Monday, 27 October 2014

BIG_99 CAFE BANDUNG

Sabtu sore kemarin saya bersama keluarga berkunjung ke sebuah cafe baru di bilangan jalan bengawan no. 25 bernama BIG99 cafe. Cafe yang berdiri di bawah naungan bagian restorasi KA itu adalah cafe yang mengunggulkan produk olahan susu nya yang berjudul milki milki that‘s why logo cafe yang baru berdiri bulan agustus lalu itu adalah sapi :D.






Kebetulan nih saat kami berkunjung, sedang ada pameran atau eksibisi big99_toys yaitu pameran dari beberapa komunitas pecinta mainan karakter, ada beberapa meja yang di penuhi oleh mainan mainan kecil nan imut yangdi tongkrongi pemiliknya masing masing.

Kembali ke cafe, bangunan cafe ini adalah serupa rumah tinggal milik PT. KAI yang di sulap menjadi sebuah tempat makan yang lumayan cozy apalagi untuk kongkow kongkow anak muda. Di bagian depan terdapat kursi kursi minimalis nan simple, di bagian belakang ada beberapa meja lesehan, dan satu set sofa lengkap dengan taplak meja dan sekuntum bunga artificial yang nangkring di sebuah vas berisi air,  juga ada sebuah ruangan terbuka yang berfungsi sebagai stage untuk band band yang biasanya perform pada saat weekend tiba.




Menu makanan di cafe ini lumayan banyak, dari jajaran steak, spaghetti, kudapan manis dan asin, sampai nasi goreng khas restorasi KA bernama parahyangan :D, untuk minumannya berbagai olahan susu dengan banyak  varian rasa, milkshake, juices, dan kopi.

nah tuh ada menu nasi goreng khas kereta parahyangan ahahaha


Kali ini, kami mencicipi grilled salmon dan potatoes wedges nya yang katanya menjadi menu andalan mereka, lalu ada chicken cordon bleu yang lumayan enak, garlic bread, ketan durian yang plattingnya sangat menawan dengan buah ceri merah diatasnya tapi sayang rasanya gak seenak tandur yang suka nangkring di depan gedung sate dulu heuheu. Untuk minumannya kami mencicipi milki milki tiramisu dan avocado.
chicken cordon bleu
grilled salmon
tandur


Mengenai harga kayaknya agak agak sesuai dengan keadaan tempatnya yang di dekor seadanya, apalagi bila cafe tersebut ditujukan untuk kalangan muda untuk dijadikan tempat nongkrong.  Tapi overall lumayan lah ya.
posted from Bloggeroid
Friday, 17 October 2014

LEMPER ISI AYAM

Salut sama para pembuat lemper ayam yang gigih, maju terus pantang mundur, karena saya mah tidak segigih itu. Hari ini saya bikin lemper ayam dari 250 gr beras ketan putih, lama banget jadinya. Bikin lemper sendiri hanya ingin balas dendam sama isian nya, biasanya kalo beli lemper isinya dikit banget, maka dari itu resep isian untuk 500 gr beras ketan saya jadikan untuk 250 gr saja, puas sudah.

Lemper Ayam via NCC Jajan Tradisional Indonesia.

Bahan (saya pakai 1/2 resep) :
500 gr beras ketan putih, rendam, 3 jam.
Tiriskan.
350 cc santan kental
½ sdt garam
1 sdm gula pasir
1 lbr daun pandan
Daun pisang secukupnya

Isi nya saya ikutin yang ini banyaknya :
¼ kg daging dada ayam tanpa
kulit, rebus, iris halus
1 lbr daun salam
1 btg sereh, memarkan
3 lbr daun jeruk
100 cc santan kental

Bumbu halus:
3 siung bawang putih
2 btr kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
½ sdt merica
¼ sdt pala, saya skip
¼ sdt jintan, saya skip
Gula pasir
Garam

Cara membuat
1. Beras ketan yang sudah
ditiriskan dikukus selama 30
menit
2. Sementara itu didihkan santan,
garam, gula, dan daun pandan
3. Campur santan mendidih dan
beras ketan sambil diaroni
sampai tercampur rata. Tutup
sebentar. Kukus lagi sampai
matang (30 menit)

Isi :
1. Tumis bumbu halus, tambahkan
daun salam, serai dan daun
jeruk sampai harum
2. Masukkan santan. Aduk-aduk
sebentar, masukkan ayam.
Tambahkan garam dan gula.
3. Masak terus sambil diaduk
sampai santan mengering.

Bungkus adonan lemper dengan bentuk suka suka memakai daun pisang atau plastik, bila ingin awet kukus kembali.

posted from Bloggeroid

Thursday, 16 October 2014

MARMER CAKE ALA PAK SAHAK

Berawal dari rasa penasaran akan resep marmer cake nya pak sahak, sang chef kelas kakap yang bersliweran di blog blog para penyuka baking dan cooking, akhirnya saya pun ikut tergerak untuk mencoba resep cake jadul yang gaungnya sudah membahana sejak tahun lalu itu. Dan hasilnya si cake rada kempes, aih. :‘(

Baru kali ini saya membuat cake yang di kocok secara all in one method, semua bahan (kecuali margarin leleh dan minyak sayur), di gebruskan ke dalam satu wadah lalu di mixer dengan kecepatan tinggi sekitar 10 sampai 20 menitan sampai adonan kental berjejak, lalu di akhiri dengan tehnik aduk balik.

Peraturan di buat untuk di langgar haha alias ndableg tingkat otang, ngemixer nya cuma 10 menit lupa di tes kental berjejaknya, aduk balik di ganti dengan mixer kecepatan rendah, dan terakhir, kelupaan ngasih alas baking pan yang membuat cake rada gosong dan menebal di kulit nya bak kulit badak bercula dua, beuuh.

Hasilnya, maksimal kempes nya walaupun gak bantat juga sih, garing di luar lembut di dalam.
#yasudahlah kata fadetoblack juga.

Kayaknya harus banyak belajar ke #mamanya _fishalisha #mamanya_masbim dan #bundanya_oziel.

Resep marmer cake pak sahak via blog nya catatan nina.

Bahan :
5 butir telur
125 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
1 sdt vanilla
150 gr tepung terigu serbaguna
15 gr maizena
15 gr susu bubuk
100 gr margarin/butter lelehkan
50 gr minyak sayur
1-2 sdt pasta coklat atau pasta
black forest, saya pakai 2 sdm coklat bubuk di larutkan dengan 2 sdm air hangat.

Cara Membuat :
- Panaskan oven 180'C. Siapkan
loyang tulban 20 cm, oles margarin
dan taburi tepung. Sisihkan. Saya pakai baking pan andalan.
- Campur dan ayak tepung terigu,
maizena dan susu bubuk.
- Kocok telur, gula pasir, emulsifier, vanilla dan campuran tepung hingga mengembang dan kental (all in one method).
- Campurkan margarin / butter
leleh dengan minyak sayur,
kemudian tuang sedikit demi
sedikit ke dalam adonan. Aduk
balik hingga tercampur rata dan
homogen.
- Ambil 2 sendok sayur adonan,
beri pasta coklat. Aduk rata.
- Tuang adonan putih ke dalam
loyang, kemudian tuang adonan
coklat di atasnya.
- Buat motif marmer dengan
bantuan garpu atau tusuk sate, kalo saya pake sumpit aja deh.
- Oven hingga matang selama
kurang lebih 30-45 menit
(tergantung masing-masing oven
ya). Lakukan tes tusuk dan tes
sentuh.
- Angkat dan segera keluarkan dari
loyang agar cake tidak menciut.



posted from Bloggeroid

Monday, 13 October 2014

CILOK

Di php in sama resep cireng, katanya bakal empuk dan kranci tapi nyatanya sekeras batu, akhirnya saya rebus di jadikan cilok saja.

Bahan :
250 gr tepung tapioka
1 sdm tepung terigu
200 ml santan
4 siung bawang putih
Merica dan garam secukupnya
Daun bawang seledri.

Cara membuat :
Campur terugu dan tapioka aduk sampai rata.
Tumis bawang putih dan merica, setelah harum masukkan santan aduk sampai mendidih, diamkan sesaat lalu tuang sedikit demi sedikit ke dalam tepung, uleni sampai kalis, bentuk bulat kecil.
Rebus air dalam panci sampai mendidih, masukan adonan yang telah si bulat bulat, bila telah mengambang, angkat.

Bumbu saus :
1 buah cabe merah besar
3 buah cabe rawit jawa
3 siung bawang merah
Terasi, garam, gula secukupnya
Saos tomat, saos sambal, mayones secukupnya.
Kacang tanah tumbuk satu sendok makan.
150 ml Air.

Cara membuat :
Tumis semua bahan menjadi satu, beri air, masak sampai matang lalu masukan bola bola ciloknya, diamkan sampai bumbu meresap lalu angkat.

posted from Bloggeroid

Saturday, 11 October 2014

DAPOER PANDAN WANGI

Kali ini kami berkesempatan untuk menyambangi sebuah rumah makan yang terletak di Jl. Patuha No. 38 Bandung, yang bernama Dapoer Pandan Wangi.

Begitu sampai di pintu masuk, kami langsung di suguhi oleh pemandangan isi resto yang lumayan sibuk, pramusaji hilir mudik kian kemari. Tak lama datanglah penyambut tamu alias mas mas pramutamu aih customer service nya kali yak, si mas ini dengan menenteng buku notes atau smartphone (saya rada jereng liat nya) di tangan kiri dan walkie talkie di tangan kanan yang dengan sigap memberi opsi kepada kami, mau menunggu atau tidak karena tempat penuh. Karena kami memang bertujuan untuk makan di sana, kami pilih menunggu saja, lalu kami pun di persilahkan duduk di jajaran kursi waiting list yang sebagian telah diisi oleh pelanggan lainnya. Kebetulan kursi kursinya empuk jadi menunggu pun gak terlalu membosankan. Tak lama kami pun dapat meja, buka buku menu, pilih pilih, order, dan diam menunggu dengan manisnya. Di resto ini, kita gak bakalan menemui pramusaji yang membawa bawa buku notes kecil untuk mencatat pesanan, karena mereka ini telah di persenjatai dengan sebuah henpon, yup mereka mencatat pesanan di sebuah henpon yang terintegrasi dengan server nya di dapur ahaha, luar biawak canggih nya.

Dapoer Pandan wangi ini interiornya nyunda sekali dengan bentuk seperti gazebo besar yang beratapkan bilik bermotif, meja dan kursi kayu yang berplitur coklat halus, sedikit sentuhan rumbia di beberapa bagian dengan lampu lampu antik yang menambah kuat akan ciri khas kesundaannya.

Menu yang di sajikan bermacam macam, dari ayam goreng bakar, gurame dalam berbagai topping dan bumbu, sop sopan, tumis tumis sayuran seperti tumis daun pepaya, genjer, kangkung sampai yang berupa paket nasi timbel. Untuk minuman nya ada berbagai macam jus, saya tertarik mencoba jus kedondong yang gak pernah saya jumpai dimana pun sebelum nya, rasanya ya kedondong haha, seger asem. Sayangnya disini teh tawar pun harus beli, 2ribu perak saja. #aih.

Kisaran harga makanan nya standar standar saja, dari 3 ribu perak untuk tahu atau tempe sampai 62 ribu untuk jenis hidangan gurame yang lumayan besar.

Untuk minuman, jus dibandrol dengan harga 14 ribu, dan minuman lainnya antara 2 ribu sampai 16 ribu.

Seperti halnya rumah makan lainnya, sambel nya selalu kurang banyak bagi kami si keluarga penyuka sambal, tapi jangan bermuram durja, tinggal panggil si mas nya minta tambahan sambal dan meluncurlah sambal porsi nyungkun di atas meja.

Sebagai rumah makan berbasis masakan sunda, jumlah wastafel pencuci tangan di tempat ini kurang banyak.
Dan satu lagi yang kurang, musik ! Where is the music ?, gamelan gitu, atau apa kek yang berbau sunda kayaknya bakal bisa menambah hangat suasana daripada hanya mendengar dentingan sendok piring dan bunyi gaduh orang orang yang mengobrol.

Satu lagi, pandan nya mana pandan, pandan wangi ini kan identik dengan nama beras yah, seharusnya nasi putihnya harum dengan aroma pandan, nasi putih di sini biasa aja tuh, malah kalah wangi sama nasi putih di sebuah warung makan sederhana kawasan Cimanggu Ciwidey.

Tapi overall, pelayanan nya bagus, makanan nya enak, cuma ya harus sabar nunggu aja.





posted from Bloggeroid

AGAR REBUSAN DAUN SINGKONG TETAP BERWARNA HIJAU

Seneng banget kalo ngeliat rebusan daun singkong yang menghijau di rumah makan padang. Seringkali saya harus melakukan berbagai cara untuk mendapatkan rebusan daun singkong seperti itu, dari yg merebus setengah matang, di presto, di beri garam sampai di tutup rapat pancinya, dan hasilnya boro boro ijo. Yang di tabur garam agak hijau sih tapi biasanya cuma sebagian.

Nah, beberapa waktu ke belakang saya di beri tau triknya oleh salah satu tetangga saya yang mana dia di beri tau oleh salah seorang pemilik rumah makan padang. Agar rebusan daun singkong menghijau bak padang rumput sabana, ada caranya yaitu :
Rebus air dalam panci, setelah mendidih bubuhi baking soda atau soda kue secukupnya baru masukan daun singkong, rebus hingga matang, dan daun singkong pun akan terlihat bak di rumah makan padang langganan anda.

Chayoo.


posted from Bloggeroid