Wednesday, 30 September 2015

EGG CHICKEN ROLL DAN CHICKEN TERIYAKI

Salah satu resto Jepang yang masih bertahan dan semakin berkembang hingga saat ini adalah Hoka Hoka Bento yang kerap di singkat menjadi hokben. Saya lebih suka mengajak Tombak ke tempat ini dibandingkan ke resto resto siap saji lainnya. Karena selain menunya variatif, mereka menyempilkan salad sebagai pelipur lambung yang lara, bukan nama depannya croft nya :D.

Kebetulan kemarin, teman sepenanggung sependeritaan ketika jaman jamannya naik damri dulu membagikan postingan resep tentang chicken egg roll di lini masanya. Lalu terbersitlah ide untuk membuat menu simple set teriyaki ala hokcay eh hokben. Simple set teriyaki ini terdiri dari nasi putih, egg chicken roll, chicken teriyaki, salad, saus sambal dan mayones.

EGG CHICKEN ROLL

Bahan isi :
500 gr fillet dada ayam cincang.
2 butir putih telur
5 siung bawang putih haluskan
1 sdm minyak wijen
1 sdm kecap asin
1/2 sdm tepung maizena
1/2 sdm tepung tapioka
1 sdt garam
1 sdt gula
1/2 sdt merica
2 sdm minyak goreng

Campurkan semua bahan, simpan dalam kulkas. Tes rasa dengan direbus atau goreng sedikit.

Bahan kulit :
3 butir telur ayam ditambah dua butir kuning telur dari sisa bahan isian.
150 ml air
1/2 sdt garam
4 sdm tepung terigu
1 sdm tepung maizena
1 sdm margarin lelehkan

Campur terigu dan telur, beri garam, masukan air sedikit demi sedikit, tambahkan margarin, aduk rata. Bila perlu saring. Buatlah dadar di Teflon ukuran 18 cm.

Setelah dadaran selesai, isi dengan bahan isian tadi, gulung, lalu kukus di dalam dandang yang telah dipanaskan terlebih dahulu, kukus selama kira kira 20 - 30 menit, angkat. Setelah dingin, potong menyerong dan goreng di minyak panas sampai kuning keemasan.

CHICKEN TERIYAKI

Bahan :
300 gr fillet dada ayam, potong dadu, lumuri dengan perasan jeruk nipis, diamkan sebentar, bilas.
1 buah bawang bombay ukuran sedang, iris tipis
1 buah paprika, iris.
1 sdt tepung maizena yang dilarutkan dengan sedikit air.
1 sdm margarin

Bumbu :
2 sdm kecap asin
1 sdm gula jawa
1 sdm kecap manis
2 cm jahe haluskan
1 sdt cuka
Merica hitam atau putih juga gapapa asal jangan belang aja, itu mah kuda zebra heuheu.
200 ml air

Campur semua bumbu, rendam ayam disana ala kuda nil berendam di kubangan, diamkan 30 menit di kulkas.
Nah, Bila sekiranya dengan bumbu diatas jalan terasa panjang dan melelahkan, kita dapat menggunakan bumbu saus teriyaki milik saori. Caranya 2 sdm saus teriyaki di campur dengan garam, gula, merica, jahe halus dan air.

Setelah 30 menit di dinginkan, saatnya memasak chicken teriyakinya.

Panaskan margarin, tumis Bawang bombay dan paprika sampai harum. Masukan ayam yang telah berkubang tadi, aduk rata. Tuang air rendaman ayam, masak sampai matang, bila suka manis, tambahkan kecap manis lagi. Tuang larutan maizena, aduk rata, masak sebentar, angkat.

Setelah selesai, saatnya menyiapkan salad. Parut kasar wortel dan kol, rendam di air yang telah di beri sedikit cuka selama 5 menit, tiriskan.

Untuk nasinya, saya menggunakan 1 bungkus agar agar bening untuk 500 gram beras. Selain menjadi kaya akan serat, nasi pun seperti layaknya kloningan beras jepang yang harganya selangit.











posted from Bloggeroid

Tuesday, 29 September 2015

RISOLES RAGOUT AYAM

Bikin risoles itu cangkeul beibeh. Ah tapi gapapa lah, no pain no gain kan ya?

Waktu kenaikan kelas Tombak beberapa bulan kemarin ada bazzar di sekolahnya, lalu nebenglah saya buka lapak di lapaknya teman seperjuangan. Mendadak banget ikutan nya, jadi gak kepikiran mau bikin apa. Akhirnya di putuskan untuk membuat mpek mpek dos sama risoles ragout sayuran. Kebetulan saat itu baru aja beli wajan teflon yang iklannya sungguh memesona dengan tagline "cintailah ploduk ploduk endonesia." Diameter wajan teflonnya 26 cm, kebayang kan betapa ageung nya ukuran kulit risolesnya. Tapi da gimana lagi, adanya itu, akhirnya risoles saya pun dijudulin risoles jumbo, alhamdulillah tandas.

Nah, kalau sekarang mah saya sudah insap, beli wajan teflonnya yang diameternya 18 cm aja. Pas banget buletannya kalo buat bikin kulit lumpia atau risoles.

Bahan Kulit :
150 gram terigu protein rendah
atau sedang
1/4 sdt garam
2 butir telur
400 ml susu cair
2 sdm minyak goreng, aduk
rata

Cara Membuat :
Taruh tepung terigu dalam
mangkuk bersama garam, buat
lubang di tengah, pecahkan telur,
aduk.Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit, aduk rata, masukkan
minyak goreng, aduk rata lagi. Bila
ada tepung yang masih
menggerindil di adonan, di saring aja sampai halus dan licin, selicin rambut yang diberi minyak orang oring. Buat dadar tipis di wajan teflon.

Bahan Isi :
150 gram daging ayam bagian
dada, rebus, cincang atau suwir
1 buah wortel, rebus sebentar,
potong dadu
1 buah kentang ukuran sedang rebus sebentar, potong dadu
2 batang daun sledri, iris halus
1 batang daun bawang, iris
3 sendok makan tepung terigu
200 ml Susu cair
1 buah bawang bombay ukuran kecil
cincang halus
1 siung bawang putih, cincang halus
Merica bubuk, pala bubuk, garam, gula secukupnya.
1 sdm margarin

Cara membuat :
Campur susu cair dan terigu, sisihkan.
Panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukan ayam, wortel dan kentang, beri garam, merica, pala dan gula. Beri air serikit agar bumbu meresap. Masukan seledri dan daun bawang, tuang campuran susu dan terigu, aduk hingga kental. Jangan lupa tes rasa, apakah berasa pahit layaknya kehidupan #eh.

Nah step selanjutnya adalah isi kulit risoles dengan ragout dan dibentuk roll atau segitiga, suka suka deh ya.

Saatnya celup guling nih, biasa nya bagian ini paling ngeselin, gimana enggak, karena suka bikin persediaan telur berkurang. Eh tapi jangan bermuram durja, sesuai sabda mba Ika Wibawanti, pakailah adonan kulit untuk mencelupnya, niscaya persediaan telur pun aman. Dan minyak goreng pun tidak akan terlalu berbusa ketika risoles digoreng.
Cara celup guling nya pasti sudah hafal semua kan. Oke, sip.




posted from Bloggeroid

Monday, 28 September 2015

BROWNIES KUKUS NY.LIEM

Dulu jaman jamannya masih kerja, seorang teman kerap membawa bronkus Amanda yang sedang ada dalam puncak ketenarannya. Bayangkan, beli bronkus kok ngantrinya kayak antrian beli formulir UMPTN, emejing. Tapi itu juga katanya deng, soalnya belum pernah lihat dengan mata kepala sendiri juga sih, ah jadi malu. *pasang kecemete cengdem.

Tapi kini resep yang banyak malang melintang di dunia percakean adalah resep bronkusnya Ny. Liem. Rasa dan teksturnya mirip mirip lah ya. Kali pertama membuat bronkus ini, permukaannya bergelombang, ternyata itu dikarenakan dua hal, api yang terlalu besar atau terlalu banyak space kosong di dalam langseng/pengukusnya.

Setiap orang yang cinta dengan dunia adonan pasti bisa mengeksekusi resep inI dengan gemilang. Saya tulis kembali resepnya, maklum duo jempol belum banyak berolahraga hari ini.

Bahan 1 :
6 butir telur suhu ruang
225 gula pasir, blender sampai menjadi tepung.
1/2 sdt vanili
1/2 sdt garam
1 sdt emulsifier

Bahan 2 :
125 gr tepung terigu
50 gr coklat bubuk
1/2 sdt baking powder
campur dan ayak

Bahan 3 :
175 ml minyak goreng atau butter leleh
100 gr dark cooking chocolate lelehkan, lalu campurkan dua bahan ini.

Bahan 4 :
75 ml susu kental manis coklat

Cara membuatnya :
Panaskan langseng, bungkus tutupnya dengan lap bersih. Olesi loyang dengan margarin, beri alas kertas roti, oles lagi dengan margarin.

Campur dan kocok Bahan 1 hingga kental berjejak, masukan Bahan 2 sedikit demi sedikit, bisa menggunakan mixer kecepatan rendah atau dengan spatula, aduk sampai rata. Tuang Bahan 3, aduk balik.
Ambil 100 gram adonan campur dengan Bahan 4.
Tuang 1/2 bagian sisa adonan ke loyang, kukus 10 menit. Tuang adonan Bahan 4, kukus 5 menit. Masukan adonan sisanya, kukus 30 menit atau sampai matang, tes tusuk.





posted from Bloggeroid

Sunday, 27 September 2015

SOP REMPAH

Sop ini sebenarnya gak jauh beda sama sop iga, tapi di banyakin rempahnya.

Bahan :
500 gr tulang dan daging sapi.
2 liter air
Daun bawang seledri
Bawang goreng
Daun jeruk

Bumbu :
4 siung bawang putih
5 siung bawang merah
1 sdt Merica bulat
2 buah bunga pekak
2 buah cengkeh
Kapulaga, jinten, pala, garam.

Cara membuatnya :
Haluskan bawang merah, putih, pala, merica, jinten, kapulaga, dan garam. Tumis bersama bumbu lainnya. Masukan ke panci presto bersama tulang dan daging, presto 10 menit. Angkat beri daun bawang dan seledri, lalu taburi bawang goreng.

posted from Bloggeroid

DRAGON FRUIT JUICE

Dragon fruit atau buah naga bukan bau naga yah heuheu adalah buah yang kacida banyak manfaatnya. Selain mengandung antioksidan yang tinggi, buah yang berasal dari negaranya Maria Mercedes itu mengandung banyak vitamin pula. Khasiatnya yang paling menyenangkan hati sih bisa untuk menurunkan berat badan. Asal di konsumsi tiap hari, sambil lari lari di bawah terik matahari :D. Beberapa waktu yang lalu, saya melihat kebun buah naga yang gak begitu luas di sekitaran jalan ke arah tebing keraton yang sedang ngehits banget itu. Sayangnya mereka sedang tidak berbuah, coba kalo berbuah, kan bisa nyomot satu sampai dua karung aja buat oleh oleh heuheu. Buah ini rasanya segar walau agak hambar bila dimakan langsung tapi bila ingin lebih kaya rasa dapat di jus dengan campuran buah sirsak atau jeruk nipis/lemon.
Untuk penderita hipotensi, di sarankan agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi buah yang mempunyai beberapa varian warna selain ungu itu, karena buah ini dapat menurunkan tensi darah.
Kali ini, saya menjus buah naga ungu seberat 500 gr di campur perasan satu buah jeruk nipis, 3 sdt gula pasir, dan beberapa kotak es batu.

posted from Bloggeroid

Friday, 25 September 2015

TERI KACANG

Lauk nasi yang satu ini enak sekali bila disandingkan dengan sayur sayur bening seperti sayur asem dan sayur bayam. Tapi dimakan dengan nasi putih hangat pun terasa nikmat sekali. Cara membuatnya mudah sekali. Ini dia.

Bahan :
150 gr Teri jengki, rendam air panas, goreng kering
100 gr Kacang tanah sangrai atau goreng
4 buah cabai domba atau keriting
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 biji asam jawa
1 sdt gula merah sisir
1 sdm gula putih
Garam secukupnya
Air sedikit

Cara memasaknya :
Haluskan bumbu, tumis sampai harum, masukkan gula merah dan gula pasir, beri air sedikit, tunggu sampai berbusa, baru masukkan teri dan kacang nya, aduk rata, angkat.

posted from Bloggeroid

PERKEDEL JAGUNG

Perkedel jagung adalah salah satu makanan favorit saya, apalagi Bila jagung yang digunakanya adalah varian jagung manis. Membuatnya pun sangat mudah dan cepat.

Bahan :
1 buah jagung manis pipil atau di serut
1 buah telur ayam
1 buah cabe merah besar iris
1 siung bawang putih Haluskan bersama merica dan garam
Kaldu bubuk secukupnya
4 sdm tepung terigu
1 batang daun bawang atau seledri

Cara membuatnya :
Campurkan bahan jadi satu goreng di minyak panas sampai berwarna keemasan.

posted from Bloggeroid

CHEESE STICK

Lebaran kemarin seiring banyaknya pesanan kue kering, persediaan putih telur pun menumpuk seketika. Banyak ide bermunculan di kepala untuk mengolahnya, tapi dengan pertimbangan saat itu bulan puasa maka untuk membuat puding, cake, dan teman temannya sepertinya gak mungkin banget. Alhasil, selain di jadikan campuran pepes tahu, putih telur itu pun akhirnya melayang ke genggaman tetangga.

Nah, kalau nanti nanti lagi nih si putih telur ini bisa di karyakan menjadi cheese stick ala mba Hesty.
Dulu mah kepikirannya adonan cheese stik itu memakai telur utuh agar terasa renyah, tapi ternyata hanya memakai putih telur pun tidak menghilangkan kerenyahan dari cheese stik itu sendiri. Selain itu minyak gorengnya pun jauh dari busa busa yang tak perlu.

Kebetulan kemarin ada stok putihtelur dua biji, keju edam setengah ons, dan 35 gram keju cheddar. Walaupun bahan yang ada jauh dari yang di butuhkan tapi nekat aja lah. Yang penting, toples ada isinya.

Resep asli :
600 gr terigu
150 gr tapioka
400 gr keju
1sdt garam
100 ml putih telur, kira kira 3 butir
100 gr butter atau margarine leleh
10 batang seledri iris

Bahan ala saya :
400 gr terigu
100 gr tapioka
50 gr keju edam parut
35 gr keju cheddar parut
1/2 sdt garam
2 putih telur
65 gr margarine leleh
1 batang daun bawang iris

Cara nya :
Campur semua bahan, uleni sampai kalis. Giling di pasta engine no 2, giling lagi di no 4, giling di gilingan kwetiau, goreng sampai keemasan.

Rasa cheese stick saya kemarin ini kurang berasa kejunya, yaah namanya juga mengkaryakan sisa sisa.




posted from Bloggeroid

Tuesday, 22 September 2015

SOP RANDA

Sop ini namanya sop randa aka rasa
sunda. Dulu saya kerap membeli olahan
dari tulang iga sapi ini di sebuah tempat
makan sekitaran cilampeni. Mungkin
karena penggemarnya tidak terlalu banyak
maka mereka pun kukut alias tutup.
Kebetulan kemarin ada yang terkenang
kenang dengan rasa sop randa yang segar pedas itu. Sambil rada meraba raba bumbunya akhirnya sop randa pun dapat di hidangkan di atas meja.

Bahan :
500 gr tulang iga
4 siung bawang putih
1 sdt Merica
Cabai rawit hijau sesukanya
Garam secukupnya
1 buah bawang bombay ukuran sedang,
iris tipis.
Daun bawang dan seledri
Bawang goreng
Bila suka citarasa asam dapat di
tambahkan blimbing wuluh.
Air.

Cara memasaknya gampang aja, irisan bawang bombay di tumis hingga wangi lalu sisihkan.
Haluskan bumbu masukkan ke dalam panci presto bersama tulang iga dan air, masak 30 menit. Pindahkan ke panci biasa,
masukkan tumisan bawang bombay, rebus sebentar lalu matikan kompor.
Sajikan hangat dengan taburan irisan daun bawang, seledri dan bawang goreng.


posted from Bloggeroid

SAMBAL DADAK BU TATANG YANG JUARA

Sambal dadak bu Tatang adalah sambal dadak yang rasanya tidak terkalahkan oleh sambal manapun sampai hari ini. Sudah banyak resto sunda yang saya datangi, tapi tidak ada satu pun sambal yang bisa menyaingi rasa khas sambal nya bu Tatang Sarbini itu.

Berlokasi di jalan Sekeloa yang padat, diantara hiruk pikuk tempat kosan mahasiswa tak membuat saya gentar untuk datang dan datang lagi.

Lima belas tahun sudah saya menikmati menu tempat makan sederhana ini. Awal diperkenalkannya oleh suami saya yang kebetulan dulu kos di Bangbayang, Dago. Dari yang hanya terdiri dari beberapa kursi dan meja panjang sampai kini ditambah meja lesehan di dak yang baru saja selesai di bangun. Tapi bu Tatang tetaplah seperti dulu, sangat bersahaja.

Menu favorit saya adalah ikan mujair goreng yang dagingnya terasa gurih dengan bagian luar yang sedikit garing. Bersama tempe tahu goreng, lalapan segar, dan cocolan sambal dadak, menu makan siang terasa sangat nikmat.

Banyak sekali varian makanan yang bu Tatang sediakan seperti ikan mas goreng, ikan panjang goreng, ikan kembung goreng, ayam goreng, gepuk daging sapi, udang goreng, telor daging, perkedel jagung, asin goreng tepung, tempe dan tahu goreng. Sedangkan di deretan sayur nya ada sayur asem, lodeh, sop, bayam dan orek tempe. Sambalnya ada sambal tomat dan sambal terasi dadak. Lalapan yang berupa ketimul, kol, selada bokor dan kemangi selalu menemani.
Untuk minumnya tersedia teh dan nutrisari jeruk, baik panas maupun dingin.

Harganya amat sangat terjangkau, harga mahasiswa, you know lah ya.

Selain masakan dan sambalnya, yang selalu ngangenin dari tempat makan bu Tatang ini adalah suasana hingar bingar celotehan mahasiswa. Dari yang guwe elu, maneh urang, sampai kowe aku, lengkap dari Sabang sampai Merauke. Tidak hanya mahasiswa yang selalu memenuhi tempat makan ini, tapi juga para alumni dan keluarganya. Gak heran di jam 11 siang semua makanan di meja besar yang terletak di dapur bu Tatang telah bersih semua. Itu lah mengapa setiap akan makan di sana, suami saya harus memesan dahulu melalui telpon alias reservasi hihi gayak banget ya. Bila tidak ke telpon nya bu Tatang ya ke henponnya bi Ade, asistennya.

Makan di bu Tatang itu suka bikin kalap. Setelah kenyang makan di sana, tak lupa saya selalu membawa bungkusan satu keresek besar untuk di bawa pulang.

Dan sambalnya bu Tatang, telah sukses membuat anak saya,Tombak, untuk selalu kembali ke sana.
















posted from Bloggeroid

SAMBEL HEJO

Sambal adalah salah satu jenis makanan yang di sukai banyak orang. Bagi saya, tanpa sambal makan akan terasa hambar. Salah satu tempat makan yang beraroma persambalan adalah Rumah Makan Sari Rasa Sambel Hejo yang terletak di jalan Natuna. Selain sambal hejo nya yang merupakan trade mark dari rumah makan ini, olahan ayam kampung nya pun sangat emejing. Ayam yang terlihat berminyak itu rasanya endes banget. Satu makanan yang juga terkenal di sana adalah cimplung. Cimplung adalah olahan makanan yang berbentuk serupa perkedel berbahan dasar singkong #itu yang dirasakan di lidah. Cimplung ini penampakannya sungguh menggiurkan sekali, rasanya juga enak.

Penyajian makanan disini dilakukan langsung di meja pengunjung. Meja kita akan di penuhi oleh nasi sebakul atau seboboko, ayam kampung, cimplung, pepes pepesan, tempe tahu, lalapan, dan tak lupa adalah sambal hejonya yang kondang. Selain sambal hejo, kita pun dapat memesan sambal dadak.

Suasana di tempat makan ini lumayan nyaman, kursi dan meja yang terbuat dari kayu memenuhi ruangan. Disamping pelayanannya yang baik harganya pun terjangkau.








posted from Bloggeroid

Monday, 21 September 2015

MIE BASO PANGSIT MISKAM

Tempat ini adalah salah satu tempat makan baso yang lumayan kondang seantero bandung raya. Terletak di jalan talaga bodas yang ramai lancar. Dilengkapi dengan bangku bangku panjang yang rapi berderet deret, atmosfer baso miskam terasa bersahabat dengan pengunjungnya.

Saya penasaran dengan rasanya mengingat banyak sekali orang yang menyambanginya, maka dengan kesadaran tingkat tinggi, saya pun akhirnya mendaratkan pijakan kaki saya ke arah pintu gerbangnya.

Setelah memesan menu yang saya kehendaki, saya pun duduk diam menanti sambil memperhatikan orang yang hilir mudik ke dalam tempat ini. Tukang parkir dan tukang rujak terlihat bercengkrama dengan riang.

Beberapa menit berlalu, datanglah Mas pramusaji yang membawa pesanan saya. Yamin manis baso plus pangsit yang segede gede telapak tangan saya. Rasa mie nya standar lah mirip dengan mie mie di tempat lain, baso nya lembut. Tapi yang sedikit menganggu adalah irisan daging ayam yang agak besar. Untuk pangsitnya saya rasa terlalu manis gak ada asin asin nya, membuat selera makan saya mengendur.

Tapi selera setiap orang kan berbeda, menurut saya gak cocok belum tentu dengan orang lain kan?
Jadi kenapa gak coba?





posted from Bloggeroid

PARIA SAMBAL IKAN TONGKOL

Entah mengapa bila mendengar kata paria, yang nempel di otak saya adalah sejenis perkastaan yang ada di India, seperti halnya brahmana, ksatria, waisya atau sudra. Ai paria nya? Ternyata paria itu bukanlah sejenis kasta, pantesan pelajaran sejarah dulu pernah di her sama bu Halimah #eh. Paria itu adalah sebutan untuk sebuah kaum rendahan (euleuh tega) yang tugasnya melayani kasta brahma kumbara ksatria madangkara eh kasta brahmana dan ksatria. Selain paria ada pula yang disebut kaum candala yaitu kaum yang member nya terdiri dari hasil kawin silang antar warna kulit.

Untuk sejenak mari kita lupakan perkastaan dan genk nya itu. Lebih baik ngomongin paria yang satu ini. Walaupun mempunyai rasa yang sama dengan kaum yang tadi, tapi rasa pahit paria yang ini ada di lidah bukan di hati.
Yap, paria yang saya maksud adalah sejenis nama sayuran yang kerap menjadi teman nongkrong baso tahu siomay telor kentang. Paria yang teksturnya gerindilan ini biasanya enak ditumis dengan ebi atau udang basah, tapi
kali ini saya menyandingkannya dengan ikan tongkol segar. Resep aslinya sih memakai ikan cakalang asap, berhubung ikan cakalangnya sedang jalan jalan, jadi pakai ikan yang sedang nyantai aja di pasar.

Bahan :
2 buah paria berukuran sedang, rebus sampai matang.
300 gr ikan tongkol segar, bersihkan, beri air jeruk nipis, garam, diamkan sebentar, cuci bersih lalu goreng dan suwir.

Bumbu :
12 buah cabai keriting merah
6 buah cabai rawit domba
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 buah tomat
Merica, garam dan gula secukupnya

Masaknya gampang aja :
Haluskan semua bumbu lalu tumis sampai wangi, masukan suwiran ikan tongkolnya, aduk rata.
Paria yang telah direbus tadi belah sisinya keluarkan isinya, lalu masukan tumisan ikan tongkol ke dalamnya. Gampil surampil eaaaa.







posted from Bloggeroid

Tuesday, 15 September 2015

CHICKEN NUGGET EKONOMIS

Chicken Nugget adalah salah satu makanan favorit anak anak. Tak heran banyak produsen chicken nugget yang menyajikan olahan ayam itu dengan bentuk bentuk yang di sukai anak anak, dari serial binatang purba sampai bentuk alpabet.

Sekarang banyak ibu yang lebih memilih membuat chicken nugget nya sendiri, untuk menghindari bahan pengawet dan pewarna buatan.

Saya mendapatkam resep chicken nugget ini dari blog nya mbak Diah Didi. Saya menyebut olahan ini sebagai chicken nugget ekonomis, karena tidak pakai susu evaporated, roti tawar, keju, dan oregano.

Bahan :
300 gr dada ayam, blender atau cincang halus
1 butir telur
60 gr tepung sagu/tapioka
50 ml air es
1 sdt kaldu ayam bubuk (optional)
1/4 sdt merica bubuk
2 siung bawang putih haluskan
1/2 sdt gula pasir
Garam secukupnya

Pelapis :
100 gr terigu protein rendah atau sedang
2 butir telur
Tepung panir

Cara membuat :
Campur semua bahan dan bumbu, aduk rata. Tes rasa dengan menggoreng adonan sedikit, bila rasa telah pas, tuang adonan ke dalam loyang yang telah di alasi plastik tebal dan dioles dengan minyak. Kukus sampai matang kurleb 30 menitan. Setelah matang, angkat, potong atau cetak sesuai selera. Gulingkan ke terigu, telur kocok lalu ke tepung panir. Simpan di kulkas kurleb 15 menit agar tepung panir menempel kuat. Goreng di minyak panas api sedang sampai kecoklatan.

Chicken nugget ini enak di makan bersama saus sambal dan mayonaise. Dapat pula menjadi teman makan nasi.


posted from Bloggeroid

Thursday, 10 September 2015

NASI KUCING

Rasanya sudah berabad lama nya tidak menginjak kan kaki di kota Jogya. Setelah menanggalkan gelar kebangsawaan karena stok darah biru saya habis di sedot nyamuk nyamuk tak bertanggung jawab, saya pun menjadi sedikit rikuh bila harus kembali ke kota yang selalu membuat saya betah karena Mirota nya itu, aih lebaaay :D. Ah sudahlah, apalah artinya sebuah gelar apalagi bila akreditasinya gak jelas :p.

Salah satu kuliner khas Jogya yang terkenal adalah nasi kucing. Dulu saya kerap menikmati nasi kucing di gerobak angkringan yang stand by di depan kantor gubernuran. Rasanya endang banget, makan nasi dan lauk yang secuprit diantara lalu lalang kendaraan di jalan Malioboro dan lambaian daun beserta ranting dari pohon yang rindang.

Mengapa di sebut nasi kucing? Bukan karena di bentuk seperti kucing ala bento nya orang Jepun melainkan karena porsinya kecil dan di sajikan dengan selembar daun yang di alasi dengan kertas koran. Di samping itu lauk nya campur aduk dengan nasi nya, persis ala makanan kucing. Eits, jangan mikir ke kucing persia, anggora dan kucing indo lain nya ya. Mereka mah kan mengkonsumsi makanan kalengan dengan penyajian yang gak seeksotis makanan kucing kampung.

Dulu, nasi kuch kuch hotahe ini #eh, nasi kucing ini harganya cuma seribu perak per bungkus, entah sekarang, bisa saja harganya mengikuti kurs dollar yang kini sedang membabi buta. Kan kita mah gitu orang nya, selalu gak mau ketinggalan.

Hari ini karena kerinduan yang sangat akan suasana Jogya, dan kebetulan ada sisa daun pisang yang belum tau mau di buat apa. Akhirnya membuat saya untuk meluruskan tekad membuat nasi kucing.

Nasi kucing versi saya terdiri dari nasi putih, mie goreng, orek tempe dan sambal teri jenki. Biasanya, satu porsi nasi kucing hanya di diami satu atau dua lauk saja. Tapi dasar kemaruk dan ingin praktis, saya bikin tiga lauk yang di gabung di dalam satu bungkus nasi.

Makan nasi kucing kayak gini tuh sensasinya beda, karena aroma daun pisang yang bercampur dengan nasi dan lauk nya itu akan selalu menumbuhkan rasa rindu akan suasana Jogyaaaaaaa, di persimpangan langkah ku terhentiiii Am Em Dm G #eeeeehhhhh, lempar gitar.


posted from Bloggeroid

Wednesday, 9 September 2015

YOGHURT CISANGKUY

Minum yoghurt di sini sudah saya lakoni sejak jaman kuliah tahun 95 an. Biar pun kuliah di Ciwaruga, tapi teuteup main mah ke kota.

Dulu tempatnya gak seramai sekarang. Nowadays, tempat ini selalu bejubel, ramai suara obrolan pengunjung di tingkahi dengan asap dari pembakaran sate yang serangannya bak kabut asap yang sedang merajalela di sebagian wilayah Indonesia.

Yoghurt adalah salah satu minuman yang saya sukai. Rasanya yang asam asam segar itu selalu membangkitkan api semangat di dalam dada. Favorit saya adalah Yoghurt grape yang di jus. Selain yoghurt, di tempat yang berhadapan dengan taman Lansia itu ada varian minuman lainnya, seperti milkshake dan air mineral :D. Untuk kudapannya tersedia berbagai macam cake, sosis, kentang, nugget dan lain sebagainya. Dan, heei ternyata ada tape ketan hitam kesukaan saya juga di sini loh, di jual pertoples, cocok untuk di bawa pulang.

Bila sekiranya tidak cocok dengan kudapannya, kita dapat memesan berbagai macam makanan dari balik terali eh pagar tanaman. Para penjual makanan yang terletak di luar halaman yoghurt Cisangkuy ini banyak banyak ragamnya. Dari sate ayam yang asap nya mengepul di udara, bandros green tea yang sedang happening banget, baso tahu siomay, dan kawan kawan nya yang lain.

Kisaran harga satu gelas yoghurt saat ini antara 18 sampai 22 ribu rupiah.

Hayu atuh let‘s go !


posted from Bloggeroid

TOKO YU

Bila mendengar namanya pasti gak bakalan nyangka kalo itu adalah tempat makan. Malah seorang teman menyangka bahwa Toko Yu adalah toko besi, terlaluh.

Terletak di sekitaran rumah sakit Boromeus, toko yang bentuk nya berupa rumah tinggal itu selalu di kerumuni banyak pengunjung.

Memasuki gerbang nya yang berupa ukiran dari kayu, saya mulai merasakan atmosfer yang mirip mirip dengan tempat Yoghurt Cisangkuy. Ruang tamu rumah itu di sulap menjadi sebuah konter lebar nan luas. Tempat bersantapnya ada di luar ruangan, berupa meja kursi klasik yang terbuat dari kayu. Para pelayan bergerombol di sebuah meja yang di dekatnya terdapat lemari kayu antik sebagai tempat menyimpan perkakas. Terdapat pula konter bakery yang dapat di pesan untuk makan di tempat atau di bawa pulang.

Gosipnya toko Yu ini terkenal dengan baso tahu nya yang endes, tetapi sudah berapa kali balikan melototin daftar menunya, kok ya ga ketemu juga. You know what, buku menu di sini isinya padat merayap. Banyak sekali varian makanan yang tersedia di toko yang hawanya sejuk karena di kelilingi oleh pepohonan besar itu. Saya sampai pusing di buatnya, pulah pilih gak karuan. Dari baso sampai jenis nasi nasian, lengkap ada semua.

Untuk makanannya, enak lah ya sebanding dengan harganya yang sedikit agak mahal. Nasi dengan lauk vegetarian curry misalnya di bandrol dengan harga 45 ribu rupiah, yamin baso setengah porsi yang terdiri dari mie sejumput dan baso kecil tiga biji di bandrol seharga 18 ribu rupiah. Es campurnya di hargai 20 ribu rupiah. Baso goreng satu biji di hargai 10 ribu rupiah.

Tempat ini sih enaknya buat kongkow bareng teman, makannya sedikit ngobrolnya yang banyak :p.







posted from Bloggeroid

KEDAI BOBOKO

Namanya Kedai Boboko bukan Boboho. Boboko adalah tempat nasi yang terbuat dari jalinan bambu sedangkan Boboho adalah si chubby dari negeri tirai bambu, eh nyambung huehue.

Kedai Boboko ini adalah tempat makan beraroma sunda yang ada di sekitaran Jalan Ir H Juanda Dago. Dulu saya sering main ke tempat kosan teman di belakang kedai ini, tempat kos yang mempunyai pemandangan sawah nan menghijau. Tapi kini semua keindahan itu telah sirna termakan arus pembangunan yang membabi buta. Eh kok malah ngelantur ya :D.

Kembali ke Boboko, sanguan ceu! Hihihi. Bila tak salah ingat Kedai ini belum terlalu lama berdiri, jadi belum sepegel nyonya menir yang telah berdiri sejak tahun 1919. Kedai bermenu masakan sunda ini memiliki interior yang simple. Dinding kedai ini dipenuhi quotes kocak yang sedikit membuat saya bingung akan konsep yang ingin di bangun oleh sang pemilik dan manajemennya. Ah ya sudahlah suka suka mereka juga kali ya, diapa guweh pake acara bingung segala.

Nah, pemesanan dapat di
lakukan di meja kita atau di depan meja prasmanan, suka suka lah ya.

Oke, sekarang mari kita berbicara tentang masakannya. Secara garis besar, masakan di kedai ini enak, bumbu nya terasa pas. Nasi merah nya lembut tidak keras. Sambalnya cocok, pedasnya tidak terlalu kurang ajar. Untuk minumannya, walaupun tidak serupa dengan penampakan fotonya tapi rasa nya tidak mengecewakan. Range harganya terjangkau. Pelayanan ramah dan yang penting gak susah minta tambahan sambal. Area parkir lumayan luas.

Di depan konter kasir, ada beberapa cindera mata lucu khas sunda yang berada di etalase, lengkap dengan harganya. Barangkali ada yang membuat jatuh hati bisa langsung di beli.

Jadi tunggu apa lagi, yuuk mariii.














posted from Bloggeroid






WARUNG DANGDUT

Beberapa kali lewat tempat ini, saya merasa terintimidasi karena namanya. Warung Dangdut, cyiiinn. Ahahaha saya tebak pasti isinya lagu dangdut semua dan iyaak bener walau saya juga mendengar satu buah lagu anak anak yang dinyanyikan oleh Romaria ketika kami makan di sana. Tadi nya saya gak tertarik untuk nongkrong di sana, entah kenapa, mungkin karena kata dangdut nya itu kali ya, ah rasial, saat nya berfikir objektip, rite?

Saat itu malam minggu, wardang begitu sepi tidak seperti tempat makan sebelah sebelahnya. Memasuki tempat yang bernuansa kayu kayuan itu di sambut dengan senyum hangat si mas customer care nya. Setelah duduk tenang di meja kayu yang terletak di bawah pohon yang daun nya entah pergi ke mana, saya pun mulai mengorder ria.

Wardang ini terkenal dengan nasi liwet nya yang mempunyai beragam topping, dari yang biasa seperti topping sambal jambal sampai yang ke luar luar nagrek an eh negeri an seperti topping beef teriyaki.

Nasi liwetnya di sajikan dengan memakai wadah wadah yang terbuat dari tanah liat. Lucu dan imut lah pokoknya. Di tempat ini pemesanan sayur teman makan di lakukan secara langsung ke counternya yang terletak di depan warung. Sayangnya saat saya akan memesan, kebanyakan tumis tumisan nya sedang kosong, ya agak kecewa juga sih ya.

Selain makanan berat, di wardang ini juga tersedia makanan iseng seperti lumpia basah, batagor, dan lain sebagainya.

Harga yang mereka bandrol cukup terjangkau. Suasana dan interior ruangannya cukup cozy, hanya saja musiknya yang bikin saya agak alerhi hihihi.



posted from Bloggeroid

ROTI DURIAN ORCHID BAKERY

Bagi penggemar durian, gak ada salah nya untuk mencoba roti ini. Roti durian produksi Orchid Bakery Sumedang itu bertekstur sangat lembut. Dengan olesan daging durian Medan yang manis di tengahnya membuat roti yang mempunyai beberapa topping itu semakin terasa nikmat di lidah.

Roti ini di bandrol dengan harga 35.000 rupiah per pak nya untuk jenis original dan 40.000 rupiah untuk yang bertopping coklat atau keju.

Di Bandung, roti durian di jajakan dengan menggunakan mobil makanan. Tempat mangkal nya ada di tiga titik, sekitaran Jalan Diponegoro, Banteng dan Antapani.


posted from Bloggeroid

TOKO AIR MANCUR CIBADAK

Cari camilan? Datanglah ke Toko yang bernama Air Mancur di Jl. Cibadak Bandung. Di sana kita dapat mendapatkan banyak sekali jenis makanan ringan dari yang cluster menengah sampai yang tinggi. Dari jenis kembang gula sampai kripik kripikan. Di jual per gram sampai bal bal an. Tinggal pilih dan bawa pulang.



posted from Bloggeroid

ALAS DAUN

Hari minggu kemarin galau, bolak balik sekitaran gedung sate dan pusdai, sambil mikirin satu hal, makan di mana. Setelah dua kali putaran akhirnya di putuskan untuk makan di sebuah resto yang mengklaim dirinya sebagai anggota 7 keajaiban kuliner di Indonesia. Bukan Borobudur lah, itu mah 7 keajaiban dunia, masih 7 kan? Atau udah nambah? Ah, dua anak cukup lah ya, jangan nambah nambah, bikin repot BKKBN aja #eh.

Tadi sampe mana ya, oh iya tempat makan yang ajaib, namanya Alas Daun. Hampir aja nulis Alas Demang, secara itu tempat makan favorit saya jaman dulu huehue.

Resto Alas Daun yang lebih baik di singkat jadi AD, bukan AL atau AU da itu mah ABRI, adalah sebuah resto dengan ciri khas makan beralaskan daun pisang, di atas meja tentunya. Terletak manis di Jl. Citarum tetanggaan dengan kantor dinas kesehatan, Basmal Mandeep dan Warung Dangdut.

Begitu memasuki pintunya saya langsung di sambut oleh pagar ayu alias penerima tamu yang dengan sigap langsung menunjukkan meja yang tersedia. Saat itu meja yang kosong hanya tinggal dua, selebihnya sudah terisi dan di reservasi.

Setelah meja aman, meluncurlah saya ke bagian pemesanan. Sebuah meja panjang yang diatasnya terdapat beragam model makanan yang telah menanti. Seorang pelayan wanita telah siap menyandang kertas dan pulpen untuk mencatat pesanan. Semua makanan di kenai sanksi eh harga termasuk sambal dan lalapnya. Sambal yang terdiri dari sambal seafood, sambal hijau dan sambal dadak itu di kenai harga 2000 sampai 5000 rupiah per mangkuk kecil berdiameter kurleb 2 cm an. Setelah pesan ini itu, dan membawa beberapa makanan prasmanan, saya pun duduk manis menunggu pesanan yang harus di proses dulu. Selama menunggu makanan di antar ke meja, ada beberapa pelayan yang hilir mudik menawarkan beberapa jenis makanan kecil seperti otak otak, colenak dan pisang goreng.
Oh iya, untuk minuman, order dilakukan di meja dengan mengandalkan daftar menu yang berdiri bak tanggalan meja.

Nah, setelah pesanan lauk datang, muncul lah si mas pembawa daun pisang yang langsung mengalasi meja dengan daun yang di bawanya. Lalu di lanjutkan dengan kedatangan mas mas pembawa boboko nasi yang menumplek kan nasi segundukan kecil di depan korbannya eh korban perut lapar maksudnya.

Kegiatan selanjutnya adalah melahap makanan di depan mata, ayam kecap bakar, tempe bacem yang menurut saya kekerasan, tahu, perkedel jagung, mendoan yang terlalu tebal, oseng bunga pepaya yang rasanya lumayan, lalaban berupa selada bokor dan timun yang di cocol ke sambal dadak yang pedes nya gak sopan. Sementara sambal seafood dan sambal hijau hanya bertindak sebagai hiasan. Untuk minuman, saya pilih es sagala aya yang berupa campuran buah buahan, cingcau dan kelapa muda di banjur dengan sirup tjampolay pisang susu, manis segar.

Secara keseluruhan AD ini lumayan memuaskan lah ya, baik pelayanan, tempat, dan makanannya. Tapi tetep aja ada yang nyeletuk, sambalnya masih enakan sambal bu Tatang, hasyaaaaah, yaeyalaaah







posted from Bloggeroid

Tuesday, 8 September 2015

IKAN PATIN BUMBU KUNING

Lega hati ini, air sudah mengalir walau tidak sampai jauh dan akhirnya ke laut. Sesuai sabda pak poni, setelah komplen berkali kali, akhirnya kabel optik kini sedang memasuki proses instalasi. Setelah lega hati dan pikiran, kini marilah membuat lega jajaran lambung dan sekitarnya dengan olahan ikan patin.

Ikan patin bisa diolah menjadi berbagai macam masakan. Bisa di sop, pindang, balado, asam manis, garang asam dan lain sebagainya. Nah kali ini saya mengolahnya dengan memakai bumbu kuning. Ditambah blimbing wuluh pasti bakal nendang rasanya, tapi berhubung blimbing wuluh nya gak ada saya ganti dengan air asam jawa.

Bahan :
1 ekor ikan patin ukuran besar, potong potong sesuai selera, bersihkan, lumuri air jeruk nipis, diamkan, bilas, goreng kering.
10 buah cabai rawit
1 buah tomat hijau potong potong
1 buah tomat merah potong potong
3 lembar daun jeruk perut
1 batang daun bawang
1 batang serai geprek
1 lembar daun salam
2 cm lengkuas geprek
2 sdm air asam jawa

Bumbu halus :
4 siung bawang putih
6 siung bawang merah
4 cm kunyit
3 butir kemiri
Garam dan gula secukupnya

Minyak goreng untuk menumis
Air secukupnya

Cara membuatnya :
Tumis bumbu halus sampai harum, masuk kan salam, serai, daun jeruk, lengkuas, air asam, aduk rata. Masuk kan ikan patin goreng, aduk, beri air, masak sampai bumbu meresap. Masuk kan tomat, cabai rawit dan daun bawang. Aduk sebentar lalu angkat dan sajikan.
posted from Bloggeroid


Saturday, 5 September 2015

ROTI TAWAR METODE WATER ROUX

Mendapat kata “ganbate“ dari Teh Titi membuat hati saya tergerak kembali untuk membuat roti. Ya, entah mengapa saya selalu ciong bila berhadapan dengan adonan roti. Saya itu ibarat kapster yang tidak dapat menterjemahkan keinginan korbannya. Bener bener gak berbakat. Mudah menyerah dan tidak punya niat sekeras baja. Harusnya uwak Mario Tebak mulai melebarkan sayapnya untuk merangkai kata kata motivasi untuk para pembuat roti yang mengalami kegagalan secara bertubi tubi.

Ah ya sudahlah, memang setiap orang itu terlahir berbeda. Gak mungkin kan semua orang di bumi ini bisa dan mau membuat roti nya sendiri, nanti gak bakalan ada perusahaan bakery yang eksis di bumi. Semua itu berawal dan berakhir hanya dari satu kata yaitu “passion“.

Naah, kemarin ini kebetulan tungak tengok slorokan dan menemukan sisa permipan yang terbengkalai. Kebetulan pula sedang rindu roti tawar Sidodadi yang berasa ada manis manisnya, mirip air asli pegunungan gitulah :p. Maka dari itu, di putuskan dengan ketukan palu tiga kali bahwa roti tawar lah hasil vonis yang dinanti. Dulu setiap membuat roti manis pasti teksturnya keras banget, udah kayak batu belah batu bertangkup nya Mak Minah. Gimana kalo roti tawar? Apakah nasib nya sama di tangan saya? Apakah bisa seempuk bantal bulu angsa atau malah sekeras bakiak jepang, Geta? Ayo kita cari tau bersama non Dora.

Kali ini saya menggunakan metode water roux. Si biang kerok nya ini gak mulus, agak bergerindil, padahal api dan panci sudah di jaga sedemikian rupa agar tidak berkelahi. Dari sini aja semangat sudah kendor kayak kolor kadaluarsa. Tapi tergambar di benak saya wajah uwak Mario Bros #eh salah, tengah tersenyum menyemangati. Semangat saya pun kembali berkobar bagai api arang panggangan sate yang baru saja di nyalakan. Cemplung dan campur sana sini dengan semangat anti gagal. Tibalah saat menguleni. Adonannya gak mau elastis sempurna, saya paksakan di proofing etape 1, 1 jam saja. Adonan yang dibulatkan itu ternyata permukaannya gak semulus wajah artis ibu kota. Saya pun kecewa, tapi harus tetap move on dong. Proofing kedua sama aja walaupun adonan bertumbuh lumayan tinggi tapi tidak membentuk roti yang saya idamkan karena sepertinya loyangnya kebesaran :D.

Setelah permukaannya nampak coklat sempurna, saya keluarkan dari oven. Hasilnya, rasa dan tekstur sudah mirip dengan roti Sidodadi tapi masih sedikit agak keras. Kata Tombak sih enak, tapi begitu ayahnya pulang bawa breadtalk sekantong, roti tawar itu pun di lupakan dan mulai kesepian diantara hingar bingar suasana meja makan.

Resep yang saya gunakan adalah :

Bahan adonan water roux :
25 gr terigu serbaguna
125 ml susu cair

Caranya :
Masukkan susu cair sedikit sedikit ke tepung lalu aduk sampai larut. Panaskan di api sampai mengental.

Bahan roti :
240 terigu protein tinggi
1 sachet susu bubuk full cream
6 gr permipan
1 butir telur pisahkan kuning dan putihnya, putihnya untuk olesan.
60 gr gula halus
30 gr butter
1/4 sdt garam
70 ml susu cair

Cara membuatnya :
Campurkan tepung, gula, permipan, susu bubuk, aduk rata.
Masukan kuning telur dan susu cair ke dalam adonan water roux tadi, aduk rata lalu masukan ke dalam bahan kering, uleni setengah kalis. Masukkan butter dan garam, uleni sampai kalis elastis kurleb 15 menitan. Bulatkan adonan taruh di baskom yang telah di oles minyak tipis, tutup dengan lap, proofing satu jam. Giling adonan, lipat dari kiri ke tengah, kanan ke tengah, atas ke tengah, bawah ke tengah. Masukkan ke dalam loyang loaf yang telah di oles margarin. Proofing atau diamkan lagi selama satu jam, tutup dengan lap basah. Oles adonan dengan kocokan putih telur dan oven sampai matang kecoklatan.






posted from Bloggeroid