris ujung sampai agak ke tengah sebanyak 4 atau 6 irisan. Letakan unti kelapa di tengah. Ambil satu bagian kulit yang telah di iris, lipat dan tempelkan ke unti atau kebagian tengah, demikian seterusnya, sampai kelopak habis.







posted from Bloggeroid

Thursday, 12 November 2015

KUE BUGIS

Lebaran kemarin saya berkesempatan menghadiri acara pernikahan salah seorang keponakan. Berhubung sang keponakan adalah mempelai prianya, maka di rumahnya diadakan acara yang bertajuk ngunduh mantu, gitu kalo bahasa jawanya mah. Nah, karena acara masak memasaknya di lakukan di rumah oleh sanak saudara dan tetangga, maka sang empunya acara pun menyedia kan menu khusus untuk menjamu para sukarelawan yang telah membantu jalan nya acara. Selain makan besar, para sanak saudara tetangga itu di beri satu buah tas plastik yang isi nya berbagai macam panganan. Makanan kecil itu berupa sejenis lontong yang terbuat dari tepung beras, apa ya namanya, lupa hihi, buah salak, ronge ronge, serta koci. Tadi nya saya mengira koci ini adalah kue bugis, melihat dari bungkusan daun pisangnya. Ternyata setelah di makan, isi nya bukanlah enten atau unti kelapa melainkan kacang hijau. Si koci ini enak juga sih hihi, tapi saya lebih menyukai enten kelapa sebagai isiannya, alias si kue bugis.

Kue bugis ini entah asal nya dari mana, tapi yang pasti, ada beberapa daerah yang mempunyai makanan seperti ini, sebut saja betawi, padang, makasar dan jawa.

Kue bugis ada yang terbuat dari tepung ketan hitam dan ada pula yang dari tepung ketan putih. Saya biasanya membeli kue bugis yang ada areh atau santan kentalnya di luar serta di bungkus plastik. Rasanya gurih, manis dan legit. Dulu pernah membuat yang model demikian, dan hasilnya gak memuaskan. Kali ini mah, saya bikin kue bugis yang biasa aja, lebih mudah tapi tetep enak.

Bahan :
150 gr tepung ketan putih
50 gr kentang kukus, haluskan
15 gr gula tepung
1/4 sdt garam
125 ml santan dari 1/2 butir kelapa, panaskan, ukur 100 ml biarkan hangat
1/2 sdt minyak goreng, saya pakai 1 sdt

Isi :
100 gr kelapa parut
50 gr gula pasir
1/8 sdt garam
1 lembar daun pandan
50 ml air, saya pakai santan

Cara membuatnya :
Campur tepung ketan, kentang, gula tepung, garam, aduk rata. Tuang santan hangat sedikit demi sedikit, uleni hingga kalis, beri minyak, uleni.

Isi :
Masak semua bahan sampai mengering.

Penyelesaian :
Ambil adonan tepung sedikit, bentuk bulat, pipihkan, beri isian, bulatkan lagi.
Ambil selembar daun pisang bentuk corong, masukan bulatan adonan yang telah di isi tadi, padatkan, bungkus membentuk piramida.
Kukus selama 15 sampai 20 menit.

posted from Bloggeroid

GADO GADO SIRAM

Entah telah berapa tahun saya tidak menapakan kaki ke tempat makan gado gado yang paling mahsyur di Bandung yaitu gado gado Tengku Angkasa. Tapi yang pasti, saya masih ingat benar dengan porsi an nya yang sangat badag itu.

Gado gado adalah sebutan untuk makanan yang terdiri dari berbagai macam rebusan sayuran, telur rebus, kentang, tempe atau tahu, lalu di siram dengan saus kacang yang legit. Biasanya di makan dengan beberapa potong lontong serta kerupuk. Asal usul dari gado gado sendiri sebenarnya masih burem, tapi semua orang telah menganggap bahwa gado gado itu berasal dari betawi. Saus kacang untuk gado gado ada dua versi, yang di ulek dan yang di masak. Untuk hari ini, saya mengolah gado gado yang saus nya di masak dahulu karena saya mempunyai sisa santan kental.

Gado gado saya terdiri dari, lontong, kentang, telur, tauge, wortel, buncis, mentimun, dan selada bokor.

Untuk saus kacang nya bumbu yang di pakai adalah cabe merah besar dan bawang putih yang direbus dahulu. Terasi bakar, air asam, gula merah, garam dan santan. Lalu di bubuhi daun jeruk purut satu lembar saja. Tidak lupa kacang yang telah di blender halus. Masak di atas api kecil.
Bila suka pedas, tinggal di tambah dengan cabai rawit. Saya tidak menggunakan kencur karena ada yang tidak suka dengan bau nya.

Gado gado akan terasa lengkap bila di bubuhi dengan kecap dan di dampingi dengan kerupuk aci, kerupuk udang atau emping.





posted from Bloggeroid

Wednesday, 11 November 2015

DONAT LABU KUNING

Entah berapa banyak film produksi Hollywood yang telah saya tonton dengan scene dimana ada beberapa polisi patroli sedang membeli dan menyantap donat. Ya, makanan yang berbentuk cincin ini memang sangat identik dengan polisi Amerika, kabarnya karena resto donat lah satu satu nya resto yang buka hingga dini hari, dimana pak bu polisi yang sedang ronda malam hingga pagi bisa mengunjunginya ketika salastri. Donat yang merupakan kudapan cepat saji itu, gak bikin repot pak bu polisi ketika menyantapnya. Bila tiba tiba ada panggilan tugas secara mendadak, donat tinggal di bawa untuk di santap kemudian.

Donat yang desas desusnya berasal dari Amerika Utara yang sebelumnya di bawa oleh imigran Belanda itu juga merupakan kudapan yang mengenyangkan dengan kadar lemak sekitar 20 sampai 25 % dari berat donatnya sendiri. Pantas saja perut Hommer Simpson buncit, karena Ayah dari Bart Simpson itu adalah penggila donat nomor wahid.

Di Indonesia sendiri, kini telah banyak tumbuh gerai gerai donat. Dulu yang paling top pisan adalah Dunkin Donuts. Brand yang di bawa ke Indonesia sejak tahun 1985 itu, hingga kini masih mempunyai fans nya tersendiri. Untuk donat lokal, J.Co adalah jawaranya. Gerai donat milik sang penata rambut Johny Andrean itu sukses menancapkan taringnya di dunia perkulineran Indonesia. Satu lagi donat lokal yang mulai banyak peminatnya adalah Donat Madu. Gerainya tumbuh dengan masip di mana mana.

Saya sendiri bukan lah seorang fans fanatik donat. Beberapa kali membuat donat sendiri, hasilnya kacau beliau. Dari donat tepung sampai donat kentang, semua gak memuaskan. Tapi kegagalan demi kegagalan memacu saya untuk mencoba lagi dan lagi dengan resep yang berbeda, dan hasilnya tetep aja gagal hihi. Patah arang? Ah enggak, karena saya percaya semua hal itu ada waktu nya.
Dan akhirnya, waktu nya pun datang. Dengan berbekal sisa kukusan labu kabocha kemarin, 20 buah donat labu kuning yang menul menul berhasil membuat saya nyengir. Berhasil berhasil.

Resepnya saya ambil dari blog nya mbak Nina.

Bahan :
250 gr tepung terigu protein tinggi
25 gr susu bubuk
6 gr ragi instan atau sekitar 2 sdt.
60 gr gula pasir
100 gr labu kuning dikukus, haluskan dan dinginkan
40 ml air dingin
2 butir kuning telur
35 gr margarin
1/4 sdt garam halus

Taburan :
gula donat

Cara Membuat :
Dalam wadah, campur tepung terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instan. Aduk hingga rata.
Masukkan labu, tuang kuning
telur dan air dingin. Uleni hingga rata
dan setengah kalis.
Masukkan garam dan margarin, uleni terus hingga kalis dan elastis. Saya menggunakan mikser. Teruskan menguleni hingga tidak lengket dan kalis elastis.
Istirahatkan adonan selama 15 menit atau sampai mengembang dua kali lipatnya.
Kempiskan adonan, bagi adonan. Diamkan kembali selama 20 menit hingga mengembang.
Lubangi tengahnya menjadi bentuk
donat dan goreng sampai berwarna kuning kecoklatan.
Angkat dan tiriskan. Taburi dengan
gula donat atau bisa di beri topping sesuai selera.



posted from Bloggeroid

Tuesday, 10 November 2015

HATI HATI BILA MEMBELI BUAH

Tiap kali melewati perempatan Jalan Kopo - Soekarno Hatta, tak terasa mulut ini menganga nyaris ngacay di buatnya. Bukan karena ada yang jual kaos kaki sepuluh ribu tiga, bukan juga karena wangi masakan padang dari dua rumah makan yang berbeda, bukan pula karena melihat pengamen yang sedang ngitung uang di bawah pohon yang terlihat rindang tapi merana. Atau karena melihat kelakuan pengendara sepeda motor yang blingsatan ngibrit saat lampu merah masih menyala, dan bukan pula karena ada pengendara mobil yang gak sabaran, membunyikan klakson tepat ketika lampu hijau baru saja bersua, nu eta mah membuat sayah ngacay hayang nakol.

Yang membuat saya ngacay adalah gerombolan orang yang tengah mengerubuti sebuah toko buah, yang pahibut suasananya, antara ragam buah buahan dan berbagai macam orang yang membelinya.

Bila dilihat dari banyaknya pengunjung, saya menduga pasti harganya murah pisan. Tapi nyatanya, begitu mata ini berhasil berakomodasi dengan baik, harga yang tertera di lembaran dus yang digantung terombang ambing kesana kemari itu, gak murah murah amat. Tapi memang ada beberapa buah yang terlihat di paketkan, tah pasti yang model begini lah yang jadi primadonanya. Padahal bila dicermati, buah yang di paket itu, misalnya satu paket seharga 5 ribu rupiah, bila beli kiloan ya sama saja harganya. Tapi memang gak bisa di pungkiri kedahsyatan dari harga limaribuan itu dalam hal menciptakan kerumunan.

Banyak cara pedagang buah dalam hal menarik pembeli walau caranya kadang bikin kheki. Seperti hal nya yang dilakukan para pedagang buah di sekitaran tegalega. Di setiap gerobak yang mereka pajang tertera harga dengan tulisan sangat badag yang membuat tertarik banyak orang, karena harga yang tertulis di situ memang sungguh mencengangkan. Tapi jangan kaget, bila di akhir acara sang pedagang menyebutkan jumlah nominal yang harus di bayar menjadi dua kali lipat dari harga yang tertera. Karena ternyata di bawah tulisan segede gambreng itu, nyempil sebuah bilangan pecahan, yaitu 1/2. Mau protes, ya gak bisa, kan memang tulisan nya ada walaupun kecil banget. Lain kali kalo lewat tegalega harus bawa kaca pembesar ala Sherlock Holmes, biar gak kena jebakan betmen, supermen, spidermen dan sarupaning konco konconya.

Saya sering melihat pedagang jambu batu merah di pinggir jalan. Di antara gundukan jambu jambunya, ada satu buah jambu yang telah di belek untuk memperlihatkan dalemannya. Warna daging jambu yang telah di buka itu sangat menyilaukan mata. Merah banget sampai bikin mata sepet. Pengennya sih percaya bahwa warna daleman jambu batu merah itu sebegitu indahnya. Tapi kan kerjaan saya menyantap jambu batu merah hasil kebun ayahnya teh titi, dimana merahnya tuh gak se emejing itu. Pengennya sih berpikir positip, mungkin saja varietas nya beda. Tapi sepanjang jalan malah kepikiran, jangan jangan itu jambu di beri olesan semacam pewarna buatan. Soalnya pernah dengar juga sih desas desus yang demikian.

Selain penampakan, hal lain yang bisa membuat seseorang tertarik untuk membeli buah, adalah rasanya. Rasa manis adalah rasa favorit yang membuat seseorang menjatuhkan pilihan untuk membeli buah semisal jeruk, semangka atau mangga. Nah, saya pernah mendengar, bahwa ada buah yang dipaksa menjadi manis oleh penjualnya. Si buah ini di treatment dengan sistim injeksi pemanis buatan yang terbuat dari gula biang ke dalam daging buah yang bersangkutan. Ah ingin manis itu kadang memang menyakitkan. Rasa manis buah yang telah di susupi pemanis buatan itu pasti akan terasa aneh. Bagi yang sering mengkonsumsi buah, sekali cecap saja akan terasa kepalsuannya.

Ada lagi kasus buah impor yang menggunakan formalin dan lilin untuk memberikan efek awet segar kepada buah yang telah di panen hampir setengah tahun sebelumnya. Ternyata formalin telah menyusupi hampir semua lini pangan, dan dilakukan oleh orang orang yang tak bertanggung jawab. Buah yang berkasus seperti ini banyak berasal dari negeri nya Gong Li. Buah buahan yang telah di beri pengawet biasanya tampak segar bugar selalu walaupun tangkainya terlihat telah layu. Selain di beri pengawet, ada juga yang di suntik pewarna buatan, agar warnanya terlihat lebih bikin gregetan. Karena kurang nya pengawasan dan terbukanya kran impor secara membabi buta membuat buah buahan ini bisa masuk negara kita dengan leluasa, dan kadang mengalahkan eksistensi buah lokal yang ada. Banjir buah impor akhirnya membuat buah lokal menjadi anak tiri di negeri nya sendiri.

Akhir kata, selain sayuran, buah buahan adalah jenis makanan yang menyehatkan. Tapi di jaman sekarang ini, bila tidak hati hati dalam memilih dan membeli, kesehatan kita lah yang akan jadi taruhannya.











posted from Bloggeroid

Wednesday, 4 November 2015

ROLLADE TAHU ISI SOSIS

Bandung mungkin adalah salah satu daerah penghasil tahu yang patut di perhitungkan di dalam kancah pergaulan kuliner nasional. Betapa tidak, banyak sekali varian dan merk tahu yang telah sangat dikenal oleh masyarakat pecinta olahan makanan berbahan dasar kedelai itu yang berasal dari daerah ini.
Sebut saja tahu Cibuntu yang sangat mahsyur itu. Dari jaman saya kecil, tahu Cibuntu dikenal sebagai primadonanya tahu kuning. Rasanya yang gurih, teksturnya yang lembut dengan warna kuning yang di dapat dari kunyit asli adalah ciri khas dari tahu ini.

Tahu dengan nama kondang lainnya adalah tahu asli lembang yang bermerk Tauhid. Tahu ini enak.sekali dinikmati baik dalam keadaan matang digoreng atau mentah sekalipun.
Ada lagi tahu Yunyi. Tahu ini mempunyai banyak penggemar garis keras, sehingga tak heran bila ada batagor dan baso tahu spesialis tahu Yunyi, dan rasanya memang hanya bisa dilukiskan oleh lidah.

Di Pasar tradisional yang kerap saya kunjungi, ada lebih banyak lagi varian dan merk yang beredar dari makanan yang ditemukan oleh Liu An, seorang bangsawan asal China yang hidup di jaman dinasti Han ini.
Ada tahu putih, tahu sutra, tahu mentega, tahu susu, tahu telor sampai tahu keju. Dari yang bermerk nama seorang wanita yaitu Shusan sampai dengan merk yang lebay yaitu jablay. Rupa rupa lah pokoknya. Dari yang harganya 4500 sampai 12000 per pak nya. Tapi yang pasti di Pasar ini saya sudah tidak menjumpai lagi tahu yang rasanya asem asem gimana gitu.

Ada juga tukang tahu yang beredar dari rumah ke rumah, dua sampai tiga penjual motoris yang hilir mudik sesuai dengan jadwalnya. Salah satunya adalah tahu merk ABG yaitu singkatan dari Asik Banget Gila, tahu cibuntu yang pemasarannya dilakukan di Jalan Sukarno Hatta. Tapi entah karena ada konflik atau apa, akhirnya merk itu tidak digunakan lagi.

Nah, kali ini saya mencoba olahan tahu yang belum pernah saya buat sebelumnya yaitu Rollade tahu isi sosis yang di adaptasi dari resepnya mbak Diah Didi. Tapi saya ganti udang nya menjadi daging ayam.

Bahan :
250 gr tahu kuning atau putih
150 gr daging ayam giling
1 butir telur
2 siung bawang putih
1 batang daun bawang, iris
Wortel serut kasar sesukanya, di kira kira aja
Merica dan garam secukupnya
3 buah sosis atau bisa diganti dengan wortel
Daun pisang atau alumunium foil

1 butir telur untuk celupan

Cara membuatnya :
Haluskan bawang putih, merica dan garam.
Campurkan dengan tahu yang telah dilumat dan daging ayam giling. Masukan telur, wortel, dan bawang daun iris, aduk sampai menyatu semua bahan. Tes rasa dengan menggoreng sedikit adonan. Siapkan daun pisang, beri adonan, ratakan, beri sisipi sosis, tutup. Kukus 20 menitan. Setelah dingin, potong potong, celup ke telur kocok, goreng di minyak panas sampai agak kecoklatan.




posted from Bloggeroid

Monday, 2 November 2015

KUE LUMPUR KENTANG

Masih punya kentang kukus sisa bikin cassarole kemarin, tadinya mau di bikin pom pom potatoes tapi di rasa rasa, lagi pengen yang manis manis. Jadi, dengan berbekal cetakan cara bikang warisan simbah, akhirnya di putuskan untuk membuat kue lumpur kentang.

Kue lumpur biasanya di beri topping kismis atau irisan kelapa muda, tapi berhubung itu semua gak ada, maka keju dan meises pun sah sah aja.

Bahan :
250 gr kentang kukus di lumatkan
125 gr tepung terigu
120 gr gula pasir
2 butir kuning telur
1 butir putih telur
250 ml santan, saya pakai santan instan
50 gr margarin leleh
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili

Cara membuatnya :
Kocok gula dan telur hingga kental, masukan garam dan vanili. Tuang santan, masukan terigu dan kentang, aduk rata. Masukan margarin leleh, aduk rata. Siap di panggang di cetakan yang sebelumnya di olesi margarin.



posted from Bloggeroid